Investor Penerbit
menu-mobile

SBR Adalah: Investasi Aman 2022 dan Bisa Bantu Ekonomi Negara

30 September 2022

|

7 Min Read

|

Author: Rafa Syawalia R
SBR Adalah

Saving Bond Ritel adalah surat berharga negara ritel yang merupakan produk investasi. Harapan pemerintah menerbitkan SBR ini mendorong masyarakat dalam pembangunan negara dan tidak bergantung dengan modal luar negeri. Jadi, apa itu sbr? Yuk, simak artikel ini.

Investasi merupakan salah opsi yang sering disarankan dalam perencanaan uang, karena dengan investasi akan memberikan hasil yang menguntungkan untuk hari esok. Instrumen investasi saat ini bermacam-macam, kamu bisa menyesuaikan untuk melakukan investasi sesuai profil risiko kamu seperti jangka panjang dengan SBR.

Saving Bond Ritel (SBR) adalah salah satu instrumen investasi yang diterbitkan oleh negara berupa surat berharga negara.

Tujuan pemerintah menerbitkan SBR hadir sebagai investasi yang aman, menguntungkan dan sekaligus memberi kesempatan untuk masyarakat dalam pembiayaan APBN, termasuk membantu pemulihan ekonomi negeri akibat dari dampak Covid-19.

Untuk mengetahui lebih lanjut apa itu SBR (Saving Bond Ritel), dan bagaimana perkembangannya pada tahun ini, yuk simak artikel ini.

Saving Bond Ritel Adalah

Melansir dari laman Kemenkeu, SBR adalah singkatan dari Saving Bond Ritel yang merupakan surat berharga negara atau surat utang negara yang diterbitkan pemerintah dan dijual kepada seluruh masyarakat Indonesia. Pemerintah berharap produk ini dapat menjadi opsi investasi yang aman dan dapat mendorong perekonomian negara.

Diterbitkannya SBR ini supaya masyarakat Indonesia untuk tidak selalu bergantung dengan modal dari luar yang dapat menyebabkan nilai tukar rupiah melemah dan dalam jangka panjang akan menyedot devisa negara karena ada kewajiban pengiriman dividen dari negara asalnya.

Pemerintah menerbitkan SBR011 sebagai seri terbaru dengan tawaran tingkat kupon mengambang sebesar 5,50 persen per tahun. Jika suku bunga acuan BI7DRR naik, maka return savings bond ritel pun akan naik juga. Selain itu, pemerintah menambahkan tawaran early redemption sebesar 50 persen dalam jangka waktu satu tahun.

Per tanggal 21 Juni 2021 kemarin, pemerintah mengeluarkan kupon Saving Bond Ritel 010 yang digunakan untuk memperbaiki kondisi pembangunan ekonomi selama masa COVID-19. Namun, sebelum itu SBR pertama kali diterbitkan pada tahun 2006 untuk pertama kalinya dengan syarat hanya bisa dimiliki oleh pengusaha kecil.

Sederhananya, SBR adalah instrumen yang sifatnya hampir mirip dengan tabungan atau deposito bank, karena tidak dapat diperjualkan kembali di pasar sekunder.Instrumen savings bond ritel bisa menjadi sumber passive income.

Dalam pengelolaan savings bond ritel ini, sebagai contoh, kamu membeli kupon seri SBR011 yang berada dalam masa penawaran. Modal yang berkisar Rp50 juta dengan nilai kupon minimal 5,10 persen kamu akan mendapatkan passive income berkisar Rp180.625 perbulan setelah dipotong pajak. Return savings bond ritel akan lebih besar dari rata-rata bunga deposito dalam tingkat kupon mengambang seiringnya naiknya suku bunga acuan BI7DRR.

Jenis-Jenis Surat Berharga Negara Lainya

Berikut beberapa jenis surat berhara negara:

1. Obligasi Negara Ritel (ORI)

ORI adalah singkatan dari Obligasi Ritel Indonesia yang merupakan instrumen SBN Ritel yang ditawarkan kepada individu melalui mitra distribusi di pasar perdana. ORI diterbitkan tanpa warkat dan dapat diperdagangkan antar investor domestik, fixed rate dan memiliki potensi capital gain.

Keuntungan investasi ORI ini dapat dipinjamkan atau dijaminkan kepada pihak lain sesuai dengan kebijakan dari mitra distribusi, bisa diperdagangkan di organized OTC melalui ETP atau electronic trading platform, dan masih banyak lagi.

2. Sukuk Ritel (SR)

Sukuk Ritel adalah produk investasi syariah yang ditawarkan pemerintah sebagai instrumen investasi yang aman, mudah dan menguntungkan khusus WNI. Sukuk Ritel dikelola berdasarkan prinsip syariah yang menggunakan struktur akad ijarah atau Asset to be Leased.

Dana hasil penerbitan SR akan digunakan untuk investasi berupa pembelian hak manfaat Barang Milik Negara untuk disewakan kepada Pemerintah serta pengadaan proyek untuk disewakan kepada Pemerintah.

3. Sukuk Tabungan (ST)

Sukuk Tabungan dikelola berdasarkan prinsip syariah dan tidak mengandung unsur maysir (judi), gharar (ketidakjelasan) dan riba yang sudah dinyatakan sesuai oleh Dewan Syariah Nasional, Majelis Ulama Indonesia.

Karakteristik Sukuk Tabungan berupa untuk individu warga negara Indonesia. Pengelolaan ST menggunakan prinsip syariah, pemanasan mulai Rp1 juta dengan imbalan mengambang dengan batas minimal, tenor 2 tahun dan memiliki fasilitas early redemption.

Karakteristik SBR

Seperti penjelasannya sebelumnya, SBR bukan satu-satunya jenis surat utang yang diterbitkan pemerintah. Namun, untuk mengetahui lebih lanjut, SBR memiliki karakteristik yang diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Khusus untuk Warga Negara Indonesia, dengan demikian SBR tidak dapat dibeli oleh warga negara asing baik individu maupun badan hukum. Pemerintah mengkhususkan pasaran SBR ini supaya masyarakat Indonesia mendapatkan kesempatan untuk berorientasi pada investasi berjangka menengah dan panjang, dan basis investasi dalam negeri.
  • Nilai investasi SBR berkisar minimal Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar. Dengan dana Rp1 juta ini, warga negara Indonesia sudah bisa mulai berinvestasi dengan aman dan ikut andil dalam pembiayaan pembangunan pemerintah. 
  • SBR adalah investasi yang berbasis tabungan dan tidak bisa dipindahtangankan kepada pihak lain atau diperjualbelikan di pasar sekunder. Setiap investor SBR memiliki hak penuh atas investasinya dalam bentuk SBR selama 2 tahun. SBR sendiri bisa dicairkan apabila telah tiba masa jatuh temponya.
  • Salah satu keunikan SBR adalah memiliki early redemption, yaitu para investor bisa menerima sebagian pelunasan pokok sebelum jatuh tempo. Investasi SBR ini sudah ditetapkan pemerintah untuk menetapkan masa pelunasan sebelum jatuh tempo. Namun, selama masa tersebut, pihak investor bisa mengajukan pelunasan sebagian yang maksimal nilainya 50 persen dari nilai transaksi pembelian.
  • Saving bonds ritel memiliki kupon mengambang dengan kupon minimal yang mengacu suku bunga BI7DRR. Artinya, dalam SBR memiliki tingkat bunga minimal pada level tertentu akan mengalami perubahan setiap tiga bulan sesuai kenaikan BI7DRR.

Istilah Dalam SBR

  • Kupon atau bunga sbr adalah imbal hasil yang dibayar kepada investor SBR. Kupon dihitung dalam persentase terhadap jumlah pokok utang dan waktu setahun dan pembayarannya bisa dilakukan setiap sebulan sekali.
  • Floating with floor adalah kupon mengambang dengan minimal. Maksud mengambang ini artinya besaran kupon SBR akan disesuaikan dengan perubahan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia-7DRR.
  • Jatuh tempo, tenor atau maturity adalah jangka waktu selama masa berlaku SBR. Setelah jangka waktu ini habis maka akan SBR akan jatuh tempo yang artinya modal investor pemegang SBR akan dikembalikan seluruhnya oleh pemerintah.
  • Masa penawaran adalah jangka waktu yang ditetapkan untuk memesan produk SBR biasanya akan ditetapkan oleh pemerintah.
  • Tanggal penetapan adalah proses pemanasan pada masa penawaran, nantinya Kemenkeu akan menetapkan total jumlah pesanan SBR yang masuk.
  • Setelmen adalah tanggal penyelesaian yang artinya pada tanggal ini investor yang sudah memesan SBR pada masa penawaran setelah resmi menjadi investor. 
  • Early Redemption adalah fasilitas pencairan lebih awal dana investor yang dimiliki pada produk SBR. Jika seorang investor tidak dapat menjualkan di pasar sekunder, maka investor dapat mencairkan maksimal sebanyak 50 persen modalnya di SBR.

Perkembangan Savings Bond Ritel 2022

Per tanggal 21 September 2022 kemarin, suku bunga acuan BI 7-DRR ditetapkan menjadi 4,25 persen. Dengan demikian, investor yang memiliki SBR dapat menikmati kenaikan kupon setelah disesuaikan. Mengapa seperti itu? Dalam instrumen savings bond ritel ini memiliki tingkat kupon mengambang yang bisa naik akibat naiknya suku bunga acuan.

Tetapi, dalam pengelolaan savings bond ritel ini perlu penyesuaian dan tidak langsung diterapkan ketika Gubernur Bank Indonesia sudah menetapkan naiknya suku bunga acuan Bank Indonesia 7 days reverse repo. Hal ini dikarenakan, ketika melakukan penyesuaian kupon hanya berlaku dalam tiga bulan sekali.

Seperti kita ketahui sebelumnya, keuntungan investasi SBR adalah memiliki jaminan tidak ada risiko gagal bayar karena dijamin langsung oleh pemerintah. SBR tidak memiliki risiko tingkat bunga karena kupon mengambang dan adanya fasilitas early redemption atau return savings bond ritel sebelum jatuh tempo.

Namun, disamping keuntungan ada pula kekurangan yang perlu kamu ketahui dari investasi SBR. Produk SBR memiliki risiko likuiditas karena tidak bisa dijual ke pasar sekunder. Sehingga, opsi lainnya untuk mencegah hal tersebut, investor perlu melakukan diversifikasi.

Diversifikasi Investasi

Apa itu diversifikasi? Sederhananya, diversifikasi adalah upaya untuk mengurangi risiko karena ketergantungan pada satu produk atau saja. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, investasi SBR adalah investasi yang dijamin oleh pemerintah dan tidak memiliki risiko gagal bayar. Selain itu juga, memilih investasi SBR kamu turut serta dalam upaya pemulihan ekonomi di negeri akibat pandemi Covid-19.

Jika kamu tertarik investasi jangka menengah dan panjang, maka skema equity crowdfunding cocok untuk kamu. Kamu bisa melakukan diversifikasi melalui skema equity crowdfunding yang minim risiko. Equity crowdfunding merupakan sistem pendanaan bersama-sama dengan investor lainnya ke bisnis yang ingin kamu danai dan sesuai dengan profil risiko kamu.

Dengan begitu, bisnis yang kamu danai kana melakukan ekspansi dan bertahan, sehingga investasi kamu akan berjangka panjang. Kamu juga akan mendapatkan keuntungan berupa dividen sesuai dengan performa bisnis yang kamu danai tadi. Tentunya memilih aplikasi yang sudah berpengalaman melakukan pendanaan bisnis potensial dan mendapatkan izin dari OJK seperti LandX ya.

Yuk, Diversifkasi dengan Investasi Bisnis Potensial!

miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang

Baca Juga