7 June 2022
|
5 Min Read
|
Financial distress adalah kondisi perusahaan yang tidak mampu menghasilkan pendapatan yang cukup, sehingga tidak dapat membayar kewajiban keuangannya.
Setiap tahun berbagai jenis perusahaan lahir dan banyak diantaranya yang berkembang secara cepat dan pesat. Dunia usaha pun semakin kompetitif, setiap perusahaan berusaha memperkuat strategi dan meningkatkan kualitas produk agar tak kalah saing.
Namun, terdapat banyak faktor yang mempengaruhi perjalanan sebuah perusahaan. Berbagai kondisi eksternal yang terjadi membuat para pendiri perusahaan tak dapat mengelak. perkembangan dan perubahan kondisi ekonomi membuat setiap perusahaan saling asah kekuatan.
Setiap perusahaan akan berusaha memenangkan kompetisi terhadap kondisi dan pesaing dengan menciptakan kinerja yang optimal. Apa yang terjadi jika perusahaan tidak mampu mengiringi jalur persaingan? Perusahaan yang kalah saing akan menampakkan penurunan kinerja atau financial distress yang dapat mengakibatkan mereka tersingkir dari kompetisi.
Apa itu financial distress? Dalam artikel ini, LandX akan bahas pengertian, penyebab dan cara mencegah financial distress lebih lanjut.
Financial distress adalah istilah yang biasa digunakan dalam keuangan perusahaan. Financial distress adalah kondisi perusahaan yang tidak mampu menghasilkan pendapatan yang cukup, sehingga tidak dapat memenuhi atau membayar kewajiban keuangannya.
Kondisi financial adalah kesulitan keuangan yang parah dan berkepanjangan dapat mengarah dan menyebabkan likuidasi atau kebangkrutan. Tahapan awal dari kondisi financial distress yaitu perusahaan cenderung mengalami kesulitan membayar kewajibannya.
Karakteristik dari kondisi financial distress menunjukkan perusahaan sulit membayar utang atau liabilitasnya. Selanjutnya, terdapat kesenjangan aktivitas perusahaan jika dilihat dari komposisi neraca di mana aset cenderung lebih kecil daripada liabilitasnya.
Jika dilihat dari histori perusahaan, karakteristik yang terlihat adalah pendapatan yang berada di sisi negatif selama paling tidak beberapa tahun berturut-turut. Perusahaan mengalami rugi dan kinerja yang buruk tercatat pada laporan akuntansinya.
Penyebab financial distress, di antaranya:
Berbagai faktor penyebab memunculkan peringatan pada beberapa kategori pada jenis-jenis financial distress, yaitu sebagai berikut:
Kesehatan perusahaan dapat terlihat dari laporan keuangannya. Cara mendeteksi tanda-tanda masalah termudah adalah melihat bagian laporan arus kas. Ketika pembayaran melebihi pendapatan, artinya arus kas perusahaan negatif.
Jika arus kas tetap negatif selama periode yang berkelanjutan, itu adalah sinyal bahwa uang tunainya mungkin hampir habis dan tidak cukup untuk menutupi tagihan dan kewajiban lainnya.
Jadi perhatikan perubahan posisi kas perusahaan di neraca. Tanpa modal baru dari investor atau pemberi pinjaman, perusahaan dalam situasi ini dapat dengan cepat menemukan dirinya dalam masalah keuangan yang serius.
Utamakan perhatian Anda pada hasil laporan auditor pihak ketiga. Jika laporan menyebutkan ketidaksesuaian dalam praktik akuntansi perusahaan, seperti cara membukukan pendapatan atau memperhitungkan biaya, anggap itu sebagai tanda bahaya.
Laporan audit juga dapat menampakkan kondisi yang mempertanyakan kemampuan perusahaan untuk melanjutkan kelangsungan usaha, betapa gentingnya masalah yang akan terjadi. Peringatan terjadinya masalah keuangan perusahaan juga dapat terasa jika Anda menerima pemberitahuan terjadinya pergantian auditor.
Tidak dapat dianggap enteng, auditor yang diganti merupakan tanda pertama bahwa terjadi ketidakwajaran pada data perusahaan yang diolah. Studi akademis juga menemukan bahwa ada banyak auditor mengundurkan diri ketika risiko litigasi meningkat dan kesehatan keuangan perusahaan memburuk—jadi waspadalah terhadap sikap mereka.
Sisi operasional dan manajerial perusahaan juga dapat menunjukkan pertanda peringatan akan kondisi financial distress. Jika perusahaan tidak mengungkapkan laporan keuangan kepada publik, perhatikan sikap atau strategi perusahaan pada perubahan di lingkup ekonomi.
Perubahan ekonomi dapat memicu perusahaan untuk mengambil suatu tindakan untuk menjaga operasional bisnisnya. Penurunan ekonomi dapat memunculkan pesaing yang lebih kuat dan atau membuat perubahan sikap pembeli sehingga terjadi tekanan pendapatan.
Contohnya masa pandemi, apa yang perusahaan Anda lakukan pada masa pandemi? atau apa yang telah dilakukan perusahaan yang Anda investasikan di masa sulit tersebut? masihkah perusahaan tersebut dapat bertahan dan menghasilkan profit.
Berbagai perusahaan yang dapat survive dari suatu kondisi yang sulit artinya memiliki kesehatan keuangan perusahaan yang dijaga dengan baik. Namun, apabila terjadi masalah yang tidak dikelola secara efektif tentu akan mengarah pada kemerosotan keuangan. Cobalah untuk tetap berada di barisan depan jika terdapat informasi tren pasar yang berubah.
Sesulit apapun masalah yang dihadapi perusahaan, tentunya terdapat pilihan usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Apa lagi jika untuk mencegahnya, lakukan berbagai tindakan berikut untuk mencegah perusahaan mengalami financial distress.
Perhatikan operasi dan kinerja perusahaan di pasar, rumuskan dan tinjau setiap tanggal pelaksanaan rencana perusahaan untuk mencapai semua target.
Hal ini berguna untuk dapat mengantisipasi upaya terhadap kondisi di masa depan. Sebagaimana telah diulas bahwa terdapat faktor eksternal yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan. Faktor eksternal seperti inflasi, wabah pandemi, hingga dampak ekonomi global.
Beberapa perusahaan mungkin mempertimbangkan untuk merestrukturisasi utang mereka. Perusahaan yang tidak dapat memenuhi kewajibannya dapat menegosiasikan kembali utangnya dan mengubah jangka waktu pembayarannya untuk meningkatkan likuiditasnya. Dengan restrukturisasi, mereka dapat melanjutkan operasi.
Baca juga: Penjelasan Pasiva dan Jenis Utang
Penting untuk menjaga kesehatan perusahaan, jaga keseimbangan aset agar tidak berada di posisi negatif yang membuat perusahaan memiliki rapor merah. Ulas operasional dan pendapatan perusahaan agar dapat meninjau setiap strategi yang dilancarkan demi masa depan keuangan yang lebih stabil.
Siapkan asuransi untuk tenaga kerja perusahaan Anda hingga mesin-mesin penunjang aktivitas perusahaan. Hal ini berguna untuk meminimalisir risiko likuiditas jika terjadi masalah finansial perusahaan.
Tahukah Anda, financial distress juga dapat melanda keuangan individu. Penyebab financial distress pada individu adalah kesulitan keuangan yang timbul dari penganggaran yang buruk. Selain itu, pengeluaran yang berlebihan, beban utang yang terlalu tinggi, kehilangan pekerjaan hingga tuntutan hukum. Karena itu, penting untuk menjaga arus keuangan dan memiliki kas cadangan atau dana darurat.
Bangun dana darurat sejumlah minimal tiga kali pengeluaran Anda dalam satu bulan. Selain itu bangun kas cadangan dengan menabung investasi. Lakukan diversifikasi pada berbagai instrumen investasi untuk memaksimalkan nilai aset yang dimiliki.
Lakukan pengelolaan keuangan yang baik untuk menjaga arus keuangan yang lancar. Membuat anggaran, melunasi utang, hingga rutin menginvestasikan pendapatan yang dapat mencegah kondisi financial distress.