Investor Penerbit
menu-mobile

Memahami Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen Beserta Jenisnya

14 July 2022

|

6 Min Read

|

Author: Vlora Riyandi
Perbedaan Saham Biasa dan Preferen, Jenis dan Contohnya

Perbedaan common dan preferred stock yaitu hak klaim atas aset perusahaan. Ketahui kenapa pemegang saham preferen lebih didahulukan, serta jenis saham biasa dan preferen dalam artikel ini.

Saham adalah dokumen berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan. Ketika Anda membeli saham maka Anda telah membeli kepemilikan dari suatu perusahaan tersebut. 

Hal ini membuat Anda memiliki hak atas aset perusahaan dan pendapatan perusahaan. Keuntungan Anda memiliki saham dengan cara investasi adalah berpotensi mendapatkan keuntungan persentase dividen yang dibagikan sesuai kepemilikan saham.

Kemudian, saham dibagi berdasarkan jenis kemampuan klaim atas aset perusahaan yakni saham biasa dan saham preferen.

Berbicara tentang saham biasa dan saham preferen yang mungkin belum banyak orang awam tahu. Jika Anda telah berinvestasi pada instrumen saham di bursa efek, saham tersebut adalah saham biasa atau common stock. 

Di Indonesia sendiri jumlah saham preferen atau preferred stock belum banyak. Dalam satu tahun hanya berkisar 3 perusahaan yang menerbitkan saham preferen. Jadi apa perbedaan common dan preferred stock?

Dalam artikel ini akan kita bahas lebih lanjut.

Saham Biasa/Common Stock Adalah

Apa itu common stock?

Saham biasa adalah surat berharga atau sertifikat sebagai bukti atas hak-hak dan kewajiban menyangkut andil kepemilikan dalam suatu perusahaan. Pemegang saham biasa memiliki hak yang dapat memengaruhi kebijakan korporasi dalam pengambilan keputusan melalui voting.  

Selain itu, suara voting pemegang saham common stock berpengaruh pada kebijakan strategis seperti stock split atau pemecahan nilai saham, hingga memilih dewan direksi perusahaan. 

Jenis Saham Biasa/Common Stock

Apa saja jenis saham biasa (common stock)? Berikut ada 7 kategori dasar saham biasa.

1. Income Stocks

Saham yang memberikan keuntungan dividen besar namun tidak teratur distribusinya. Income stock dapat membuat pemegang sahamnya dapat menghasilkan keuntungan tanpa perlu menjual saham.

2. Blue Chip Stocks

Apa Anda pernah mendengar apa itu blue chip stocks? Hal ini penting bagi investor pemula pada umumnya. Blue chip stocks adalah saham dari perusahaan yang memiliki reputasi baik dalam historinya, seperti baik pertumbuhan serta stabilitas distribusi dividennya. Perusahaan saham blue chip yaitu perusahaan yang memiliki kapitalisasi besar hingga Rp 10 triliun. Contoh saham blue chip di Indonesia yaitu BBCA, BBRI, ANTM, dan beberapa perusahaan emiten di indeks LQ45.

3. Growth Stocks

Growth stocks adalah saham yang diterbitkan oleh perusahaan yang mengalami pertumbuhan yang lebih cepat daripada industrinya. Contoh growth stocks di bursa efek Indonesia adalah Jasa Marga, Waskita Beton, dan Sido Muncul. Contoh growth stock di bursa AS ada Amazon dan Facebook. Growth stock memiliki pertumbuhan saham dengan apresiasi harga saham yang potensial. Apresiasi harga saham adalah nilai aset yang meningkat karena faktor pasar yang tumbuh cepat.

4. Cyclical Stocks

Cyclical stocks adalah saham yang sangat dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi. Saham cyclical akan menanjak naik nilainya saat ledakan ekonomi, namun cenderung turun selama resesi. Contoh cyclical stocks adalah saham maskapai penerbangan dan perhotelan.

5. Defensive Stocks

Defensive stocks merupakan kebalikan kondisi saham cyclical. Defensive stocks adalah saham yang mampu mempertahankan nilainya selama resesi terjadi. Contoh defensive stocks adalah saham dari emiten yang memproduksi produk kebutuhan harian atau primer, seperti makanan dan minuman, serta obat-obatan.

6. Emerging Growth Stocks

Emerging growth stocks adalah saham yang memiliki nilai lebih stabil dan berasal dari perusahaan kecil. Saham ini stabil karena tidak banyak terpengaruh kondisi ekonomi yang turun maupun naik.

7. Speculative Stocks

Speculative stocks adalah saham yang memiliki risiko tinggi namun menawarkan pengembalian (return) yang signifikan. Saham spekulatif memiliki tingkat fluktuasi tinggi sehingga biasanya dimanfaatkan para trader saat trading untuk mencari capital gain.

Saham Preferen/Preferred Stock Adalah

Saham preferen adalah jenis saham istimewa yang memberikan prioritas kepada pemegangnya atas aset dan laba perusahaan. Sifat saham preferen adalah kombinasi antara utang dan saham biasa. 

Berbeda dengan saham biasa yang menerima dividen dari performa perusahaan jika di posisi untung saja, pemegang saham preferen memiliki hak untuk selalu menerima pembayaran dividen. Jumlah dividen yang diterima pemegang saham preferen adalah tetap.

Hal ini membuat saham preferen memiliki tingkat aman lebih tinggi daripada saham biasa. Namun, jika perusahaan memiliki pertumbuhan luar biasa sehingga pendapatan dan hitungan laba besar maka, dividen dari pemegang saham preferen tidak ikut membesar karena telah ditetapkan jumlah dividennya adalah sama. 

Jika terjadi likuidasi perusahaan, maka pemegang saham preferen dapat mengklaim aset perusahaan terlebih dahulu daripada pemegang saham biasa. Serta, pemegang saham preferen tidak memiliki hak atas sisa laba karena keuntungan maksimum telah ditetapkan.

Misalkan, Anda seorang pemegang saham preferen sebanyak 100 lembar saham dengan harga Rp 5.000 dan perkiraan keuntungan 10%. Keuntungan maksimum yang bisa Anda dapatkan adalah sebagai berikut:

Keuntungan maksimum saham preferen = 100 lembar x ( Rp 5.000 x 10%) adalah Rp 50.000

Jenis Saham Preferen

Setelah mengetahui definisi saham preferen, mari ketahui jenis saham preferen yang ada.

1. Saham Preferen Kumulatif

Saham preferen kumulatif adalah preferred stock yang apabila dalam satu tahun perusahaan tidak memberikannya dividen, maka dividen akan diakumulasikan ke tahun berikutnya. 

2. Saham Preferen Partisipatif

Saham preferen partisipatif adalah pemegang preferred stock yang memeroleh dividen yang tetap jumlahnya, namun juga ikut ambil bagian dalam mengambil keuntungan perusahaan apabila melebihi persentase tertentu. 

Saham preferen partisipatif berarti pemegang saham memiliki hak dividen tak terbatas. Karena selain mendapat dividen tetap, juga akan mendapatkan bonus dividen jika perusahaan berhasil mencapai suatu target yang telah ditentukan.

Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen 

Setelah mengetahui pengertian saham biasa atau common stock dan saham preferen atau preferred stock, mari kita cari tahu perbedaannya. Perbedaan common stock dan preferred stock, common dan preferred stock adalah sebagai berikut:

  • Ownership – saham biasa dan saham preferen sama berarti memiliki kepemilikan terhadap suatu perusahaan. 

  • Dividen – sama-sama berpotensi mendapatkan keuntungan dividen dari perusahaan. Namun, pemegang saham biasa mendapatkan dividen tergantung performa dan untung atau laba perusahaan. Sehingga, apabila perusahaan sedang merugi maka investor dari pemegang saham biasa bisa tidak kebagian dividen.
    Berbeda dengan saham preferen, dividen untuk saham preferen adalah dibayarkan dalam jumlah tetap. Sifatnya seperti kupon dari obligasi (fixed dividend) dan selalu menerima dividen. Pemegang saham preferen akan didahulukan daripada pemegang saham biasa dalam pembagian dividen.
    Jangan khawatir bagi pemegang biasa, karena apabila perusahaan mendapatkan keuntungan tinggi maka dividen yang didapat juga semakin besar sesuai kepemilikan. Sedangkan pemegang saham preferen akan selalu menerima dividen dalam jumlah tetap. Hal inilah yang membuat saham preferen akan cenderung untuk mengubah saham preferen menjadi saham biasa.

  • Klaim Aset – proses klaim apabila perusahaan melakukan likuidasi

    Pemegang saham biasa baru akan dapat mengklaim aset perusahaan dalam urutan paling akhir. Urutan pihak yang dapat mengklaim aset perusahaan apabila terjadi kebangkrutan yaitu pihak bank, pemegang obligasi, pemegang saham preferen, dan terakhir pemegang saham biasa. 

  • Hak Voting (Voting Rights)

    Setiap pemegang saham biasa memiliki hak voting sedangkan pemegang saham preferen tidak. Apa fungsi hak voting investor? Banyak, hak untuk memilih direktur perusahaan, hak untuk menentukan kebijakan penting, strategis, dan fundamental. 

    Kepemilikan hak voting dari pemegang saham biasa yaitu satu lembar saham diartikan satu suara (one share equal one vote. Sehingga, semakin besar jumlah kepemilikan saham kita maka akan semakin besar pengaruh suara yang kita berikan kepada perusahaan.

  • Perdagangan Saham

    Saham biasa memiliki jumlah yang banyak sehingga lebih mudah diperjualbelikan. Sedangkan saham preferen seperti yang telah disebutkan di awal bahwa diterbitkan dalam jumlah yang sedikit sehingga cenderung sulit diperdagangkan. 

Berinvestasi pada Sektor Saham Privat

Selain berinvestasi pada saham di perusahaan terbuka, Anda juga dapat berinvestasi pada saham bisnis privat melalui equity crowdfunding. Melalui equity crowdfunding, Anda dapat menjadi pemegang saham bisnis potensial menguntungkan dengan keuntungan distribusi dividen secara rutin.

Melalui platform equity crowdfunding terdepan di Indonesia yaitu LandX, Anda dapat memilih sendiri sektor bisnis yang ingin Anda danai dan lihat potensi keuntungan dividennya. Setiap keuntungan dividen dibagikan sesuai kinerja perusahaan dan persentase kepemilikan. 

Menjadi pemilik perusahaan bisnis privat melalui kepemilikan saham bisnis privat dapat dilakukan melalui equity crowdfunding. Oleh karena itu..

Yuk, Miliki Saham Sektor Privat Melalui Equity Crowdfunding

Bagaimana? Kamu lebih suka bisnis dengan buyback guarantee atau yang bisa disimpan dalam jangka panjang? Apapun pilihan kamu.. Yuk Patungan  dengan Keuntungan Menjanjikan Bareng LandX

Baca Juga