24 June 2022
|
8 Min Read
|
Apa itu reksa dana indeks? Reksa dana indeks adalah reksa dana yang dikelola untuk mendapatkan hasil investasi yang mirip dengan suatu indeks yang menjadi acuan.
Apa itu reksa dana indeks? Mungkin masih banyak orang yang masih belum familiar dengan salah satu jenis reksa dana ini. Bisa dibilang reksa dana indeks masih kurang pamornya dari jenis reksa dana lainnya seperti reksa dana saham, pasar uang, pendapatan tetap, dan dana campuran.
Padahal dari segi return, reksa dana indeks tidak kalah dari jenis reksa dana lainnya yang diperdagangkan di Indonesia. Bahkan reksa dana indeks lebih mudah dibuat dan memiliki management fee yang jauh lebih murah dibanding dengan jenis reksa dana lainnya.
Pada artikel kali ini akan membahas seputar reksa dana indeks atau index fund. Jadi, untuk Anda yang masih asing dan belum tahu banyak seputar reksa dana indeks, kalian bisa mengikuti pembahasan artikel ini.
Merujuk dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), reksa dana indeks adalah reksa dana yang dikelola untuk mendapatkan hasil investasi yang mirip dengan suatu indeks yang dijadikan acuan, baik itu indeks obligasi maupun indeks saham.
Jadi, reksa dana indeks atau index fund itu meniru portofolio indeks yang dipilih untuk menjadi acuannya, baik itu indeks saham atau indeks obligasi. Sama dengan jenis reksa dana lainnya, reksa dana indeks dapat dibeli dan dijual kapanpun setiap hari bursa.
Walaupun masih kurang pamor, tetapi reksa dana sudah mulai dilirik banyak investor karena transparansi atas investasinya. Untuk manfaat, risiko, kewajiban, hingga cara membeli antara reksa dana indeks dengan jenis lainnya relatif sama.
Perbedaan antara reksa dana indeks dengan reksa dana konvensional yang dapat dilihat adalah, pada kinerja reksa dana indeks selalu berusaha untuk menyamai indeks yang menjadi acuannya. Sedangkan, reksadana konvensional berusaha untuk mengalahkan indeks acuan.
Misalnya Anda membeli reksa dana indeks, maka secara tidak langsung kamu telah membeli semua saham yang ada di dalam indeks acuan tersebut. Karena satu indeks acuan memiliki banyak saham di dalamnya.
Salah satu reksadana indeks terbaik di Indonesia yaitu reksa dana indeks LQ45 (liquid 45). Dimana, di dalam indeks LQ45 yang menjadi acuan Anda terdapat 45 saham terbaik. Jadi, saat Anda memilih reksa dana indeks LQ45, dana Anda akan otomatis menyebar ke-45 saham yang ada di dalam reksa dana indeks LQ45.
Jadi, peran manajer investasi tidak perlu lagi memilih berbagai saham yang akan dibeli dari dana yang telah terkumpul. Manajer investasi hanya menentukan indeks untuk dijadikan acuan hasil investasinya.
Oleh karena itu, penting untuk Anda mengetahui reksa dana indeks terbaik yang ada di Indonesia.
Selanjutnya kita membahas perbedaan antara reksa dana indeks dengan reksa dana saham, untuk kamu yang masih bingung antara keduanya.
Reksa dana saham sangat bergantung pada kinerja manajer saham. Pada reksa dana saham akan dikelola secara aktif oleh manajer investasi sehingga tergolong active fund. Dimana, manajer investasi aktif menganalisis kinerja dan memproyeksikan harga saham atau obligasi.
Reksa dana saham dapat memiliki kinerja lebih baik dari pasar, atau sebaliknya. Karena semua tergantung pada manajer investasi yang memilih saham mana yang dijual dan dibeli.
Sedangkan reksa dana indeks tidak bergantung pada kinerja manajer investasi. Pada pengelolaannya hanya meniru portofolio dari indeks saham atau obligasi yang dipilih, sehingga disebut passive fund.
Manajer investasi tidak perlu repot untuk melakukan analisis kinerja dan memilih saham atau obligasi. Karena semua sudah ada di portofolio indeks yang dipilih. Oleh karena itu, reksa dana indeks sangat bergantung pada kondisi pasar.
Bila Anda memutuskan akan memilih reksa dana indeks sebagai investasi, terlebih dulu Anda perlu mengetahui jenis reksa dana terbaik di Indonesia agar Anda tidak salah pilih.
Menurut data produk reksa dana publik yang diterbitkan di Indonesia, hingga tahun 2022 jumlah reksa dana indeks yang diperdagangkan di dalam negeri terdapat 48 jenis.
Dari total 48 reksa dana indeks, terdapat 5 reksa dana indeks yang terbaik dan banyak dipilih untuk di investasikan. Hingga bulan April 2022, 5 reksa dana indeks terbaik saat ini, diantaranya:
Reksa dana indeks ini memegang posisi teratas dengan jumlah dana kelolaan terbesar di bulan Maret 2022. Sepanjang tahun berjalan/YTD produk yang dikelola BNI AM Indeks IDX 30 ini tumbuh sebesar 28% dan tumbuh sebesar 14% untuk bulanan/MoM. Hingga bulan Maret 2022, dana yang dikelola sebesar Rp1,33 triliun.
Hingga bulan April 2022, Avrist Indeks LQ45 dari Avrit Asset Management konsisten berada di posisi ke-2. Dana yang dikelola oleh LQ45 per bulan Maret 2022 sebesar Rp901,78 milliar, tumbuh 14% sepanjang tahun/YTD dan tumbuh sebesar 16% secara bulanan/MoM.
Di posisi ke-3 dan terus bertahan dipegang oleh FWD Asset IDX30 Index equity fund. Dana yang dikelola tercatat sebesar Rp862,48 miliar, mengalami pertumbuhan 54% secara tahunan/YTD dan tumbuh 7% secara bulanan/MoM.
Pada bulan April 2022, Syailendra MSCI Indonesia Value Fund Kelas A berhasil naik dua peringkat menjadi posisi ke-4 yang sebelumnya berada di posisi ke-6.
Dana yang dikelola oleh Syailendra MSCI Indonesia Value Fund Kelas A sebesar Rp811,39 miliar. Dana kelolaan reksa dana indeks ini tumbuh 19% secara bulanan/MoM.
Principal Index IDX30 II dari Principal Asset Management bertahan di posisi ke-5 dengan kelolaan terbesar hingga Rp735,43 milliar. Dana kelolaan Principal Asset Management ini tumbuh 12% secara tahunan/YTD dan naik 5% secara bulanan/ MoM.
(Sumber: Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market-Monthly Report April 2022)
Mungkin banyak dari Anda yang masih bingung cara membeli reksa dana indeks. Sama seperti reksa dana lainnya, Anda dapat membeli reksa dana indeks dengan cara berikut ini.
Perusahaan sekuritas merupakan anak perusahaan dari bank besar yang ada di Indonesia.
Perusahaan yang berupa bank sekuritas ini menjual saham dan obligasi. Selain itu bank sekuritas juga menyediakan berbagai produk reksa dana termasuk reksa dana indeks.
Bank merupakan salah satu penjual reksa dana resmi (APERD). Di bank Anda dapat membeli berbagai produk reksadana termasuk reksa dana indeks yang sesuai dengan tujuan investasi Anda.
Saat ini terdapat cara yang lebih mudah membeli produk reksa dana secara online. Sekarang banyak bermunculan perusahaan teknologi keuangan berbasis aplikasi mobile yang dianggap sebagai APERD online.
APERD online ini memudahkan Anda investasi di setiap waktunya. Anda dapat memilih salah satu aplikasi keuangan terpercaya yang sesuai dengan tujuan investasi Anda.
Sama seperti jenis reksa dana lainnya, reksa dana indeks juga memiliki kelebihan dan kekurangannya.
Kelebihan reksa dana indeks:
Pada pengelolaannya, manajer investasi hanya perlu menyalin portofolio dari indeks yang menjadi acuannya. Manajer investasi tidak perlu mengubah komposisi saham sesuai strategi pengelolaan seperti yang dilakukan pada reksa dana konvensional.
Tidak adanya banyak pengelolaan dan tidak banyak perubahan pada komposisi saham membuat biaya pengelolaan reksa dana indeks jauh lebih murah dibanding reksa dana konvensional. Investor pun mendapatkan hasil yang lebih maksimal.
Berbeda dengan reksa dana konvensional yang bergantung pada kinerja manajer investasi, reksa dana indeks sangat mengikuti pasar.
Pada reksa dana konvensional, jika manajer investasi mengelola saham tidak dapat mengelola saham dengan benar, maka akan mendapat return yang buruk.
Sedangkan reksa dana indeks seluruhnya ditentukan oleh pasar. Jika pasar sedang naik, maka return yang didapat juga akan baik, begitu pula yang terjadi sebaliknya.
Reksa dana indeks banyak dilirik para investor karena memiliki portofolio yang transparan. Dengan portofolio yang transparan memudahkan para investor untuk mengetahui isi portofolio sehingga tercipta rasa aman dan tidak terlalu khawatir mengenai saham yang tidak terlalu likuid.
Kekurangan reksa dana indeks:
Dikarenakan reksa dana indeks sangat berpengaruh terhadap pasar, maka ketika tren pasar naik akan mendapatkan return yang baik, ketika tren pasar turun nilai investasi pun ikut turun.
Ini terjadi karena manajer investasi tidak mengelola secara aktif untuk reksa dana indeks yang hanya beracuan pada indeks.
Ketika Anda memilih untuk membeli reksadana indeks LQ45 berarti dana Anda otomatis langsung tersebar ke dalam 45 saham yang ada pada indeks. Anda tidak bisa melakukan investasi di luar 45 saham yang terdapat di LQ45 tersebut.
Adanya keuntungan terbatas ini juga terkait karena reksa dana indeks yang kurang fleksibel.
Seperti sebelumnya, jika Anda memutuskan untuk membeli reksa dana indeks LQ45. ketika terdapat saham yang trennya sedang bagus namun tidak masuk pada 45 saham dalam LQ45, maka kamu tidak bisa memanfaatkan peluang tersebut.
Ini dikarenakan saham kamu hanya saham-saham yang terdapat di indeks LQ45 yang telah dipilih.
Kamu telah mempelajari seputar reksa dana indeks. Gimana, tertarik untuk berinvestasi menggunakan reksa dana indeks?
Sebenarnya masih banyak instrumen investasi lain yang dapat Anda coba sebagai pemula.
Salah satu metode investasi yang juga sedang banyak dilirik para investor adalah investasi dengan metode equity crowdfunding.
Equity crowdfunding sendiri merupakan skema pendanaan untuk bisnis kecil dengan cara patungan masyarakat luas untuk mendanai UMKM. Disini Anda bisa menjadi salah satu pemilik bisnis yang telah didanai.
Anda juga akan mendapatkan keuntungan dari equity crowdfunding, yaitu Anda akan menerima return dividen dari project bisnis yang telah Anda danai.
LandX merupakan salah satu platform equity crowdfunding yang dapat membantu Anda mendanai bisnis yang memiliki prospek bagus dengan modal kecil dan untung besar.
LandX, platform equity crowdfunding terpercaya, transparan, dan telah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kamu bisa mendapatkan keuntungan besar dan modal kecil.
