Investor Penerbit
menu-mobile

Mengenal Apa Itu Kesehatan Finansial & Cara Cek Kesehatan Finansial

25 August 2022

|

7 Min Read

|

Author: Rafa Syawalia R
Mengenal Apa Itu Kesehatan Finansial & Cara Cek Kesehatan Finansial

Kesehatan merupakan hak siapapun, termasuk kesehatan finansial. Untuk Anda yang sedang membuat perencanaan keuangan, yuk cari tahu cara cek kesehatan finansial yang akan dibahas pada artikel ini.

Biasanya kita sering mendengar, “money cannot buy happiness” tetapi hal tersebut tentunya tidak selalu benar, karena jika seseorang menghadapi kesulitan dalam permasalahan keuangan tentunya keberlangsungan hidupnya akan terganggu. Oleh sebab itu, penting bagi seseorang untuk memperhatikan kesehatan finansial/ keuangan untuk menghindari adanya masalah keuangan di masa mendatang.

Kesehatan finansial seseorang akan memengaruhi semua aspek pada kehidupannya, bahkan perencanaan keuangannya pun akan terganggu juga.

Mengontrol kesehatan keuangannya termasuk dalam bagian dalam perencanaan keuangan juga yang harus diperhatikan dengan baik. Financial planning bermanfaat untuk membantu seseorang dalam pengelolaan keuangannya, seperti membayar kredit tepat waktu, menentukan proteksi keuangan yang sesuai serta manfaat dari proteksi keuangan tersebut, dan pengelolaan uang dengan menabung atau investasi.

Untuk kamu yang sedang melakukan perencanaan keuangan atau penasaran apa itu kesehatan finansial? Simak terus artikel ini ya.

Kesehatan Finansial

Melansir dari laman Investopedia, financial health atau kesehatan finansial adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan keadaan keuangan seseorang. Dalam kesehatan finansial ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan seperti jumlah tabungan yang dimiliki, jumlah dana yang dialokasikan untuk pensiun, dan pendapatan yang dikeluarkan oleh seseorang termasuk pengeluaran biaya tetap dan biaya diluar anggaran.

Kesehatan adalah kondisi kesejahteraan yang meliputi, fisik, mental dan sosial secara utuh tanpa ada kekurangan serta kelemahan. Finansial adalah istilah yang mengacu dan berhubungan pada keuangan serta tidak dapat lepas dari kegiatan ekonomi. Secara sederhana, kesehatan finansial merupakan sumber pendapatan dan jumlah kekayaan baik itu uang atau aset lebih besar daripada jumlah utang yang dimiliki.

Contoh finansial sehat seperti stabilnya keuangan seseorang serta mampu untuk mengelolanya dengan mengatur pengeluaran, memiliki keuntungan dari imbalan investasi, dan pemasukannya pun lancar. Baik untuk individual dan perusahaan, meningkatkan kesehatan keuangan adalah hal yang perlu.

Pada dasarnya keputusan finansial dan aktivitas yang melibatkan keuangan akan berpengaruh pada kesehatan finansial baik untuk seseorang atau perusahaan. Berada di keadaan sehat secara finansial termasuk menjadi seseorang yang sehat, karena tidak ada beban yang mengganggu pikiran.

Jika seseorang dalam keadaan sehat secara finansial, maka orang tersebut dapat lebih mudah berkembang dengan hidupnya dan mendapatkan kesempatan untuk meraih tujuan atau keinginannya. Selain itu juga, seseorang tersebut dapat diartikan pandai mengelola risiko, lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan, dan lebih kompleks dalam mengatur pendapatan masuknya.

Cara Cek Kesehatan Finansial

Melansir dari lama Otoritas Jasa Keuangan, kesehatan finansial adalah keterampilan seseorang dalam menyikapi keuangannya untuk menghadapi hal-hal yang tidak terduga, dalam melakukan perencanaan keuangan dan aktivitas yang terkait dengan kemampuan finansial orang tersebut.

Menurut Center for Financial Services Innovation, terdapat empat komponen utama yang menentukan kesehatan finansial yang tidak sehat, diantaranya adalah pengeluaran, tabungan, pinjaman dan perencanaan keuangan.

Ciri-ciri Keuangan yang Tidak Sehat

Untuk menentukan seseorang sehat secara finansial, dapat dilihat dari ciri-ciri keuangan yang tidak sehat.

  • Banyaknya pengeluaran daripada pendapatan. Cara cek kesehatan finansial yang pertama adalah pastikan memperhatikan pemasukan dan pengeluaran Anda terlebih dahulu. Jika pengeluaran Anda lebih banyak, maka perlu melakukan perencanaan keuangan lebih tepat dan hati-hati lagi. Lebih banyaknya pengeluaran menandakan Anda masih menyesuaikan diri atau belum sepenuhnya mampu mengelola keuangan Anda.

  • Apakah Anda memiliki utang? Jika iya, maka Anda perlu melakukan pengelolaan utang secara hati-hati. Pada dasarnya, utang dapat memberikan manfaat jika Anda dapat mengelolanya dengan baik. Perlu ditinjau apakah rasio utang pada pendapatan Anda menunjukan keuangan yang sehat atau tidak, begitupun utang yang memiliki bunga, pasalnya jika Anda memiliki utang serta bunga yang tinggi akan mengganggu kesehatan keuangan Anda.

  • Tidak memiliki asuransi, dana darurat, dan dana pensiun. Dalam melakukan perencanaan keuangan, perlu juga memikirkan perencanaan keuangan jangka panjang. Seseorang yang memiliki dana darurat, dana pensiun, serta asuransi mencerminkan kemampuan finansialnya dengan mengelola keuangan dan memahami lembaga-lembaga yang berkait. 

    Jika kita kembali pada kondisi pandemi Covid-19, tentunya memiliki dana darurat serta memiliki asuransi kesehatan akan mempermudah Anda untuk mengelola pendapatan. Dana darurat akan membantu siapapun jika terjadinya PHK pada seseorang. 

    Berapa minimal dana darurat? Anda dapat menyiapkan dana sebesar minimal 6 bulan pengeluaran untuk dana darurat. Anda juga bisa menyesuaikan asuransi dengan kebutuhan Anda, serta memilih lembaga yang tepat untuk mengalokasikan dana pensiun.

  • Malas menabung dan investasi. Mungkin bagi beberapa orang investasi masih dihindari karena risikonya yang tinggi. Namun jika Anda ragu dengan investasi, Anda dapat melakukan hal yang paling mudah yaitu menabung. Tabungan ini nantinya bisa Anda kelola jika Anda mulai memilih layanan lembaga keuangan yang ada, memahami kegiatan investasi, dan memahami instrumen proteksi keuangan yang cocok dengan Anda.

  • Tidak membayar tagihan bulanan secara tepat waktu. Jika Anda sering melakukan pembayaran tagihan tidak sesuai dengan jatuh tempo, maka Anda perlu mengevaluasi pengelolaan keuangan Anda kembali. Untuk melakukannya, Anda bisa mengalokasikan pendapatan Anda dengan mengkalkulasikan jumlah tagihan bulanan Anda, atau mengatur tagihan secara otomatis terpotong pada rekening Anda.

Memahami Konsep Piramida Perencanaan Keuangan

Untuk menghindari kesalahan dalam pengelolaan keuangan, maka diperlukan pengelolaan keuangan yang tepat dan baik. Seperti yang kita tahu dari penjelasan sebelumnya, tidak semua orang memiliki kemampuan finansial untuk mengelola uangnya secara tepat. Pengelolaan keuangan yang baik akan membantu siapapun menyelaraskan keinginan dan kebutuhannya dengan dana tersedia, bahkan tujuan untuk mencapai kebebasan finansial pun dapat diraih.

Seseorang yang mampu mengelola pendapatannya dengan tepat akan meningkatkan pula kemampuan dan keterampilan dalam mengelola uangnya. Dengan keterampilan tersebut, dana yang dikelola dapat digunakan sebagai alat untuk menyusun strategi dalam kehidupannya dengan bijak dan sisah pendapatan pun dapat digunakan untuk menabung atau berinvestasi.

Dalam perencanaan keuangan dikenal dengan piramida keuangan. Mengapa dengan piramida? Piramida adalah bangunan dengan struktur yang kuat dan kokoh. Maka dari itu, piramida keuangan digunakan sebagai proyeksi dalam perencanaan keuangan yang paling kokoh dengan mengetahui tingkatan paling dasar sampai atas.

Aspek yang termasuk dalam piramida keuangan yang dapat membantu seseorang sehat dalam finansial adalah keamanan keuangan, kenyamanan keuangan dan distribusi kekayaan.

1. Keamanan Keuangan

Tingkatan ini berada paling dasar, dalam perencanaan keuangan perlunya seseorang memenuhi kebutuhan jangka pendeknya dahulu. Seperti melakukan manajemen arus kas, dana darurat, dan utang. Ketiga hal tersebut adalah paling dasar dan dapat diterapkan oleh siapapun.

Perlunya strategi dalam tingkatan ini diantaranya:

  • Anda dapat melakukan budgeting sehingga dapat mengontrol masuk dan keluarnya dana Anda. 
  • Kedua, Anda dapat membiasakan diri dengan menabung atau mengalokasikan dana Anda untuk kebutuhan primer dan sekunder. 
  • Ketiga, menyisakan kurang lebih 10%-20% pendapatan Anda untuk dana darurat. 
  • Keempat, menghindari utang yang berkaitan dengan bunga.
  • Terakhir mencari informasi mengenai proteksi keuangan dan risiko finansial, mempelajari investasi untuk menambah keuntungan dan menambah wawasan mengenai literasi keuangan.

2. Kenyamanan Keuangan

Pada tingkatan piramida perencanaan keuangan yang kedua adalah pengelolaan risiko. Jika pada tingkatan pertama Anda sudah melek secara finansial, maka perlu manajemen risiko finansial dengan memiliki asuransi.

Dengan memahami proteksi keuangan seseorang dapat berhati-hati dalam membuat keputusan pada keuangannya. Setelah itu, Anda dapat memutuskan produk proteksi keuangan yaitu asuransi yang sesuai dengan kondisi Anda.

Dalam tingkatan ini, Anda dapat mengelola keuangan dengan baik, seperti merencanakan keuangan yang sesuai berdasarkan jangka waktu, memiliki asuransi sebagai proteksi perencanaan keuangan, dan meraih impian Anda, atau memiliki aset sebagai tujuan finansial Anda.

3. Distribusi Kekayaan

Tahap akhir dalam konsep piramida keuangan adalah persiapan warisan. Dengan pembagian kekayaan ini tentunya, anak, cucu, sampai generasi selanjutnya memiliki kesejahteraan dan kehidupan yang layak. Perlunya mengajarkan anak-anak Anda untuk melakukan pengelolaan keuangan dengan baik, sehingga dapat memanfaat warisan Anda sebijak mungkin.

Dari tiga tahapan tersebut merupakan tingkatan piramida keuangan yang baik. Dengan menerapkan strategi perencanaan keuangan menggunakan piramida keuangan, seseorang dapat menentukan skala prioritas dalam kehidupannya. Pondasi yang baik dan kuat akan membuat kokoh bangunannya, seperti piramida sebagai ilustrasi perencanaan keuangan.

Penutup

Kesehatan finansial adalah indikator seseorang dalam pengelolaan keuangannya secara pribadi. Selain itu kesehatan finansial yang baik memiliki dampak pada kesejahteraan baik secara fisik, mental, dan sosial seseorang.

Manajemen keuangan yang terencana dan hati-hati, dapat membantu siapapun memenuhi kebutuhannya, seseorang dengan manajemen keuangan yang baik juga mendapatkan kesempatan untuk merambah potensinya dengan kehidupan yang tenang dan aman.

Menerapkan piramida keuangan dalam perencanaan keuangan untuk mencapai sehat secara finansial bisa dijadikan sebagai alat ukur prioritas seseorang dalam merencanakan keuangan. Anda tentunya harus rileks ketika melakukan perencanaan keuangan sehingga lebih matang dan terencana dengan baik. Maka dari itu perlunya pemahaman mengenai literasi keuangan serta kemampuan finansial Anda dahulu sebagai modal untuk membangun pondasi yang kuat ya.

Sehat dalam hal finansial merupakan keinginan siapapun, untuk itu perlunya menambah pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan yang baik. Semoga pembahasan mengenai kesehatan finansial ini, dapat menambah pengetahuan Anda mengenai literasi keuangan. Selebihnya, Anda sendiri yang memiliki peran dalam melakukan pengelolaan keuangan dengan menabung, memiliki asuransi, dan berinvestasi.

Zaman sekarang investasi kian beragam. Tentunya investasi sendiri mengandung risiko, maka dari itu perlu menyesuaikan kemampuan Anda dengan instrumen investasi yang Anda pilih.

Jika Anda ingin berinvestasi minim risiko, maka skema equity crowdfunding cocok untuk Anda yang ingin mendapatkan passive income. Equity crowdfunding adalah kegiatan menghimpun dana dari sejumlah orang untuk mendanai bisnis potensial dan mendapatkan keuntungan bagi hasil atau dividen.

Investasi crowdfunding sendiri merupakan investasi jangka panjang, selain itu dengan sistem crowdfunding, Anda menjadi pemilik bisnis yang Anda danai tanpa perlu terlibat dalam pengelolaan bisnis tadi juga.

Perlunya platform crowdfunding yang sudah berizin Otoritas Jasa Keuangan, terpercaya dan berpengalaman mendanai bisnis potensial di berbagai sektor industri seperti LandX sehingga investasi Anda dijamin aman dan tetap cuan.

Kelola Finansial dan Miliki Bisnis Potensial

miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang

Baca Juga