26 July 2022
|
7 Min Read
|
Investasi dan trading adalah dua hal akan yang akan sering kamu temui saat berinvestasi ke dalam saham. Karena itu, yuk kita bahas apa perbedaan trading dan investasi secara lebih lanjut.
Pernah dengar opsi investasi vs trading? Jika kamu merupakan investor pemula yang ingin masuk ke dunia saham, arti dari perbedaan trading dan investasi sangat perlu dipami lho!
Pemula tentu saja bertanya-tanya apa bedanya investasi dan trading karena kedua hal ini serupa tapi tak sama. Karena itu, kamu harus tahu perbedaan trader dan investor untuk bisa menentukan kamu ingin jadi yang mana.
Umumnya, konsep perbedaan trading dan investasi seringkali kurang dipahami dengan baik terutama bagi mereka yang tidak menentukan tujuan jelas sebelum mulai bermain di dunia saham.
Dalam dunia saham, baik trading maupun investasi sebenarnya sama-sama bertujuan untuk memberikan terbaik dari saham yang dipegang, namun bedanya trader dan investor adalah dari sisi proses mendapatkan keuntungan dari saham yang dimiliki.
Supaya kamu tidak kebingungan lagi bedanya trader dan investor, yuk kita bahas tentang perbedaan trading dan investasi serta beda trader dan investor dari segi mindset.
Sehingga nantinya, kamu semakin yakin menentukan pilihan untuk lebih baik trading atau investasi.
Pada dasarnya, perbedaan trading dan investasi didasari oleh tujuan yang sama, yaitu untuk memaksimalkan keuntungan saat berinvestasi ke dalam saham.
Akan tetapi, konsep dan mindset pemegang saham dalam mencari keuntungan menjadi tanda jelas soal perbedaan trading dan investasi. Berikut ini penjelasan lengkap tentang perbedaan trading dan investasi.
Perbedaan trading dan investasi yang paling terlihat jelas adalah pemilihan jangka waktu dalam memegang saham yang dibeli. Dalam investasi, terdapat target yang ditentukan sebelum membeli saham.
Seorang investor akan membeli saham untuk disimpan hingga untuk target waktu atau hingga mencapai nominal tertentu sesuai dengan tipe investornya. Misalnya, tipe investor konservatif akan mengambil keuntungan investasi akan diambil dalam waktu lebih dari empat tahun.
Tipe investor ini cenderung tidak akan mencairkan dana investasi jika di kemudian hari sedang terjadi penurunan atas nilai investasi, bahkan berpotensi mengalami kerugian.
Sementara perbedaan trading dan investasi, dalam trading patokan jual dan beli saham adalah perubahan harga dalam waktu yang sangat singkat. Keuntungan trading diambil dari membeli saham pada saat harganya turun.
Meski punya tujuan sama untuk meraup keuntungan, perbedaan trading dan investasi utamanya terletak di mindset dalam mencapai tujuan. Tujuan dari berinvestasi adalah membangun kekayaan secara bertahap melalui jangka waktu yang bertahap.
Biasanya para investor akan membeli dan menjual saham ketika harganya menyentuh angka yang diinginkan dalam jangka waktu yang ditentukan di awal. Sehingga investasi sifatnya pasif, yang artinya investor tidak menjalankan langsung proses mendapat keuntungan dari membeli saham tersebut.
Keuntungan investasi didapat lewat pihak lain yang mengelola uang tersebut, seperti platform investasi. Investor hanya perlu menunggu keuntungannya dan mungkin menanggung kerugian. Waktu memperoleh keuntungan inilah yang jadi perbedaan trading dan investasi.
Perbedaan trading dan investasi terletak di tidak adanya pihak manajemen investasi atau platform yang mengelola modal seorang trader. Umumnya, trader bertujuan pada target nominal harga saham agar meraih target tersebut dalam waktu yang singkat.
Jika saham naik pada kisaran harga tertentu, seorang trader akan menjualnya kembali dengan cepat apabila nilai saham tersebut telah mencapai angka yang diinginkannya. Hitungannya bisa dalam jam, hari, atau minggu.
Untung dan rugi modal yang dikeluarkan sepenuhnya tergantung pada trader tersebut. Kalau sukses dalam mengelola dan memanfaatkan momentum, trader bisa mendapatkan profit.
Ketika harga saham rendah, trader akan membeli saham tersebut setelah menganalisis kemungkinan prospek kenaikan harganya. Ketika harga saham tersebut melambung, maka trader akan memanfaatkan waktu tersebut untuk segera menjualnya.
Karena ituu, jika tidak cerdas dalam berstrategi dan melihat pola waktu dan harga saham, maka trader bisa kehilangan uang dalam jumlah besar dalam waktu yang sangat cepat.
Instrumen yang cocok untuk trading umumnya adalah saham dan foreign exchange (forex).
Saat ingin mulai masuk ke dunia saham, kamu pasti sering mendengar istilah trading dan trader yang pasti membuat kamu bertanya-tanya apa itu trading saham.
Trading adalah kegiatan jual dan beli di pasar keuangan yang dilakukan dalam waktu singkat dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal. Oleh sebab itu, dalam trading mengambil keuntungan dari volatilitas atau naik turun dari harga suatu saham.
Berbeda dengan investasi, dalam trading anda tidak hanya menaruh uang anda ke dalam suatu instrumen lalu menunggu instrumen tersebut memberikan anda keuntungan. Dalam trading anda anda akan bertindak lebih aktif untuk mendapatkan keuntungan dari investasi yang anda lakukan.
Dalam trading, seorang trader atau pihak yang melakukan trading akan melakukan aktif melakukan analisis dan monitoring dari saham tersebut untuk mengetui kapan waktu membeli dan menjual suatu saham sehingga bisa mengambil keuntungan maksimal dari perubahan nilai tersebut.
Apabila anda memutuskan untuk menjadi seorang trader sahama maka anda harus bisa melakukan manajemen investasi yang baik untuk mencapai keuntungan yang optimal dalam setiap keputusan yang akan diambil.
Akan tetapi, hal ini tentu saja membutuhkan analisis yang mendalam karena hal ini bisa dibilang cukup berisiko dan agak sulit untuk pemula yang belum pernah terjun dan mendalami dunia saham sebelumnya.
Karena itu, karakteristik saham yang cocok untuk trading adalah saham dengan volatilitas tinggi di pasar modal RI. Ini karena trading adalah transaksi jual-beli saham jangka pendek.
Walaupun potensi keuntungannya sangat besar, kamu harus ingat bahwa keuntungan dan risiko yang berjalan beringan dalam investasi sehingga kamu juga harus sanggup menanggung risiko tersebut.
Investasi adalah kegiatan di mana anda menanamkan modal ke dalam suatu instrumen dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa mendatang dari instrumen tersebut.
Sehingga investasi bisa juga diartikan sebagai kegiatan menanamkan modal ke dalam suatu kegiatan ekonomi yang berpotensi menghasilkan keuntungan di masa mendatang. Artinya dalam investasi anda menaruh uang yang anda kepada suatu projek atau bisnis sehingga berhak mendapatkan keuntungan dari hasil kegiatan ekonomi tersebut.
Dalam investasi saham, kamu bisa mendapatkan keuntungan dari pembagian dividen atau capital gain karena adanya potensi kenaikan harga suatu saham dari waktu ke waktu.
Saham sendiri merupakan instrumen investasi yang bisa dijadikan invesasi jangka panjang maupun pendek tergantung dengan tujuan dari investasi anda. Oleh sebab itu, kamu perlu menentukan tujuan investasi di awal agar kamu bisa memilih saham seperti yang cocok untuk tujuan dan profil risiko yang kamu miliki.
Setelah memahami perbedaan trading dan investasi, anda jadi memahami bahwa untuk mengelola uang yang anda miliki, anda harus paham dahulu tujuan keuangan dan profil risiko yang ingin dimiliki.
Apabila anda sanggup menanggung risiko yang besar dengan potensi keuntungan tinggi anda bisa melakukan trading agar anda bisa mendapatkan keuntungan yang cukup besar dalam jangka pendek.
Namun apabila apabila sebaliknya, anda sebaiknya memilih untuk melakukan investasi dengan instrumen yang lebih stabil sehingga risiko yang anda hadapi pun lebih kecil.
Akan tetapi, anda bisa menjadi investor dan trader sekaligus dengan melakukan diversifikasi terhadap investasi yang anda lakukan.
Anda bisa menyisihkan sebagian uang yang anda miliki untuk trading dan sisanya anda investasikan ke dalam instrumen investasi yang stabil sehingga anda bisa memperkecil risiko kerugian yang muncul.
Contohnya anda bisa memasukkan sebagian uang anda ke dalam saham yang stabil dan sisanya anda bisa masukkan ke dalam saham dengan harga yang lebih fluktuatif sehingga anda bisa mengoptimalkan keuntungan yang bisa anda dapatkan.
Karena itu anda harus bisa mengatur aset yang anda miliki agar memberikan keuntungan yang maksimal.
Dalam investasi, kamu harus menyusun strategi diversifikasi agar keuntungan yang kamu dapatkan menjadi maksimal. Karena itu, kamu perlu mengetahui berbagai instrumen investasi lain yang bisa memberikan kamu keuntungan.
Salah satu investasi yang cocok untuk pemula dan bisa anda coba investasi bisnis dengan skema equity crowdfunding bersama LandX.
Melalui sistem ini kamu bisa membeli saham dari berbagai bisnis potensial yang ada disekitar kamu dengan modal kecil dan keuntungan yang menjanjikan.
Sistem ini hampir sama seperti membeli saham di pasar modal namun skala bisnisnya lebih kecil sehingga sebagai mempermudah investor untuk menganalisis peluang dari investasi yang dilakukan.
LandX merupakan salah satu platform equity crowdfunding yang bisa membantu anda menemukan bisnis terbaik untuk investasi jangka panjang anda.
Karena itu..