Investor Penerbit
menu-mobile

Bagaimana Bentuk Penerapan Teori Investasi Keynesian?

6 August 2022

|

8 Min Read

|

Author: Rafa Syawalia R
Berbagai teori investasi yang bisa kamu terapkan dalam investasi jangka panjang ada

Teori investasi bisa menjadi landasan dasar sebagai pemahaman dasar memulai investasi. Yuk pelajari teori investasi dari para ahli untuk mengenal lebih jauh mengenai dunia investasi.

Teori investasi digunakan sebagai penyusun tujuan investasi, menyesuaikan profil risiko, dan menghitung estimasi dari kegiatan investasi seseorang atau lembaga. Sebagai tambahan, teori investasi bisa digunakan juga untuk menyusun portofolio dan menganalisa kinerja investasi.

Adanya teori investasi ini hadir sebagai pemahaman dasar dari observasi atau pengalaman yang telah dirasakan oleh para ahli sebelumnya dari situasi ekonomi, pergerakan mengenai perilaku masyarakat, dan faktor-faktor lain.

Kegiatan investasi tidak bisa dilakukan tanpa landasan dasar untuk menyusun strategi yang membantu menganalisis pasar dan mengambil keputusan dalam kegiatan investasi.

Maka dari itu, yuk bahas bersama-sama mengenai teori investasi menurut para ahli dalam artikel ini.

Teori Investasi Menurut Para Ahli

Secara sederhana, investasi adalah penanaman modal untuk menambah keuntungan. Adanya perbedaan pendapat dari para ahli mengenai pengertian investasi akan diulas sebagai berikut.

Menurut Boediono, investasi adalah suatu pengeluaran sektor produsen untuk melakukan pembelian sebuah barang atau jasa yang akan digunakan untuk menambah stok dan memperluas area dari perusahaan itu sendiri.

Haming dan Basalamah memiliki pendapat lain mengenai investasi. Investasi adalah pengeluaran modal saat ini yang kemudian membeli berbagai jenis aset lain, seperti tanah, kendaraan, rumah dan lain-lain. Aset ini nantinya bisa digunakan untuk mencapai tujuan finansial masing-masing individu dalam memperoleh pendapatan yang lebih di masa depan.

Jadi, kegiatan investasi adalah aktivitas seseorang investor untuk menyimpan modalnya pada instrumen tertentu dengan harapan akan menambah keuntungan atau peningkatan nilai dari hasil investasinya.

Seseorang yang berinvestasi dikenal sebagai investor atau penanam modal. Jangka waktu dalam kegiatan investasi terdiri dari jangka pendek yang tidak dilakukan lebih dari 12 bulan, jangka menengah dengan rentang waktu 1-5 tahun, dan jangka panjang.

Kegiatan investasi berhadapan dengan ketidakpastian karena berkaitan dengan berbagai faktor risiko dan return. Maka dari itu, risiko dari investasi perlu dipahami dan dikelola sehingga tidak menimbulkan kerugian berlebih ketika mengharapkan pengembalian keuntungan.

Maka dari itu untuk masuk dalam kegiatan ekonomi, kita perlu belajar dari pengalaman para ahli, seperti John Maynard Keynes yang dikenal sebagai ahli ekonomi dan pencetus teori keynes atau keynesianisme yang memengaruhi kegiatan ekonomi termasuk investasi.

Mengenal Keynesianisme

Teori keynes atau teori keynesian diterapkan berdasarkan ide ekonomi di Inggris pada abad ke-20. Teori Maynard Keynes mengenalkan suatu ekonomi campuran baik negara dan sektor swasta memiliki peran penting dalam kegiatan ekonomi.

Teori keynes menyatakan adanya kecenderungan ekonomi makro yang memengaruhi perilaku individu dalam ekonomi mikro.

Keynes meyakini bahwa masalah ekonomi merupakan permasalahan kompleks, tidak bersifat khusus maupun terpisah seperti pemahaman terdahulu yaitu teori ekonomi laissez faire. Diyakini Keynes bahwa pengetahuan mengenai ilmu ekonomi tidak hanya berkaitan dengan uang meskipun uang merupakan penggerak kegiatan ekonomi.

Adanya campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi ini diharapkan dapat mengelola permintaan konsumen melalui kebijakan yang dikeluarkan atau pajak yang nantinya bisa mencegah inflasi dan pengangguran.

Kilas balik ketika pandemi Covid-19 menyebabkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia menurun. Peran pemerintah dalam mengatasi situasi ini memerlukan kebijakan yang progresif sebagai upaya pemulihan kegiatan ekonomi. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas kurva permintaan dan penawaran.

Contoh situasi Keynesian, pemerintah mengeluarkan kebijakan stimulus pariwisata dengan mengalokasikan ke maskapai penerbangan berjumlah total insentif untuk diskon tiket pesawat senilai Rp98,5 miliar, kemudian sebagiannya dialokasikan untuk promosi Rp103 miliar. Stimulus pariwisata juga didukung oleh relasi media dan jasa pemengaruh (influencer) sebesar Rp72 miliar.

Namun, pendanaan stimulus pariwisata tidak berjalan efektif karena kasus penularan covid yang memperburuk keadaan pandemi Covid-19. Kebijakan intensif fiskal ini tidak dapat menggaet wisatawan asing untuk menikmati promosi yang ditawarkan.

Kebijakan tersebut nyatanya tidak bisa memulihkan roda ekonomi seperti yang dilontarkan oleh Keynes. Artinya terori investasi Keynes juga memiliki kekurangan. Nyatanya kebijakan pemerintah tidak cukup menstimulasi pemulihan ekonomi, karena kegiatan pembelanjaan pemerintah cukup terbatas dan berisiko kenaikan utang.

Pemerintah perlu mengarahkan masyarakat untuk meningkatkan daya beli dan membangkitkan sektor usaha lain untuk membuka lapangan pekerjaan baru. Peran pemerintah tidak cukup membantu seperti usulan teori keynes, perlunya perilaku konsumen untuk meningkatkan daya beli dan membuka beberapa usaha baru dapat membantu menstabilisasikan kurva ekonomi pada sisi permintaan dan penawaran.

Teori Investasi Keynes

Teori keynes dikenal dan digunakan dalam kegiatan investasi dan ekonomi. Seperti sebelumnya yang sudah dibahas dalam Keynesianisme, kecenderungan ekonomi makro mempengaruhi perilaku individu ekonomi mikro. Dalam kegiatan investasi, teori keynes adalah keputusan investasi diambil dengan membandingkan Marginal Efficiency of Capital atau MEC dengan tingkat bunga riil.

Marginal Efficiency of Capital adalah keuntungan yang akan diperoleh dengan ditanamnya modal. Semakin tinggi tingkat bunga, maka semakin menurun investasi. Pada teori investasi keynes, secara ringkas keuntungan yang diharapkan ini disebut dengan MEC karena:

  1. Jika keuntungan yang diharapkan MEC lebih besar dari tingkat bunga maka investasi bisa dilakukan. 
  2. Kebalikannya, jika MEC lebih kecil dari tingkat bunga, maka investasi tidak bisa dilakukan. 
  3. Jika MEC setara dengan tingkat bunga, investasi bisa dilaksanakan dan tidak bisa. 

Uraian di atas menerangkan tentang sifat hubungan besarnya investasi dengan suku bunga. Maka dari itu, investasi keynes menunjukan jumlah atau banyaknya sebuah investasi tidak tergantung pada pengembalian atau hanya satu faktor, tetapi dipengaruhi oleh biaya modal atau tingkat bunga.

Konsep MEC dari investasi menunjukan mengenai sifat hubungan antara besarnya investasi yang akan dilakukan dengan suku bunga.  Adanya hubungan terbalik antara suku bunga dengan jumlah tingkat investasi dalam perekonomian untuk memperhitungkan perubahan harga. 

Faktor-faktor tersebut mempengaruhi investor dalam mengambil keputusan investasi yang merujuk pada teori Keynes sebagai investasi keynesian, diantaranya:

  1. Rasa optimis muncul ketika individu atau perusahaan mengenai kondisi masa depan dan berani untuk melakukan investasi dan berdampak pada keuntungan yang diperoleh nantinya.
  2. Tingkat supply dan demand saling mempengaruhi. Maka dari itu, akan mempengaruhi kondisi investasi karena adanya permintaan naik ketika laju ekonomi sedang meningkat dan berpengaruh untuk pertumbuhan ekonomi pada negara.
  3. Meningkatnya modal saham publik menyebabkan produk hasil marginal menurun. Hal itu mengurangi nilai MEC karena produk hasil marginal adalah output tambahan yang diperoleh perusahaan dengan tambahan satu unit modal.
  4. Perkembangan teknologi yang menguntungkan dan bergerak positif akan memengaruhi investasi meskipun tingkat bunga tetap. 

Teori Investasi Portfolio Markowitz

Dipengaruhi dan mengacu pada teori Keynes dan teori neoklasik, Harry Markowitz mengenalkan teori investasi pada tahun 1952. Untuk melakukan investasi dibutuhkan strategi awal dengan menyusun portofolio investasi. Teori portofolio ini adalah kumpulan investasi berupa saham, uang tunai, obligasi, properti, emas, dan sebagainya.

Teori investasi Markowitz menyampaikan portofolio yang baik adalah dengan mengelola portofolio investasi secara optimal dengan mempertimbangkan terlebih dahulu ketika melakukan transaksi. Dengan kata lain, teori portofolio ini mendorong investor melakukan alokasi dana pada instrumen lain yang diminimalisir melalui diversifikasi dan mengkombinasi berbagai investasi dalam portofolio.

Teori investasi portofolio menurut Markowitz didasari tiga asumsi, yaitu:

  1. Periode investasi tunggal.
  2. Tidak ada biaya transaksi.
  3. Preferensi investor berdasarkan risiko dan return harapan.

Dengan asumsi diatas, preferensi investor yang hanya mempertimbangkan risk and return dari portofolio akan memilih untuk menyusun portofolio. Seorang investor mulai memecahkan dana yang akan digunakan untuk investasi jika menanam dalam satu instrumen saja.

Teori Investasi Internasional

Pemanfaatan mengenai teori investasi internasional biasanya digunakan perusahaan untuk melakukan ekspansi bisnis. Kebanyakan teori ini dilakukan oleh perusahaan dan terjadi di pasar oligopoli. Pasar oligopoli adalah pasar dengan pembeli yang lebih sedikit dan penjual lebih banyak sehingga memengaruhi harga pasar. 

Beberapa diantara teori investasi internasional yaitu:

  1. Teori Keunggulan Monopolistik (Stephen Hymer) pada 1960. Investasi ini dilakukan oleh perusahaan dalam industri oligopolistik karena memiliki keunggulan secara teknis dan lain-lainnya diatas perusahaan lokal.
  2. Ketidaksempurnaan pasar produk dan faktor produksi (Caves) mengenai keunggulan pengetahuan yang memungkin sebuah perusahaan melakukan investasi dengan memproduksi suatu produk yang disukai konsumen dan buatan lokal. Hal tersebut perusahaan nantinya akan mengendalikan harga jual dan meraih keunggulan perusahaan kompetitor lainnya.
  3. Investasi silang yaitu, investasi langsung ke luar negeri oleh perusahaan oligopoli di negara asal masing-masing sebagai tindakan pertahanan.
  4. Knickboxer atau the follow the leader theory adalah ketika perusahaan memimpin atau memulai masuk ke dalam pasar oligopolistik, nantinya akan diikuti perusahaan-perusahaan lain.
  5. IPLC atau International Product Life Cycle Theory yang dinyatakan oleh Raymond Vernon bahwa suatu negara akan mengekspor produknya dan akan menginvestasikan dengan mendaur ulang produknya yang dijual pada pasar yang masih tumbuh.
  6. Teori Internalisasi adalah perluasan teori pasar yang tidak sempurna untuk memperoleh laba yang lebih tinggi dari investasi yang ditanam. Sebuah perusahaan akan memperluas usahanya dengan memproyeksikan ongkos transaksi ketika biaya dalam negeri lebih besar, maka dari itu perusahaan akan memilih produksi di luar negeri karena lebih menguntungkan. 
  7. Dunning atau teori elektik produksi digunakan untuk perusahaan yang akan melakukan investasi di luar negeri karena memiliki kepemilikan yang khas, lokasi, dan internalisasi sebagai keunggulan yang timbul dari pemanfaatan sumber daya pendukung atau aset yang hanya dimiliki di suatu lokasi tertentu. Contoh, sumber daya alam seperti minyak dan mineral hanya ditemukan pada negara tertentu, untuk melakukan eksploitasi tersebut perusahaan harus melaksanakan FDI atau foreign direct investment.

Peranan Investasi dalam Perekonomian

Negara dengan industri ekonomi yang berkembang, investasi menjadi sumber penting dari berlakunya fluktuasi dalam kegiatan perekonomian. Biasanya kesempatan ini dimanfaatkan untuk perusahaan mendapatkan modal tambahan untuk ekspansi bisnis.

Selain itu, kegiatan investasi mendorong masyarakat pada negara dengan meningkatnya daya beli yang berlaku dalam kegiatan ekonomi dan menambah kesempatan kerja. Hal ini berguna untuk meningkatkan pendapatan nasional suatu negara serta taraf kemakmuran masyarakat menjadi lebih baik lagi.

Peranan investasi memiliki nilai positif dalam pembangunan infrastruktur negara. Selain itu investasi juga menumbuhkan bisnis-bisnis baru yang bermunculan, dengan tumbuhnya bisnis-bisnis baru ini akan membuka lapangan pekerjaan karena didorong oleh meningkatnya daya beli konsumen.

Perlu diingat juga, kegiatan investasi memiliki risiko dan perlu memahami profil risiko terhadap investasi yang dipilih. Jika Anda ingin memilih investasi dengan minim risiko, Anda bisa memilih skema equity crowdfunding.

Melalui skema equity crowdfunding, Anda melakukan pendanaan bersama masyarakat luas mendanai bisnis yang nantinya akan berkembang dan melakukan ekspansi. Sehingga Anda akan mendapatkan keuntungan dari pendanaan bisnis berupa dividen secara rutin.

Tentunya memilih platform equity crowdfunding berpengalaman dalam mendanai bisnis yang berpotensi berkembang dalam jangka waktu yang panjang seperti LandX dan sudah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Jadi tunggu apalagi?

Miliki Bisnis Potensial dengan Keuntungan Terbaik Lewat LandX Sekarang Juga!

miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang

Baca Juga