12 August 2022
|
5 Min Read
|
Perlunya mengetahui AUM dalam reksadana adalah untuk mengetahui kinerja seorang manajer investasi dalam mengelola dana yang membantu investor dalam mengambil keputusan investasi. Cari tahu tentang manfaat AUM dalam artikel ini.
Reksadana merupakan pilihan investasi yang sekarang banyak digunakan oleh masyarakat pemodal, apalagi pemodal kecil. Secara umum, reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal dan selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.
Sebelum melakukan investasi dengan reksadana, perlu juga memperhatikan kriteria dalam pemilihan manajer investasi yang dilihat dari asset under management atau AUM. AUM adalah jumlah nilai total investasi kumulatif reksadana tertentu. Biasanya, nilai tersebut digabung dengan nilai aset dan modal.
Selain itu juga, AUM merupakan istilah yang lumrah dalam reksadana, yuk kita simak sama-sama dalam artikel ini supaya bisa menilai kinerja di suatu instrumen investasi reksa dana ini!
Asset under management atau AUM adalah mengacu nilai pasar dan total aset yang dikelola oleh manajer investasi atau lembaga keuangan, baik kepada klien secara individu atau banyak. Konsep AUM dalam reksadana adalah hampir sama dengan total nilai pasar ketika melakukan perdagangan langsung di pasar saham. AUM menggambarkan potensi pengembalian yang dihasilkan oleh penanam modal atau investor.
Melansir dari investopedia, beberapa lembaga keuangan juga memasukan deposito bank, reksa dana, dan uang tunai yang dikalkulasikan sebagai perhitungan AUM.
Secara keseluruhan, Asset Under Management hanyalah aspek yang digunakan ketika mengevaluasi suatu perusahaan atau investasi. Biasanya juga dipertimbangkan dalam hubungannya dengan kinerja manajemen dan pengalaman manajer. Namun, secara umum, investor dapat mempertimbangkan arus masuk investasi lebih tinggi dan perbandingan AUM yang lebih tinggi sebagai indikator positif kualitas dan pengalaman manajemen.
Istilah lain dalam reksadana selain AUM adalah NAV atau Net Asset Value. NAV sama dengan NAB atau Nilai Aktiva Bersih sebagai suatu produk reksadana. Sedangkan AUM reksadana adalah asset under management merujuk pada total dana yang dikelola oleh manajer investasi. Total AUM adalah semua uang kelolaan dari produk reksadana.
NAB adalah merujuk pada harga atau nilai suatu produk reksadana dalam satuan unit. Misalkan tertera nilai NAV suatu produk reksadana senilai Rp1.200 per unit maka untuk membeli 1 lotnya yaitu 100 unit dikenakan harga Rp120.000.
Sedangkan AUM adalah total semua dana suatu produk reksadana yang dikelola seorang manajer investasi. AUM dalam reksadana memiliki peran penting bagi investor untuk mengevaluasi kinerja seorang manajer investasi (MI). Jika AUM memiliki nilai yang tinggi maka semakin tinggi kepercayaan investor terhadap MI dan produk reksa dana tersebut. Karena AUM yang tinggi mengartikan transaksi dana yang terjadi juga tinggi sehingga likuiditasnya besar.
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, AUM dalam reksadana adalah indikator yang penting ketika melakukan investasi reksadana karena hal ini terkait kinerja AUM manajer investasi. Selain itu nilai AUM dapat menunjukan seberapa banyak orang telah berinvestasi pada instrumen reksadana dan tidak ada batas maksimumnya, lantas berapa minimal AUM reksadana?
OJK dalam peraturan Nomor 23/POJK.04/2016 tentang reksadana berbentuk kontrak investasi kolektif, menetapkan batasan minimal dana kelolaan sebesar Rp10 miliar. Dana kelolaan atau AUM tidak memiliki batas maksimal, karena pada dasarnya semakin tinggi jumlah dana kelolaan, semakin banyak investor yang tertarik dan minat untuk berinvestasi.
Jadi, minimal AUM reksadana adalah Rp10 miliar dan pengelolaan aset dapat dikelola berbeda-beda pada setiap perusahaan. Untuk menghitung aset yang dikelola tergantung pada kinerja aset, reinvestasi dividen, dan apresiasi modal yang dapat meningkatkan AUM. Begitu juga aliran uang investor yang keluar dan masuk pada dana tertentu sehingga AUM bersifat fluktuatif.
AUM dalam reksadana memiliki peran penting untuk manajemen perusahaan yang akan memantau AUM sebagai strategi investasi dan arus produk investor dalam menentukan kekuatan perusahaan. Manfaat ini tentunya berguna untuk perusahaan dan investor sebagai indikator yang berperan penting dalam kegiatan investasi.
Perhitungan AUM untuk perusahaan memberikan manfaat karena dengan perhitungan tersebut, pertama diketahuinya besar pengelolaan nilai total AUM bisa dijadikan indikator kinerja sebuah perusahaan dikarenakan hal ini berkaitan dengan arus produk investor dan strategi investasi.
Kedua, AUM bisa menjadi pertimbangan penting dalam perhitungan biaya. Produk investasi banyak membebankan biaya manajemen yang merupakan persentase tetap dari aset yang dikelola. Terakhir, perhitungan AUM juga bisa menjadi tolak ukur keberhasilan bisnis, dan alat pembanding dengan perusahaan kompetitor.
Sedangkan untuk Investor manfaat AUM dalam reksadana adalah sebagai indikator yang dapat membantu seorang investor untuk memilih instrumen dengan prospek yang cukup menguntungkan. Selain itu, AUM juga bisa menjadi tolak ukur bagaimana perusahaan mengelola aset yang dipercayakan, dengan begitu investor dapat menentukan apakah investasinya menguntungkan atau merugikan.
Investor perlu mengetahui bahwa semakin besar dana kelolaan maka akan menyulitkan reksadana untuk bermanuver. Manuver dalam reksadana adalah cara manajer mengubah strategi kelola dana atau mengatur banyaknya efek dalam portofolio, misalkan menukar portofolio yang ada dengan efek lain.
AUM yang tinggi dapat menyulitkan manajer investasi karena dana yang harus ditukar jumlahnya sangat besar, misalkan mengubah strategi portofolio reksa dana sebesar Rp 1 triliun dalam sekali transaksi perdagangan.
Diperlukannya pemahaman sebelum memilih reksadana, karena AUM tidak selalu mencerminkan kinerja reksadana dikarenakan batasan tadi. Namun, AUM bisa digunakan sebagai melihat popularitas dana di mata masyarakat yang baik.
Dalam memilih instrumen investasi, diperlukan pertimbangan yang cukup matang karena kegiatan investasi sendiri memiliki risiko tersendiri apalagi jika tidak berhati-hati. Perlu juga seorang investor pemula mempelajari istilah-istilah dalam suatu instrumen, seperti istilah AUM atau asset under management dalam reksadana.
Selain diatas perlu juga beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam investasi reksadana, yang pertama investor perlu memilih reksadana dengan umur yang sudah mencapai lima tahun. Karena, produk tersebut sudah mampu melewati fluktuasi dengan baik.
Perlu juga memilih reksadana yang mudah didapatkan, sesuaikan biaya manajemen dengan kondisi keuangan Anda, dan mempelajari rasio return dan risk yang sesuai.
Nah, selain itu juga jika Anda ingin memilih investasi minim risiko, Anda bisa berinvestasi dengan skema equity crowdfunding. Dengan skema equity crowdfunding, Anda bersama masyarakat luas akan mendanai bisnis yang sesuai dengan profil risiko Anda, nantinya bisnis yang Anda danai dapat berkembang dan melakukan ekspansi bisnis.
LandX merupakan platform equity crowdfunding yang berpengalaman mendanai bisnis-bisnis potensial dan sudah berizin oleh Otoritas Jasa Keuangan berusaha menghadirkan bisnis-bisnis terbaik di Indonesia.
Jadi tunggu apalagi?