Investor Penerbit
menu-mobile

Cara Menghitung Biaya Investasi (Investment Cost) untuk Investor

24 June 2022

|

6 Min Read

|

Author: Vlora Riyandi
Memahami apa itu biaya investasi dan jenis-jenisnya

Biaya investasi adalah biaya pengelolaan dana investasi. Biaya investasi yang dibahas mencakup biaya investasi saham, reksa dana, emas, dan properti.

Setiap orang yang melakukan kegiatan investasi memiliki harapan untuk mencapai pengembalian atau return tertentu di masa depan. Banyak investor yang menaruh fokus pada tingkat suku bunga yang ditawarkan sebuah produk investasi. 

Selain itu, sebelum berinvestasi para investor juga akan melihat prospek pertumbuhan perusahaan, kinerja masa lalu, serta apa ada potensi capital gain. Namun, cenderung tidak memperhatikan elemen biaya yang mengiringi sebuah investasi pilihan mereka. Elemen biaya tersebut yaitu biaya investasi atau investment cost. 

Apa itu biaya investasi? Biaya-biaya apa saja yang termasuk ke dalam biaya investasi?

Mari pahami biaya investasi agar Anda dapat mempertimbangkan berbagai alternatif investasi dengan return yang ditawarkan.

Investment Cost

Apa yang dimaksud dengan biaya investasi atau investment cost?

Biaya investasi adalah biaya pengelolaan dana investasi. Biaya investasi mencakup biaya transaksi, biaya pengelolaan rekening tabungan efek, pengembangan produk keuangan, biaya sekuritas. 

Sebagian biaya investasi atau investment cost adalah biaya yang hanya dibayarkan satu kali dan lainnya tergantung seberapa sering bertransaksi. Lalu biaya apa saja yang dibebankan kepada kita sebagai investor? Berikut biaya investasi spesifik yang dibebankan kepada investor.

Biaya Investasi Saham

Ketika Anda berinvestasi saham langsung di sekuritas untuk membeli suatu ekuitas atau obligasi, Anda akan dikenakan komisi broker (brokerage fee). Sekuritas telah menggabungkan berbagai jenis biaya dalam bentuk komisi broker.

Fee broker atau broker fee adalah biaya yang dikenakan oleh broker kepada kliennya sebagai kompensasi atas layanan yang diberikan dalam memfasilitasi transaksi keuangan seperti jual-beli saham, obligasi, atau instrumen keuangan lainnya.

Biaya ini dapat berupa komisi berbasis persentase dari nilai transaksi, biaya tetap, atau gabungan keduanya. Fee broker dapat bervariasi tergantung pada jenis layanan yang diberikan dan juga bergantung pada peraturan dan persyaratan dari broker yang bersangkutan. Oleh karena itu, sebelum melakukan transaksi keuangan, penting bagi klien untuk memahami fee broker yang akan dikenakan dan bagaimana biaya tersebut akan mempengaruhi hasil investasi mereka.

Biaya-biaya yang termasuk komisi broker yaitu:

  • Biaya Transaksi atau Levy

Biaya levy adalah biaya transaksi jual-beli yang ditanggung investor atas penggunaan fasilitas dan jasa bursa. Biaya levy adalah 0,4% dari jumlah transaksi pada artikel ini diterbitkan. Biaya levy mencakup biaya untuk BEI, KSEI, biaya kliring KPEI dan biaya jaminan KPEI masing-masing senilai 0,01%.

  • Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Berdasarkan Kementerian Keuangan, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah pajak yang dikenakan atas setiap pertambahan nilai dari barang atau jasa dalam peredarannya dari produsen ke konsumen.

Tarif pajak yang dikenakan berupa tarif tunggal sebesar 10%. Pada transaksi jual beli saham, tarif PPN yang dikenakan adalah sebesar 0,03% dari jumlah transaksi.

  • Pajak Penghasilan (PPh 21)

Pajak penghasilan adalah pajak yang dikenakan pada perorangan maupun badan terhadap penghasilan. Sehingga tarif PPh pada transaksi saham hanya dikenakan saat transaksi jual saja. Tarif PPh penjualan saham dikenakan 0,1% dari jumlah transaksi..

Setiap sekuritas dapat memiliki nilai broker fee yang berbeda-beda. Berikut jenis sekuritas dengan persentase broker feenya:

  • IndoPremier, fee beli 0.19% dan fee jual 0.29%
  • Mirae Sekuritas, fee beli 0.15% dan fee jual 0.25%
  • Ajaib, fee beli 0.15% dan fee jual 0.25%
  • Stockbit, fee beli 0.10% dan fee jual 0.20%

Perhitungan Besaran Biaya Investasi Saham

Cara menghitung fee investasi saham berikut kami simulasikan dengan perhitungannya berikut ini.

Contoh biaya investasi transaksi beli ketika Bapak A membeli 1 lot saham sebuah emiten senilai Rp 5.000/lembar di IndoPremier sekuritas. Maka berikut perhitungan biaya transaksi belinya:

Memahami apa itu biaya investasi dan jenis-jenisnya

Maka total biaya yang akan dibayarkan oleh investor Bapak A saat membeli saham bank tersebut adalah Rp 500.950,-

Mari kita hitung juga berapa besaran biaya investasi saham saat transaksi jual. Jika Bapak A telah memegang saham tersebut dalam suatu waktu dan melihat peluang untuk menjualnya di nilai Rp 5.500/ per lembar, maka perhitungannya sebagai berikut:

Cara menghitung biaya investasi yang penting untuk kamu pahami dengan baik

Maka total keuntungan yang akan didapatkan oleh investor Bapak A saat menjual saham tersebut adalah Rp 550.000 dikurangi Rp 1.595 yaitu Rp 548.405,-

Biaya Investasi Reksa Dana

Reksa dana merupakan investasi yang banyak dipilih pemula karena kemudahan dan ragam produk di dalamnya. Selain reksa dana saham terdapat juga reksa dana obligasi serta reksa dana pasar uang yang dipilih. 

Reksa dana identik dengan kata dana terkumpul dan manajer investasi. Jika Anda investor reksa dana maka Anda tentu hanya menyetorkan sejumlah uang untuk dipercayakan kepada pengelola reksa dana. Pengelola dana investasi Anda adalah seorang yang disebut manajer investasi.

Karena kemudahan ini tentu terdapat biaya yang mengiringi, salah satunya biaya pengelolaan dana dari manajer investasi reksa dana. Apa lagi ya biaya-biaya reksa dana? Berikut ulasannya.

  • Biaya Pembelian  (Subscription Fee)

Saat awal Anda ingin berinvestasi di reksa dana maka biaya proses awal ini ada biaya pembelian atau subscription fee. Besar biaya pembelian 1 hingga 2% dari nilai transaksi. 

Misalkan Anda berinvestasi Rp 10 juta dan setelah terkena biaya pembelian sekitar Rp 100 ribu, maka jumlah yang bisa Anda transaksikan adalah Rp 9,9 juta.

  • Biaya Transaksi (Transaction Fee)

Biaya transaksi di sini adalah biaya transaksi antar bank, jika bank yang Anda gunakan sama tentu tidak ada biaya. Bahkan dengan kemudahan dan promosi dompet online, biaya transaksi juga dapat bernilai 0. Sehingga biaya transaksi tergantung pilihan pembayaran kamu.

  • Biaya Manajemen (Management Fee)

Biaya manajemen tergantung jenis reksa dananya. Rata-rata 1-2%, namun reksa dana pasar uang biasanya lebih rendah berkisar 0,4-1%.

Baca juga: Jenis-jenis reksa dana

  • Biaya Pindah (Switching Fee)

Biaya ini akan dibebankan apabila Anda melakukan ganti produk reksa dana, misal dari reksa dana pasar uang ke reksa dana saham di perusahaan yang sama.

  • Biaya Penjualan (Redemption Fee)

Biaya penjualan produk reksa dana biasanya berkisar 1-2%.

Untuk mengetahui besaran perhitungan biaya investasi reksadana dibahas lebih lanjut di sini.

Biaya Investasi Emas

Emas memang menjadi aset pelindung nilai harta pribadi yang baik dan merupakan aset investasi yang menarik. Anda dapat berinvestasi pada emas dalam 3 bentuk, yaitu:

  • Emas batangan, merupakan emas dengan tingkat kemurnian paling tinggi hingga 99,99%. Sehingga dapat menjadi pilihan investasi yang baik.
  • Tabungan emas, Anda dapat memiliki 1/10 bagian dari 1 gram emas tanpa harus memegang fisik emasnya. Memudahkan Anda berinvestasi dan aman tanpa repot menyimpannya.
  • Perhiasan emas, cenderung menjadi favorit para ibu karena selain berinvestasi juga dapat meningkatkan gaya diri. Namun, penasehat keuangan tidak terlalu menyarankan investasi emas karena biasanya perhiasan emas memiliki campuran lainnya alias tidak murni emas saja.

Lalu apa saja biaya investasi emas?

Biaya investasi emas ada biaya spread. Biaya spread adalah selisih harga jual dengan harga beli emas. Selanjutnya biaya deposit box atau berlaku jika Anda menggunakan jasa bank untuk menyediakan tempat bagi emas milik Anda disimpan dan takut kehilangan atau dicuri.

Biaya Investasi Properti

Misalkan Anda ingin membeli sebuah bangunan sebagai bentuk investasi. Maka terdapat beberapa biaya yang mengikutinya, di antara lain:

  • Biaya pembuatan sertifikat hak milik
  • Biaya balik nama dari pejabat pembuat akta
  • Biaya notaris
  • Biaya pajak penghasilan (PPh)
  • Biaya pajak pertambahan nilai (PPN)
  • Modal awal untuk menjalankan atau mengisi properti agar dapat beroperasi dan lainnya

Itulah biaya-biaya terkait berbagai jenis investasi yang dapat Anda pilih. Setiap investasi memiliki biaya tersendiri, tergantung Anda untuk menilai, menimbang, dan menerima biaya yang mengikutinya. 

Anda juga dapat melakukan diversifikasi investasi dengan berinvestasi pada banyak jenis instrumen investasi seperti yang telah disebutkan untuk memaksimalkan keuntungan. Selain itu, merupakan bentuk menekan biaya agar tidak membayar biaya yang terlalu besar di suatu jenis investasi saja.

Selain investasi di atas, jika Anda tertarik berinvestasi di properti namun dengan biaya yang lebih rendah, pilihan investasi pada properti bisnis di equity crowdfunding dapat menjadi pilihan.

Equity crowdfunding adalah jenis investasi yang membuat Anda bisa memiliki saham bisnis tanpa harus repot mengelola izin dan mempromosikannya. Anda juga bisa mendapat keuntungan dari laba operasional bisnis dari nilai dana yang Anda investasikan.

Yuk Mulai Investasi Bisnis Sekarang…………

Baca Juga