9 November 2022
|
7 Min Read
|
Apa yang dimaksud dengan tenor pinjaman? Tenor pinjaman adalah istilah penting saat melakukan transaksi kredit. Yuk, ketahui lebih lanjut seputar arti tenor dalam pinjaman di artikel ini!
Apa yang dimaksud dengan tenor pinjaman? Tenor pinjaman adalah lamanya durasi pinjaman yang harus dibayarkan oleh debitur (orang yang melakukan pinjaman). Mengetahui arti tenor dalam pinjaman merupakan hal yang penting, karena tenor juga menentukan jumlah nominal yang harus dibayarkan oleh pihak debitur setiap bulannya.
Semakin lama tenor pinjaman, maka semakin kecil pula nominal yang perlu diangsur, begitu pula sebaliknya. Tetapi panjang-pendeknya tenor pinjaman juga sangat mempengaruhi besaran bunga yang akan dikenakan pada pihak debitur. Oleh karena itu seseorang harus dapat menentukan tenor pinjaman dengan tepat.
Apa saja hal yang harus diperhatikan sebelum menentukan tenor pinjaman yang tepat? Nah, kali ini kita akan membahas seputar tenor pinjaman, hingga ha-hal yang harus diperhatikan sebelum menentukan tenor. Jadi ikuti terus artikel ini, ya!
Pada zaman modern ini, transaksi secara kredit banyak dipilih oleh masyarakat Indonesia untuk mendapatkan barang secara cepat tanpa harus melakukan pembayaran penuh sekaligus. Melainkan, mereka dapat membayarnya secara diangsur atau bertahap tiap bulannya.
Saat melakukan pinjaman atau kredit, terdapat beberapa istilah yang harus dipahami yang salah satunya adalah tenor pinjaman. Apa yang dimaksud dengan tenor pinjaman? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian tenor pinjaman adalah jangka waktu penyelesaian cicilan yang harus dipenuhi sebelum jatuh tempo.
Sederhananya, tenor pinjaman adalah lamanya durasi pinjaman yang harus dibayarkan oleh pihak debitur yang telah disepakati. Di sini, seseorang harus melunasi pinjamannya berdasarkan tenor yang telah ditentukan.
Contoh arti tenor pinjaman dalam kredit, misalnya Ibu Dina mengajukan kredit kendaraan motor dengan tenor 36 bulan. Maka, Ibu Dina harus melunasi pinjamannya dalam jangka waktu 36 bulan atau 3 tahun lamanya.
Nah, dari tenor pinjaman juga akan menentukan jumlah nominal dan besaran bunga yang harus dibayarkan oleh pihak debitur setiap bulannya. Oiya, tiap orang akan memiliki tenor yang berbeda-beda ya tergantung dari kondisi tiap debitur.
Nah, tenor memiliki beberapa jenis berdasarkan tipe kredit yang diajukan oleh pihak debitur. Berikut ini beberapa jenis tenor berdasarkan tipe kredit adalah:
KPR atau Kredit Pemilikan Rumah adalah jenis kredit untuk seseorang yang ingin membeli rumah dengan sistem kredit atau dicicil. Dalam tenor KPR, seseorang akan dikenakan beban bunga yang tiap bulannya wajib dibayarkan bersama dengan pinjaman pokok.
Bunga yang akan dikenakan dalam KPR terbagi menjadi dua jenis, yaitu suku bunga mengambang atau floating rate dan suku bunga tetap atau fixed rate.
Bagi suku bunga mengambang atau floating rate, besaran bunga yang harus dibayarkan oleh pihak debitur setiap bulannya selalu mengalami perubahan dan akan disesuaikan.
Sedangkan, pada suku bunga tetap atau fixed rate besaran bunga yang harus dibayarkan oleh pihak debitur tetap dan tidak akan mengalami perubahan sampai akhir tenor.
Dalam KPR, tenor yang akan dikenakan biasanya dalam jangka waktu panjang, mulai dari 5 sampai 20 tahun. Semakin panjang masa tenor, maka semakin kecil uang muka dan cicilan yang harus dibayarkan. Namun, besaran bunga yang dikenakan akan jauh lebih besar.
Jika tenor semakin pendek, atau dibawah 20 tahun, maka semakin besar uang muka dan cicilan yang harus dibayarkan, Tetapi, besaran bunga yang akan dikenakan jauh lebih kecil.
Selanjutnya, dalam jenis tenor adalah Kredit Tanpa Agunan atau KTA. Pada kredit KTA, seseorang dapat mengajukan kredit tanpa adanya agunan atau jaminan yang akan diberikan pada pihak kreditur.
Nah, karena tidak adanya jaminan yang diberikan, maka besaran bunga yang akan dibebankan akan lebih besar. Pada KTA, tenor yang akan diberikan pada pihak debitur berada dalam jangka waktu antara 1-5 tahun. Tetapi tenor KTA ini masih dapat diperpanjang, tergantung dari kebijakan dan kesepakatan antara pihak debitur dan kreditur.
Jika, KTA memperbolehkan seseorang mengajukan kredit tanpa adanya jaminan. Pada tenor kredit KDA, mewajibkan seseorang untuk menyerahkan jaminan atau agunan saat mengajukan kredit.
Bentuk jaminan yang dapat diserahkan pun bermacam-macam, mulai dari surat tanah, rumah, kendaraan pribadi, hingga properti berharga lainnya. Tenor pinjamannya pun lebih bervariasi, mulai dari 3 sampai 5 tahun dengan nominal bunga yang telah disesuaikan.
Pada tenor berdasarkan durasi waktu pinjaman dibagi lagi menjadi dua, yaitu tenor panjang, dan tenor pendek. Berikut ini penjelasan jenis tenor pinjaman adalah sebagai berikut:
Pertama, pada jenis tenor pinjaman adalah tenor panjang. Tenor panjang dalam kredit adalah durasi angsuran yang berlaku mulai dari jangka waktu 3 hingga 30 tahun. Tenor panjang umumnya diterapkan untuk orang-orang yang mengajukan pinjaman hingga miliaran rupiah, seperti untuk rumah, kendaraan, hingga properti mewah lainnya.
Kelebihan dari tenor cicilan panjang ini, seseorang akan membayar cicilan dengan nominal yang cukup rendah, karena durasinya yang panjang. Namun, karena durasinya yang panjang, seseorang yang mengajukan tenor kredit panjang akan dibebani bunga yang cukup besar.
Jika tenor panjang bisa berlangsung hingga 30 tahun, pada tenor pendek durasi yang dikenakan pada pihak debitur mulai dari 1 bulan hingga 3 tahun. Umumnya, tenor pendek diberlakukan untuk utang dengan nilai yang tidak terlalu besar.
Contohnya, kredit furniture, barang elektronik, pinjaman online, dan lain sebagainya. Nah untuk angsurannya, pihak debitur akan dikenakan angsuran yang lebih besar karena durasinya yang relatif singkat.
Tentu, dengan hadirnya tenor sangat membantu kelancaran transaksi secara kredit bagi pihak debitur. Karena, tenor sebagai acuan seseorang dalam menyelesaikan pinjamannya. Berikut ini beberapa manfaat tenor pinjaman adalah:
Selama proses kredit berlangsung, berbagai risiko kemungkinan dapat terjadi. Maka dari itu, dengan adanya tenor cicilan dapat melindungi pihak debitur dan kreditur. Karena semua penjelasan seputar durasi dan besaran cicilan sudah tertera dalam kesepakatan tersebut. Jadi, semua proses dapat berjalan dengan aman hingga akhir durasi dari tenor.
Adanya tenor ini sangat membantu debitur dalam meringankan beban cicilannya. Karena, semakin panjang tenor kredit semakin kecil pula beban cicilan yang harus dibayarkan oleh pihak debitur. Apalagi bagi seseorang yang memiliki penghasilan rendah, adanya tenor yang panjang akan sangat meringankan sekali dalam membayar beban cicilannya yang kecil.
Masih banyak orang yang beranggapan bahwa mendapatkan skor kredit sangatlah penting. Karena, dengan memiliki skor kredit yang tinggi, mereka akan jauh lebih mudah dalam mengajukan pinjaman di masa mendatang.
Tenor kredit akan membantu debitur dalam menciptakan skor kredit yang baik, apabila mereka dapat melunasi pinjaman secara tepat waktu.
Seseorang yang mengajukan kredit pasti akan menerima tenor yang berbeda-beda. Penentu lamanya masa tenor setiap orang itu berdasarkan dari berbagai faktor yang ada yang telah disepakati oleh pihak kreditur dan debitur. Berikut ini beberapa faktor penentu tenor pinjaman adalah:
Besaran jumlah pinjaman yang diajukan pihak debitur menjadi faktor yang digunakan kreditur dalam menentukan tenor yang tepat. Jika kamu mengajukan pinjaman dengan nominal yang rendah, maka pihak kreditur nantinya akan menyarankan tenor pendek.
Sedangkan, saat kamu mengajukan pinjaman dengan nominal utang pokok yang sangat besar, maka pihak kreditur pun akan memberikan rekomendasi tenor panjang. Agar cicilan dapat dilunasi dengan baik dan tepat waktu.
Usia debitur juga menjadi faktor penentu tenor pinjaman yang akan diberikan pihak kreditur. Jika pihak debitur masih masuk ke usia muda yang produktif, maka pihak kreditur akan memberikan masa tenor panjang.
sebaliknya, jika usia debitur tergolong tua, maka pihak kreditur akan memberikan tenor pendek. Karena, usianya sudah dianggap tidak produktif lagi sehingga dapat mempengaruhi kemampuannya dalam membayar angsuran.
Jumlah penghasilan per bulan yang dihasilkan oleh pihak debitur juga menjadi penentu pemberian tenor. Kreditur akan menilai kemampuan debitur untuk melunasi pinjamannya dari besaran penghasilan yang dihasilkannya.
Penghasilan yang dihasilkan pihak debitur dapat berupa penghasilan tetap yang diterima setiap bulannya, atau penghasilan dari bisnis yang dijalankan pihak debitur.
Pihak kreditur akan menilai aset yang dimiliki debitur sebagai penentu tenor yang akan diberikan. Aset yang dimaksud itu seperti rumah, kendaraan, beserta pengeluaran rutin lain yang menjadi faktor pemberian tenor pada pihak debitur.
Jika Anda berencana untuk mengajukan pinjaman, dan yakin telah memenuhi syarat-syarat untuk mengajukan pinjaman dengan tenor, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menentukan tenor pinjaman.
Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menentukan tenor pinjaman adalah:
Selain sebagai peminjam, tenor juga penting untuk anda pahami karena sebagai investor kita akan berada di posisi yang meminjamkan uang sehinggat tenor pinjaman menjadi hal penting untuk anda perhatikan. Akan tetapi, perlu diingat bahwa dalam investasi selalu ada risiko yang harus anda perhatikan dengan baik.
Oleh sebab itu, perlu dilakukan diversifikasi sebagai mitigasi risiko agar portofolio investasi bisa memberikan keuntungan yang lebih optimal.