14 August 2022
|
8 Min Read
|
Apa itu bank digital? Bank digital adalah mendigitalisasikan semua aktivitas perbankan dari awal membuka rekening hingga menutup rekening. Berikut ini penjelasan lengkapnya seputar bank digital
FKamu pasti pernah kan, lagi jalan di mall tiba-tiba ditarik untuk membuat akun bank digital?
Saat ini bank digital sedang menjadi tren di kalangan masyarakat Indonesia. Hal ini dibuktikan pada beberapa tahun belakangan ini banyak bermunculan bank digital baru maupun bank konvensional yang bertransformasi ke bank digital.
Dengan jumlah pengguna smartphone yang telah mencapai 61,7% di seluruh Indonesia, kehadiran bank digital dirasa perlu untuk memudahkan seluruh aktivitas perbankan yang dilakukan secara online.
Kehadiran bank digital sedikit demi sedikit berhasil merubah perilaku masyarakat. Jika yang awalnya harus datang ke kantor cabang, kini semuanya dapat diurus mandiri secara online dengan smartphone.
Di artikel kali ini, kita akan membahas lengkap seputar bank digital. Yuk, kita bahas bersama!
Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam PJOK No.12 tahun 2021, menyebutkan bank digital adalah layanan perbankan elektronik yang ditujukan untuk dapat memaksimalkan dalam pemanfaatan data nasabah sebagai upaya memberikan pelayanan lebih cepat, mudah, sesuai kebutuhan dan dapat dilakukan nasabah secara mandiri dengan tetap memperhatikan unsur keamanannya.
Jadi, bank digital adalah mendigitalisasikan semua aktivitas perbankan dari awal membuka rekening hingga menutup rekening.
Tetapi masih banyak orang yang beranggapan bahwa digital bank dan mobile bank atau internet banking itu sama. Padahal keduanya sangat berbeda.
Jika digital bank dari awal pembuatan hingga akhir dilakukan secara online. Sedangkan mobile bank atau internet banking kita masih perlu mengunjungi kantor cabang untuk memverifikasi dokumen lalu diberikan akses oleh pihak bank.
Dengan perkembangan bank digital, banyak masyarakat Indonesia memilih menggunakan bank digital.
Menurut survei yang dilakukan oleh Finder, Indonesia menjadi negara dengan pemilik rekening bank digital terbanyak kedua di dunia.
Lalu, apa perbedaan dari bank digital yang perkembangannya sangat pesat dengan bank konvensional?
Perbedaan yang dapat dilihat dari bank digital dan bank konvensional adalah dari wujudnya. Bank digital beroperasi hanya menggunakan kantor pusat saja, sedangkan bank konvensional memiliki kantor pusat dan kantor cabang.
Dalam aktivitasnya juga, bank digital keseluruhan aktivitas perbankan dilakukan oleh nasabah secara online. Sedangkan bank konvensional dalam aktivitas perbankannya masih harus menggunakan kantor cabang atau kantor pusat.
Peran bank digital di Indonesia telah berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari berbagai pelayanan yang lebih memudahkan nasabah karena penggunaannya lebih praktis dibanding dengan bank konvensional.
Pada era pandemi, bank digital di Indonesia juga telah memaksimalkan peranannya dengan membantu masyarakat memenuhi kebutuhannya dengan cepat karena hanya perlu mengakses salah satu aplikasi bank digital.
Juga beberapa digital bank di Indonesia telah menyediakan layanan investasi. Salah satu bank digital yang memberikan layanan tersebut yaitu Bank jago, juga Neobank yang menawarkan deposito berjangka.
Jadi, peran bank digital di Indonesia sudah sangat baik dan akan lebih baik lagi kedepannya demi kemudahaan bagi nasabahnya. Kelebihan dan Kekurangan Bank Digital Dibanding Bank Konvensional Walau bank digital di Indonesia sedang mengalami peningkatan, tidak dipungkiri bahwa kehadiran bank digital juga memiliki kelebihan dan kekurangan dibanding dengan bank konvensional.
Dilansir dari laman OJK (Otoritas Jasa Keuangan), sejarah bank digital tentu tidak langsung memiliki kecanggihan yang masif seperti saat ini. Seluruh layanan bank digital dihadapkan dengan proses perkembangan dan penyesuaian yang masih terjadi hingga saat ini.
Namun, pada umumnya perjalanan perkembangan perusahaan bank digital dalam memberikan layanannya adalah sebagai berikut.
Jenis-jenis transaksi internet banking antara lain adalah transfer dana, mengecek informasi saldo, mutasi rekening dan informasi nilai tukar, membayar tagihan (kartu kredit, telepon, ponsel, listrik), pembelian (isi ulang pulsa, tiket perjalanan)
Nasabah dapat melakukan transaksi layanan perbankan yang biasanya dilakukan lewat tellerdengan menghubungi contact center bank. Umumnya, bank telah menyediakan tenaga staf khusus yang menjalankan tugasnya dalam support transaksi nasabah lewat aplikasi atau sistem otomatis.
Jenis- jenis transaksi phone banking yang dapat dilakukan oleh nasabah, antara lain:
Melalui telepon seluler (ponsel) dengan format Short Message Service (SMS), nasabah bisa mengakses kurang lebih fitur yang sama dengan phone banking. Caranya adalah nasabah mengirimkan SMS ke nomor telepon bank atau menggunakan aplikasi yang dipasang bank pada ponsel nasabah.
Jenis-jenis transaksi melalui SMS banking, antara lain:
Mobile banking adalah layanan perbankan yang juga dapat diakses langsung melalui ponsel seperti SMS banking, namun memiliki tingkat kecanggihan yang lebih tinggi karena umumnya berbentuk aplikasi.
Bank akan bekerja sama dengan operator seluler agar SIM Card Global yang digunakan oleh nasabahnya bisa didaftarkan program khusus untuk bisa melakukan transaksi perbankan.
Selain itu, karena menggunakan aplikasi dengan tampilan user interface yang terstruktur, proses transaksi nasabah cenderung lebih mudah dibandingkan dengan SMSBanking.
Beberapa jenis transaksi mobile banking, antara lain:
Kelebihan bank digital memberikan kemudahan dalam mengakses layanannya. Selama nasabah memiliki koneksi yang bagus, maka nasabah dapat melakukan aktivitas perbankan kapanpun dan dimanapun dan memakan waktu yang cepat tanpa harus mengantri.
Dengan seluruh aktivitas menggunakan metode daring, kelebihan bank digital yang diberikan kepada nasabah pun adalah layanan yang aktif selama 24 jam. Jadi nasabah dapat melakukan transfer, pembayaran, pembukaan rekening, hingga mengakses customer service selama 24 jam penuh.
Walaupun nasabah dapat mengakses bank digital selama 24 jam penuh, nasabah harus tetap aware dan membaca terlebih dahulu segala pemberitahuan pada aplikasi bank digital.
Karena sering sekali aplikasi bank digital melakukan pembaharuan, jadi nasabah tetap harus berhati-hati bila ditemukan kendala.
Bila melakukan transfer antar bank menggunakan bank konvensional, maka nasabah akan dikenakan biaya admin yang cukup besar.
Hal berbeda dirasakan jika menggunakan bank digital. Karena kelebihan bank digital adalah biaya operasional yang digunakan industri bank digital sangat kecil, biaya admin bank digital menjadi lebih murah. Bahkan beberapa bank digital memberikan bebas biaya admin untuk transfer antar bank per bulannya.
Karena kehadiran bank digital masih terus berkembang setiap waktunya, banyak bank digital yang memberikan bunga yang lebih tinggi dibanding dengan bank konvensional. Bunga yang ditawarkan pun berupa produk tabungan atau produk deposito.
Besaran bunga yang diberikan per tahunnya oleh bank digital ada diatas 4-8%. Bunga bank digital tertinggi diberikan pada Neobank, salah satu bank digital milik fintech dari Akulaku menawarkan bunga deposito sebesar 8% setiap tahunnya.
Sedangkan bunga yang ditawarkan bank konvensional relatif kecil, hanya sebesar 2-3% setiap tahunnya.
Jadi, kamu dapat menerima bunga 3 kali lebih besar jika menggunakan bank digital. Tetapi dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, ya.
Karena keberadaannya yang masih terbilang baru, banyak bank digital yang memberikan reward dan promo khusus untuk menciptakan loyalitas pada nasabah.
Promo dan reward yang diberikan oleh bank digital dapat berupa promo diskon, cashback, hingga poin yang dapat ditukarkan dengan voucher diskon atau voucher belanja.
Bank digital semua aktivitasnya bergantung pada koneksi internet. Jadi kelancaran mengakses bank digital tergantung dengan kecepatan internet yang tersedia.
Permasalahan yang masih harus dibenahi bank digital adalah masalah keamanannya.
Bank digital masih terus mengembangkan keamanan untuk data pribadi nasabah. Karena tidak dapat dipungkiri masih banyak memiliki risiko penipuan dan hack yang dapat terjadi di bank digital.
Berikut ini kita akan membahas bank digital di Indonesia yang paling banyak digunakan oleh masyarakat.
Dapat dibilang Jenius merupakan pionir bank digital di Indonesia. Jenius dikeluarkan oleh BTPN di tahun 2016.
Sebagai pionir, jenius memiliki popularitas tertinggi di antara bank digital yang ada di Indonesia. Hingga di awal tahun 2021, jenius telah mencatat peningkatan pengguna sebesar 22% atau dengan total sebanyak 3,3 juta pengguna.
Bank jago berdiri di tahun 2019 dengan nama awal PT. Bank Artos. Lalu di tahun 2020 terjadi perubahan pemegang saham dan namanya berubah menjadi PT, Bank Jago.
Bank jago sendiri sebagai bank digital dapat digunakan untuk mengelola keuangan dengan mudah, kolaboratif,dan inovatif.
Neobank merupakan bank digital keluaran fintech dari Akulaku. Neobank juga diketahui didanai oleh perusahaan Alibaba. Sama seperti bank digital lainnya, neobank memberikan kemudahan dalam setiap aktivitas perbankannya seperti transfer, pencatatan keuangan, dan lainnya.
Jika kamu mengenal aplikasi chat LINE, LINE Bank merupakan keluaran dari aplikasi LINE.
Di tahun 2021 LINE Bank hadir yang merupakan bank digital hasil kerjasama antara Bank Hana dengan Line Financial Asia. LINE Bank juga menyediakan berbagai layanan perbankan dengan akses yang mudah dan praktis melalui aplikasi digital.
Pada 2 Juli 2022 PT. Bank Digital BCA merilis aplikasi bank digital bernama Blu.
Bank digital Blu hadir sebagai ekosistem bank digital tanpa kantor, dan dapat diakses kapanpun dan dimanapun.
Karena dikeluarkan oleh PT. Bank Digital BCA, Blu terhubung ke seluruh layanan digital milik BCA baik call center hingga ATM.
Kita telah membahas seputar bank digital. Bagaimana, kalian tertarik menjadi pemakai bank digital?
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, segala aktivitas perbankan pada bank digital dapat dilakukan secara daring, dan dengan waktu yang tentunya fleksibel.
Mulai dari pembukaan rekening hingga penutupan rekening, kamu dapat melakukannya mandiri secara online. Berbagai penawaran menarik juga diberikan oleh bank digital, mulai promo khusus hingga reward. Selain promo dan reward, bank digital juga memberikan bunga yang lebih besar hingga 3 kali lipat dibanding bank konvensional.
Nah, selain menggunakan bank digital atau bank konvensional sebagai tempat menyimpan uang dan melakukan pengelolaan keuangan. Kamu juga dapat menyimpan dan mengelola keuangan mu dengan keuntungan yang konsisten dengan melakukan investasi.
Salah satu metode investasi yang juga sedang banyak dilirik para investor adalah investasi dengan metode equity crowdfunding.
Equity crowdfunding sendiri merupakan skema pendanaan untuk bisnis kecil dengan cara patungan masyarakat luas untuk mendanai UMKM. Disini Anda bisa menjadi salah satu pemilik bisnis yang telah didanai.
Anda juga akan mendapatkan keuntungan dari equity crowdfunding, yaitu Anda akan menerima return dividen dari project bisnis yang telah Anda danai.
LandX merupakan salah satu platform equity crowdfunding yang dapat membantu Anda mendanai bisnis yang memiliki prospek bagus dengan modal kecil dan untung besar.
LandX, platform equity crowdfunding terpercaya, transparan, dan telah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kamu bisa mendapatkan keuntungan besar dan modal kecil.
