11 August 2022
|
11 Min Read
|
Pengertian pasar uang adalah sarana instrumen pendanaan jangka pendek yang mempertemukan pemodal dan pihak yang butuh modal. Apa bedanya pasar uang dan pasar modal sebagai tempat transaksi investasi?
Apa itu pasar uang? Pengertian pasar uang adalah sarana transaksi jual beli instrumen investasi. Pasar uang sendiri sama dengan pasar modal, yaitu sama-sama sebagai tempat transaksi jual beli instrumen investasi. Tetapi, investasi pasar uang adalah tempat terjadinya transaksi jual beli di mana investor akan memberikan pinjaman dana ke pihak lain yang memerlukan dana dengan perjanjian imbalan tertentu.
Ingin tahu lebih lanjut seputar pasar uang? Ikuti lebih lanjut artikel ini, ya. Karena di artikel ini kita akan membahas seputar pasar uang, mulai dari pengertian pasar uang, fungsi pasar uang, perbedaan pasar uang dan pasar modal, produk pasar uang, hingga jenis-jenis instrumen pasar uang sebagai investasi.
Jadi, ikuti terus artikel ini ya!
Saat Anda ingin memulai investasi terlebih dahulu Anda harus mengetahui seputar pasar uang dan pasar modal. Keduanya merupakan sarana transaksi jual beli instrumen investasi yang akan membantu Anda dalam berinvestasi. Dengan mengetahui pasar uang dan pasar modal Anda bisa terhindar dari segala macam risiko saat berlangsungnya kegiatan investasi.
Kali ini kita akan membahas seputar pasar uang dalam investasi. Apa itu pasar uang? Pengertian pasar uang adalah sarana transaksi jual beli instrumen investasi yang mempertemukan antara pemilik dana dan yang membutuhkan dana dengan perjanjian tingkat bunga sebagai imbalan dalam jangka waktu pendek.
Dalam laman Bank Indonesia mengatakan pengertian pasar uang adalah bagian dari sistem keuangan yang berhubungan dengan kegiatan perdagangan, pinjam-meminjam, atau pendanaan berjangka pendek sampai dengan satu tahun dalam mata uang rupiah dan valuta asing yang berperan dalam transmisi kebijakan moneter, pencapaian stabilitas sistem keuangan, dan kelancaran sistem pembayaran.
Sederhananya pasar uang adalah sarana instrumen pendanaan jangka pendek yang mempertemukan pemodal kepada pihak yang memerlukan modal. Investasi pasar uang disebut juga sebagai pasar kredit jangka pendek. Karena periode waktu dalam pasar uang hanya memiliki waktu singkat, mulai dari satu hari hingga maksimal selama satu tahun.
Instrumen pasar uang yang diperjualbelikan juga dapat dikonversi menjadi mata uang dengan cepat dan dengan biaya yang relatif rendah. Oleh karena itu pasar uang banyak dipilih oleh orang-orang yang memerlukan modal cepat dan dengan jangka waktu yang pendek juga. Makanya dengan masa tempo yang pendek, investasi pasar uang dinilai memiliki risiko yang lebih rendah dibanding investasi pasar modal.
Dalam mekanisme pasar uang Anda akan banyak menemukan transaksi jual beli surat berharga dengan jangka pendek.
Pasar uang sendiri yang menjadi sarana pendanaan instrumen investasi antara pemilik modal dan pihak yang membutuhkan modal mempunyai ciri-cirinya masing-masing. Berikut ini ciri-ciri pasar uang adalah diantaranya yaitu:
Berbeda dengan pasar modal yang hanya dapat dilakukan di bursa efek, mekanisme pasar uang tidak terikat pada satu tempat yang khusus. Antara tempat pertemuan pemilik modal, perantara, dan calon pembeli tidak ada lokasi atau tempat fisik yang tentu. Makanya pasar uang kerap disebut sebagai tempat abstrak.
Karena mekanisme pasar uang tidak memiliki tempat khusus dalam bertransaksi dan tidak ada pula otoritas yang mengatur membuat pengelolaan pasar uang pun tidak terorganisir dengan baik.
Walaupun tidak terorganisir dengan baik, keberlangsungan pasar uang telah diawasi dan dipayungi hukum turunan bank sentral di tiap negaranya masing-masing. Di Indonesia, Bank Indonesia selaku bank sentral nasional merupakan otoritas tertinggi dalam pasar uang.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya jika pasar uang memiliki tempo dalam jangka pendek, yaitu mulai dari satu hari hingga maksimal satu tahun.oleh karena itu instrumen pasar uang yang diperdagangkan biasanya bersifat jangka pendek dengan likuiditas primer.
Investasi pasar uang biasanya banyak dipilih bagi orang-orang yang membutuhkan modal cepat dan dapat dicairkan dengan cepat juga untuk memenuhi kebutuhannya saat itu juga dalam jangka waktu pendek.
Setiap kegiatan investasi pasti memiliki tingkat risiko dan imbal hasil yang sejajar, ya. Semakin besar hasil yang diterima, semakin tinggi pula risiko yang bisa didapatkan.
Pada pasar uang karena bersifat jangka pendek, maka risiko dan imbal hasil yang diterima juga rendah. Hal ini karena tempo pembiayaannya juga yang singkat.
Perekonomian di Indonesia dapat terbantu dari adanya investasi pasar uang. Berikut ini beberapa tujuan pasar uang, yaitu:
Adanya pasar uang sebagai fasilitas kegiatan investasi bagi para pemilik modal dan pihak yang membutuhkan modal dengan berbagai perjanjian untuk pengembaliannya.
Pasar uang memberi kesempatan pada bank komersial untuk menggunakan cadangan dananya untuk berinvestasi pada berbagai produk keuangan jangka pendek. Seperti melakukan pertukaran valuta asing.
Adanya pasar uang juga memiliki peranan penting dalam membiayai perdagangan baik tingkat domestik dan tingkat internasional. Baik dari segi pertukaran hingga perdagangan mata uang asing.
Dengan sifatnya yang jangka pendek dan dapat dicairkan dengan cepat, pasar uang banyak dipilih pihak yang memerlukan modal dengan cepat untuk mengembangkan usaha yang dijalankannya.
Beberapa caranya melalui surat berharga yang merupakan salah satu instrumen pasar uang. Makanya keberadaan pasar uang sangat membantu untuk pertumbuhan industri di Indonesia.
Fungsi pasar uang yang pertama adalah sebagai sumber pendanaan. Di sini pasar uang menjadi sarana yang mempertemukan antara pemilik modal dan pencari modal cepat untuk melakukan pendanaan usahanya.
Oleh karena itu, pasar uang menjadi tempat yang dituju oleh pencari modal karena mereka tidak perlu bingung mencari investor untuk tambahan modal kemana-mana. Mereka bisa memanfaatkan pasar uang sebagai pendanaan dan membantu pertumbuhan usaha mereka.
Fungsi investasi pasar uang kedua adalah meningkatkan laju pembangunan negara. Jadi pasar uang juga dimanfaatkan oleh pemerintah dengan menjual dan menerbitkan beberapa instrumen pasar uang untuk mendapatkan suntikan modal dari masyarakat guna pembangunan negara.
Jadi ketika Anda ikut serta menanamkan modal pada instrumen pasar uang milik negara, Anda telah membantu meningkatkan laju pembangunan negara.
Adanya pasar uang dinilai dapat mempengaruhi mobilitas keuangan dan kebijakan moneter. Dengan keberhasilan pasar uang dapat mencegah terjadinya peningkatan uang yang beredar. Karena masyarakat telah menanamkan uangnya dalam pasar uang. Sehingga fungsi pasar uang adalah mencegah terjadinya krisis seperti inflasi keuangan dalam suatu negara.
Fungsi pasar uang selanjutnya adalah menghimpun dana masyarakat yang berlebih. Pasar uang menjadi tempat yang tepat bagi masyarakat yang memiliki dana berlebih kemudian dapat menaruh dana tersebut pada pihak yang sedang membutuhkan dana atau modal.
Nantinya masyarakat yang memiliki dana berlebih ini akan mendapatkan keuntungan dari bunga pinjaman pihak yang meminjam.
Fungsi pasar uang terakhir adalah menyediakan investasi low risk atau risiko rendah bagi para investor. Mengapa demikian? Karena transaksi pasar uang jauh lebih stabil dengan laba pasti dan sistem investasinya mirip dengan hutang-piutang biasa. Bedanya, pada pasar uang menjanjikan peningkatan bunga hingga masa pelunasan tiba.
Jika Anda tertarik untuk berinvestasi pasar uang, sebelumnya Anda harus mengetahui terlebih dahulu instrumen pasar uang di Indonesia ada apa saja. Secara umum instrumen pasar uang sendiri hadir dalam bentuk surat berharga pasar uang, namun Anda harus tahu juga jenis-jenisnya.
Berikut ini jenis-jenis pasar uang di Indonesia yang dapat Anda pilih, diantaranya yaitu:
Sertifikat Bank Indonesia adalah salah satu instrumen pasar uang milik negara. Produk pasar utang ini diterbitkan oleh Bank Indonesia dengan jangka waktu antara 1-3 bulan menggunakan sistem diskonto dan imbal hasil yang bisa didapatkan yaitu berupa bunga.
Jika Anda memutuskan untuk memilih jenis pasar uang ini Anda tidak saja akan mendapatkan keuntungan. Tetapi, Anda juga telah membantu pemerintah dalam kebijakan moneter agar nilai mata uang tetap stabil. Karena dengan penjualan SBI membuat peredaran uang semakin menurun.
Instrumen pasar uang yang kedua adalah sertifikat deposito yang merupakan surat berharga pasar uang yang diterbitkan oleh bank dan dapat dipindahtangankan. Sertifikat deposito adalah produk pasar uang yang mudah diperjualbelikan dan dicairkan karena merupakan surat atas tunjuk.
Selanjutnya dalam jenis pasar uang terdapat Surat Berharga Pasar Uang atau SBPU. SBPU sendiri adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh bank sebagai surat pelunasan utang atas persetujuan nasabah. SPBU adalah salah satu instrumen pasar uang yang dapat diperjualbelikan di pasar uang.
Call Money adalah salah satu instrumen pasar uang yang memiliki fungsi untuk pengalihan sementara kelebihan uang jangka pendek dari bank. Karena jangka pendek, jatuh tempo pada Call Money hanya sampai tujuh hari saja.
Commercial Paper adalah produk pasar uang yang merupakan perdagangan inventaris atau biaya pengelolaan modal kerja dalam jangka waktu pendek. Commercial paper dimanfaatkan oleh pengusaha untuk mendapatkan tambahan modal dalam pasar uang.
Treasury bills atau T-Bills surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah dan dibuka untuk masyarakat luas dalam jangka waktu pendek. Jenis pasar uang ini kerap kali disebut sebagai surat obligasi pemerintah.
Instrumen pasar uang selanjutnya adalah surat berharga bersifat syariah. Sekarang surat berharga syariah mulai digunakan beberapa pihak yang ingin berinvestasi dengan sistem syariah. Ada beragam pasar uang syariah, diantaranya terdapat Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS), Repurchase Agreement (Repo) SBSN, Repurchase Agreement (Repo) SBIS, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), Instrumen Pasar Uang Antarbank Syariah (PUAS), dan surat berharga pasar uang lainnya.
Instrumen pasar uang terakhir adalah Banker’s Acceptance. Banker’s Acceptance adalah produk pasar uang sebagai solusi atas permasalahan kegagalan pembayaran dari perdagangan luar negeri, seperti ekspor maupun impor. Bentuk Banker’s Acceptance sendiri berupa semacam wesel berjangka dilegalkan dengan cap accepted.
Selanjutnya jenis instrumen pasar modal di Indonesia yang dapat Anda pilih, diantaranya adalah:
Saham adalah instrumen yang dapat dijadikan investasi jangka panjang dan jangka pendek sesuai dengan tujuan investasi yang akan dilakukan. Saham adalah bukti kepemilikan akan sebuah korporasi atau bisnis.
Investasi ke dalam saham berarti Anda akan menanamkan modal ke suatu bisnis atau perusahaan. Di mana juga nantinya Anda akan diberikan bagian kepemilikan dari bisnis yang telah Anda tanamkan modalnya sesuai dengan besaran modal yang Anda tanam.
Kedua ada obligasi yang merupakan surat perjanjian hutang antara pihak yang membutuhkan dana atau modal dengan pihak yang memiliki dana (investor). Pada obligasi, investor nantinya akan mendapatkan keuntungan berupa bunga obligasi atau kerap disebut kupon yang akan dibayar di akhir periode pinjaman yang telah disepakati bersama pihak yang membutuhkan modal.
Di pasar modal, obligasi kupon merupakan instrumen yang paling umum digunakan.
Reksa dana adalah salah satu instrumen pasar modal yang cocok digunakan untuk para investor pemula karena minimnya risiko sehingga bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan pengalaman dalam berinvestasi di awal.
Dalam reksa dana terdapat Manajer Investasi (MI) yang akan mengelola dana milik investor ke dalam berbagai instrumen investasi yang menguntungkan. Jadi reksa dana dinilai cocok untuk para pemula, karena semua pengelolaan diatur oleh MI.
Derivatif merupakan instrumen pasar modal berikutnya yang merupakan turunan dari efek utama. Dalam pasar modal derivatif ini memiliki tiga jenis, yaitu opsi, right, dan warrant.
ETF adalah instrumen investasi pasar modal yang menyatukan sifat antara reksa dana dan saham. ETF hampir sama dengan reksa dana karena pengumpulan dananya dilakukan secara kolektif. Namun instrumen ini diperjualbelikan secara realtime melalui bursa seperti instrumen saham.
Nah, kita telah membahas seputar pasar uang, mulai dari pengertian pasar uang, hingga instrumen pasar uang. Sekarang kita akan membahas perbedaan pasar uang dan pasar modal.
Seperti yang sudah disebutkan di awal, pasar uang dan pasar modal sama-sama sarana transaksi jual beli instrumen investasi. Namun, keduanya memiliki perbedaannya masing-masing.
Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, pengertian pasar uang adalah sarana pendanaan instrumen investasi jangka pendek yang mempertemukan pemodal kepada pihak yang memerlukan modal.
Sedangkan pengertian pasar modal adalah sarana pertemuan antar investor yang memiliki dana dengan pihak pencari dana dengan jangka waktu panjang. Dari sini kita bisa ketahui pada perbedaan jangka waktu antara pasar uang dan pasar modal.
Perbedaan lainnya antara pasar uang dan pasar modal adalah instrumen investasi yang diperjualbelikan. Pada pasar uang sering dijumpai transaksi instrumen investasi surat berharga jangka pendek. Sementara di pasar modal sering dijumpai transaksi jual beli efek atau surat berharga jangka panjang.
Perbedaan antara pasar uang dan pasar modal selanjutnya adalah pada institusi pengawas tertingginya. Pada pasar uang pengawas tertingginya adalah Bank Indonesia (BI). Sedangkan pada pasar modal pengawas tertingginya adalah Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang mengawasi kegiatan Bursa Efek.
Kalau bicara untuk tingkat risiko, pasar uang memiliki risiko yang lebih rendah dibanding pasar modal yang lebih tinggi. Tinggi rendahnya risiko ini dikarenakan di pasar modal terdapat salah satu instrumen investasi berupa saham.
Jika sebelumnya risiko, maka selanjutnya return yang didapatkan. Pasar uang dalam return dinilai lebih stabil pergerakannya, tingkat likuiditasnya juga tinggi serta dapat dilakukan di mana saja. Sedangkan pasar modal memiliki tingkat return lebih tinggi dan pilihan instrumen investasi pada pasar modal juga dinilai lebih beragam daripada pasar uang.
Nah, kita sudah bahas tuntas nih seputar pasar uang, mulai dari pengertian pasar uang, tujuan pasar uang, instrumen pasar uang, hingga perbedaan pasar uang dan pasar modal. Gimana Anda sudah memutuskan mau berinvestasi di mana? Tentukan dengan pasti, ya!
Dari penjelasan pasar uang yang sudah kita bahas sebelumnya, terdapat salah satu fungsi pasar uang adalah sebagai sumber pendanaan. Di mana Anda yang memiliki modal lebih dapat menanamkan modalnya pada pihak yang mencari modal guna pertumbuhan usahanya. Jadinya Anda menjadi salah satu orang yang membantu pertumbuhan industri di Indonesia.
Anda bisa juga lho melakukan pendanaan pada berbagai bisnis yang memiliki prospek bagus di LandX. Bagaimana caranya? Anda dapat berinvestasi dengan menggunakan metode equity crowdfunding.
Di sini Anda akan menjadi salah satu investor yang melakukan pendanaan terhadap bisnis yang telah Anda pilih sebelumnya. Setelah semua dana pendanaan terkumpul, nantinya Anda berkesempatan memperoleh potensi keuntungan dalam bentuk dividen dari bisnis yang telah Anda danai sebelumnya.
Bahkan, seiring dengan berkembangnya bisnis yang Anda danai, Anda juga bisa mendapatkan keuntungan dalam bentuk capital gain dari bisnis di LandX tersebut.
LandX adalah platform equity crowdfunding yang memberikan kemudahan bagi investor untuk berinvestasi semudah belanja online. LandX juga merupakan platform terpercaya, telah memiliki cap market terbesar di Indonesia, serta telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Lewat LandX, Anda bisa memiliki saham bisnis potensial hanya dengan modal mulai dari Rp1 Jutaan saja lho!