27 May 2022
|
6 Min Read
|
Saham multibagger adalah saham yang memiliki kemampuan memberikan pengembalian lebih dari 100%. Cara menemukan saham multibagger adalah dengan melihat..
Berinvestasi pada saham memang memiliki risiko yang tinggi. Mungkin terdapat momen portofolio Anda menunjukkan warna merah yang buat resah. Namun, bisa saja pada suatu fenomena saham yang sedang turun, dapat muncul saham-saham yang dapat memberikan pengembalian berkali-kali lipat di masa depan.
Saham yang memiliki potensi pengembalian berkali-kali tersebut dikenal sebagai saham multibagger. Apa itu saham multibagger? Bagaimana mengenali dan mendeteksi sebuah saham multibagger.
Dalam artikel ini, LandX akan bahas lebih lanjut mengenai saham multibagger yang dapat memberikan potensi keuntungan.
Investasi saham adalah hal yang dinamis, akan banyak momentum di mana saham agar bergerak naik dan turun. Apalagi ketika terjadi sebuah kondisi yang mempengaruhi secara nasional hingga global.
Di saat suatu kondisi tak terduga terjadi, banyak saham perusahaan mengalami kerontokan. Namun, terdapat perusahaan yang tumbuh lebih cepat dari rata-rata pasar. Ketika sebuah perusahaan tumbuh lebih cepat dari rata-rata pasar, itu menjadi multibagger.
Saham multibagger adalah saham yang memiliki kemampuan memberikan pengembalian lebih dari 100%. Saham ini berbeda, saham-saham multibagger memiliki nilai yang berpotensi memberikan keuntungan besar dari tahun ke tahun.
Bagger saham adalah saham yang memberikan return hingga 10x sehingga saham bagger merupakan saham dari perusahaan-perusahaan yang memiliki pertumbuhan secara pesat. Oleh sebab itu, saham bagger/ multibagger menjadi salah satu saham yang banyak dicari oleh investor dan trader.
Untuk menemukan jenis saham multibagger ternyata memiliki range-time atau jangka waktu yang panjang sehingga dapat memberi keuntungan. Seperti cara tokoh-tokoh investasi inspiratif yang menyikapi pergerakan saham dengan strategi yang smart.
Mari kenalan dulu dengan tokoh investor saham berikut yang ini:
Peter lynch adalah seorang manajer investasi di perusahaan wilayah Boston yang dapat mengenal saham-saham yang dapat memberikan keuntungan berkali-kali lipat. Sehingga dana nasabah yang ia kelola dapat mengucur keuntungan tertinggi pada saat itu.
Melalui buku yang ia rilis tahun 1988 berjudul One Up on Wall Street, Peter mengenalkan strategi saham multibagger. Multibagger berasal dari istilah dalam permainan baseball.
Merupakan sosok pengusaha dan investor terkenal di dunia, Warren Buffet memiliki strategi yang mungkin bagi sebagian orang terasa unik. Diketahui saat ini Amerika sedang mengalami inflasi yang tinggi, sehingga instrumen investasi yang memiliki risiko tinggi terkena dampaknya.
Apa yang dilakukan Warren Buffet dikala portofolionya menunjukkan angka merah? Warren melakukan pembelian saham yang lebih banyak. Seperti ucapan yang pernah ia sampaikan, yaitu “Be fearful when others are greedy. Be greedy when others are fearful.”
Melihat historis pergerakan saham big caps Amerika, sangat jarang terjadi penurunan. Sehingga apabila terjadi penurunan, Warren menyikapinya dengan melakukan penambahan kepemilikan jumlah saham.
Karena setelah suatu indeks saham turun, di masa depannya perusahaan tersebut diyakini akan meningkat. Tapi ingat, perusahaan tersebut harus menunjukkan potensi yang kuat. Seperti portofolio Warren Buffet yaitu Chevron, Occidental Petroleum, Hewlett Packard serta fintech Nuback.
Warren Buffetnya Indonesia, Lo Kheng Hong merupakan investor Indonesia yang inspiratif. Lo Kheng Hong senang membeli saham yang sektornya belum terlalu terkenal, undervalue dan harganya masih tergolong murah.
Lo Kheng Hong kala itu mulai mengoleksi saham Petrosea yang bergerak dibidang konstruksi dan pertambangan. Selain itu ia juga memiliki saham berkode MBAI yang bergerak pada usaha pembibitan ayam dan kini telah menjadi perusahaan multinasional.
Melihat tindakan investasi ketiga tokoh investor ini, bagaimana cara mereka mendeteksi sebuah saham memiliki potensi return berkali-kali lipat? Tentunya mereka jauh dari tindakan investor yang ikut-ikutan dan menganalisis sebuah emiten dan perusahaan sebelum mengambil keputusan.
Berikut kriteria saham multibagger, dilansir CNBC Indonesia:
Kenali industrinya, cek perusahaannya apakah ditopang oleh manajemen yang kuat, laporan keuangan, dan teknik produksi yang baik. Ketika perusahaan memiliki hal-hal tersebut, akan tampak bahwa sebuah perusahaan memiliki potensi berkembang di masa depan.
Karena itu lah, investasi saham lebih cocok dijadikan investasi jangka panjang 5 hingga 10 tahun ke depan.
Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio untuk melihat seberapa besar utang dibandingkan dengan total ekuitas perusahaan. Lihat kemampuan perusahaan dalam membayar utangnnya, seberapa besar beban utang yang dimiliki.
DER yang tinggi memiliki pengaruh pada kinerja perusahaan. DER yang tinggi berarti perusahaan memiliki tingkat utang yang tinggi sehingga berpengaruh pada tingkat keuntungan yang rendah.
Fundamental perusahaan dapat tercermin dari laporan keuangan perusahaan. Bacalah laporan keuangan emiten yang akan Anda investasikan. Bandingkan dengan laporan keuangan per kuartal atau laporan keuangan per tahun mereka.
Apakah perusahaan menunjukkan pertumbuhan atau growth setiap tahunnya atau ada momen-momen tertentu yang buat perusahaan memiliki growth tajam. Lihat juga apakah pendapatan utamanya selalu meningkat.
Membeli saham setelah menganalisis dan menilai bahwa perusahaan memiliki potensi baik di masa depan, berarti melakukan investasi jangka menengah hingga panjang. Karena untuk melewati berbagai momen untuk mencapai posisi yang diharapkan tentu tidak bisa secara instan.
Seperti kisah Lo Kheng Hong yang membeli saham emiten MBAI, perusahaan pembibitan ayam di kala kasus wabah flu burung. Di saat para investor takut untuk melirik bahkan membeli, Lo Kheng Hong malah mengoleksinya.
Pada kala itu, tahun 2005 saham MBAI memiliki nilai Rp 250/unit. Beberapa tahun pun berlalu dan industri unggas telah pulih sehingga 6 tahun kemudian Lo Kheng Hong menjualnya di harga Rp 31.500/unit. Keuntungan capital gain yang didapat dari saham MBAI ini mencapai 12.600% dan berhasil mengantongi cuan hingga Rp 193 miliar.
Jangan terjebak saham gorengan, saham multibagger memang memiliki nilai undervalue alias murah. Arti saham gorengan yaitu saham yang memiliki fluktuasi atau pergerakan harga saham yang tinggi namun tidak diiringi fundamental yang baik, sehingga berisiko.
Sedangkan kriteria saham multibagger adalah memiliki fundamental yang baik yang ditunjukkan oleh laporan keuangan. Pergerakan harga saham multibagger juga memakan waktu hingga lebih dari satu tahun. Tidak seperti saham gorengan yang naik kencang dalam waktu singkat dan dapat terhempas jatuh dengan parah karena tidak diiringi fundamental yang kuat.
Mencari saham multibagger lebih mudah diucapkan dibanding prakteknya. Karena untuk menjadi saham multibagger umumnya melalui perjalanan waktu yang panjang. Perusahaan harus melalui berbagai kondisi dan mengelola kondisi tersebut menjadi potensi menguntungkan.
Karena investasi saham cenderung memberikan keuntungan yang relatif tinggi di jangka waktu panjang, investasi saham lebih baik dijadikan instrumen investasi jangka panjang.
Namun, apakah Anda tahu bahwa ada sistem investasi equity crowdfunding yang memiliki sistem yang serupa dengan investasi saham. Namun, dapat memberikan Anda kesempatan untuk berinvestasi ke dalam bisnis privat. Kalau belum…