30 August 2022
|
6 Min Read
|
Kenaikan suku bunga telah diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur BI pada periode 22-23 Agustus 2022. Putusan tersebut menghasilkan kenaikan suku bunga acuan yakni BI 7 Day Repo Rate sebesar 25 basis poin yaitu mencapai 3,75%.
Kenaikan suku bunga telah diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur BI (RDG Bank Indonesia) pada periode 22-23 Agustus 2022. Putusan tersebut menghasilkan kenaikan suku bunga acuan yakni BI 7 Day Repo Rate sebesar 25 basis poin atau 0.25 poin, dari semula 3,5 persen kini menjadi 3,75 persen.
Ini adalah kenaikan pertama kali yang dilakukan BI setelah menahan suku bunga sejak Februari 2021.
suku bunga adalah persentase jumlah bunga sebagai imbal hasil yang akan dibayarkan pada penyedia dana atau pinjaman. Keputusan kenaikan suku bunga acuan ini sebagai salah satu upaya pre-emptive dan forward looking atau untuk mengurangi dampak peningkatan inflasi yang dinilai cukup agresif, sekaligus memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dari ketidakpastian pasar keuangan global.
Namun di sisi lain, kenaikan suku bunga dipercaya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan para pelaku investasi.
Benarkah demikian? Mengapa kenaikan suku bunga sangat mempengaruhi laju investasi? Lalu bagaimana dampak suku bunga terhadap para pelaku investasi?
Dalam teori perekonomian, bunga adalah bentuk dari imbalan yang diberikan pada penyedia pinjaman. Sehingga, nasabah yang melakukan peminjaman akan dikenai kewajiban untuk membayar utang beserta dengan bunganya, sebagai bentuk imbalan atas pinjaman yang diberikan. Sementara yang dimaksud dengan kenaikan suku bunga adalah persentase dari jumlah bunga itu sendiri.
Otoritas Jasa Keuangan menyatakan bahwa suku bunga adalah balas jasa yang diberikan bank kepada nasabah yang membeli atau menjual produknya. Secara lebih sederhana, suku bunga adalah persentase jumlah bunga sebagai imbal hasil yang akan dibayarkan pada penyedia dana atau pinjaman.
Sementara itu, dasar acuan penetapan suku bunga dari berbagai produk pinjaman bank maupun lembaga keuangan lainnya ditetapkan oleh bank sentral. Bank sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia, sehingga BI memiliki wewenang untuk menetapkan suku bunga acuan dalam menjaga stabilitas perekonomian di Indonesia.
Sampai dengan 21 Agustus 2022 lalu, suku bunga acuan masih tetap stabil di angka 3,5 persen. Namun per tanggal 23 Agustus 2022 BI telah menetapkan kenaikan suku bunga acuan hingga 3,75 persen dengan perkiraan efektif berlaku per 1 September 2022.
Peristiwa kenaikan suku bunga yang terjadi di Indonesia dipicu dari keadaan perekonomian nasional dan global. Adanya pemberlakuan kenaikan suku bunga acuan dari pemerintah adalah sebagai salah satu bentuk kebijakan moneter untuk menjaga kestabilan ekonomi domestik.
Berikut beberapa faktor kenaikan suku bunga acuan secara umum:
Pertumbuhan ekonomi berbagai negara, seperti Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, berisiko lebih rendah dari proyeksi sebelumnya, disertai dengan meningkatnya risiko stagflasi di berbagai negara dan bahkan resesi di sejumlah negara maju sebagai dampak dari pengetatan kebijakan moneter yang agresif. Sementara itu, tekanan inflasi global masih tinggi seiring dengan ketegangan geopolitik dan kebijakan proteksionisme yang masih berlangsung, serta perbaikan gangguan rantai pasokan yang masih terbatas.
Kenaikan suku bunga acuan BI salah satunya dilakukan sebagai upaya untuk memitigasi risiko inflasi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dan inflasi volatile food. Berbagai kenaikan tersebut diperkirakan dapat mendorong inflasi pada tahun 2022 dan 2023 dan berisiko melebihi batas atas sasaran 3,0±1%. Oleh karena itu, perlu adanya sinergi kebijakan yang lebih kuat antara Pemerintah Pusat dan Daerah dengan Bank Indonesia untuk langkah-langkah pengendaliannya.
Kebijakan kenaikan suku bunga acuan BI ini juga bertujuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi. Nilai tukar pada 22 Agustus 2022 menguat secara rerata sebesar 0,94%, meskipun terdepresiasi 0,37% (ptp) dibandingkan dengan akhir Juli 2022. Perkembangan nilai tukar Rupiah tersebut sejalan dengan kembali masuknya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik, terjaganya pasokan valas domestik, serta persepsi positif terhadap prospek perekonomian domestik, di tengah tetap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.
Sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya bahwa perekonomian global diproyeksi akan tumbuh lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. Hal ini juga disertai dengan peningkatan risiko stagflasi serta masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan dunia.
Karena itu, BI terus berusaha meningkatkan dan memperkuat kebijakan ekonomi internasionalnya, salah satunya yang terkait dengan kenaikan suku bunga acuan tersebut. Dengan harapan, kebijakan ini akan disambut baik oleh para investor asing dan akan turut menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri.
Kenaikan suku bunga ternyata dapat memberi dampak terhadap pelaku investasi berupa hal menguntungkan juga was-was bagi beberapa sektor.
Pasar Modal
Umumnya, kenaikan suku bunga acuan juga akan berdampak dan menjadi sentimen negatif bagi kinerja investasi, terutama pasar modal yang notabene merupakan aset berisiko tinggi. Namun, faktor kenaikan suku bunga kali ini dinyatakan berbeda dari biasanya, karena Indeks Harga Saham Gabungan justru dinyatakan menguat per Rabu 24 Agustus 2022.
Langkah pengetatan moneter BI ini justru dianggap sebagai langkah yang tepat, sebab selama ini pasar memang tengah mengkhawatirkan potensi lonjakan inflasi yang justru akan sangat berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat.
Kenaikan suku bunga ini juga nampak disambut dengan baik oleh investor asing, yang tercatat melalui pembelian bersih (net buy) di pasar modal RI sebesar Rp815,61 miliar.
Keuangan/Perbankan
Selain itu, salah satu sektor yang mendulang dampak positif dari kebijakan kenaikan suku bunga acuan adalah sektor keuangan, terutama sektor perbankan, yang notabene sangat berkaitan erat dengan suku bunga. Margin keuntungan terhadap emiten sektor keuangan diproyeksi akan kembali meningkat seiring dengan pemberlakuan kebijakan tersebut.
Properti dan Kendaraan
Meski begitu, berbagai sektor investasi justru merasakan pukulan hebat atas kenaikan suku bunga acuan itu, salah satunya ialah sektor investasi properti. Secara sederhana, dapat digambarkan bahwa pada saat suku bunga kredit meningkat, minat beli masyarakat terhadap properti otomatis akan menurun. Sehingga akan mengganggu kestabilan laju bisnis dan investasinya.
Selain pelaku investasi, masyarakat umum juga akan ikut mengalami dampaknya secara langsung, seperti kesulitan untuk memiliki rumah atau kendaraan karena bunga angsurannya yang menjadi relatif lebih mahal.
Suku bunga dapat mempengaruhi keputusan seseorang dalam berbelanja, membeli properti, menambah rekening tabungan, hingga memiliki dampak terhadap pelaku investasi. Besar-kecilnya suku bunga juga dapat mempengaruhi sebuah perusahaan, apakah perusahaan akan melakukan investasi, memperluas kapasitas pabrik, atau justru menundanya.
Karena itu, para investor tentu perlu berhati-hati dan memikirkan rencana investasinya dengan lebih matang pada saat terjadi kenaikan/penurunan suku bunga acuan. Pada umumnya, orang akan memilih untuk menyimpan uangnya di bank saat terjadi kenaikan suku bunga. Dengan harapan akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
Namun, sejumlah ekonom memperkirakan bahwa kenaikan suku bunga acuan BI hanya akan berpengaruh sedikit terhadap suku bunga kredit perbankan. Bank tidak akan serta merta mengerek suku bunga kredit mereka, guna tetap menjaga kestabilan ekonomi.
Oleh karena itu, jika kamu memutuskan untuk mencari alternatif investasi di masa kenaikan suku bunga ini, kamu dapat memilih platform equity crowdfunding, di mana kamu dapat berinvestasi dengan modal yang kecil dan keuntungan yang signifikan. LandX adalah tempat yang paling tepat untuk hal itu.
LandX adalah platform patungan bisnis di mana kamu dapat ikut berinvestasi di berbagai project bisnis, dengan modal yang relatif lebih kecil. Di LandX, kamu dapat memilih berbagai project menarik dengan prospek bisnis yang menjanjikan. Tunggu apalagi? Buka LandX sekarang juga dan pilih project bisnismu!