27 June 2022
|
8 Min Read
|
Bisnis dropshipping atau menjadi dropshipper sedang berkembang di Indonesia. Jadi apa itu bisnis dropshipper? Apa saja keuntungan seorang dropshipper? Simak lengkapnya seputar dropshipper di artikel ini!
l-Profesi sebagai dropshipper saat ini banyak digemari oleh berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Mulai dari remaja hingga ibu rumah tangga memutuskan menjalani bisnis dropship karena memiliki risiko kecil dan modal yang diperlukan juga sedikit.
Kamu hanya membutuhkan gadget dan koneksi internet yang stabil untuk memulai bisnis dropshipping.
Di artikel kali ini kita akan membahas seputar dropshipper, hingga cara menjadi seorang dropshipper.
Yuk, kita bahas artikel ini bersama!
Seiring dengan majunya teknologi, banyak orang memanfaatkan teknologi untuk kehidupan sehari-harinya, termasuk dalam kegiatan berbelanja. Saat ini masyarakat Indonesia lebih memilih berbelanja secara daring atau online.
Apalagi di masa pandemi, orang-orang banyak mengurangi kontak antar sesama, dan memilih untuk berbelanja online sebagai alternatifnya. Oleh karena itu, bisnis online di Indonesia beberapa tahun belakangan bertumbuh dengan sangat pesat.
Berkembangnya bisnis online di Indonesia sejalan dengan bertambahnya bisnis dropship yang bermunculan. Lalu apa itu bisnis dropship?
Dropship adalah bisnis penjualan produk milik pihak lain, dimana penjual tidak perlu menyimpan dan melakukan proses pengiriman produk pada pembeli. Bagian yang menyediakan dan melakukan proses pengiriman produk dilakukan oleh pihak lain (produsen atau supplier).
Sedangkan, dropshipper adalah orang yang menjalankan bisnis dropshipping. Jika terjadi proses transaksi, dropshipper akan menghubungi produsen perihal produk yang terjual, lalu produsen segera melakukan proses pengiriman produk pada pembeli. Dropshipper disebut juga sebagai perantara antara penjual (produsen) dan pembeli
Jadi disini kamu tidak perlu menyetok banyak produk di rumah dan melakukan proses pengemasan serta pengiriman produk ke pembeli.
Kamu hanya perlu memiliki gadget baik itu handphone atau laptop dan koneksi internet yang stabil untuk memulai bisnis dropshipper. Lalu kamu membuat toko online di marketplace dan sosial media sebagai tempat kamu mempromosikan produk yang dijual.
Bagi yang telah menjalankan bisnis online, pasti sudah tidak asing dengan istilah dropship dan reseller, juga telah mengetahui perbedaannya.
Namun, masih banyak juga yang beranggapan bahwa dropship dan reseller itu sama. Ya, kedua istilah ini sama-sama ada pada bisnis online, tapi memiliki makna yang berbeda.
Berikut ini beberapa perbedaan dropship dan reseller.
Menjadi reseller berarti kamu memerlukan modal yang cukup besar untuk membeli produk yang akan dijual. Sedangkan saat menjalankan bisnis dropship kamu tidak memerlukan modal yang besar, karena kamu tidak diharuskan untuk membeli produk terlebih dahulu.
Jika terjadi proses transaksi antara pembeli dan dropshipper, maka dropshipper akan menghubungi pihak produsen untuk melakukan proses pengiriman produk. Jadi, kamu tidak perlu membeli dan menyimpan produk terlebih dahulu.
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, jika reseller harus membeli produk yang akan dijual terlebih dahulu. Jadi, reseller harus memiliki sistem penyimpanan inventori barang yang baik.
Sedangkan pada bisnis dropship tidak perlu untuk membeli produk terlebih dahulu. Semua penyimpanan produk dan proses pengiriman ada pada pihak lain (produsen atau supplier.
Pada bisnis dropship, semua proses penyimpanan dan pengiriman produk dilakukan langsung oleh pihak produsen atau supplier.
Sedangkan reseller secara teknis lebih sulit, karena reseller harus mengurus setiap prosesnya dari mulai menyiapkan barang, hingga proses pengiriman.
Karena semua proses dari pengadaan hingga pengiriman produk dilakukan oleh produsen. Jadi, risiko untuk pengiriman dan kerusakan barang jauh lebih sedikit. Risiko yang ditanggung sebagai dropshipper pun sangat kecil berbeda dengan reseller.
Reseller harus melakukan semua proses sendiri, jadi reseller cenderung memiliki risiko yang lebih besar.
Bagi para reseller produk yang dijual terbatas karena menyesuaikan niche dan branding. Sedangkan dropship dapat menawarkan banyak pilihan produk untuk dijual.
Setelah membahas definisi bisnis dropshipper, serta perbedaan reseller dan dropship. Sekarang kita akan membahas sistem bisnis dropship.
Ini merupakan sistem bisnis dropship yang sering digunakan. Tetapi bila menggunakan e-commerce atau marketplace tertentu, biasanya terdapat kolom yang harus diisi sebagai penanda bahwa transaksi merupakan bisnis dropship.
Saat ini juga sudah banyak perusahaan sebagai penjembatan antara dropshipper dan produsen. Di dalam sebuah website, kamu dapat mendaftar sebagai dropshipper dan memilih produsen sebagai partner dalam bisnis dropship.
Nantinya produsen ini akan menyediakan website, aplikasi, dan toko online gratis yang dapat kamu gunakan untuk memasarkan produk mereka.
Sebagai dropshipper, modal yang kamu perlukan perlukan sangat kecil. Karena kamu tidak perlu membeli produk yang akan dijual terlebih dahulu.
Pembelian akan terjadi bila sudah adanya transaksi antara pembeli dan dropshipper. Lalu kegiatan selanjutnya akan dilakukan oleh pihak produsen atau supplier.
Jadi, kamu dapat memulai bisnis dropship dengan berapa saja nominal modal yang kamu miliki.
Resiko yang diterima sebagai dropshipper juga minim atau kecil.
Karena sebagai dropshipper kamu tidak harus membeli dan menyimpan produk terlebih dahulu. Jadi akan mengurangi resiko jika seandainya produk sudah tidak sesuai dengan tren dan tidak diminati pasaran lagi. Sehingga kamu tidak menanggung resiko kerugian besar.
Minim resiko juga terjadi pada proses pengiriman. Sebagai dropshipper, proses pengiriman semuanya dilakukan oleh pihak produsen atau supplier. Jadi resiko kerusakan barang cenderung lebih kecil terjadi.
Produk yang dijualkan oleh bisnis dropship sangat beragam dan dapat berbeda jenisnya.
Kamu dapat menjual produk kecantikan bersama dengan produk fashion. Tetapi kamu harus memiliki strategi pemasaran yang baik agar kedua jenis produk ini dapat terjual dipasaran.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, menjadi dropshipper kamu tidak perlu membeli produk terlebih dahulu. Sehingga kamu tidak perlu menyimpan stok produk yang dijual.
Jadinya kamu tidak memerlukan gudang sebagai tempat penyimpanan produk, dimana hal ini akan menekan modal kamu.
Waktu yang diperlukan saat menjalankan bisnis dropship pun fleksibel. Kamu dapat mengelola bisnis kamu kapan dan dimana saja. Asalkan gadget kamu memiliki jaringan internet yang stabil, kamu selalu bisa melakukan pelayanan.
Seperti dijelaskan sebelumnya, sistem bisnis dropship mudah dan sederhana. Asalkan kamu telah memilih produsen sebagai partner yang memiliki kredibilitas baik, dan melakukan promosi dengan strategi yang baik, maka bisnis dropship kamu dapat berkembang dan berjalan lancar.
Jika kamu memutuskan untuk menjalankan bisnis dropshipper, kamu harus memiliki berbagai strategi agar bisnis dropship kamu dapat berkembang dan sukses.
Berikut ini beberapa cara menjadi dropshipper yang baik dan sukses.
Hal pertama yang bisa kamu lakukan saat memulai bisnis dropship adalah memilih jenis produk yang akan dijual.
Berikut ini cara yang dapat kamu lakukan saat memilih jenis produk yang akan dijual:
Setelah menentukan jenis produk yang akan dijual, selanjutnya kamu akan memilih produsen sebagai partner kamu dalam bisnis dropship yang terpercaya.
Saat kamu memilih produsen yang tepat, maka bisnis dropship kamu akan berjalan dengan lancar. Tetapi tidak mudah dalam mencari partner yang tepat saat memulai bisnis dropship. Berikut beberapa pertimbangan yang dapat kamu ikuti saat memilih produsen yang tepat:
Cara selanjutnya adalah melakukan riset terhadap kompetitor. Karena yang menjalankan bisnis dropship bukan kamu sendiri. Jadi kamu memiliki kompetitor yang banyak bahkan jenis produk yang dijual juga sama dengan yang kamu jual.
Oleh karena itu kamu dapat menjalankan konsep ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi). Kamu dapat melihat bagaimana kompetitor mempromosikan produknya, konten apa yang digunakan, media apa yang mereka gunakan dalam memasarkan produk, bagaimana cara menjangkau pasaran, dan sebagainya.
Kamu bisa mengikuti cara yang digunakan kompetitor, tapi tentunya kamu harus modifikasi terlebih dahulu. Jangan sepenuhnya kamu ikuti seperti yang kompetitor kamu lakukan.
Selanjutnya kamu akan membuat toko online kamu.
Kamu dapat membuat toko online kamu di marketplace dengan menggunakan foto-foto yang telah diberikan oleh produsen. Kamu dapat mengedit sedikit pada bagian gambarnya dengan menambahkan logo toko dropship agar menambah kredibilitas untuk pembeli.
Selain di marketplace, kamu dapat membuat toko online di media sosial seperti instagram dan facebook. Lalu kamu memanfaatkan media sosial dropship sebagai sarana promosi produk-produk yang dijual.
Melakukan branding bagi seorang dropshipper penting untuk dilakukan. Dengan melakukan branding pada bisnis online, maka bisnis online kamu akan meninggalkan kesan dan diingat oleh pembeli.
Dengan branding, bisnis online kamu akan berjalan dengan lancar dan akan membentuk citra yang baik bagi pembeli dan calon pembeli.
Nah, kita telah membahas seputar dropshipper, hingga cara menjadi dropshipper yang baik dan sukses. Bagaimana, kamu tertarik menjadi dropshipper?
Jika kamu ingin memiliki keuntungan besar dari suatu bisnis, tapi kamu tidak mau mengurusi bisnis tersebut, kamu tetap dapat melakukannya! Caranya, kamu melakukan investasi menggunakan metode equity crowdfunding.
Equity crowdfunding sendiri merupakan skema pendanaan untuk bisnis kecil dengan cara patungan masyarakat luas untuk mendanai UMKM. Disini kamu bisa menjadi salah satu pemilik bisnis yang telah didanai.
Kamu juga akan mendapatkan keuntungan dari equity crowdfunding, yaitu kamu akan menerima return dividen dari project bisnis yang telah didanai.
LandX merupakan salah satu platform equity crowdfunding yang dapat membantu kamu mendanai bisnis yang memiliki prospek bagus dengan modal kecil dan untung besar.
LandX, platform equity crowdfunding terpercaya, transparan, dan telah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kamu bisa mendapatkan keuntungan besar dan modal kecil.
