10 June 2022
|
4 Min Read
|
Keseimbangan pasar adalah keadaan dimana permintaan akan suatu produk dan penawaran suatu produk adalah sama. Yuk, simak faktor yang mempengaruhinya.
Pada dasarnya penjual atau pengusaha menginginkan menjual barangnya dengan harga setinggi-tingginya. Di sisi lain, pembeli ingin menawar barang/jasa dengan harga serendah-rendahnya.
Jika barang dijual dengan harga tertinggi, tentu akan membuat lesu tingkat pembelian. Sedangkan jika barang dijual dengan harga rendah yang diharapkan pembeli, akan menyebabkan kerugian penjualan.
Oleh karena itu, agar barang/jasa terjual perlu kesepakatan harga yang bersedia dibeli dan dijual oleh kedua belah pihak. Kesepakatan harga ini menciptakan prinsip keseimbangan pasar atau market equilibrium.
Pasar adalah sistem ekonomi di mana harga barang dan jasa ditentukan oleh penawaran dan permintaan. Kurva keseimbangan pasar adalah representasi grafis dari penawaran dan permintaan suatu perekonomian.
Sistem ekonomi yang paling efisien adalah ekonomi pasar. Ekonomi pasar adalah sistem di mana pemerintah tidak mengendalikan ekonomi, tetapi membiarkan pasar bebas beroperasi. Sistem ini memungkinkan perekonomian untuk beroperasi pada keadaan yang paling efisien dan saling menguntungkan.
Keseimbangan pasar adalah keadaan dimana permintaan akan suatu produk dan penawaran suatu produk adalah sama. Equilibrium pasar didefinisikan sebagai titik di mana kurva permintaan dan penawaran berpotongan.
Kurva keseimbangan pasar terjadi ketika:
Equilibrium Qd = Qs (quantity demand = quantity supply)
Jumlah Keseimbangan = Jumlah Permintaan = Jumlah Penawaran
Harga Keseimbangan = Harga Permintaan = Harga Penawaran
Berikut kurva keseimbangan pasar (market equilibrium):
P = Harga
Q = Kuantitas/jumlah barang
D = Garis permintaan
S = Garis penawaran
E = Titik equilibrium
Pada gambar kurva di atas, titik keseimbangan pasar terjadi pada titik (4,30). Artinya, barang terjual ketika pembeli bersedia membayar senilai harga 30 untuk 4 buah barang milik penjual.
Equilibrium pasar berbentuk kurva, yang menunjukkan hubungan antara harga suatu barang dan jumlah yang bersedia dibeli konsumen pada harga tersebut. Pergeseran kurva keseimbangan pasar ke kanan terjadi bila penawaran meningkat atau permintaan barang berkurang. Pergeseran kurva terjadi ke kiri ketika penawaran berkurang atau permintaan barang meningkat.
Dua keadaan dalam yang terjadi dalam mekanisme pasar di antara titik equilibrium:
1. Surplus pasokan
Surplus pasokan adalah jumlah barang yang ditawarkan lebih banyak daripada yang diminta. Sehingga terdapat barang yang tidak terjual maksimal.
2. Shortage pasokan
Shortage pasokan adalah kekurangan jumlah barang yang dijual dan tidak dapat memenuhi permintaan. Shortage terjadi ketika jumlah barang yang diminta lebih banyak daripada jumlah yang disediakan.
Mari kita ingat lagi bahwa keseimbangan pasar terjadi ketika terdapat interaksi antara penjual dan pembeli. Penjual dan pembeli menemukan kesepakatan terhadap harga barang/jasa. Untuk mencapai kesepakatan harga tentu terdapat faktor yang mempengaruhinya, sebagai berikut.
Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi harga keseimbangan pasar, pembeli dan penjual dapat dikelompokkan sebagai berikut:
Adanya titik equilibrium adalah untuk memberi melindungi pembeli dan penjual dan sama-sama mendapat keuntungan.
Premi konsumen adalah keuntungan bagi konsumen karena dapat membeli barang dengan harga yang diharapkan atau lebih rendah dari perkiraan. Premi konsumen membuat konsumen beranggapan bahwa barang telah dibeli dengan harga yang murah.
Premi produsen adalah keuntungan bagi penjual karena menjual barang dengan harga lebih rendah dari titik tertinggi.
Klasifikasi konsumen berdasarkan daya beli:
Pembeli absolut adalah pembeli yang ingin membeli serta memiliki daya beli, namun belum melakukan pembelian.
Pembeli efektif adalah pembeli yang ingin membeli serta memiliki daya beli dan melakukan pembelian.
Pembeli absolut adalah pembeli yang ingin membeli namun tidak disertai daya beli.
Tentunya lebih nyaman menjadi seorang pembeli potensial dan efektif karena memiliki daya beli. Daya beli dimiliki setiap orang karena diikuti tingkat pendapatan yang dimiliki serta keinginan untuk membeli.
Agar pendapatan kita tidak selalu habis untuk dikonsumsi, jaga dan tingkatkan pendapatan dengan menabung serta investasi. Investasi berguna menjaga dan dapat menambah jumlah uang yang dimiliki dengan strategi yang baik.
Karena itu, kita perlu terus mengembangkan investasi dan melakukan diversifikasi untuk mengoptimalkan investasi jangka panjang anda.