9 August 2022
|
5 Min Read
|
Pemanfaatan aset untuk indikator profit dan laba memerlukan perhitungan seperti return on asset atau ROA. Hal ini dapat memperhitungkan kinerja usaha perusahaan dan bisa diterapkan juga oleh investor.
Dalam kegiatan bisnis, ROA adalah hal yang cukup familier dalam dunia bisnis dan investasi. Untuk yang belum mengetahui, apa itu ROA atau return on asset?
ROA atau return on asset adalah indikator yang digunakan perusahaan atau investor untuk memperhitungkan keuntungan dari suatu bisnis yang dijalankan dalam persentase. Hal ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus ROA yang nantinya akan mempermudah kegiatan perusahaan untuk operasional dan potensi pengembalian investasi.
Lebih jelasnya mengenai penjelasan dan apa itu ROA? Serta perhitungan dengan menggunakan rumus ROA, yuk simak artikel ini bersama-sama.
Return on asset atau ROA adalah indikator perhitungan yang digunakan perusahaan dalam memanfaatkan aset untuk menghasilkan keuntungan atau laba. Melansir Investopedia, ROA adalah mengacu pada rasio keuangan yang menunjukan seberapa untungnya sebuah perusahaan dalam pengelolaan asetnya.
Return on asset adalah indikator yang digunakan dalam sebuah usaha dan kegiatan bisnis karena perhitungan ini membantu efisiensi perputaran dana yang dipakai oleh sebuah usaha atau bisnis sebagai aset menjadi laba aset. Oleh karena itu, return on asset adalah tolak ukur keuntungan perusahaan dalam menggunakan asetnya.
Dengan begitu dapat disimpulkan, ROA adalah perhitungan yang bisa digunakan untuk menghitung keuntungan laba bersih perusahaan dalam penggunaan asetnya dengan menunjukan persentase terkait sumber dayanya. Maka dari itu, perhitungan ROA kerap membantu manajemen bahkan investor untuk mengetahui aset mereka akan menghasilkan laba atau tidak secara efektif.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, return on asset adalah rasio yang menggambarkan efektivitas perusahaan dalam pengelolaan aset, atau dana yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva yang menghasilkan keuntungan ROA.
ROA rumus adalah rasio seberapa banyak laba bersih yang diperoleh oleh perusahaan. Rasio ROA ini menghubungkan keuntungan dari kegiatan perusahaan berasal dari jumlah investasi dan aktiva yang digunakan dalam mengelola keuntungan perusahaan.
Berikut rumus ROA:

Pada tahun 2020, perusahaan A dan V merupakan perusahaan sejenis. Dikatakan sebuah perusahaan A memiliki jumlah aset secara keseluruhan bernilai Rp20.000.000 dengan nilai aset sebesar Rp120.000.000. Sedangkan perusahaan V memiliki aset sekitar Rp150.000.000 dengan laba bersih Rp50.000.000. Hitung analisis probabilitas kedua perusahaan tersebut menggunakan rumus return on asset!
Jawab: Masukan rumus ROA = Laba bersih / Total Aset X 100%
ROA Perusahaan A = Rp120.000.000 / 20.000.000 X 100% = 6% ROA Perusahaan V = Rp50.000.000 / 150.000.000 X 100% = 0,33%
Dari perhitungan dapat dianalisis ROA perusahaan A lebih efisien 6% daripada perusahaan V dengan 0,33%. Perusahaan A mampu menghasilkan laba bersih sebesar 6% dari total aset yang dimiliki. Nilai ROA yang baik atau ideal berkisar 5% atau lebih. Semakin tinggi ROA maka semakin optimal dan efisien kinerja perusahaan dalam memanfaat aset untuk meraih laba bersih.
Setiap perusahaan memiliki laporan keuangan yang terdiri dari laporan laba rugi, neraca keuangan dan arus kas. Ketiga bagian laporan keuangan tersebut saling terkait satu lain. Untuk melihat keberadaan nilai aset terdapat dalam neraca keuangan yang dicatat dalam laporan keuangan perusahaan.
Aset atau aktiva dimasukan pada bagian neraca keuangan dengan liabilitas dan ekuitas sebagai dasar perhitungan tingkat pengembalian dan indikator untuk evaluasi struktur modal. Maka dari itu manfaat perhitungan ROA sangat berguna sebagai berikut:
Menurut Munawir (2001: 91-92) ROA memiliki keunggulan ROA diantaranya:
Selain itu Munawir (2001: 94) juga menjelaskan kelemahan ROA diantaranya adalah:
Untuk mengukur pemanfaatan penggunaan aset atau aktiva suatu perusahaan agar mendapatkan laba bersih, ROA berguna sebagai acuan seberapa efisien sebuah perusahaan begitu investor yang ingin menanamkan modal ke perusahaan tersebut. Dengan kata lain, ROA dapat menjadi evaluasi untuk meningkatkan produktivitas terhadap efektivitas kinerja perusahaan.
Memahami return on asset membantu seorang investor melakukan pertimbangan dan analisis terhadap perusahaan yang ingin modalnya ditanamkan pada perusahaan tersebut,
Sekarang Anda telah mengetahui sebuah kriteria ketika ingin melakukan investasi untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang. Namun, ada salah satu instrumen investasi yang Anda perlu tahu yaitu, skema equity crowdfunding.
Dengan skema equity crowdfunding Anda akan mendanai suatu bisnis yang telah Anda sesuaikan profil risiko bersama masyarakat luas, sehingga bisnis yang anda danai akan berkembang dan berekspansi.
Keuntungan yang Anda dapat berupa dividen secara rutin dan menguntungkan Anda dalam jangka panjang sesuai performa bisnis yang didanai.
LandX merupakan platform equity crowdfunding yang telah berizin OJK an berpengalaman dalam mendanai bisnis potensial kekinian pada sektor industri seperti FnB, kebugaran, dan properti.