Investor Penerbit
menu-mobile

Apa Itu Deflasi Adalah? Penyebab dan Dampak Deflasi pada Ekonomi

30 June 2022

|

5 Min Read

|

Author: Nadya A. Faatihah
Penyebab dan cara mengatasi deflasi

Deflasi adalah kondisi yang menunjukkan penurunan harga suatu barang atau jasa secara terus menerus terjadi dalam periode waktu yang sangat cepat. Kondisi ini menyebabkan dampak buruk seperti terganggunya kegiatan produksi bisnis di sebuah negara, meningkatnya jumlah pengangguran, dan kurangnya devisa negara.

Apa itu deflasi? Dilansir dari laman Bank Indonesia, deflasi adalah kondisi yang menunjukkan penurunan harga suatu barang atau jasa secara terus menerus terjadi dalam periode waktu yang sangat cepat. Perbedaan inflasi dan deflasi adalah terlihat dari kondisi inflasi yang merupakan kenaikan harga-harga komoditas secara berkelanjutan dan lama.

Kondisi inflasi dan deflasi ini jika terjadi tentu akan berdampak pada kestabilan ekonomi negara.  Karena itu, agar kamu lebih memahami lebih lanjut, mari membaca keseluruhan penjelasannya lewat artikel berikut!

Pengertian Deflasi dan Perbedaanya dengan Inflasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian inflasi adalah kemerosotan nilai uang (kertas) karena banyaknya dan cepatnya uang (kertas) beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang. Secara singkat, inflasi adalah naiknya harga komoditas secara tidak wajar dan terus menerus karena tidak seimbangnya arus uang dan barang.

Sementara itu, apa yang dimaksud dengan deflasi adalah turunnya harga-harga komoditas atau barang dan jasa yang disebabkan oleh faktor-faktor seperti menurunnya jumlah uang yang beredar secara tidak wajar di sebuah negara. 

Jika terus menerus terjadi, kenaikan deflasi adalah pemicu ketidakstabilan ekonomi negara karena jika harga komoditas terus turun, maka kegiatan ekonomi seperti konsumsi, distribusi, dan produksi akan terhambat. Hal ini berdampak secara signifikan bagi pertumbuhan finansial sebuah negara.

Jenis Deflasi

Melalui pengertian umum tentang deflasi, kondisi ini dapat diklasifikasikan menjadi dua. Penjelasan jenis deflasi adalah sebagai berikut.

1. Deflasi Strategis

Deflasi strategis adalah kondisi yang terjadi karena penetapan kebijakan mengenai pengendalian terhadap konsumsi yang berlebihan di masyarakat. Deflasi ini terjadi karena kebijakan yang dilakukan pemerintah menurunkan suku bunga melalui bank sentral negara.

Tingkat suku bunga yang rendah akan mendorong konsumen meminjam uang dari bank. Sementara produsen akan berlomba-lomba menyimpan uang di bank dengan harapan memperoleh bunga yang besar. Hal ini menyebabkan uang yang beredar terlalu sedikit dan terjadi penurunan harga barang. Dampak deflasi terus menerus ini akan membuat kondisi perekonomian menjadi tidak stabil.

2. Deflasi Sirkulasi

Pengertian deflasi sirkulasi adalah kondisi yang terjadi dalam transisi ekonomi yang meningkat menjadi kemerosotan perekonomian. Pada deflasi sirkulasi terjadi ketidakseimbangan antara daya produksi dan konsumsi sehingga menyebabkan harga barang-barang menjadi turun.

Terjadinya deflasi ini diawali dengan penurunan signifikan terhadap kebutuhan masyarakat pada komoditas sehingga mengakibatkan penurunan harga yang drastis. Tingkat produksi barang serupa dalam jumlah yang berlebihan menjadi penyebab utama terjadinya deflasi sirkulasi.

Kebijakan Moneter Selama Masa Deflasi

Ketika negara mengalami deflasi maka secara ekonomi makro, sebuah negara akan mengalami dampak negatif. Agar kemerosotan ekonomi negara dapat diatasi, maka cara mengatasi deflasi adalah pengambilan kebijakan moneter oleh pemerintah untuk mengontrol kondisi ini. Sebelum membahas contoh kebijakan moneternya, dampak negatif dari deflasi adalah sebagai berikut.

1. Penurunan Permintaan Produksi

Dampak deflasi adalah harga barang yang terus turun. Meskipun hal ini menjadi keuntungan bagi konsumen, namun untuk menghindari kerugian perusahaan pasti mengurangi tingkat produksi. Hal ini tentu akan berpengaruh pada bisnis perusahaan penyedia atau supplier bahan baku serta perusahaan distributor.

Deflasi adalah penyebab kredit macet di perbankan dan lembaga keuangan. Hal ini diakibatkan karena banyak produsen atau penyedia jasa yang jadi debitur tengah dalam kondisi sulit karena angka penjualannya mengalami penurunan sehingga pembayarannya macet.

2. Bertambahnya Tingkat Pengangguran

Ketika perusahaan berusaha menghindari dampak rugi ketika kegiatan produksi dikurangi, maka kemungkinan besar keputusan untuk mengurangi jumlah pegawai akan diambil. Selain itu, kondisi deflasi adalah pemicu menurunnya upah minimum pegawai. 

3. Menurunnya Devisa Negara

Deflasi adalah penyebab devisa atau pendapatan negara menurun. Hal ini karena ketika deflasi menyebabkan bertambahnya tingkat pengangguran, maka tingkat masyarakat yang membayar pajak juga akan ikut berkurang sehingga pendapatan negara yang bisa dialokasikan sebagai cadangan kas juga akan jauh berkurang.

Karena dapat berdampak signifikan bagi kestabilan negara, berikut adalah contoh kebijakan moneter yang diambil pemerintah untuk menghadapi deflasi.

1. Kebijakan Diskonto

Kebijakan diskonto adalah penetapan naik turunnya suku bunga yang harus dibayar bank umum kepada bank sentral dari tersimpannya dana masyarakat di bank umum tersebut. Melalui kebijakan moneter ini, maka tingkat diskonto dapat memengaruhi keputusan masyarakat dalam menggunakan uangnya. 

Jika dihadapkan dengan situasi deflasi, maka bank sentral akan menurunkan tingkat suku bunga. Dengan ini, maka masyarakat akan menarik simpanannya di bank. Dengan begitu, jumlah uang yang beredar pun meningkat. Peningkatan jumlah uang yang beredar ini akan berpengaruh ke daya beli masyarakat sehingga supply dan demand terhadap barang pun meningkat. 

Melalui bunga yang rendah, pertumbuhan kredit dan jumlah uang beredar akan meningkat, yang tentunya dapat memicu pertumbuhan pada berbagai aktivitas ekonomi. Maka, kegiatan ekonomi kembali berputar dan mekanisme pasar kembali berjalan. Dengan begitu, deflasi pun dapat teratasi.

2. Operasi Pasar Terbuka

Kebijakan moneter lainnya untuk menghadapi deflasi adalah operasi pasar terbuka, di mana instrumen ini mencakup kegiatan jual-beli surat berharga oleh Bank Indonesia di pasar primer maupun sekunder. Tujuannya adalah menambah jumlah uang beredar di masyarakat. 

Melalui Open Market Buying, jika pemerintah ingin menambah jumlah uang yang beredar, pemerintah bisa membeli surat-surat berharga yang beredar. Ketika pemerintah membeli surat berharga dari masyarakat, maka uang yang beredar di masyarakat akan bertambah.

3. Cadangan Wajib Minimum

Cadangan wajib minimum merupakan instrumen kebijakan moneter oleh Bank Indonesia yang mengatur jumlah cadangan uang likuid minimum yang wajib dimiliki oleh bank-bank umum. Semakin kecil cadangan wajib yang diatur oleh Bank Indonesia, maka jumlah uang beredar akan semakin tinggi. 

4. Tingkat Suku Bunga Acuan

Instrumen kebijakan moneter ini dalam menghadapi deflasi adalah mengatur jumlah uang beredar melalui penetapan tingkat suku bunga acuan yang akan diikuti oleh bank-bank komersial. Suku bunga yang rendah akan mengurangi minat masyarakat untuk menyimpan uangnya di bank, sehingga jumlah uang beredar di masyarakat meningkat. 

Pengaruh Deflasi Terhadap Investasi

Dari penjelasan di atas, deflasi dapat menyebabkan dampak signifikan pada roda perekonomian sebuah negara. Jika deflasi terus terjadi, kegiatan produksi dan distribusi akan menurun, sehingga secara beriringan akan berdampak pada naiknya tingkat pengangguran, serta turunnya tingkat konsumsi. Padahal, penggerak laju ekonomi suatu negara salah satu penopang utamanya adalah tingkat konsumsi masyarakat. 

Selain itu, ketika deflasi terjadi, maka nilai investasi aset yang dimiliki oleh investor pasti akan mengalami devaluasi. Hal ini karena rendahnya tingkat konsumsi akan berpengaruh pada laba-rugi sebuah bisnis tempat investor mengalokasikan modalnya. 

Ingin Jadi Bos Bisnis Menjanjikan dengan Modal 1 Juta? Yuk, Investasi di LandX Sekarang Juga!

miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang

Baca Juga