29 June 2022
|
9 Min Read
|
Apa itu pailit? Pailit adalah keadaan perusahaan (debitur) yang tidak mampu membayar kembali utang kepada kreditor, lalu dinyatakan pailit oleh pengadilan niaga.
Bangkrut dan pailit merupakan keadaan yang jadi mimpi buruk bagi semua perusahaan.
Banyak perusahaan sangat menghindari agar mereka tidak mengalami dua keadaan tersebut. Karena jika perusahaan mengalami bangkrut atau pailit, sudah pasti perusahaan tersebut tidak dapat tertolong lagi alias jatuh.
Di artikel kali ini akan membahas seputar pailit, perbedaannya dengan bangkrut, serta cara agar mencegah dan menghindari suatu perusahaan terkena pailit dan bangkrut.
Oleh karena itu, mari kita bahas artikel ini!
Berdasarkan UU Nomor 37 Tahun 2004 tentang kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), kepailitan adalah ketika debitur (pemilik utang) mempunyai dua atau lebih kreditur (pemberi utang) tidak membayar utang yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih (arti pailit).
Singkatnya, pailit adalah keadaan suatu perusahaan (debitur) yang sudah tidak mampu membayar kembali utang kepada kreditor, lalu dinyatakan pailit oleh pengadilan niaga.
Terjadinya perusahaan pailit apabila perusahaan (debitur) memiliki dua atau lebih kreditur dan tidak mampu membayar sekiranya satu utang dengan lunas yang sudah jatuh tempo dan dapat ditagih, lalu kemudian dinyatakan pailit oleh pengadilan.
Proses pailit terjadi apabila debitur atau kreditur mengajukan permohonan pailit pada pengadilan niaga. Lalu, pengadilan akan memproses permohonan tersebut. Jika melalui beberapa tahapan ternyata suatu perusahaan memang tidak dapat membayar kembali utang pada kreditur walau sudah jatuh tempo. Maka pengadilan akan menyatakan pailit bagi suatu perusahaan.
Setelah pengadilan niaga menyatakan suatu perusahaan pailit, selanjutnya pengadilan niaga akan menunjuk kurator. Kurator berfungsi membantu mengurus dan menjual aset milik perusahaan (debitur) untuk membayar kembali utang pada kreditur.
Mungkin masih banyak yang beranggapan bahwa arti pailit dan arti bangkrut itu sama. Tidak, keduanya memiliki arti dan makna berbeda. Tetapi kedua istilah ini sama-sama keadaan yang sangat dihindari oleh semua perusahaan.
Siapa sih perusahaan yang mau mengalami pailit atau bangkrut?
Pailit adalah kondisi suatu perusahaan sebagai debitur yang sudah tidak mampu lagi membayar kembali utangnya kepada kreditur, lalu dinyatakan pailit oleh pengadilan niaga. Pailit sendiri dapat terjadi walaupun keadaan keuangan suatu perusahaan baik-baik saja atau dalam keadaan sehat.
Sedangkan bangkrut adalah keadaan dimana perusahaan telah mengalami kerugian yang sangat besar yang membuat kondisi keuangan tidak sehat. Sehingga mereka sudah tidak dapat membiayai segala kegiatan operasi perusahaan dan menyebabkan perusahaan bangkrut atau gulung tikar.
Sebenarnya dua keadaan ini sama-sama membuat perusahaan gulung tikar atau bangkrut.
Pada perusahaan pailit, maka semua aset perusahaan mereka akan dijual untuk membayar kembali utang kepada kreditur. Jika ternyata aset mereka masih belum dapat menutup utang pada kreditur, maka perusahaan sudah tidak dapat lagi beroperasi. Akhirnya perusahaan akan bangkrut juga atau gulung tikar.
Tentunya siapa sih yang mau perusahaannya bangkrut? Tidak ada kan! Karena itu mari kita cari tahu penyebabnya.
Banyak sekali penyebab yang dapat mengakibatkan suatu perusahaan bangkrut. Berikut ini beberapa faktor penyebab kebangkrutan perusahaan yang dapat Anda semua hindari saat menjalankan perusahaan.
Suatu perusahaan berutang untuk meningkatkan perusahaannya merupakan hal yang lumrah terjadi. Namun jika suatu perusahaan tidak memperhatikan kemampuan untuk membayar utangnya, maka akan membawa petaka.
Jika sudah jatuh tempo perusahaan tidak mampu membayar utang pada kreditor, maka perusahaan dapat dinyatakan pailit oleh pengadilan niaga. Status kepailitan akhirnya akan berujung pada kebangkrutan pada perusahaan.
Saat menjalankan suatu perusahaan pasti akan menemukan banyak kompetitor, baik kompetitor langsung maupun kompetitor tidak langsung. Makanya bagi perusahaan penting untuk melakukan analisis kompetitor.
Jika suatu perusahaan tidak menganalisis kompetitor, maka perusahaan tersebut akan kalah sehingga banyak konsumen yang pindah ke kompetitor. Karena tidak ada konsumen tidak ada keuntungan, tidak ada keuntungan maka perusahaan akan bangkrut.
Setiap perusahaan penting melakukan analisis kompetitor agar perusahaan dapat menentukan strategi yang lebih baik dari kompetitor.
Baca Juga: Cara Analisis Kompetitor
Setiap menjalankan perusahaan, Anda harus peka terhadap segala perkembangan yang terjadi. Oleh karena itu perusahaan penting untuk selalu mengeluarkan inovasi baru yang sesuai dengan tren di masyarakat.
Apabila perusahaan tidak melakukan inovasi yang mengikuti tren pasar dan dibutuhkan oleh konsumen, niscaya perusahaan akan mengalami kebangkrutan.
Karena konsumen tidak memiliki alasan untuk menggunakan produk atau jasa yang dikeluarkan oleh perusahaan Anda.
Komunikasi merupakan hal yang penting dan harus terjalin antara perusahaan dan konsumen.
Perusahaan dapat mengetahui kebutuhan yang diperlukan oleh konsumen dengan menjalin hubungan dan komunikasi yang baik. Ketika perusahaan sudah dekat dengan konsumennya, maka konsumen akan nyaman dan terciptanya konsumen yang loyal bagi perusahaan.
Selalu engage dan dekat sama konsumen juga akan membawa keuntungan bagi perusahaan. Karena perusahaan dapat mengetahui trend yang sedang terjadi, juga langkah yang akan dilakukan kompetitor perusahaan. Sehingga perusahaan terhindar dari kebangkrutan.
Dalam menjalankan suatu perusahaan pasti memerlukan banyak orang untuk membantu kemajuan bisnis. Bukan berarti Anda akan mempercayakan semua orang yang membantu di perusahaan Anda.
Tetapi Anda harus mengetahui siapa saja orang-orang yang akan membantu di perusahaan Anda. Pilihlah dengan hati-hati siapa orang yang Anda benar-benar tahu dan percayai untuk diberikan kewenangan dalam perusahaan.
Karena jika suatu perusahaan menaruh kepercayaan pada orang yang salah dan memberikan dampak buruk serta kerugian. Maka perusahaan bisa mengalami kebangkrutan.
Memang benar suatu perusahaan harus selalu melakukan inovasi dengan mengikuti tren di masyarakat.
Namun ada kalanya segala perubahan di masyarakat dapat diatasi dengan cara berinovasi.
Maka dari itu setiap perusahaan harus melihat berbagai peluang baru ada baik itu peluang kecil untuk diambil, sehingga menghindari kebangkrutan akibat perubahan pola konsumen selama ini.
Bagi perusahaan yang produksinya bergantung pada supplier penyedia bahan baku. Ketika supplier sudah tidak mampu lagi memenuhi bahan baku untuk produksi perusahaan, maka produksi akan terhenti.
Bila peristiwa ini berlanjut secara berkepanjangan, maka perusahaan dapat mati alias bangkrut.
Terjadi krisis, bencana alam, dan kecelakaan menjadi penyebab paling sering pemicu kelangkaan bahan baku.
Ekonomi global yang tidak stabil dapat memicu kebangkrutan suatu perusahaan.
Ketika perekonomian dunia menurun, pertumbuhan ekonomi dalam negeri pun ikut menurun. Sehingga permintaan dari masyarakat juga akan menurun.
Hal ini membuat penurunan bagi suatu perusahaan, karena banyak orang yang memilih untuk menabung uangnya daripada membelanjakannya. Dengan adanya penurunan ini lambat laun akan membuat perusahaan mati.
Kita flashback kembali, pailit adalah keadaan perusahaan (debitur) yang sudah tidak dapat membayar kembali utang pada kreditur, lalu dinyatakan pailit oleh pengadilan niaga.
Nah, lalu adakah cara mengantisipasi pailit? Sebenarnya, ada!
Jika perusahaan (debitur) yang sudah tidak bisa membayar kembali utang pada kreditur, untuk menghindari pailit, mereka dapat mengajukan permohonan PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang) ke pengadilan niaga untuk mencari jalan tengah dalam menyelesaikan kewajiban debitur.
Adanya permohonan PKPU yang diajukan ini untuk memberi kesempatan pada debitur untuk mengatur kembali kewajiban pembayaran yang telah jatuh tempo, berdasarkan kesepakatan antara debitur dan kreditur.
Jika permohonan PKPU dikabulkan, pengadilan akan memberikan waktu 45 hari sebagai kesempatan debitur untuk mengajukan perencanaan damai.
Dalam waktu 45 hari, jika belum ada kreditur yang memberikan suara terkait rencana damai dari debitur, maka pengadilan kembali memperpanjang waktu hingga maksimal 270 hari.
Namun, jika dalam waktu 270 hari ternyata rencana damai dari debitur ditolak oleh kreditor, maka mau tidak mau pengadilan niaga akan menjatuhkan pailit bagi perusahaan (debitur).
Tetapi, jika rencana perdamaian disetujui, akan adanya penyesuaian jumlah piutang (yang dilakukan kreditor) dengan jumlah utang yang diajukan debitur. Lalu waktu pembayaran utang pun akan ditentukan ulang. Sehingga perusahaan pailit akan terhindari.
Jika sebelumnya membahas cara mengantisipasi perusahaan pailit. Selanjutnya akan membahas cara menghindari perusahaan bangkrut.
Cara pertama yang dapat dilakukan adalah melakukan evaluasi terhadap perusahaan.
Jika dirasa perusahaan sudah tidak ada kemajuan, justru semakin mengalami kemunduran, segera lakukan evaluasi untuk menghindari bangkrut.
Segera teliti apa yang menjadi penyebab kemunduran perusahaan. Dengan mencari penyebabnya, perusahaan dapat mengambil strategi selanjutnya untuk menghindari terjadinya perusahaan bangkrut.
Sebagai pemilik bisnis atau perusahaan, kita selalu harus mengeluarkan berbagai inovasi baru mengikuti perkembangan yang terjadi di masyarakat.
Setiap hari kita dapat mengecek apa yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat. Lalu kita dapat mengembangkan produk kita dengan kebutuhan masyarakat dan mengikuti tren yang sedang berkembang juga.
Dengan kita selalu melakukan inovasi sesuai kebutuhan dan tren, perusahaan akan terus maju dan berkembang. Karena akan banyak konsumen yang tertarik untuk memakai produk dari perusahaan.
Untuk menghindari kebangkrutan, hal yang dapat dilakukan juga adalah mempertimbangkan ide dari karyawan perusahaan.
Tidak ada salahnya, sebagai owner mau mendengar dan mempertimbangkan ide-ide karyawan. Bisa saja ide-ide karyawan dapat menjadi solusi dan membangkitkan perusahaan kembali.
Sebaiknya sebagai owner perusahaan sering melakukan diskusi atau brainstorming bersama karyawan untuk memunculkan ide-ide baru bagi kemajuan perusahaan.
Suatu perusahaan yang memperlakukan konsumen tidak baik, maka lambat laun akan membawa kemunduran bagi suatu perusahaan.
Konsumen merupakan faktor utama bagi jalannya suatu perusahaan. Dengan perusahaan memberikan pelayanan yang baik bagi konsumen, maka perusahaan akan berjalan lancar.
Bahkan perusahaan akan mendapatkan feedback yang nantinya dapat memunculkan ide-ide baru untuk mengembangkan perusahaan. Adanya feedback sendiri sangat penting bagi perusahaan.
Karena perusahaan dapat mengetahui apa yang sedang dibutuhkan masyarakat, dan hal tersebut dapat dikembangkan oleh perusahaan. Sehingga perusahaan akan mendapatkan banyak keuntungan.
Selanjutnya yang dapat dilakukan untuk menghindari perusahaan bangkrut adalah meningkatkan efisiensi dalam perusahaan.
Efisiensi di sini artinya bisa melakukan penghematan dalam pengeluaran rutin yang dilakukan perusahaan. Bisa seperti mengurangi biaya overhead perusahaan, agar dananya dapat dialokasikan untuk kegiatan produksi.
Dengan mengurangi biaya overhead perusahaan akan sangat membantu perusahaan dalam mendapatkan penghasilan yang lebih maksimal.
Penjelasan seputar biaya overhead telah dijelaskan pada artikel sebelumnya.
Baca juga: Biaya Overhead dan Cara Hitungnya
Salah satu contoh perusahaan yang sedang diisukan bangkrut belakangan ini adalah salah satu startup Zilingo. Nasib startup fesyen Zilingo dikatakan sudah diujung tanduk. Zilingo berpotensi akan dilikuidasi dan akan membentuk perusahaan baru bernama NewCo dari perusahaan yang ada di balik Zilingo.
Permasalahan pada Zilingo terjadi karena adanya permasalahan internal dan dipecatnya salah satu pendiri Zilingo yaitu Ankiti Bose.
Nah, kita telah membahas seputar pailit dan bangkrut pada perusahaan. Kedua istilah ini merupakan hal yang sangat dihindari bagi setiap perusahaan, walaupun setiap perusahaan memiliki kemungkinan akan mengalami peristiwa tersebut.
Pailit adalah keadaan perusahaan yang memiliki utang dan sudah tidak mampu membayar kembali utang kepada kreditur, lalu ditetapkan pailit setelah melewati berbagai persidangan.
Sedangkan bangkrut adalah peristiwa dimana perusahaan telah mengalami kerugian besar sehingga kondisi keuangan tidak sehat dan perusahaan sudah tidak dapat menjalankan kegiatan produksi lagi, yang menyebabkan perusahaan bangkrut atau gulung tikar.
Kedua peristiwa ini sama-sama pada akhirnya dapat mengakhiri suatu perusahaan. Oleh karena itu juga banyak cara untuk menghindari perusahaan pailit dan bangkrut yang sudah dijelaskan.
Jika Anda ingin menjadi pemilik suatu perusahaan atau bisnis tanpa harus takut perusahaan akan pailit atau bangkrut. Anda bisa menjadi salah satu pemilik perusahaan dengan investasi melalui metode equity crowdfunding.
Equity crowdfunding sendiri merupakan skema pendanaan untuk bisnis kecil dengan cara patungan masyarakat luas untuk mendanai UMKM. Di sini Anda bisa menjadi salah satu pemilik saham bisnis potensial menguntungkan untuk didanai.
Anda juga akan mendapatkan keuntungan dari equity crowdfunding, yaitu Anda akan menerima return dividen dari project bisnis yang telah Anda danai.
LandX merupakan salah satu platform equity crowdfunding yang dapat membantu Anda mendanai bisnis yang memiliki prospek bagus dengan modal kecil dan potensi untung besar.
LandX, platform equity crowdfunding terpercaya, transparan, dan telah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Anda bisa mendapatkan keuntungan besar dan modal kecil.