25 July 2022
|
7 Min Read
|
Jenis utang obligasi yang dapat dibedakan dari perbandingan harga pasar adalah premium obligasi dan diskonto utang obligasi. Simak definisi dan apa perbedaan obligasi premium dan diskonto dalam artikel ini.
Obligasi premium adalah salah satu dari jenis utang obligasi. Selain obligasi premium, terdapat jenis utang obligasi lainnya yaitu diskonto utang obligasi. Kedua jenis utang obligasi ini sama-sama diperdagangkan berdasarkan besaran bunga yang berlaku di pasar sekunder.
Jika diskonto obligasi adalah utang obligasi yang diperdagangkan dengan tingkat bunga obligasi lebih rendah dari bunga yang berlaku di pasar modal. Maka obligasi premium adalah utang obligasi yang diperdagangkan dengan bunga obligasi lebih tinggi dari bunga yang berlaku di pasar modal.
Obligasi premium dan diskonto merupakan utang obligasi yang dapat dipilih sebagai investasi. Oleh karena itu, melalui artikel ini akan membahas seputar obligasi premium dan diskonto untuk Anda yang ingin memulai investasi.
Jadi, simak terus artikel ini!
Sebelum membahas seputar obligasi premium dan diskonto, terlebih dahulu Anda harus mengerti apa itu utang obligasi.
Setiap menjalankan suatu usaha atau bisnis, pasti diperlukan modal tiap kali ingin menjalankan operasional suatu bisnis. Modal bisa didapatkan dari pemilik perusahaan namun, kadang kali modal pemilik perusahaan masih belum cukup untuk membiayai aktivitas bisnisnya.
Oleh karena itu, pemilik akan mencari modal dari berbagai sumber, baik mencari pinjaman dari bank atau mencari dana dari masyarakat. Bank juga kerap kali memberikan dana terbatas yang dapat dialokasikan pada suatu bisnis.
Cara lain yang dapat dilakukan untuk mendapatkan modal bagi perusahaan adalah dengan menjual utang obligasi kepada masyarakat.
Lalu, apa itu utang obligasi?
Utang obligasi adalah surat utang dengan jangka menengah hingga jangka panjang yang dapat dipindahtangankan. Surat utang ini berisi janji dari pihak yang menerbitkan utang obligasi untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan akan melunasi utang pokok pada waktu yang telah ditentukan kepada pembeli utang obligasi.
Sederhananya, utang obligasi adalah surat utang yang dapat diperjualbelikan pada investor dan investor akan menerima keuntungan dari bunga yang akan dibayarkan oleh penerbit utang obligasi.
Bunga dalam obligasi disebut dengan kupon yang dapat dibayarkan dalam waktu setengah tahun, bulanan, atau triwulanan. Pada utang obligasi juga harga utang obligasi dinyatakan dalam bentuk persentase, yaitu persentase dari nilai nominal.
Dalam utang obligasi, terdapat dua jenis utang obligasi yang diperdagangkan berdasarkan perbandingan bunga harga pasar. Kedua jenis utang obligasi tersebut adalah obligasi premium dan diskonto.
Selanjutnya, kita akan membahas seputar definisi serta perbedaan obligasi premium dan diskonto.
Jenis utang obligasi yang pertama adalah obligasi premium.
Premium bond atau obligasi premium adalah utang obligasi yang diperdagangkan dengan bunga obligasi lebih tinggi dari bunga yang berlaku di pasar modal. Artinya, utang obligasi melebihi nilai nominal.
Utang obligasi akan diperdagangkan premium ketika tingkat penawaran kupon (bunga) lebih tinggi dari suku bunga yang berlaku saat ini untuk ditawarkan pada obligasi baru.
Contoh kasus dari obligasi premium adalah:
Utang obligasi dengan nominal Rp 65.000.000 dijual dengan harga 102% (ingat harga utang obligasi berbentuk persentase), maka nilai utang obligasi yang diperdagangkan adalah:
| 102% x Rp 65.000.000 = Rp 66.300.000
Jadi, nilai obligasi premium yang diperdagangkan lebih tinggi dibanding harga nominal awal.
Kondisi obligasi premium terjadi saat suku bunga di pasar mengalami penurunan, maka utang obligasi yang diperdagangkan nominalnya akan lebih tinggi dari suku bunga yang berlaku di pasar.
Setelah mengetahui seputar premium diskonto, maka jenis utang obligasi selanjutnya adalah diskonto obligasi.
Discount bond atau diskonto obligasi adalah utang obligasi yang diperdagangkan dengan tingkat bunga obligasi lebih rendah dari bunga yang berlaku di pasar modal. Utang obligasi dianggap diskonto obligasi saat harga nominal yang diperdagangkan mengalami diskon hingga 20% atau lebih.
Diskonto utang obligasi terjadi saat utang obligasi menawarkan tingkat bunga yang lebih rendah dari tingkat bunga pasar saat ini. Dengan begitu, utang obligasi yang akan diperdagangkan pada pemegang obligasi harganya akan lebih rendah dari harga nominal atau dari tingkat bunga di pasar saat ini.
Jadi, perusahaan yang memperdagangkan diskonto utang obligasi akan mendapatkan harga yang lebih rendah dibanding harga yang harus mereka bayarkan ke investor sebagai pemegang utang obligasi.
Contoh kasus dari diskonto utang obligasi adalah:
Obligasi dengan nilai nominal Rp 65.000.000 dijual dengan harga 98%, maka nilai utang obligasi yang diperdagangkan adalah.
| 98% x Rp 65.000.000 = Rp 63.700.000
Jadi, perusahaan akan mendapatkan utang obligasi dengan harga Rp 63.700.000 lebih rendah dibanding harga yang harus mereka kembalikan kepada penerbit, yaitu Rp65.000.000
Nah, dalam diskonto obligasi dan premium obligasi juga terdapat amortisasi obligasi. Amortisasi obligasi adalah mengalokasikan selisih antara nilai nominal dengan harga pasar obligasi yang lebih rendah ke laba-rugi pada periode-periode jangka waktu utang obligasi.
Amortisasi obligasi bisa disebut juga sebagai bunga efektif yang harus dibayarkan pada pemegang utang obligasi selama periode waktu yang ditentukan.
Sebelumnya kita telah mengetahui definisi obligasi premium dan diskonto obligasi. Sekarang kita akan membahas perbedaan obligasi premium dan diskonto.
Perbedaan obligasi premium dan diskonto dapat dilihat dari perbandingan harga pasar saat diperdagangkan.
Pada obligasi premium, utang obligasi diperdagangkan saat tingkat bunga yang ditawarkan lebih tinggi dibanding dengan bunga yang berlaku di pasar sekunder. Jadi, harga obligasi premium jauh lebih tinggi dari harga nominal yang sudah ada.
Sedangkan diskonto obligasi adalah utang obligasi yang diperdagangkan saat tingkat bunga yang ditawarkan lebih rendah dibanding tingkat bunga di pasar sekunder saat ini. Jadi, harga diskonto utang obligasi yang diperdagangkan jauh lebih rendah dari harga nominal di awal.
Bagi investor sebagai pemegang obligasi jauh lebih menguntungkan saat membeli utang obligasi yang sedang di posisi diskonto obligasi. Karena mereka akan mendapatkan harga yang lebih murah dan juga mereka tetap akan mendapatkan keuntungan bunga yang akan dibayarkan oleh penerbit obligasi.
Selanjutnya, kita akan membahas kelebihan dan kekurangan diskonto utang obligasi. Pertama, kita akan membahas kelebihan dan kekurangan diskonto utang obligasi.
Setelah kelebihan dan kekurangan diskonto utang obligasi. Sekarang kita membahas kelebihan dan kekurangan obligasi premium. Kelebihan dan kekurangan obligasi premium adalah:
Kita telah membahas dua jenis utang obligasi, yaitu premium obligasi dan diskonto utang obligasi. Bagaimana, tertarik untuk berinvestasi dengan metode yang satu ini?
Ternyata investasi menggunakan utang obligasi, maupun menggunakan premium obligasi atau diskonto obligasi cocok untuk investor pemula. Karena saat investor pemula memutuskan untuk membeli utang obligasi, maka suatu perusahaan akan berhutang pada investor tersebut.
Lalu, investor juga akan mendapatkan bunga yang dibayarkan oleh penerbit utang obligasi setiap bulannya atau setiap waktu yang telah ditentukan.
Namun, jika Anda masih merasa ragu untuk berinvestasi dengan metode utang obligasi. Anda dapat mencoba investasi metode equity crowdfunding.
Equity crowdfunding merupakan metode investasi yang sedang tren saat ini. Dengan metode equity crowdfunding Anda akan melakukan investasi patungan bisnis alias mendanai usaha yang memiliki prospek bagus.
Anda juga berkesempatan mendapatkan potensi dividen dari bisnis yang kalian danai melalui equity crowdfunding.
LandX merupakan platform equity crowdfunding dengan market cap terbesar di Indonesia yang terpercaya, transparan, dan telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Anda juga bisa mendanai bisnis dengan modal mulai Rp1.000.000 saja, lho!