2 June 2022
|
6 Min Read
|
Scalping adalah kegiatan seorang trader yang sering membeli dan menjual saham dalam waktu singkat bahkan hitungan menit saja. Tips menjadi scalper ada..
Kita tahu ada dua garis besar dalam strategi investasi yaitu strategi investasi jangka panjang dan jangka pendek. Pelaku setiap strategi sama-sama memiliki motif mendapatkan keuntungan, tidak ada strategi yang salah. Kali ini LandX akan bahas salah satu teknik strategi investasi jangka pendek.
Investasi jangka pendek biasa dilakukan oleh investor yang memiliki profil risiko yang tinggi. Investor strategi jangka pendek sering melakukan kegiatan membeli dan menjual saham dalam waktu singkat untuk mendapatkan keuntungan.
Pelaku investasi trading disebut sebagai trader. Salah satu teknik yang sering dilakukan oleh para trader adalah scalping. Apa itu scalping? Yuk, scroll bawah dikit.
Scalping adalah kegiatan seorang trader yang sering membeli dan menjual saham dalam waktu singkat bahkan hitungan menit saja. Scalper adalah seorang trader yang melakukan strategi scalping.
Scalper akan melakukan aktivitas pembelian dan penjualan saham pada frekuensi tinggi untuk menghasilkan keuntungan. Scalping merupakan strategi yang berisiko karena dapat menyebabkan kerugian yang signifikan jika harga saham bergerak ke arah yang berlawanan.
Namun, scalping tentu juga bisa menjadi strategi investasi yang menguntungkan jika harga saham bergerak ke arah yang benar. Scalping adalah strategi investasi dengan tingkat kesulitan tinggi untuk dieksekusi. Salah satu alasan utamanya adalah scalping membutuhkan banyak waktu untuk trading dari waktu ke waktu.
Karena scalping dilakukan dalam waktu yang sangat singkat, scalping tidak direkomendasikan untuk individu dengan pekerjaan harian dan aktivitas rutin. Scalping belum tentu merupakan strategi yang ideal. Sebaliknya, investasi jangka panjang dengan target keuntungan yang lebih besar lebih cocok.
Apakah Scalping Saham Ilegal? Scalping saham adalah strategi trading yang legal. Scalping banyak digunakan oleh investor perorangan dan institusional.
Namun, sayangnya teknik scalping memiliki celah untuk digunakan secara curang. Seperti yang telah dicatat oleh SEC, seperti ketika seorang pelaku pasar merekomendasikan sebuah saham sehingga menyebabkan harga melonjak. Kemudian menjualnya dengan harga yang meningkat untuk menghasilkan keuntungan bagi diri sendiri.
Seorang scalper profesional biasanya memiliki kemampuan analisis teknikal saham yang mumpuni. Berikut tiga indikator analisis teknikal yang ideal untuk peluang jangka pendek:
Strategi moving average memiliki tujuan untuk melihat trend sebuah saham. Apakah saham bergerak dalam trend bullish, bearis atau sideways.
Scalping memiliki risiko karena saham yang diamati memiliki volatilitas tinggi. Lantas bagaimana seorang scalper tahu kapan harus mengambil keuntungan (profit taking) atau memotong kerugian (cut loss)?
Salah satu cara cepat dan menghemat waktu scanning melihat opportunity di market adalah dengan menerapkan strategi teknikal relative strength/weakness exit strategy ini.
Multiple chart scalping adalah teknik penggunaan beberapa grafik chart dan time frame untuk menghitung arah pasar saat ini. Scalper akan menggunakan teknik ini ketika ingin mengidentifikasi arah tren, sebelum memasuki pasar (entry).
Walaupun scalping disebut sebagai jurus jitu hasilkan cuan, setiap jenis investasi pasti memiliki tingkat risiko yang mengiringi. Menjadi seorang scalper sebaiknya menyiapkan diri dengan berbagai kondisi dan risiko yang akan terjadi saat trading saham investasi.
Beberapa risiko strategi scalping:
Karena saham yang dipilih memiliki tingkat volatilitas tinggi, maka seorang scalper dituntut untuk memantau market secara real-time. Teknik membeli dan menjual dalam hitungan menit seperti ini tentu membuat para scalper akan mencari peluang dengan memantau market setiap waktu.
Saat seorang scalper telah membeli saham, mereka akan memantau market hingga menemukan celah peluang untuk dijual kembali. Saham yang dibeli dengan teknik scalping tidak bisa didiamkan begitu saja, harus proaktif melihat pergerakan pasar.
Perlu diingat, banyak terselubung saham gorengan dengan sifatnya memiliki volatilitas tinggi. Terlepas dari saham gorengan, seorang trader umumnya pernah mengalami fenomena saham ‘nyangkut’.
Istilah nyangkut dalam saham artinya investor terlanjur membeli saham di suatu harga namun ternyata harga saham tersebut jatuh turun dan lama untuk pulih kembali.
Lantas gimana caranya agar mencegah uang saham nyangkut dan jauh dari saham jenis gorengan? Seorang stock analyst, Joseph Gabetua, membagikan satu tips penting bagi para trading teknik scalper. Terutama bagi pemula yang mau merasakan dampak ombak saham volatilitas tinggi.
Tips untuk strategi scalping yaitu pilihlah saham volatil yang berada pada kategori indeks tertentu, misal IDX30. Indeks artinya ukuran perubahan pergerakan pada sejumlah saham. Indeks saham banyak digunakan para manajer investasi reksadana saham sebagai acuan pembanding.
Poin yang membedakan seorang scalper dengan investor biasa adalah mereka lebih tertarik dengan saham yang memiliki volatilitas tinggi. Para scalper akan membedah saham-saham yang memiliki tingkat volatilitas tinggi.
Baca juga definisi volatilitas
Mereka memandang saham dengan pergerakan harga yang tinggi menjadi suatu yang atraktif. Saham seperti ini akan dianalisis lebih lanjut untuk memutuskan apakah ingin dibeli dengan tujuan scalping.
Bagaimana cara terjun ke teknik scalping bagi pemula? Berikut tipsnya:
Untuk menjadi scalper bisa disebut sebagai teknik strategi investasi tingkat tinggi. Perlu memahami semua istilah investasi agar paham bagaimana menganalisa sebuah saham dengan baik nantinya. Serta mulailah berinvestasi teknik scalping dengan modal kecil.
Dollar cost averaging adalah strategi membeli saham secara rutin. Membeli saham secara rutin dan lihat perkembangan harganya secara berkala. Pahami tingkat pergerakan saham tersebut dan momentum yang mempengaruhinya agar dapat scalping dengan maksimal.
Swing trading saham adalah aktivitas jual beli saham dalam jangka waktu kurang dari satu bulan. Sebelum terjun pada kegiatan scalping yang menjual dan membeli saham dalam hitungan menit, cobalah untuk swing trading dengan hold saham selama satu bulan.
Kegiatan scalping akan membuat scalper trader diharuskan memantau market sepanjang waktu transaksi. Setelah membeli diharuskan untuk tidak melepaskan pandangan dari layar monitor hingga menemukan celah kapan waktu menjual terbaik.
Demi scalping pemula yang aman, sebaiknya memulai scalping dengan mengacu pada suatu indeks saham. Karena saham-saham yang tergabung pada suatu indeks saham telah melalui proses penilaian oleh bursa dan memiliki volume penyerapan market yang besar.
Semakin kamu memahami strategi scalping, maka kamu akan terjun lebih lanjut dalam membedah saham. Pahami cara menganalisis saham secara teknikal menggunakan metode moving average, relative strength/weakness exit strategy, dan multiple chart scalping.
Berinvestasi teknik scalping membutuhkan kamu untuk mendedikasikan waktu secara menyeluruh agar tidak terlewat peluang profit taking. Teknik scalping juga merupakan jenis investasi risiko tinggi.
Buat kamu yang belum sempat mencoba investasi scalping saham, maksimalkan dana kamu dengan investasi jangka panjang. Dengan investasi jangka panjang, kamu dapat lebih santai memantau pergerakan saham namun tetap hati-hati.
Berinvestasi jangka panjang juga bisa merasa santai dan menunggu kehadiran hasil cuan dengan investasi bisnis di crowdfunding. Tertarik investasi jangka panjang crowdfunding?
Yuk Download Aplikasi LandX Sekarang!!!