14 June 2022
|
3 Min Read
|
Dalam perencanaan finansial, perbedaan sinking fund dan dana darurat terletak di tingkat prioritasnya. Dana darurat wajib untuk dialokasikan, sedangkan sinking fund dapat disesuaikan dengan kondisi dan target finansial masing-masing.
Banyak orang mengira sinking fund artinya sama dengan dana darurat. Padahal, terdapat perbedaan sinking fund dan dana darurat. Secara umum, pengertian sinking fund adalah anggaran keuangan khusus untuk memenuhi suatu kepentingan di masa mendatang. Untuk lebih paham soal ini, simak selengkapnya tentang pengertian sinking fund dan cara menghitungnya berikut ini!
Secara sederhana, definisi sinking fund adalah dana yang sengaja disisihkan untuk kebutuhan tertentu di masa depan. Umumnya, dana ini dipersiapkan untuk kebutuhan di masa depan dengan tujuan yang jelas. Sementara itu, dana darurat adalah anggaran keuangan khusus untuk kepentingan darurat dan mendesak. Selain itu, ini dia penjelasan tentang perbedaan sinking fund dan dana darurat lainnya.
Pertama, perbedaan sinking fund dan dana darurat adalah tingkat prioritasnya. Dalam perencanaan finansial, dana darurat mempunyai prioritas lebih tinggi bahkan wajib dianggarkan. Sedangkan sinking fund sifatnya tidak mendesak sama sekali. Jadi, sinking fund dapat dikumpulkan jika kebutuhan keuangan utama dan dana darurat terkumpul.
Kedua, perbedaan dana darurat dan sinking fund adalah urgensi pemakaiannya. Dana darurat merupakan anggaran keuangan khusus yang harus ada untuk menghadapi situasi yang tak terduga dan mendesak. Sementara itu, sinking fund adalah alokasi dana khusus untuk memenuhi impian atau tujuan tertentu yang umumnya tidak mendesak.
Dari segi jumlah, perbedaan dana darurat dan sinking fund umumnya berbeda. Alokasi dana darurat idealnya sebesar tiga kali pengeluaran bulanan yang dapat disisihkan secara berkala sebesar 10% dari penghasilan tiga bulan berturut-turut. Di sisi lain, alokasi untuk sinking fund disesuaikan dengan nominal target yang ingin diwujudkan dalam rentang waktu tertentu.
Sebenarnya, rumus cara menghitung sinking fund tidak pasti. Setiap individu bisa membuat rumus sendiri berdasarkan dengan tujuan yang diinginkan dan kondisi keuangan masing-masing. Namun, berikut adalah ilustrasi cara menghitung sinking fund:
Perbedaan sinking fund dan dana darurat ada di penentuan target. Kalau dana darurat wajib untuk disisihkan, menyiapkan sinking fund harus disertai dengan target yang ingin dicapai. Pertama, buatlah daftar apa saja kebutuhan dan keinginan yang ingin dicapai beserta jangka waktunya. Jika terdapat beberapa target, maka tentukan skala prioritasnya.
Agar tidak ikut tercampur dengan dana lain dan progress dana yang dikumpulkan dapat terpantau, buatlah rekening terpisah atau rekening khusus untuk sinking fund. Hal ini penting untuk meminimalisir kemungkinan penggunaan dana tersebut untuk keperluan yang lain.
Setelah mengetahui jadwal dan total biaya yang diperlukan, maka selanjutnya yaitu konsisten dalam menabung untuk sinking fund. Tetapi, jika ingin meningkatkan alokasi nominal sinking fund, maka kamu bisa mencari penghasilan tambahan lewat investasi. Saat ini banyak opsi investasi yang dapat disesuaikan dengan modal dan profil risiko yang diinginkan. Mulai dari saham, reksadana, obligasi, hingga equity crowdfunding.
Setelah menentukan target, maka langkah selanjutnya adalah menentukan nominal sinking fund yang disisihkan setiap bulan. Dengan konsisten menyisihkan dana ini, maka terpenuhinya target yang diinginkan dapat diestimasikan juga.