Investor Penerbit
menu-mobile

Jenis-jenis Rasio Likuiditas, Rumus, dan Manfaat dalam Investasi

26 July 2022

|

6 Min Read

|

Author: Abdul Wahhab
Jenis-jenis Rasio Likuiditas, Rumus, dan Manfaat dalam Investasi

Memahami jenis-jenis rasio likuiditas dapat membantu kamu dalam menganalisis perusahaan untuk tujuan investasi. Cara menghitung rasio likuiditas dapat dilakukan dengan tiga rumus rasio likuiditas. Cari tahu cara menghitung likuiditas dan manfaatnya dalam artikel ini.

Setiap perusahaan memiliki tanggung jawab berupa kewajiban yang harus dipenuhi, salah satunya adalah membayar utang. Selain utang jangka panjang, utang jangka pendek (utang lancar) perusahaan tidak boleh dibiarkan menumpuk karena dapat berakibat fatal.

Kemampuan perusahaan dalam memenuhi atau membayar utang lancar disebut sebagai likuiditas. Sebuah perusahaan dapat dikatakan memiliki tingkat likuiditas yang baik apabila dapat melunasi semua utang jangka pendek dengan harta lancar yang dimiliki. 

Jadi, apa itu likuiditas dan cara menghitung likuiditas?

Pengertian likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya. Cara menghitung likuiditas adalah dengan rasio keuangan yang disebut rumus rasio likuiditas. Terdapat tiga jenis cara menghitung rasio likuiditas yang dapat dihitung dari data laporan keuangan perusahaan.

Apa saja jenis-jenis rasio likuiditas dan rumus rasio likuiditas? Simak lebih lanjut untuk mengetahuinya, ya.

Jenis-jenis Rasio Likuiditas, Rumus, dan Fungsi dalam Investasi 

  1. Rasio Lancar (Current Rasio)

Current ratio atau rasio lancar adalah rasio keuangan yang menggambarkan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek mereka dengan aset lancar yang dimiliki perusahaan.

Berikut rumus rasio lancar (current ratio):

rumus rasio lancar (Current Rasio)

Gambar di atas merupakan rumus rasio likuiditas jenis rumus rasio lancar dengan penjelasan sebagai berikut:

  • Aset lancar adalah aset kekayaan perusahaan yang dapat dicairkan dalam bentuk uang tunai dalam waktu yang cepat (kurun waktu satu tahun). PAda laporan keuangan tahunan perusahaan dapat dilihat bagian nilai aset lancar atau current asset.
  • Utang jangka pendek adalah utang yang jatuh tempo kurang dari 1 tahun. Contoh utang jangka pendek atau current liabilities perusahaan adalah gaji karyawan, insentif, komisi, hingga biaya listrik.

Oleh karena itu, current ratio adalah rumus rasio likuiditas yang menggambarkan ketersediaan aset lancar untuk membayar berbagai kebutuhan jangka pendek yang harus dibayarkan perusahaan. Cara menghitung rumus rasio lancar ini dihitung dengan membandingkan total nilai aset lancar di laporan keuangan dengan utang lancar atau current liabilities yang harus dibayar. 

Berapa angka current ratio yang baik? Current ratio yang baik adalah berkisar di angka 1,5 hingga 3. Namun, angka ideal current ratio kembali lagi pada industri masing-masing. Angka current ratio yang baik menunjukkan perusahaan dapat membayarkan semua utang jangka pendeknya dengan aset lancar yang dimiliki, sehingga kecil kemungkinan risiko keterlambatan.

Jadi, sekarang kamu paham bukan apa itu rasio lancar yang menggambarkan bagaimana kemampuan perusahaan membayar utang lancar mereka dengan aset lancar yang mereka miliki. 

  1. Rasio Cepat (Quick Ratio / Acid-test Ratio)

Quick ratio merupakan perhitungan rasio yang lebih detail dibandingkan current ratio, karena hanya berfokus pada aset yang benar-benar likuid atau mudah untuk dicairkan menjadi uang. Oleh sebab itu, dalam rasio ini persediaan tidak dihitung sebagai bagian dari aset. 

Jadi, quick ratio atau rasio cepat adalah rasio yang menunjukkan  kemampuan perusahaan membayar utang jangka pendek dengan aset-aset yang paling likuid. Berikut rumus quick ratio atau rasio cepat:

rumus quick ratio

Gambar di atas merupakan rumus rasio cepat (quick ratio) dengan penjelasan sebagai berikut:

  • Aset lancar adalah aset kekayaan perusahaan yang dapat dicairkan dalam bentuk uang tunai dalam waktu yang cepat (kurun waktu satu tahun). PAda laporan keuangan tahunan perusahaan dapat dilihat bagian nilai aset lancar atau current asset.
  • Utang jangka pendek adalah utang yang jatuh tempo kurang dari 1 tahun. Contoh utang jangka pendek atau current liabilities perusahaan adalah gaji karyawan, insentif, komisi, hingga biaya listrik.
  • Persediaan (investory) adalah sejumlah barang produksi yang tersedia untuk dijual perusahaan. Selain barang jadi, persediaan dapat berupa bahan baku atau sumber daya yang disimpan untuk tujuan tertentu. Oleh karena itu, persediaan terhitung belum likuid, sehingga dikurangi untuk perhitungan quick ratio.

Berapa angka quick ratio yang baik? Hampir sama dengan rasio lancar sebelumnya, apabila memiliki quick ratio memiliki angka melebihi 1 maka perusahaan dapat dikatakan memiliki tingkat likuiditas yang cukup baik. Sehingga, diartikan perusahaan mampu membayar berbagai kewajiban jangka pendek dengan aset paling lancar yang mereka miliki.

  1. Rasio Kas (Cash Ratio)

Serupa dengan definisi dua rasio sebelumnya, cash ratio atau rasio kas adalah rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi berbagai kewajiban jangka pendek atau current liabilities tapi mengacu pada kas atau setara kas yang dimiliki oleh perusahaan. 

Rumus cash ratio dihitung dengan membandingkan jumlah kas yang dimiliki perusahaan dengan kewajiban lancar yang harus segera mereka penuhi. Berikut rumus cash ratio yang bisa kamu gunakan:

rumus cash ratio

Gambar di atas merupakan rumus rasio kas (cash ratio) dengan penjelasan sebagai berikut:

  • Kas perusahaan adalah alat pembayaran yang siap digunakan untuk membiayai perusahaan
  • Aktiva setara kas adalah aset yang bisa dicairkan secara cepat. Contoh aktiva setara kas adalah dana perusahaan yang disimpan dalam rekening koran bank. Dana dalam bank ini diam saja dan dapat dicairkan cepat, tidak seperti dana yang disimpan dalam deposito yang harus menunggu waktu jatuh tempo.
  • Utang jangka pendek adalah utang yang jatuh tempo kurang dari 1 tahun. Contoh utang jangka pendek atau current liabilities perusahaan adalah gaji karyawan, insentif, komisi, hingga biaya listrik.

Nilai cash ratio yang baik yaitu semakin tinggi nilainya, maka perusahaan memiliki tingkat likuiditas yang semakin baik. Oleh sebab itu, rasio ini menunjukkan apakah perusahaan memiliki kas yang cukup untuk memenuhi berbagai kebutuhan jangka pendek yang harus segera mereka penuhi.

Kenapa Analisis Rasio Likuiditas Penting?

Analisis rasio likuiditas sangat penting dilakukan terutama bagi sisi investor dan pihak bank sebagai pemberi pinjaman dana. Ini dia manfaat analisis rasio likuiditas dari sisi bisnis dan investasi.

Analisis Rasio Likuiditas dalam Bisnis

Apakah manfaat rasio likuiditas dalam bisnis? Seperti yang telah diulas di awal, rasio likuiditas adalah rasio menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola dana yang mereka miliki untuk memenuhi berbagai kewajiban jangka pendek.

Sehingga bagi kreditor, hasil analisis rasio likuiditas menjadi pertimbangan saat perusahaan ingin mengajukan pinjaman dana, penilaian aspek kelayakan kredit. Pihak kreditor tentu saja akan lebih percaya meminjamkan dana mereka kepada perusahaan dengan tingkat likuiditas tinggi.

Analisis Rasio Likuiditas dalam Investasi

Manfaat analisis rasio likuiditas bagi investor dapat membantu untuk pengambilan keputusan investasi yang lebih baik. Penting untuk memahami rumus rasio likuiditas agar kamu dapat melakukan analisis fundamental terhadap perusahaan yang ingin kamu pilih untuk investasi.

Cara menghitung rasio likuiditas dapat dilakukan dengan melakukan analisis rasio likuiditas perusahaan berdasarkan laporan keuangannya. Setiap perusahaan publik yang menawarkan saham pada bursa efek menunjukkan laporan keuangannya yang dapat kamu akses secara mudah.

Dikarenakan rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kapabilitas perusahaan dalam memenuhi berbagai kewajiban jangka pendeknya maka diartikan perusahaan dapat mengelola dana dengan baik.

Perusahaan yang dapat mengelola dana dengan baik tentu dapat menunjukkan perusahaan berada pada kategori keuangan yang sehat. Sehingga memiliki potensi perkembangan bisnis potensial yang diharapkan menjadi keuntungan di masa depan.

Dengan melakukan analisis rasio likuiditas, kamu dapat menentukan besaran dana yang ingin diinvestasikan.

Kesimpulan

Kini kamu semakin paham bukan bagaimana memilih perusahaan atau bisnis terbaik untuk investasi berdasarkan laporan keuangan mereka. Memahami berbagai rasio keuangan akan membantu kamu mengambil keputusan investasi yang lebih baik sehingga bisa memberikan kamu gambaran keuntungan.

Kini tentu kamu semakin paham kriteria bisnis dan investasi seperti apa yang cocok dan menguntungkan dalam jangka panjang.

Salah satu instrumen investasi yang wajib kamu coba adalah investasi bisnis melalui jenis equity crowdfunding. Sistem ini membuat kamu bisa melakukan investasi bisnis yang bisa memberikan anda keuntungan jangka panjang.

Yuk Mulai Investasi Anda Sekarang…

Baca Juga