28 June 2022
|
7 Min Read
|
Valuta asing adalah salah satu opsi investasi yang transaksinya dilakukan melalui pihak yang terdiri dari bank umum, bank sentral, para dealer valuta asing, dan para agen retail valuta asing, termasuk perusahaan-perusahaan jasa penukaran mata uang atau valuta asing.
Valuta asing adalah mata uang yang diakui, digunakan, dipakai, dan juga diterima sebagai alat pembayaran dalam perdagangan internasional di pasar valuta asing. Melalui transaksi valuta asing, pihak terkait melayani penjualan dan pembelian.
Sederhananya, kurs valuta asing (perbandingan antara nilai mata uang dalam negeri dengan mata uang luar negeri) memengaruhi transaksi ini. Mari simak artikel ini untuk memahami bursa valuta asing, sistem kurs valuta asing, dan tempat jual beli valuta asing untuk opsi investasi jangka panjang.
Apakah yang dimaksud dengan valuta asing? Valuta asing adalah mata uang yang mudah digunakan dan diterima dalam dunia perdagangan internasional. Valuta asing adalah salah satu opsi investasi yang transaksinya dilakukan melalui pihak yang terdiri dari bank umum, bank sentral, para dealer valuta asing, dan para agen retail valuta asing, termasuk perusahaan-perusahaan jasa penukaran mata uang atau valuta asing.
Secara umum, mata uang valuta asing yang menjadi pilihan investasi di Indonesia adalah mata uang seperti yuan, yen, won, dolar, pound sterling, euro, ringgit, peso, dan masih banyak lainnya. Inilah fungsi pasar valuta asing, di mana pusat-pusat keuangan internasional saling terkoneksi menggunakan teknologi komunikasi yang ada, sehingga transaksi valuta asing pada skala internasional dapat dilakukan secara online.
Untuk melakukan transaksi ini, maka perlu dibedakan sesuai dengan jenis transaksinya. Tempat jual beli valuta asing adalah diklasifikasikan ke dalam jenis melalui penjelasan berikut ini.
Kurs beli adalah kurs yang digunakan oleh pihak bank, penukaran mata uang asing, dan para pedagang valuta asing untuk kegiatan pembelian valuta asing. Maksud kurs beli dalam valuta asing adalah harga beli mata uang asing yang dilakukan oleh pihak dalam negeri.
Contoh sederhananya, apabila Anda ingin menukarkan 100 USD ke dalam mata uang rupiah. Maka, dimanakah valuta asing diperjualbelikan adalah di bank, money changer, dan juga para pedagang valuta asing lain.
Sama halnya dengan kurs beli, kurs jual dilakukan di bank, money changer, dan pedagang valuta asing. Kurs jual dalam valuta asing adalah harga jual mata uang dalam negeri yang ditukarkan ke dalam mata uang valuta asing.
Misalnya, apabila Anda ingin menukarkan mata uang rupiah ke dalam mata uang yen, maka kurs yang harus Anda gunakan adalah kurs jual.
Dari pihak bank, money changer, dan pedagang valuta asing, maka transaksi jual-beli kurs mata uang antar negara dapat dimanifestasi ke dalam pasar valuta asing. Sehingga, fungsi pasar valuta asing adalah sebagai berikut.
Karena terkoneksi dengan pasar global, sistem nilai tukar atau kurs valuta asing setiap harinya selalu bergerak secara fluktuatif. Faktor yang memengaruhi pergerakan nilai valuta asing adalah sebagai berikut.
Inflasi adalah kondisi yang dialami negara ketika peredaran mata uang tersebut telalu tinggi, hingga kenaikan harga barang atau jasa di sebuah negara melambung tinggi. Ketika inflasi terjadi, maka kurs mata uang negara tersebut bisa melemah.
Sebagai gambaran, jika terjadi inflasi di Turki maka mata uang Lira nilainya akan melemah. Masyarakat Turki yang memiliki mata uang Lira akan mengalami kerugian ketika menukarkannya ke mata uang negara lain seperti dollar karena nilainya melemah dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Nilau kurs valuta asing bisa jadi lebih mahal dari nilai nominal yang berlaku, jika permintaannya lebih dari jumlah yang ditawarkan. Ini juga bisa terjadi ketika jumlah permintaannya tetap, sementara penawaran berkurang.
Sebaliknya harga valuta asing akan lebih murah dari harga nominal, ketika permintaannya sedikit sementara penawaran banyak, atau permintaannya makin menurun meski jumlah penawarannya tetap.
Sebagai contoh, berita tentang meningkatnya inflasi Amerika Serikat yang bisa menyebabkan pedagang valuta asing menjual mata uang dolarnya, karena nilai mata uang dolar bisa menjadi mengalami penurunan di masa yang akan datang. Hal ini secara otomatis akan menekan permintaan untuk menukar mata uang dolar di dalam pasar valuta asing, begitu pun sebaliknya.
Jika pendapatan masyarakat di sebuah negara tinggi, maka kemampuan daya belinya juga akan tinggi. Kemampuan daya beli ini secara langsung memengaruhi peningkatan supply dan demand komoditas (barang dan jasa). Hal ini akan berdampak pada proses produksi barang atau jasa di negara tersebut.
Jika barang yang permintaannya tinggi membutuhkan bahan baku atau memang berasal dari luar negeri, maka negara tersebut akan berpartisipasi dalam kegiatan impor yang tentunya turut memengaruhi nilai valuta asing negara yang mengimpor produk dan negara yang melakukan ekspor produk.
Meningkatnya permintaan sebuah negara terhadap valuta asing adalah salah satu faktor yang bisa menyebabkan kurs mata uang lokal bisa melemah. Karena itu, jika sebuah komoditas dapat diproduksi di dalam negeri dengan dengan bahan baku lokal, maka hal ini dapat memperkuat mata uang lokal. Apalagi jika komoditas tersebut aktif diekspor secara internasional.
Suku bunga yang tinggi akan menarik masyarakat untuk menyimpan uangnya di bank, sehingga jumlah uang beredar di masyarakat menurun. Sebaliknya, suku bunga yang rendah akan merangsang pertumbuhan kredit dan jumlah uang beredar yang dapat memicu pertumbuhan pada berbagai aktivitas ekonomi.
Dalam konsep transaksi pertukaran valuta asing, apabila permintaan suatu kurs naik, maka nilai kurs tersebut pun akan meningkat, begitu juga sebaliknya. Perubahan tingkat suku bunga yang tinggi pada suatu negara akan turut memengaruhi arus modal internasional. Bila suku bunga suatu negara meningkat, maka akan menstimulasi modal asing yang masuk. Dengan demikian, uang atau modal dari negara lain bisa masuk dan menguatkan nilai tukar mata uang lokal.
Terdapat beberapa keuntungan jika valuta asing dijadikan sebagai pilihan instrumen investasi. Berikut penjelasannya.
Dalam dunia investasi, keuntungan dari mata uang asing atau valuta asing adalah likuiditasnya yang tinggi. Artinya, valuta asing mudah untuk dibeli dan dijual kembali. Ketika Anda memiliki modal, maka valuta asing dapat dibeli dengan mudah di bank, money changer, dan platform penyedia kurs beli valuta asing. Konversi mata uang asing juga bisa dicairkan dengan cepat sehingga nilainya lebih stabil dibanding instrumen investasi non-likuid.
Mata uang asing dari negara yang perekonomiannya stabil, seperti mata uang Dolar Amerika, Poundsterling, Dolar Australia dan, Dolar Selandia Baru terhitung sulit terdampak devaluasi (penurunan nilai mata uang). Misalnya, jika terjadi momen rupiah melemah, investor bahkan memiliki berkesempatan mendapatkan keuntungan lebih besar dengan menggunakan kurs beli.
Karena itu, berinvestasi valuta asing berpotensi memberikan keuntungan tinggi jika diiringi dengan pengetahuan terkini mengenai kondisi perkenomian dari negara terkait.
Diiringi dengan kelebihan, maka valuta asing juga memiliki risiko jika dijadikan opsi investasi. Kelemahan investasi valuta asing adalah sebagai berikut.
Kelemahan dalam menabung valuta asing adalah tidak tentunya fluktuasi nilai mata uang. Pada umumnya, fluktuasi ini terjadi pada jenis mata uang manapun. Meski likuiditasnya tinggi, jika kondisi perekonomian negara asal mata uang tidak stabil, maka hal ini dapat menjadi risiko kerugian bagi investor valuta asing.
Misalnya, kurs Lira sedang anjlok dan Pemerintah Turki sedang mengupayakan kestabilan nilai kurs Lira. Bagi investor Indonesia yang ingin menukar lira ke rupiah, maka investor tersebut akan mengalami kerugian. Namun, bagi investor yang ingin menukar rupiah ke lira untuk bertransaksi di Negara Turki, maka investor tersebut bisa saja memperoleh keuntungan.
Penentu kurs valuta asing adalah kebijakan makro pemerintah negara asal. Kebijakan makro ini sifatnya tidak dapat diprediksi dan sering kali berubah-ubah. Utamanya, pengambilan kebijakan ini juga dipengaruhi oleh kondisi sosio-politik kultural sebuah negara yang dapat berubah drastis, sehingga bisa berdampak pada kebijakan ekonomi yang diambil oleh negara tersebut.
Oleh karena itu, nilai mata uang naik-turun apabila ada perubahan kebijakan terkait perekonomian negara. Jika hal ini terjadi, nilai mata uang asing bisa saja menguat atau justru melemah dan mendatangkan kerugian bagi investor.
Itu dia penjelasan lengkap mengenai apa itu valuta asing dan sistem kerjanya. Utamanya, pemahaman mengenai valuta asing ini penting untuk dipelajari jika Anda tertarik untuk memilih valuta asing sebagai instrumen investasi atau investor yang ingin berinvestasi saham bagi perusahaan yang aktif melakukan kegiatan impor dan ekspor.
