Investor Penerbit
menu-mobile

Mengenal Foreign Direct Investment, Contoh, Manfaat, dan Risiko FDI

12 October 2022

|

6 Min Read

|

Author: Vlora Riyandi
foreign direct investment

FDI adalah penanaman modal dari suatu negara ke negara lainnya. FDI menjadi indikator penting pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Pertumbuhan ekonomi Tanah Air terlihat masih melaju yang ditandai dengan PDB terus tumbuh. Disebutkan juga oleh Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun 2022 berada di angka 5,4 persen.

Menurut teori ekonomi neo klasik, faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara yaitu tenaga kerja, penerapan teknologi, dan modal. Modal yang dimaksud dapat berasal dari domestik atau modal dari investasi asing. Dikenal sebagai Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).

PMA merupakan istilah yang sama dengan Foreign Direct Investment (FDI). FDI adalah investasi jangka panjang dari suatu negara ke negara lainnya. Apa alasan didirikan FDI bagi investor? Kelebihan dan kekurangan FDI apa aja ya? Yuk kita cari tahu lebih lanjut!

Foreign Direct Investment (FDI)

Foreign Direct Investment adalah penanaman modal dari suatu negara kepada negara lain. Penanaman modal asing di Indonesia telah diatur dalam Undang-undang No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal.

Dalam UU tersebut dikatakan penanaman modal asing adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal asing, baik yang menggunakan modal asing sepenuhnya maupun yang berpatungan dengan penanam modal dalam negeri.

Terdapat dua bentuk investasi asing di Indonesia, yaitu sebagai berikut:

  • Investasi Langsung (Foreign Direct Investment)

Investasi langsung merupakan aliran modal investasi internasional di mana suatu perusahaan dari negara asing mendirikan perusahaannya di negara lain. Selain itu, cara melakukan FDI yaitu dengan patungan dengan perusahaan dalam negeri melalui kerja sama joint venture hingga aktivitas akuisisi perusahaan.

  • Investasi Tidak Langsung (Foreign Indirect Investment)

Investasi tidak langsung adalah investasi asing yang dilakukan pada saham, obligasi atau Surat Berharga Negara (SBN), serta efek lainnya melalui pasar modal. Investasi tidak langsung atau foreign indirect investment ini juga dikenal sebagai foreign portfolio investment.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat pada April 2022 jumlah kepemilikan asing pada SBN sekitar 15% dari total SBN. Dikabarkan kepemilikan asing pada SBN tahun ini menyusut namun, dapat memiliki arti positif dan negatif.

Sisi positif dari menyusutnya kepemilikan SBN artinya ketergantungan Indonesia pada modal asing untuk pembangunan nasional tidak lagi tinggi. Sehingga, Bank Sentral diharapkan dapat menjaga stabilitas pasar SBN.

Tujuan FDI adalah meningkatkan hubungan ekonomi antar negara serta potensi keuntungan laba dari kegiatan investasi. Selain itu, manfaat FDI bagi Indonesia yaitu mempercepat pemulihan perekonomian karena mendapat bantuan dana dan penyerapan tenaga kerja yang cukup luas.

Contoh FDI

Dilaporkan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), capaian realisasi investasi nasional mencapai Rp302 triliun pada kuartal II 2022. Angka ini merupakan tertinggi dalam satu dekade terakhir dan dengan rincian realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) adalah sebesar Rp163 triliun. 

Beberapa contoh foreign direct investment atau bentuk PMA di Indonesia.

  • Tesla Bangun Pabrik Mobil Listrik

Siapa yang tidak kenal Tesla yang dimiliki oleh orang terkaya di dunia yaitu Elon Musk. Pabrik otomotif dengan produknya berupa mobil listrik ini dikabarkan membangun pabrik mobil listrik di Indonesia yang akan bertempat di Kawasan Industri Batang (KIB), Jawa Tengah.

  • Hyundai Pabrik Mobil Korea

Awal tahun 2022, produsen otomotif asal Korea Selatan secara resmi mengumumkan aktivitas produksi di pabrik manufaktur Hyundai Cikarang. Pembukaan pabrik Hyundai di Indonesia bertujuan untuk memproduksi model-model mobil secara lokal, seperti dirilisnya mobil SUV bernama Creta.

  • Investasi Softbank di Indonesia

Softbank adalah perusahaan investasi asal Tokyo yang telah berdiri sejak 1981. Sempat mengajukan diri untuk investasi pada ibu kota baru Indonesia, Nusantara, kemudian mundur karena alasan perysaratan yang belum dapat dipenuhi Indonesia.

Namun, sebagai perusahaan investasi mega, Softbank terus melanjutkan beberapa investasinya di Indonesia yaitu pada ecommerce Tokopedia, startup kesehatan Alodokter, dan tengah dalam pertimbangan pembukaan kantor utama Grab kedua di Indonesia oleh Softbank.

Kelebihan dan Kekurangan FDI

Selain dapat meningkatkan hubungan ekonomi antar negara, terdapat kelebihan dan kekurangan FDI bagi negara yang menerima investasi asing seperti yang diulas berikut ini:

Kelebihan FDI

Beberapa manfaat FDI bagi negara yang menerimanya yaitu:

  • Meningkatkan ketersediaan modal

Modal yang meningkat dapat membantu perusahaan yang menerima untuk dapat berusaha memaksimalkan kemampuan produksinya sehingga hasil produksi meningkat dan ekonomi berkembang.

  • Meningkatkan lapangan kerja

Kehadiran modal investasi asing yang meningkatkan produksi atau pembukaan anak perusahaan baru maka akan membutuhkan tenaga kerja baru. Semakin banyak lapangan kerja terbuka maka tingkat pengangguran akan menurun dan terdapat kenaikan pendapatan per kapita. 

  • Transfer teknologi

Jika suatu perusahaan asing dibuka di Indonesia atau diakuisisi maka tentu akan terdapat informasi-informasi seputar kegiatan operasional yang menyangkut penerapan teknologi baru. Sehingga Indonesia dapat mempelajarinya dan mendapatkan ilmu baru terkait teknologi.

Kekurangan FDI

Selain keuntungan peningkatan pertumbuhan ekonomi serta terjadinya perdagangan internasional, terdapat resiko FDI bagi negara yang menerima modal asing.

  • Profit didistribusikan untuk asing

Meningkatnya keuntungan dalam negeri tentu baik namun, karena sebagai modal berasal dari asing maka sebagian keuntungan harus dikirimkan kepada negara tersebut. Hal ini menyebabkan total keuntungan yang diterima dalam negeri menjadi lebih kecil.

  • Ancaman monopoli

Perusahaan asing yang berinvestasi di Indonesia besar kemungkinan berasal dari perusahaan skala besar dengan kekuatan ekonomi yang besar pula. Hal ini dapat menekan persaingan dengan perusahaan dalam negeri sebagai kompetitor hingga memicu posisi monopoli. 

  • Ketergantungan modal asing

Ketersediaan modal memang menjadi indikator pertumbuhan ekonomi suatu negara namun, tidak sebaiknya modal asing lebih besar dari modal dalam negeri. Total modal asing yang terlalu besar di dalam suatu negara menggambarkan ketergantungan suatu negara pada negara lainnya.

Dampak ketergantungan modal asing ini sangat berbahaya. Karena apabila terjadi suatu krisis ekonomi pada salah satu negara maupun secara global, maka tidak dapat dipungkiri terjadi kemungkinan negara asing ini menarik investasinya dari suatu negara demi mempertahankan ekonomi negara asalnya. Lalu bagaimana nasib ekonomi negara yang modalnya ditarik kembali oleh asing? Potensi kepanikan ekonomi dapat menjadi kabar malapetaka.

Cara Membantu Meningkatkan Ekonomi Negara

Seperti ulasan apa itu foreign direct investment atau FDI, FDI adalah penanaman modal dari suatu negara ke negara lainnya. Dengan adanya aliran modal internasional pada negara penerima tentu dapat membantu ketersediaan modal dan memicu peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Namun, modal asing harus diimbangi dengan modal dalam negeri agar ketergantungan ekonomi terhadap negara luar tidak terlalu besar. Modal dalam negeri yang lebih besar dari asing juga dapat membantu menjaga stabilitas ekonomi. 

Bagaimana cara meningkatkan modal dalam negeri sebagai masyarakat Indonesia?

Cara meningkatkan modal dalam negeri sebagai masyarakat Indonesia dapat kamu lakukan dengan berinvestasi pada saham perusahaan di pasar modal, membeli surat berharga negara seperti obligasi, hingga membantu bisnis di Indonesia melalui investasi pada saham perusahaan privat melalui equity crowdfunding (ECF).

Equity crowdfunding adalah skema pendanaan bisnis potensial melalui kepemilikan saham. Untuk dapat berinvestasi pada bisnis secara equity crowdfunding dapat kamu lakukan melalui platform equity crowdfunding dengan market cap terbesar di Indonesia yaitu LandX.

LandX telah dipercaya lebih dari ribuan investor untuk dapat terhubung pada lebih dari 44 bisnis potensial untuk diinvestasikan. Investor dapat memiliki saham bisnis dari berbagai industri dan menerima potensi keuntungan rutin berupa dividen.

Kamu dapat mulai investasi pada bisnis potensial dengan modal mulai Rp1 juta aja.

Yuk Investasi dan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang

Baca Juga