22 July 2022
|
7 Min Read
|
Instrumen keuangan derivatif adalah salah satu instrumen investasi yang masih jarang diketahui orang. Derivatif adalah kontrak perjanjian yang dilakukan dua pihak atau lebih untuk menjual atau membeli aset maupun komoditas.
Derivatif adalah salah satu instrumen investasi yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) selain reksa dana, saham, dan obligasi atau surat utang. Derivatif adalah surat kontrak perjanjian yang dilakukan antara dua pihak atau lebih dengan tujuan untuk membeli atau menjual aset maupun komoditas.
Salah satu instrumen derivatif adalah derivatif keuangan yang juga telah terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI). Produk derivatif keuangan sendiri terdiri dari saham, obligasi, mata uang, dan instrumen keuangan lainnya.
Walaupun masuk sebagai salah satu instrumen investasi, masih banyak para investor yang belum mengetahui seputar derivatif dan produk derivative. Padahal keuntungan yang didapatkan dengan investasi dari derivatif ini terbilang tinggi. Namun karena belum banyak yang mengenal, para investor lebih sering memilih saham, reksa dana, dan lain sebagainya sebagai investasi.
Kali ini kita akan membahas seputar derivatif, mulai dari pengertian derivatif hingga perbedaan derivatif dan saham.
Jadi, simak terus artikel ini!
Beberapa instrumen investasi yang telah terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BFE) diantaranya adalah, saham, obligasi, reksa dana, Exchange Traded Fund (ETF), dan derivatif. Dari banyaknya instrumen investasi, masih banyak orang yang belum mengenal derivatif.
Membahas seputar instrumen keuangan derivatif, banyak investor pemula yang jarang mendengar dan masih asing seputar salah satu instrumen investasi ini. Padahal keberadaan sekuritas derivatif telah tercatat dan diawasi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Lalu, apa itu derivatif?
Derivatif atau derivative adalah kontrak perjanjian yang dilakukan antara dua pihak atau lebih yang bertujuan untuk membeli atau menjual aset maupun komoditas. Selanjutnya, kontrak transaksi derivatif berfungsi sebagai objek yang diperdagangkan dengan harganya telah disetujui dari perjanjian sebelumnya.
Nilai harga kontrak perdagangan derivatif di masa depan dipengaruhi oleh harga aset ataupun komoditas dari induk tersebut.
Konsep derivatif ini pertama kali diperkenalkan di Chicago, Amerika Serikat pada tahun 1949. Petani di Chicago pada waktu itu sedang panen gandum. Ketika gandum telah panen, pasti harga gandum akan menurun karena stok yang berlebih.
Sedangkan saat tidak panen gandum, harga gandum akan naik karena terjadi kelangkaan gandum. Karena hal ini lah petani Chicago kerap mengalami kerugian.
Untuk mencegah kerugian serta menjaga kestabilan harga gandum, instrumen keuangan derivatif berupa kontrak pembelian gandum dikeluarkan oleh Chicago Mercantile Exchange. Dengan adanya produk derivatif, para petani dapat menjual gandumnya di masa depan dari harga yang sudah ditentukan pada kontrak yang telah dibuat.
Jadi, ketika gandum panen maka para petani tidak perlu menjual semua gandumnya ke Chicago yang dapat menyebabkan kelebihan stok. Para petani dapat menyimpan terlebih dahulu hasil panen gandum agar dapat dijual di masa depan dengan harga yang telah ditentukan sebelumnya.
Peristiwa di atas adalah bagaimana cara kerja dari derivatif.
Sederhananya, cara kerja derivatif itu berbasis pada kontak perjanjian perdagangan derivatif yang telah disepakati. Derivatif adalah salah satu instrumen investasi yang memiliki risiko tinggi karena memanfaatkan perkiraan harga di masa depan dengan potensi mendapat imbal hasil yang besar.
Derivatif keuangan adalah instrumen derivatif yang juga terdapat di bursa efek dan telah diawasi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Variabel-variabel yang terdapat pada derivatif keuangan yang mendasarinya adalah instrumen-instrumen keuangan. Instrumen keuangan derivatif dapat berupa saham, mata uang (currency), indeks obligasi, tingkat suku bunga, dan instrumen-instrumen keuangan lainnya.
Namun, jika ternyata instrumen derivatif adalah komoditas maka pengawasannya dilakukan oleh BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi).
Dalam produk derivative terdapat empat jenis yang dapat dikategorikan dalam kelompok produk derivative.
Empat jenis produk derivative diantaranya, yaitu:
Kontrak serah adalah perjanjian yang dilakukan dua pihak atau lebih untuk membeli maupun menyerahkan aset atau komoditas dengan jumlah, harga, dan tanggal penyerahannya yang telah disetujui.
Kontak serah dinyatakan selesai apabila sudah ada penyerahan secara fisik komoditas atas valuta asingnya.
Sama dengan kontrak serah, kontrak berjangka adalah perjanjian yang dilakukan dua pihak atau lebih untuk membeli maupun menyerahkan aset atau komoditas dengan jumlah, harga, dan tanggal penyerahannya yang telah disetujui.
Perbedaannya dengankontrak serah adalah kontrak berjangka diperdagangkan secara teratur di bursa berjangka, yaitu tempat dilakukannya transaksi derivatif berjangka.
Kontrak derivatif ini banyak digunakan untuk melindungi dari risiko atau nilai di masa depan. Kontrak opsi sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu opsi jual serta opsi beli.
Opsi jual atau put option adalah memberi hak kontrak kepada pemiliknya untuk menjual suatu aset tertentu. Biasanya opsi jual ini dilakukan oleh seseorang untuk menjual aset yang dimilikinya karena khawatir di masa depan nilai asetnya akan mengalami penurunan. Aset ini dijual dengan harga yang sudah ditentukan sebelumnya.
Sedangkan opsi beli atau call option adalah dengan memberikan hak kontrak kepada pemiliknya untuk membeli suatu aset tertentu. Nah, untuk opsi beli ini seseorang akan membeli aset yang dijual sebelumnya pada opsi jual.
Seseorang yang membeli aset ini telah melakukan analisa bahwa aset yang dijual tidak akan turun nilainya di masa depan. Oleh karena itu, ia membeli aset tersebut.
Pemilik opsi memiliki hak, tetapi mereka tidak wajib melakukan transaksi derivatif dengan harga yang ditentukan dalam kontrak opsi.
Jenis derivatif yang terakhir adalah swap. Swap adalah kontrak yang dilakukan untuk saling menukar arus kas pada jangka waktu yang telah ditentukan dan dilakukan secara terus-menerus.
Transaksi derivatif atau perjanjian derivatif dalam kegiatannya telah dilandasi dasar hukum sehingga keamanannya pun terjamin.
Berikut ini beberapa dasar hukum yang terkait dengan transaksi derivatif:
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa instrumen keuangan derivatif adalah salah satu instrumen investasi dalam bentuk kontrak perdagangan. Dalam praktiknya, transaksi derivatif lebih condong menggunakan spekulasi harga di masa yang akan datang.
Oleh karena itu, transaksi derivatif memiliki risiko tinggi. Bahkan bisa dikatakan sekuritas derivatif memiliki risiko tinggi dibanding instrumen saham.
Saat kalian memutuskan memilih produk derivative untuk berinvestasi, maka terlebih dahulu kalian harus melakukan riset mendalam seputar produk derivative dan memahami setiap risiko yang dapat terjadi jika memilih produk derivative.
Derivatif dan saham keduanya merupakan instrumen investasi, dan keduanya sama-sama memberikan keuntungan bagi para investor.
Walaupun keduanya bagian dari investasi, ternyata terdapat perbedaan derivatif dan saham.
Derivatif adalah kontrak perjanjian yang dilakukan dua pihak atau lebih dengan tujuan untuk membeli atau menjual aset maupun komoditas. Fungsi derivatif adalah untuk melindungi nilai aset maupun komoditi di masa depan. Keuntungan yang didapat dari derivatif adalah melalui penafsiran nilai aset maupun komoditi di masa depan.
Sedangkan saham adalah bukti kepemilikan nilai sebuah perusahaan atau bukti penyertaan modal. Keuntungan investasi saham yang didapatkan oleh investor dihitung berdasarkan dengan jumlah saham yang dimilikinya.
Jika dilihat dari perbedaan derivatif dan saham, derivatif lebih condong pada kontrak perjanjian yang telah dilakukan. Sedangkan saham berdasarkan pada banyaknya saham yang di tanamkan di pasar modal.
Kita telah membahas seputar instrumen keuangan derivatif, mulai dari pengertian derivatif hingga perbedaan derivatif dan saham. Pada intinya, derivatif adalah instrumen investasi yang berpatokan pada kontrak perjanjian yang dapat diperdagangkan untuk mendapatkan aset maupun komoditas.
Namun, pengetahuan seputar produk derivatif di Bursa Efek masih samar untuk diketahui banyak orang. Karena banyak orang yang lebih mengetahui saham, obligasi, reksa dana sebagai instrumen investasi.
Memang risiko dari produk derivative cenderung tinggi. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk memilih produk derivative sebagai investasi,penting untuk memahami dan menekuni seputar investasi derivatif. Agar nantinya kalian dapat terhindar dari segala macam risiko yang akan terjadi.
Jika belum cocok akan risiko dari produk derivative, kalian bisa mencoba investasi yang memiliki potensial dengan metode equity crowdfunding.
Melalui metode equity crowdfunding kalian dapat melakukan investasi patungan bisnis alias mendanai berbagai usaha yang memiliki prospek bagus.
Dengan memilih investasi equity crowdfundingg, kalian akan berkesempatan mendapatkan potensi dividen dari bisnis yang kalian danai, lho!
LandX merupakan platform equity crowdfunding dengan market cap terbesar di Indonesia terpercaya, transparan, dan telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kalian bisa mendanai bisnis dengan modal mulai Rp1.000.000 saja, lho!