29 June 2022
|
5 Min Read
|
Unrealized loss and gain adalah term yang digunakan untuk mencatatkan prediksi nominal keuntungan atau kerugian yang diperoleh investor melalui aset investasi yang dimiliki.
Bagi sebuah perusahaan, hadirnya profit adalah penanda bahwa bisnis tersebut berkemampuan dalam menghasilkan keuntungan. Nilai profit artinya bisnis mengalami laba, sementara jika defisit atau profit loss adalah ketika bisnis mengalami kerugian. Kondisi laba-rugi ini tentu dipengaruhi oleh kondisi pasar.
Sama halnya bagi investor, laba-rugi ini dapat didefinisikan ke dalam istilah unrealized gain and loss. Unrealized loss adalah ketika nilai saham turun, tetapi tidak dijual. Sementara unrealized gain adalah ketika nilai saham naik, tetapi investor belum menjualnya.
Untuk mengetahui lebih dalam tentang ini, mari terus scroll artikel berikut!
Pengertian dari gain adalah pertumbuhan nilai pada suatu aset investasi. Sementara loss adalah kondisi ketika aset mengalami penurunan nilai. Lalu, gain dan loss ini bagi pemilik aset investasi yang mengalokasikan modalnya untuk perusahaan. Gain dan loss ini akan sangat dipengaruhi oleh profit atau defisit pada laporan keuangan perusahaan.
Namun, terdapat terminologi yang bisa memprediksi ketentuan laba atau rugi pada laporan keuangan perusahaan. Unrealized loss and gain adalah term yang digunakan untuk mencatatkan prediksi tersebut.
Dalam investasi pasar modal, term ini biasanya digunakan untuk merujuk pada peningkatan valuasi saham atau devaluasi nilai saham. Unrealized gain adalah term yang digunakan ketika investor memiliki keuntungan dari aset investasi yang dimiliki, namun belum direalisasikan.
Sementara unrealized loss adalah kondisi ketika aset investasi nilainya mengalami kerugian, namu aset tersebut belum dijual, sehingga kerugian tersebut belum terealisasikan. Jadi, unrealized loss and gain adalah keuntungan atau kerugian dari aset saham yang belum terwujud. Jika investor menjual aset tersebut, maka unrealized gain adalah keuntungan yang terealisasikan, sementara unrealized loss adalah kerugian yang diwujudkan.
Dalam praktiknya, perusahaan yang mendapatkan suntikan modal dari dana investor atau manajemen perusahaan yang berinvestasi untuk mendapatkan modal tambahan biasanya menyertakan unrealized gain and loss dalam catatan kaki laporan keuangan.
Term unrealized loss and gain adalah prediksi keuntungan atau kerugian yang bisa didapatkan oleh investor atau manajemen perusahaan yang dicatatkan dalam sebuah periode akuntansi.
Misalnya, manajemen Perusahaan A memiliki 50% kepemilikan saham perusahaan, sementara 50% lainnya adalah saham yang diterbitkan untuk publik (investor). Maka, dalam laporan keuangan perusahaan tersebut, akan dituliskan unrealized gain and loss pada laporan laba-rugi perusahaan.
Dalam laporan keuangan, ketika nominal unrealized gain muncul, maka nilai ini juga dapat dijadikan prediksi atas peningkatan nilai saham di masa depan. Sementara itu, jika muncul nominal unrealized loss, maka ini akan menjadi dasar prediksi kemungkinan adanya devaluasi saham tersebut.
Unrealized gain adalah term yang digunakan ketika investor memiliki keuntungan dari aset investasi yang dimiliki, namun belum direalisasikan. Ketika investor tidak merealisasikan unrealized gain, itu berarti investor percaya bahwa investasi tersebut memiliki peluang untuk memperoleh peningkatan nilai yang jauh lebih besar lagi di masa depan.
Jika investor memilih untuk menjual aset investasi tersebut dan merealisasikan unrealized gain, artinya investor beranggapan bahwa aset tersebut nilainya sudah mencapai nilai sesuai dengan target finansial yang ingin diraih.
Lalu, unrealized loss adalah kondisi ketika aset investasi nilainya mengalami kerugian, namun aset tersebut belum dijual, sehingga kerugian tersebut belum terealisasikan. Umumnya, kerugian direalisasikan untuk mencegah penurunan berkelanjutan dari aset tersebut. Namun, terkadang investor juga memilih untuk tidak menjual aset tersebut dengan harapan nilainya akan meningkat di masa depan.
Sebagai ilustrasi, jika Anda adalah investor yang memiliki aset saham. Ketika nilai saham naik, Anda memiliki unrealized gain. Ketika Anda memilih untuk menjual aset tersebut, maka nilai unrealized gain berubah menjadi terwujud. Sementara, jika Anda memilih untuk tidak menjual aset tersebut, maka unrealized gain tetap menjadi prediksi keuntungan yang didapatkan saja.
Jika aset Anda mengalami penurunan nilai dan Anda memutuskan untuk tidak melakukan penjualan, maka penurunan nilai aset yang dimiliki hanyalah sebagai unrealized loss. Keputusan sebagai investor untuk melakukan penjualan aset yang tidak menguntungkan yang dapat mengubah unrealized loss menjadi kerugian yang direalisasikan.
Dengan ini, Anda bisa mencegah penurunan berkelanjutan dari saham pada portofolio sebagai pemegang aset. Pilihan seperti ini biasanya dilakukan jika tidak ada kemungkinan saham akan pulih atau bertambah nilainya jika ditinjau dari laporan keuangan perusahaan.
Sama halnya jika harga aset mengalami kenaikan dan sehingga menyebabkan aset yang Anda miliki mengalami kenaikan, namun Anda belum melakukan penjualan untuk mengambil keuntungan. Maka, keuntungan tersebut hanya akan menjadi unrealized gain.
Contoh kasus lain dalam unrealized gain adalah, ketika seorang investor melakukan pembelian 10 lot saham dengan harga Rp1 juta kemudian, harga saham tersebut mengalami penurunan menjadi Rp500 ribu. Maka, investor kerugian yang belum direalisasikan atau unrealized loss adalah sebesar Rp5.000.000. Investor tersebut akan benar-benar mengalami kondisi rugi jika lot saham tersebut dijual ketika mengalami devaluasi.
Lalu, jika saham tersebut tidak dijual dan di kemudian hari mengalami kenaikan hingga Rp1,5 juta, maka keuntungan yang belum terealisasikan atau unrealized gain adalah sebesar Rp5.000.000. Sama halnya dengan kerugian, keuntungan dapat diakui sebagai keuntungan investasi jika sudah direalisasikan dengan melakukan penjualan saham. Itulah yang dimaksud dengan unrealized gain and loss.
Pada dasarnya, unrealized loss atau unrealized gain adalah kondisi yang sangat bergantung pada fluktuasi pasar, khususnya aset di pasar modal seperti saham. Karena itu, keputusan untuk merealisasikan keuntungan atau kerugian dari aset investasi tersebut sepenuhnya bergantung pada strategi investor dalam mengambil keputusan untuk menjual atau mempertahankan aset tersebut.