Investor Penerbit
menu-mobile

Apa itu Saham dan Obligasi? Pahami Perbedaan Saham dan Obligasi

8 August 2022

|

5 Min Read

|

Author: Rafa Syawalia R
Apa itu Saham dan Obligasi? Perbedaan Saham dan Obligasi

Dalam pasar modal, saham dan obligasi cukup populer di kalangan investor. Kedua perbedaan instrumen populer ini memiliki perbedaan dan mekanismenya sendiri, yuk simak sama-sama dalam artikel ini.

Saham dan obligasi adalah instrumen investasi yang sama-sama diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah untuk mendapatkan modal dan dana untuk kepentingan operasional dalam perusahaan. Keduanya sama-sama berada dalam pasar modal juga.

Ketika ingin melakukan investasi, kita perlu memilih jenis instrumen yang tepat dan sesuai. Ada dua jenis investasi yang cukup populer, tetapi dalam kegiatannya tentu berbeda. Tujuannya masih sama yaitu sebagai instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan keuntungan.

Lantas apa perbedaan saham dan obligasi? Dalam artikel ini akan membahas dan jelaskan perbedaan saham dan obligasi.

Definisi Saham dan Obligasi

Melansir dari laman OJK, saham adalah tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau Perseroan Terbatas. Biasanya kepemilikan saham dalam bentuk dokumen. Perusahaan menerbitkan saham kepada seseorang atau perusahaan untuk mendapatkan modal usaha. Dalam aktivasinya, harga saham mengalami naik turun atau fluktuasi. Pembentukan harga saham ini dipengaruhi karena adanya permintaan dan penawaran.

Berbeda dengan obligasi. Obligasi adalah surat utang jangka menengah atau panjang yang dapat dipindahtangankan, berisi janji dari pihak yang menerbitkan efek untuk membayar imbalan berupa bunga (kupon) dalam periode tertentu dan melunasi pokok utang pada akhir waktu yang telah disepakati.

Biasanya pemerintah atau perusahaan menerbitkan obligasi untuk mendapatkan pinjaman. Dari melihat kedua definisi bedanya saham dan obligasi, jika perusahaan mendapatkan modal dengan memperjual saham maka akan mendapatkan ekuitas. Begitupun jika perusahaan mendapatkan pinjaman obligasi, maka perusahaan tersebut masuk ke dalam kewajiban atau utang.

Dari kedua penjelasan saham dan obligasi, pemilik saham memiliki hak atas keuntungan perusahaan dan juga hak suara dalam manajemen perusahaan. Sedangkan pemilik obligasi hanya berstatus sebagai pemberi utang saja.

Perbedaan Saham dan Obligasi

Dalam investasi tentunya ada dua faktor yang mendasari pengambilan keputusan seorang investor yaitu keuntungan (capital gain) dan risiko yang ditanggung. Untuk membedakannya dapat dilihat dari segi keuntungan dan risikonya, perbedaan antara obligasi dengan modal saham sebagai berikut:

  • Segi Keuntungan

    Dalam segi kemampuan memberikan keuntungan terdapat perbedaan antara obligasi dengan modal saham, saham cenderung lebih unggul untuk menghasilkan keuntungan dibandingkan obligasi. Kenapa demikian? Karena investasi saham dapat mengalami pergerakan harga sesuai sentimen pasar dan faktor lainnya. 

    Sedangkan pada investasi obligasi, keuntungan yang didapatkan hanya dari pembayaran kupon atau imbal hasil yang pembayarannya tetap sesuai perjanjian. Selain itu, dalam investasi obligasi, keuntungan yang didapatkan bisa dari selisih harga beli obligasi dan harga jual obligasi. 

  • Segi Risiko

    Namun, perlu ditegaskan lagi ada keuntungan ada pula risiko yang ditanggung. Dalam segi risiko, saham memiliki risiko yang besar, karena keuntungan saham juga cukup besar. Apabila emiten bangkrut atau likuidasi, saham tidak bisa diperjualbelikan dan tidak berlaku lagi, karena saham berasal dari selama perusahaan itu berdiri. 

    Emiten adalah pihak yang melakukan penawaran umum dan menawarkan efek untuk dijual kepada masyarakat. Sedangkan likuidasi merupakan proses menjual semua aset untuk menyelesaikan kewajiban kepada kreditor.

    Jika terjadi kebangkrutan dialami oleh suatu perusahaan, maka perusahaan wajib membayarkan utang-utangnya terlebih dahulu. Kemudian jika perusahaan memiliki sisa-sisa dana, maka akan dibagikan kepada para pemilik saham sebagai ganti rugi.

    Berbeda dengan obligasi, investasi obligasi dijamin oleh pemerintah dalam UU Nomor 24 Tahun 2022, surat utang negara adalah surat berharga yang berupa pengakuan utang dalam mata uang rupiah maupun valuta asing yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh pemerintah sesuai masa berlakunya. Adanya peraturan ini, kemungkinan untuk rugi dalam investasi obligasi cukup kecil karena pemerintah akan menjamin kecuali jika negara tersebut bangkrut. 

Sebagai kesimpulan perbedaan saham dan obligasi adalah keuntungan dari berinvestasi dengan saham, seorang investor dapat memiliki potensi keuntungan yang cukup banyak. Tetapi dalam kegiatan investasi saham, diiringi juga dengan risiko yang besar. Emiten bisa saja dihapus atau delisting dari Bursa Efek, sehingga pada akhirnya saham tidak bisa didagangkan. 

Sedangkan pada investasi obligasi, seorang investor akan mendapatkan keuntungan berupa kupon dan bisa mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual obligasi. Untuk kerugian tidak seperti saham, karena dilindungi oleh pemerintah dalam Undang-Undang, kecuali negara atau perusahaan mengalami kebangkrutan. 

Hubungan Antara Saham dan Obligasi

Sebagai gambaran, saham dan obligasi bersaing untuk mendapatkan dana dari investor. Seperti penjelasan tadi, saham menawarkan keuntungan yang besar diikuti dengan risiko yang besar juga, sedangkan obligasi merupakan investasi yang cukup aman dengan pembayaran rutin.

Kedua hubungan antara saham dan obligasi menciptakan kegiatan lingkungan dalam investasi di mana investor bisa memilih instrumen investasi untuk menanamkan modalnya dan melakukan rebalancing portofolio ketika pertumbuhan ekonomi positif atau negatif.

Sebelum masuk penjelasan ini, Anda perlu memahami mengenai obligasi dan yield curva secara dasar dahulu untuk memahami hubungan antara harga saham dan obligasi.

Pengaruh imbal hasil atau yield dapat memengaruhi harga saham. Harga saham berjalan searah dengan yield ketika keadaan ekonomi berada dalam tahap recovery ataupun dalam siklus bisnis. Hal ini juga bisa terjadi ketika inflasi masih rendah, karena suku bunga masih rendah dan harga saham jatuh. Peluang ini dimanfaatkan investor untuk membeli kedua instrumen ini.

Ketika pertumbuhan ekonomi membaik, banyak perusahaan-perusahaan juga membaik, dan investasi saham pun kembali diminati oleh investor diikuti dengan harga saham yang mulai meningkat. Berbanding terbalik dengan obligasi, ketika harga saham membaik maka investor memilih untuk melakukan investasi saham dan meninggalkan obligasi karena suku bunga semakin tinggi.

Lalu, ketika keadaan ekonomi mencapai puncak dan masuk tahap resesi, suku bunga akan tinggi dan ekspansi perusahaan mulai lambat. Hal ini berpengaruh dengan harga saham menjadi turun. Investor akan kembali dengan berinvestasi ke obligasi karena imbal balik yang tinggi dan investasi lebih aman.

Kesimpulan

Secara sederhana, apa itu obligasi saham memiliki perbedaan dan mekanisme yang berbeda. Saham dan obligasi bersaing untuk mendapatkan dana dari investor. Pergerakan harga keduanya memiliki korelasi yang negatif.

Jika imbal balik obligasi lebih rendah maka berpotensi membuat harga saham naik, begitupun sebaliknya. Adanya kenaikan inflasi dan suku bunga dampak berdampak negatif terhadap harga saham dan obligasi.

Selain itu, jika Anda ingin melakukan investasi minim risiko, Anda bisa memilih investasi dengan skema securities crowdfunding.

Melalui skema securities crowdfunding, Anda bersama masyarakat luas bersama-sama mendanai bisnis yang dipilih sesuai profil risiko Anda. Nantinya, bisnis yang Anda danai akan berkembang dan bisa melakukan ekspansi, sehingga bisnis tersebut dapat bertahan dalam jangka panjang.

Anda juga akan mendapatkan keuntungan berupa dividen secara rutin sesuai performa bisnis potensial yang Anda danai untuk menikmati keuntungan terbaik dimulai dengan modal kecil.

LandX merupakan platform securities crowdfunding yang sudah berizin Otoritas Jasa Keuangan dan berpengalaman mendanai bisnis potensial kekinian dalam industri F&B, kebugaran, dan properti.

Tunggu apalagi?

Yuk Investasi Modal Kecil untuk Dapatkan Keuntungan Jangka Panjang di LandX Sekarang Juga!

miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang

Baca Juga