14 June 2022
|
4 Min Read
|
Fintech P2P lending adalah salah satu industri di bidang keuangan yang semakin berkembang. Dengan skema P2P lending atau Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI), masyarakat luas memiliki akses untuk menjadi lender atau pun borrower dengan mudah.
eantara peminjam dan penyedia pinjaman. Berbeda dengan bank yang mengikat nasabah saat memberi pelayanannya, P2P lending Indonesia adalah lembaga yang tidak mengharuskan hal itu. Untuk cari tahu lebih banyak, simak apa itu P2P lending dan cara kerja investasi P2P lending terbaik lewat artikel ini!
Dilansir dari OJK, definisi peer to peer lending atau P2P lending adalah Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI). Hingga saat ini, fintech P2P lending menjadi salah satu industri di bidang keuangan yang semakin berkembang, baik P2P lending konvensional atau berbentuk P2P lending syariah.
Selain karena return modal dari P2P lending OJK cenderung lebih besar daripada perbankan konvensional, investasi P2P lending semakin diminati karena mudahnya persyaratan yaitu smartphone dan identitas diri saja. Ditambah lagi, investasi P2P lending adalah skema yang terintegrasi dengan berbagai aplikasi marketplace.
Tak hanya kemudahan akses untuk para investor mendapatkan return atau pebisnis UMKM mendapatkan modal bisnis, bahkan terdapat fintech P2P lending yang memberikan akses pinjaman bagi mereka yang membutuhkan dana pendidikan dan perawatan kesehatan.
Sampai dengan April 2022, terdapat 102 perusahaan fintech P2P lending yang mengantongi izin OJK. Itulah mengapa pertumbuhan fintech P2P lending adalah salah satu industri di bidang keuangan yang berkembang pesat dengan cepat.
Seperti disebutkan sebelumnya, P2P lending adalah suatu sistem (platform) yang mempertemukan pemberi pinjaman (lender) dengan peminjam (borrower) secara online. Dalam P2P, peminjam akan dikenakan bunga setiap bulannya.
Singkatnya, peminjam harus membayar pokok pinjaman, beserta bunga sesuai dengan tenor yang ditentukan. Dari bunga atau tenor itu, investor atau lender akan memperoleh imbal hasil atau return setiap bulan atau setiap tahun, tergantung kesepakatan. Merujuk dari OJK, berikut adalah cara kerja P2P Lending:
Terdapat beberapa kelebihan bagi investor melalui skema investasi ini. Beberapa kelebihan dari P2P lending adalah berikut.
Manfaat P2P lending adalah semakin mudahnya sistem kredit untuk masyarakat luas. Jika mengajukan pinjaman ke bank konvensional, proses birokrasinya umumnya lebih rumit, apalagi kalau yang mengajukan pinjaman bukanlah nasabah bank tersebut.
Namun, dengan adanya peer to peer lending, sistem kredit jadi lebih sederhana, prosesnya cepat, dan lebih accessible untuk masyarakat luas, termasuk pemilik bisnis usaha kecil dan menengah.
Inklusivitas yang dimaksud dalam bidang keuangan adalah kondisi ketika setiap anggota masyarakat mempunyai akses terhadap berbagai layanan keuangan formal yang berkualitas, aman, dan dengan biaya terjangkau. Aksesibilitas ini juga harus menawarkan opsi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Semakin aktif masyarakat dalam menggunakan layanan keuangan, maka inklusi keuangan pun akan makin meningkat. Keberadaan fintech P2P lending adalah salah satu penggerak inklusi keuangan, karena aplikasinya bisa di-install masyarakat di mana pun dan kapan pun asal memiliki handphone dan koneksi internet.
P2P lending adalah aplikasi kredit dengan sistem yang terintegrasi dengan multi-platform. Karena itu, jika menggunakan aplikasi peer to peer lending, pasti tersedia akses untuk terhubung dengan berbagai marketplace dan media sosial secara langsung.
Pengawas dan pelindung dari seluruh kegiatan P2P lending adalah OJK. Meski begitu, jika Anda ingin berinvestasi dengan P2P lending, tentu pengecekan profil risiko, persentase return, dan pemilihan platform aplikasi P2P lending tetap wajib untuk dilakukan.
Sama halnya dengan P2P lending yang memiliki tujuan untuk merealisasikan inklusivitas finansial masyarakat di Indonesia, skema equity crowdfunding juga memiliki tujuan yang sama. Skema equity crowdfunding menawarkan aksesibilitas untuk masyarakat luas berinvestasi dengan modal yang minim dan juga turut membantu bisnis UMKM untuk mengembangkan perusahaannya.
Platform aplikasi equity crowdfunding menawarkan skema investasi penerbitan efek berupa saham yang ditawarkan kepada investor guna pendanaan pengembangan bisnis UMKM. Dengan ini, pihak investor dengan modal minim dapat punya akses untuk mengalokasikan dananya ke bisnis yang menjanjikan. Sementara itu, pihak pemilik bisnis UMKM dapat mengembangkan dan melakukan ekspansi bisnisnya. Dengan adanya hubungan ini, maka secara berangsur dapat membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Jika kamu tertarik untuk berinvestasi dengan skema ini, pastikan untuk memilih platform equity crowdfunding terpercaya, berpengalaman, dan telah mengantongi izin dari OJK seperti LandX ya!