Investor Penerbit
menu-mobile

Apa Fungsi Analisis Regresi dalam Investasi? Ini Penjelasannya!

6 July 2022

|

5 Min Read

|

Author: Nadya A. Faatihah
Analisis Regresi dalam Pengambilan Keputusan Investasi

Analisis regresi dalam investasi digunakan untuk menentukan hubungan antara variabel dependen dan independen serta pengaruh yang disebabkan oleh variabel tersebut.

Apa itu regresi dalam investasi merujuk pada metode statistika untuk menentukan hubungan antara variabel dependen dan independen. Utamanya, analisis regresi dalam pengambilan keputusan investasi itu penting. 

Karena itu, mari cari tahu manfaat regresi dalam pengambilan keputusan melalui artikel ini!

Apa Itu Analisis Regresi Dalam Investasi?

Analisis regresi dalam investasi digunakan untuk menentukan hubungan antara variabel dependen dan independen serta pengaruh yang disebabkan oleh variabel tersebut. Manfaat analisis regresi dalam pengambilan keputusan investasi sering digunakan karena rumusnya bisa digunakan untuk data yang sederhana, hingga data yang jumlah variabelnya kompleks.

Analisis regresi dalam investasi atau pasar aset biasanya dipergunakan oleh Manajer Investasi untuk memahami hubungan antara dua atau lebih variabel dalam sebuah aset. Misalnya, hubungan antara harga komoditas dengan saham perusahaan yang memproduksi komoditas tersebut. 

Atau, dalam analisis keuangan misalnya hubungan antara laporan laba-rugi dan catatan mengenai prediksi keuntungan atau kerugian di periode akuntansi selanjutnya. 

Dengan melakukan analisis regresi, manfaat utama yang bisa diperoleh investor adalah bantuan untuk mengindenfikasi faktor yang penting dan mungkin berpengaruh terhadap variabel yang mereka amati, serta apakah faktor tersebut berpengaruh pada variabel yang tengah diamati.

Istilah dalam Analisis Regresi

Untuk memahami cara analisis regresi dalam pengambilan keputusan investasi, terdapat beberapa istilah yang harus Anda pahami. Berikut ini adalah istilah penting bagi analisis regresi dalam investasi.

1. Variabel Dependen

Variabel Dependen adalah variabel yang besaran, sifat, dan karakteristiknya dipengaruhi dan bergantung pada variabel lainnya, yaitu variabel independen. Variabel ini menggambarkan variabel yang sedang diteliti, biasanya dilambangkan dengan huruf Y.

2. Variabel Independen

Variabel Independen adalah variabel yang besaran, sifat, dan karakteristiknya tidak dipengaruhi oleh variabel lainnya. Variabel ini biasanya digunakan untuk menggambarkan jenis variabel yang mempengaruhi variabel lainnya dengan lambang huruf X.

Jenis-jenis Regresi

Berikut ini adalah macam-macam regresi dalam investasi yang umumnya digunakan sebagai dasar perhitungan prediksi dan evaluasi. 

1. Regresi Linear

Regresi linear atauegresi sederhana yang umumnya digunakan untuk melakukan analisis prediktif. Regresi linear menggambarkan hubungan antara kriteria atau respon skalar dengan beberapa prediktor atau variabel penjelas.

Secara sederhana, regresi linear digunakan untuk menganalisis keterkaitan dan pengaruh variabel X terhadap Y. Regresi linear juga dapat memiliki lebih dari satu variabel X. Rumus regresi linear adalah seperti di bawah ini:

Rumus Regresi Linear dalam investasi

2. Regresi Polinomial

Regresi polinomial adalah metode regresi untuk menyesuaikan persamaan non linier dengan mengambil fungsi polinom pada variabel independen. Jenis regresi ini umumnya digunakan untuk menganalisis data dengan metode kuadrat terkecil.

Biasanya juga, regresi polinomial digambarkan dengan grafik curvilinear atau melengkung. Berikut adalah rumus regresi polimonial:

Rumus Regresi Polinomial yang penting untuk kamu hitung

Manfaat Analisis Regresi dalam Investasi

Analisis regresi umumnya digunakan hampir pada semua bidang, seperti bidang industri, pemerintahan, keilmuwan, ekonomi, dan lain sebagainya. Secara umum dapat ditarik kesimpulan bahwa manfaat analisis regresi adalah sebagai berikut.

1. Membuat estimasi rata-rata dan nilai variabel tergantung dengan didasarkan pada nilai variabel bebas.

2. Untuk menguji hipotesis karakteristik dependensi.

3. Meramalkan nilai rata-rata variabel bebas yang didasari nilai variabel bebas di luar jangkauan sample.

Namun, bagi investor manfaat analisis regresi dalam investasi adalah sebagai berikut.

1. Mengevaluasi Kesalahan

Dalam melakukan analisis regresi dalam aset investasi, kesalahan dalam pengambilan keputusan dapat diidentifikasi. Misalnya, berhubungan dengan kegiatan bisnis atau investasi. 

Bahkan, dengan analisis ini Anda bisa menganalisis dulu untuk pengambilan keputusan agar mengetahui hasilnya. Jadi, jika ada kekeliruan dalam perhitungan mengambil keputusan, maka masih bisa diperbaiki dahulu. Misalnya, Anda merupakan pemilik bisnis 

2. Memperkirakan Masa Depan

Manfaat analisis regresi dalam investasi selanjutnya yaitu dapat memperkirakan masa depan yang berhubungan dengan peluang. Rumus ini juga sering digunakan untuk mencoba apakah dari seluruh variabel yang menghasikan beberapa peluang, manakah peluang yang paling tepat diambil. 

Model Regresi Linear dan Ideal

Sederhananya, model regresi linier dan ideal harus memenuhi beberapa asumsi-asumsi seperti berikut.

1. Eksogenitas yang lemah

Dalam model regresi linier memberi syarat bahwa variabel X bersifat tetap, sementara variabel Y bersifat acak atau berubah. Satu nilai variabel X akan memprediksi variabel Y sehingga ada kemungkinan beberapa variabel Y. Dengan begitu, harus ada nilai kesalahan pada variabel Y.

2. Linieritas

Kenaikan variabel X harus diikuti dengan cara proporsional oleh kenaikan variabel Y. Apabila dalam pengujian linieritas tidak terpenuhi, maka dapat melakukan transformasi data atau memakai bentuk kuadratik atau model lainnya yang sesuai dengan bentuk hubungan non linier.

3. Varians error yang konstan

Varians eror perlu konstan karena jika konstan maka variabel error dapat membentuk model xsendiri dan menganggu model utama. Sehingga penanggulangan permasalahan heteroskedastisitas bisa diatasi dengan menambahkan model varians error ke dalam model ARCH/GARCH.

4. Autokorelasi untuk data time series

Apabila kita memakai analisis regresi sederhana untuk data time series atau data yang disusun berdasarkan urutan waktu, maka terdapat asumsi yang harus dipenuhi, yakni asumsi autokorelasi. Asumsi ini melihat pengaruh variabel lag waktu sebelumnya terhadap variabel Y.

Contoh Analisis Regresi dalam Investasi

Secara umum, regresi banyak digunakan oleh para investor untuk menentukan faktor yang mungkin mempengaruhi pergerakan harga suatu aset, misalnya harga komoditas, tingkat suku bunga, kondisi bidang industri perusahaan, atau pengaruh dari sektor lain seperti kebijakan ekonomi pemerintah.

Salah satu contoh penggunaan regresi dalam investasi adalah pemanfaatan analisis regresi pada investasi aset saham. Misalnya, analisis regresi dalam investasi saham dilakukan untuk meninjau tingkat fluktasi yang dimiliki oleh Anda sebagai investor adalah saham BBCA. 

Lalu, Anda melihat kondisi saham ARTO dan BBNI yang terus terjun bebas. Dengan analisis regresi, Anda bisa mengetahui variabel yang menyebabkan turunnya saham ini dan seberapa besar variabel itu bisa berpengaruh pada saham yang Anda miliki.

Nah, itu dia penjelasan mengenai apa itu regresi, macam-macam analisis regresi, dan fungsi analisis regresi dalam pengambilan keputusan investasi. 

Tentunya, bagi investor analisis regresi linear sederhana terhadap faktor-faktor tertentu di pasar aset investasi dapat membantu penyusunan strategi yang paling tepat dan efisien untuk menghasilkan keuntungan yang optimal.

Ingin Jadi Bos Bisnis Potensial Dengan Modal 1 Jutaan? Yuk, Investasi di LandX Sekarang!

Yuk mulai patungan bisnis menguntungkan jangka panja g bersama LandX

Baca Juga