Investor Penerbit
menu-mobile

Pasiva Adalah Utang? Yuk Simak Penjelasan Apa Itu Pasiva

3 June 2022

|

5 Min Read

|

Author: Nadya A. Faatihah
Yuk simak apa itu pasiva dan cara menghitung pasiva dalam laporan keuangan

Pasiva adalah utang yang harus diselesaikan oleh perusahaan dalam satu periode akuntansi atau satu tahun. Keputusan perusahaan berutang ini penting sebagai modal usaha yang di masa depan yang diharapkan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

Pasiva adalah sejumlah dana pinjaman dari kreditur yang harus dibayar oleh perusahaan sesuai kesepakatan. Komponen yang termasuk ke dalam liabilitas atau jenis pasiva adalah seluruh utang yang sengaja dibuat dalam akuntansi perusahaan untuk meningkatkan aktivitas bisnis perusahaan.

Dalam neraca akuntansi perusahaan, hadirnya total pasiva lancar adalah penunjang dalam sebuah periode akuntansi. Hasil perhitungan aktiva dan pasiva adalah kewajiban yang harus dilakukan untuk memahami kondisi keuangan perusahaan. Data ini nantinya akan menunjukkan kestabilan dan prospek jangka panjang perusahaan. Selain itu, perhitungan ini dibutuhkan sebagai data transparansi bagi para pemegang saham. 

Baca terus artikel ini untuk lebih mendalami pemahaman tentang pasiva!

Apa Itu Pasiva Lancar?

Pasiva lancar adalah utang yang harus diselesaikan oleh perusahaan dalam satu periode akuntansi atau satu tahun. Keputusan perusahaan berutang dalam bentuk pasiva adalah untuk digunakan sebagai modal usaha yang di masa depan cenderung akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

Komponen yang termasuk kelompok pasiva adalah utang atau liabilitas. Berdasarkan jangka waktunya, kelompok pasiva ini terbagi menjadi utang jangka panjang (long term liabilities) dan utang jangka pendek (current liabilities). Berikut adalah informasi tentang jenis pasiva.

Utang Jangka Pendek (Current Liabilities)

Utang jangka pendek dalam pasiva adalah utang harus segera dibayarkan atau dilunasi oleh suatu perusahaan. Utang ini memiliki tenggat waktu pelunasan selambat-lambatnya satu tahun periode pembukuan akuntansi. Berikut adalah komponen yang termasuk ke dalam utang jangka pendek.

1.  Utang Dagang (Account Payable)

Utang dagang dalam pasiva adalah keputusan utang untuk pembelian barang seperti bahan baku untuk kegiatan operasional perusahaan. Umumnya utang ini harus dibayarkan kepada perusahaan partner atau supplier.

2. Utang Wesel (Notes Payable)

Utang jangka pendek wesel dalam pasiva adalah jenis utang yang dibayarkan kepada pihak pemberi dana pinjaman. Utang ini memiliki masa tenggang selama 30, 60, hingga 90 hari. 

3. Beban yang Perlu Dibayarkan (Accrued Interest Payable)

Utang ini dalam pasiva adalah jenis liabilitas yang statusnya masih belum dilunasi dalam periode akuntansi tertentu. Accrued interest payable yang merupakan termasuk pasiva adalah biaya sewa, beban gaji atau upah, dan lain sebagainya.

4. Penghasilan yang Ditangguhkan (Unearned Revenue)

Komponen pasiva ini adalah penghasilan perusahaan atas jasanya kepada pihak ketiga. Pembayaran utang ini sudah diterima namun, penghasilan tersebut belum menjadi hak milik sepenuhnya perusahaan sehingga disebut sebagai utang.

5. Penghasilan yang Ditangguhkan (Deferred Liability atau Deferred Credit)

Deferred Revenue adalah pendapatan yang diterima di muka atas barang atau jasa yang yang belum dikirimkan atau dikerjakan.

Dalam neraca akuntansi, deferred liability adalah suatu kewajiban dan bukan sebagai aset. Jika jasa atau barang tersebut telah dikirimkan kepada konsumen, maka pasiva ini baru bisa disebut sebagai pendapatan dalam laporan laba-rugi.

6. Utang Gaji (Salaries Payable)

Utang ini dalam pasiva adalah kewajiban perusahaan yang dibayarkan kepada karyawan namun total nominal yang wajib dibayarkan belum bisa memenuhi kewajiban tersebut. Karena itu, komponen ini masuk ke dalam utang perusahaan kepada karyawan.

7. Utang Dividen (Dividends Payable)

Utang Dividen dalam pasiva adalah sebagian dari laba perusahaan yang telah ditentukan untuk dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. Karena nominal ini belum dibayarkan, maka akan masuk ke dalam utang pada neraca akuntansi.

8. Utang Pajak (Tax Payable)

Utang ini adalah kewajiban yang harus dilunasi oleh perusahaan atas perhitungan pajak dari seluruh aset perusahaan dalam bentuk bangunan yang telah digunakan. 

Utang Jangka Panjang (Long Term Liabilities)

Seluruh utang yang kewajiban pelunasannya dibayarkan dalam tenggang waktu yang relatif lama adalah long term liabilities. Berikut komponen yang termasuk ke dalam jenis utang ini.

1. Utang Bank (Bank Loan)

Utang bank dalam pasiva adalah dana pinjaman dari bank yang didapatkan oleh perusahaan sebagai modal kerja perusahaan. Umumnya, dana dari utang bank digunakan untuk aktivitas ekspansi bisnis atau penggabungan perusahaan.

2. Utang Hipotek (Mortgages Payable)

Utang ini adalah pinjaman perusahaan dengan adanya jaminan berupa aset (aktiva) tetap atau harta tetap milik perusahaan.

3. Utang Obligasi (Bond Payable)

Obligasi adalah surat utang jangka menengah panjang yang dapat dipindahtangankan. Surat obligasi adalah bukti yang menyatakan bahwa pemegang surat obligasi meminjamkan sejumlah uang kepada sebuah badan bisnis atau perusahaan yang mengeluarkannya.

Jika perusahaan menerbitkan surat obligasi, maka perusahaan perlu membayar utang dan bunga dari jumlah pinjaman dana yang dikeluarkan oleh pemegang surat obligasi.

4. Kredit Noveltasi (Long Term Loan)

Kredit noveltasi dalam pasiva adalah kewajiban perusahaan yang diperoleh dari pihak bank atau lembaga keuangan lain yang bentuknya berupa pinjaman jangka panjang.

5. Utang Berdurasi (Subordinated Loan)

Utang ini adalah kewajiban oleh pemegang saham perusahaan induk yang sifatnya tidak ada bunga. 

6. Utang Sewa Dana (Payable Lease)

Payable lease dalam pasiva adalah utang yang berasal dari perusahaan asing guna pembelian aset tetap dimana pembayaranya pembayaranya diangsur dalam rentang waktu cukup panjang.

7. Utang Pemegang Saham (Holding Company Loan)

Jika sebuah perusahaan memiliki perusahaan afiliasi maka utang pemegang saham adalah kewajiban yang harus dibayarkan. Utang ini wajib diberikan perusahaan induk kepada perusahaan afiliasi atau anak perusahaan yang baru untuk modal operasional usaha perusahaan. Umumnya utang ini pembayarannya diangsur dalam rentang waktu cukup panjang

Fungsi Pasiva dan Aktiva (Liabilities and Assets)

Dalam laporan keuangan perusahaan, terdapat perhitungan rasio utang (pasiva) terhadap aset (aktiva) yang akan menghasilkan angka untuk menunjukkan modal (capital) yang merupakan hak milik perusahaan.

Singkatnya, modal atau capital diperoleh dari selisih atau perhitungan nilai lebih dari total aktiva (aset) dengan kewajiban (utang) sebuah perusahaan. 

Dari sebuah laporan keuangan perusahaan, utang (pasiva) tidak melulu memiliki artian performa buruk sebuah perusahaan. Dengan mengambil keputusan untuk berutang dengan strategis, sebuah perusahaan dapat terus mengembangkan bisnisnya dengan konsisten. 

Karena itu, pasiva adalah salah satu komponen paling penting yang harus dimiliki oleh sebuah perusahaan dalam neraca akuntasi. Jika dibarengi dengan pengelolaan aset (aktiva) dan utang (pasiva) yang baik, sebuah perusahaan mampu mendapatkan keuntungan maksimal bagi badan usaha itu sendiri dan juga investornya.

Temukan Opsi Investasi Menjanjikan Hanya Dengan Modal 1 Juta di LandX!

miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang

Yuk Download Aplikasi LandX Sekarang!!!

Baca Juga