14 June 2022
|
4 Min Read
|
Total asset turnover ratio adalah rasio yang mengindikasikan efektivitas suatu perusahaan dalam mengelola asetnya untuk menghasilkan pendapatan.
Kinerja keuangan menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membangun ekonomi dan kesejahteraannya. Kinerja keuangan perusahaan dapat diperiksa dan dievaluasi berkala dalam periode tertentu melalui laporan keuangan.
Laporan keuangan mencerminkan data-data keuangan dari aktivitas perusahaan. Menganalisa laporan keuangan dapat membuat manajemen menemukan aktivitas bisnis yang paling memberi kontribusi pada perusahaan, maupun sebaliknya.
Analisa ini dapat dilakukan dengan melakukan perhitungan rasio antara aktivitas penjualan yang dilakukan perusahaan terhadap total aset yang dimiliki. Rasio ini disebut total asset turnover ratio. Yuk, cari tahu lebih lanjut.
Total asset turnover ratio adalah rasio yang mengindikasikan efektivitas suatu perusahaan dalam mengelola asetnya untuk menghasilkan pendapatan. Total asset turnover ratio (TATO) atau rasio total perputaran aset adalah parameter penting dalam investasi untuk menganalisis aspek keuangan.
Analisis keuangan ini merupakan representasi dari angka yang ada di laporan keuangan perusahaan (financial statement).
Fungsi asset turnover ratio adalah membantu menilai aktivitas dan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan penjualan dengan menggunakan total asetnya. Perusahaan yang memiliki nilai rasio yang baik memiliki arti telah optimal menggunakan asetnya untuk menghasilkan pendapatan.
Nilai yang baik ini juga disebut sebagai rasio efisiensi. Karena menunjukkan efisiensi perusahaan dalam mengonversi aset menjadi penjualan yang berdampak pada ROI.
Return of Investment (ROI) atau tingkat pengembalian investasi menjadi tolak ukur apakah bisnis bisa mendatangkan keuntungan atau tidak. ROI yang baik tentu membuat investor merasa perusahaan dapat dipercaya memiliki potensi pertumbuhan kedepannya.
Total asset turnover merupakan bagian dari rasio aktivitas yang mengukur keseimbangan yang layak antar perusahaan dengan beragam aktiva. Aktiva yang dimaksud adalah aktiva persediaan, aktiva tetap, dan aktiva lainnya.
Nilai total asset turnover dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut:
Rumus total asset turnover (TATO) adalah sebagai berikut:
Contoh perhitungan total asset turnover ratio:
Jika kita lihat laporan keuangan tahunan perusahaan pakan ternak PT Charoen Pokphand Indonesia di situs IDX tahun 2021, nampak data sebagai berikut:
Maka perhitungannya yaitu 51.698.249 : 35.446.051 = 1,46 setelah dibulatkan dua angka dibelakang koma.
Perlu diketahui jika tipe industri suatu bisnis memiliki standar nilai TATO yang berbeda bagi perusahaan. Oleh karena itu, nilai TATO perusahaan diharapkan mendekati nilai TATO industrinya.
Apa yang terjadi jika nilai TATO suatu perusahaan berada di kategori rendah? Nilai total asset turnover yang rendah pada penjualan tertentu memiliki arti bahwa perusahaan terlalu banyak tertanam dananya dalam bentuk aset. Akan lebih baik jika diputar pada aktiva yang lebih produktif.
Di lain hal, nilai total asset turnover yang tinggi menunjukkan perusahaan terlalu menggunakan sedikit aset atau aset yang digunakan telah usang.
Dapat disimpulkan bahwa total asset turnover ratio memiliki fungsi untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memaksimalkan penggunaan aset yang dimiliki. Agar dapat melakukan penjualan yang menghasilkan pendapatan.
Nilai ratio yang baik mengartikan perusahaan telah secara optimal dan efisien memanfaatkan asetnya sehingga terjadi penjualan. Penjualan yang lancar memiliki mencerminkan pengaruhnya terhadap ROI.
Ada banyak bentuk aset, salah satunya terdapat aset yang diinvestasikan. Investasi berarti mengharapkan keuntungan di masa depan. Oleh karena itu, aset yang diinvestasikan dibutuhkan perusahaan untuk mendapat pengembalian investasi (ROI).
Pengembalian investasi ini diindikasi oleh seberapa baik perusahaan memiliki pendapatan. Dan kemampuan perusahaan menghasilkan pendapatan ini ditunjukkan oleh total asset turnover ratio.
Jika kamu sebagai pribadi ingin pengembalian investasi dari berinvestasi pada bisnis, kamu dapat melakukan strategi diversifikasi portofolio dengan investasi bisnis di crowdfunding. Melalui crowdfunding, kau dapat berinvestasi pada bisnis dan melihat estimasi pengembalian investasinya.