2 September 2022
|
5 Min Read
|
Kegiatan investasi dilakukan dengan tujuan mengharapkan keuntungan di masa depan. Berikut ini 5 alasan berinvestasi lain yang perlu diketahui.

Kamu mungkin pernah mendengar pertanyaan kenapa ya orang-orang berinvestasi? Orang-orang tersebut memiliki tujuan investasi yang sama yaitu mengharapkan keuntungan di masa depan.
Keuntungan dari berinvestasi ini kemudian diandalkan untuk mempercepat laju menuju tujuan finansial yang diinginkan seperti beli rumah, mengajak orang tua jalan-jalan, hingga menikah dan tersedia dana pendidikan anak.
Selain mengharapkan keuntungan, berinvestasi pada jenis investasi yang tepat dapat menjaga nilai uang kamu tergerus oleh inflasi. Dengan ketersediaan dan kemudahan akses investasi melalui teknologi, kamu dapat dengan mudah belajar investasi dan menentukan pilihan untuk mencapai masa depan yang lebih baik.
Oleh karena itu, yuk tingkatkan semangat kamu untuk belajar investasi karena ini dia 5 alasan kamu harus mulai investasi sekarang juga!
Kamu pernah mendengar kata literasi keuangan’ belum? Bagaimana dengan kata ‘inklusi keuangan’? Kalo belum, yuk kita bahas bersama.
Mudahnya, literasi keuangan merupakan pengetahuan seseorang terkait tersedianya sektor jasa keuangan untuk mengelola harta yang dimiliki. Inklusi keuangan adalah akses atau tingkat adopsi masyarakat menggunakan layanan dari sektor jasa keuangan.
Disampaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), definisi literasi keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang mempengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai kesejahteraan.
OJK juga merilis definisi inklusi keuangan adalah ketersediaan akses pada berbagai lembaga, produk, dan layanan jasa keuangan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sektor jasa keuangan yang ditanyakan oleh OJK pada 12.733 responden di berbagai kota dan provinsi di Indonesia meliputi perbankan, pasar modal, hingga industri keuangan non bank seperti asuransi, pegadaian, hingga lembaga pembiayaan.
Terungkap, hasil survei literasi dan inklusi keuangan Indonesia tahun terbaru yaitu 2019 melampaui target yang ditetapkan periode sebelumnya, yaitu 2016. Tingkat inklusi keuangan Indonesia berhasil mencatat angka 38,03%, angka ini melampaui target 35%. Serta, tingkat masyarakat telah menggunakan layanan keuangan atau inklusi keuangan Indonesia mencapai 76,19%.
Hal ini menunjukkan masyarakat Indonesia telah semakin sadar untuk memanfaatkan kehadiran sektor keuangan untuk meningkatkan kesejahteraannya melalui bank, pasar modal atau investasi, hingga lembaga pembiayaan untuk modal usaha.
Jadi, kamu juga bisa memilih layanan keuangan terbaik untuk kamu manfaatkan dalam mengelola keuangan yang dimiliki.
Tahun 2022 ini saja tingkat inflasi Indonesia terus menanjak sejak bulan Januari hingga data terbaru Juli lalu. Umumnya, dampak inflasi adalah menaikkan harga-harga barang hingga masyarakat cenderung menahan pengeluaran dan berhemat. Karena harga barang semakin meningkat tentu pengeluaran yang dulunya dapat memiliki sisa untuk tabungan menjadi menipis karena menutup biaya belanja.
Oleh karena itu, daripada hanya ditabung biasa sebaiknya kamu investasikan pada produk investasi yang dapat menjaga dari inflasi seperti emas atau membeli produk investasi dengan tingkat pengembalian cenderung tetap seperti obligasi, sukuk, saham bisnis privat melalui crowdfunding, hingga saham blue chip di pasar modal.
Daripada uang mengalami penurunan nilai karena inflasi, lebih baik dijaga bahkan ditingkatkan jumlahnya dengan diinvestasikan.
Kamu tahu tidak, ternyata 100 orang usia produktif di Indonesia harus menanggung 17 orang penduduk lanjut usia. Usia produktif umumnya adalah usia seseorang sudah dapat bekerja dan memiliki pendapatan, yaitu usia 15-59 tahun.
Sepertinya tidak jarang kamu mendengar istilah generasi sandwich. Singkatnya, generasi sandwich adalah seorang dewasa yang harus menanggung kebutuhan hidup 3 generasi, yaitu orang tua, dirinya sendiri, dan anaknya.
Ketergantungan ini dapat terjadi karena pada masa produktifnya, seseorang tidak sempat atau tidak mempersiapkan kebutuhan biaya masa tuanya atau dana pensiun. Idealnya dana pensiun dipersiapkan untuk 20 tahun setelah masa pensiun yang dikumpulkan sejak masa produktif bekerja. Lihat cara menghitung dana pensiun yang ideal di sini.
Agar kamu tidak menyulitkan diri dan anggota keluarga di masa senja nanti, mari persiapkan dana pensiun melalui alokasi investasi dana pensiun sedari dini.
Bingung mau memilih produk investasi mana? Hasil survei data Accenture tahun 2022 mencatatkan jenis investasi terpopuler di Asia pada posisi pertama ada ekuitas.
Ekuitas adalah modal dan aset perusahaan yang dapat dikembalikan kepada pemegang saham. Dana yang disetorkan investor untuk investasi pada perusahaan merupakan ekuitas atau menjadi aset modal perusahaan.
Contoh ekuitas adalah modal perusahaan terbuka dalam bentuk saham yang dapat diakses mudah melalui Pasar Modal, sehingga menjadi alasan mengapa perlu berinvestasi di pasar modal. Terdapat juga modal perusahaan privat bentuk saham melalui platform equity crowdfunding.
Selain ekuitas, jenis investasi yang dapat kamu pertimbangkan ada investasi pendapatan tetap, kas ekuivalen, real estate, hingga aset digital seperti investasi kripto.
Banyaknya pilihan jenis investasi dapat membantu kamu melancarkan strategi diversifikasi portofolio investasi, yaitu menaruh dana pada beberapa jenis produk investasi. Kamu tertarik berinvestasi pada produk investasi apa aja nih?
Indonesia dan dunia digadang-gadang memasuki masa resesi. Resesi adalah penurunan perekonomian yang terlihat dari tingkat PDB negatif selama dua kuartal berturut-turut.
Cara menyikapi resesi yang dapat kamu lakukan adalah dengan mengelola keuangan pribadi seperti berhemat, tidak membuat utang konsumtif, memastikan dana darurat tersedia, hingga mencari pendapatan tambahan melalui investasi pada aset minim risiko.
Berinvestasi juga dapat membantu pertumbuhan bagi laju ekonomi nasional agar perusahaan tetap dapat memproduksi barang, melakukan ekspor, dan investor yang melakukan investasi mendapatkan cuan untuk menambah pendapatan. Tingkat pendapatan yang terjaga membuat tingkat pengeluaran normal, sehingga daya beli terjaga.
Oleh karena itu, waktu terbaik untuk memulai investasi adalah sekarang. Saatnya kamu mulai berinvestasi untuk mensejahterakan diri sendiri dan dapat ikut mendukung pertumbuhan ekonomi nasional lolos dari jeratan resesi yang mengkhawatirkan.