Investor Penerbit
menu-mobile

Value Investing Adalah: Mengenal Apa Itu Prinsip Value Investing

15 July 2022

|

7 Min Read

|

Author: Sylvana Oktia Susaningtyas
Apa itu Value Investing

Value investing adalah metode pembelian saham di bawah harga wajarnya dari perusahaan yang berpotensi. Cari tahu keunggulan dan keterbatasan balue investing di Indonesia.

Untuk meraup keuntungan maksimal, seorang investor tentu memerlukan strategi dalam berinvestasi. Salah satu teknik yang dilakukan oleh investor untuk mendapatkan keuntungan dalam investasi saham adalah value investing.

Value investing adalah langkah pembelian saham dengan harga murah dari perusahaan berpotensi. Konon, prinsip value investing juga digunakan oleh salah satu orang terkaya di dunia yaitu Warren Buffet. Di Indonesia, ada Lo Kheng Hong yang dikenal sebagai value investor yang sukses menerapkan prinsip value investing.

Oleh karena itu, artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang apa itu prinsip value investing, bagaimana cara value investing serta kekurangan dan kelebihan value investing.

Apa itu Value Investing?

Value investing adalah kegiatan menginvestasikan saham yang pada saat ini memiliki harga di bawah nilai intrinsiknya. Kegiatan ini dilakukan dengan cara membeli value stock dengan memperhatikan nilai intrinsik yang diperoleh berdasarkan analisis kinerja perusahaan.

Value stock adalah saham dari emiten yang harganya dinilai lebih murah dari nilai intrinsiknya.

Dalam berinvestasi, ada yang melakukan trading, ada juga yang melakukan investing. Seorang trader ingin mendapatkan keuntungan dalam waktu yang singkat. Sedangkan investor cenderung ingin memiliki keuntungan di masa depan. Jika Anda memilih sebagai seorang investor, maka Anda adalah seorang value investor.

Value investor adalah seseorang yang menginvestasikan harga saham yang saat ini ada berada di bawah nilai intrinsiknya.

Seorang investor tidak dapat menerapkan prinsip value investing hanya berdasarkan feeling. Dalam penerapannya, setiap investor melakukan analisis dan perhitungannya masing-masing. Ada beberapa strategi bagi untuk menerapkan bagaimana cara value investing.

Prinsip Value Investing yang Perlu Diperhatikan

Seorang value investor tidak asal melakukan pembelian. Dalam prinsip value investing, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan agar value investing menghasilkan keuntungan yang besar. Anda ingin menjadi value investor yang sukses? Yuk perhatikan hal-hal di bawah ini!

1. Memilih Metode Analisa

Untuk menganalisa strategi saham, ada dua strategi yang bisa Anda gunakan. Anda bisa menganalisa dengan metode analisis top down, dimana Anda bisa menganalisanya dari kondisi ekonomi makro, lalu mengerucut pada fundamental perusahaan.

Sementara itu, ada yang memulai analisa saham dengan istilah analisis bottom-up. Kebalikan dari analisis sebelumnya, analisis ini menilai saham dari bawah ke atas. Caranya dengan mengecek kondisi fundamental perusahaan terlebih dahulu. Lalu berlanjut menganalisa masalah ekonomi yang mempengaruhi pergerakan harga saham.

2. Memantau Sektor yang Trending

Strategi ini menjadi langkah pertama ataupun langkah kedua setelah Anda memilih metode value investing. Pada dasarnya, Anda harus mengetahui sektor mana saja yang sedang diminati oleh masyarakat atau yang sedang trending.

Membaca trend saham juga membantu Anda lebih peka terhadap keadaan pasar saham saat ini. Sehingga nantinya dapat mendukung keputusan pembelian saham. Selain itu, sektor trending maka Anda tidak hanya mendapat capital gain yang besar, namun juga bisa memperoleh keuntungan yang lebih cepat.

Bahkan, bisa hanya dalam hitungan hari. Menarik bukan?

3. Melakukan Screening Saham dengan Fundamental yang Bagus

Hingga sampai saat ini, sudah ada lebih dari 600 emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sehingga untuk melakukan screening dengan lebih efektif, Anda harus menetapkan kriterianya.

Cara sederhananya adalah mengelompokkan emiten yang memiliki REO (Return on Equity) lebih dari 15%, PBV (Price to Book Value) dibawah 1x, atau PER (Price to Equity Ratio) kurang dari 10.

Jika Anda sudah mendapatkan daftar emiten dengan kriteria di atas, Anda bisa mengecek saham tersebut satu per satu. Jadi, Anda tidak perlu menghabiskan waktu untuk mengecek semua saham di BEI.

4. Mengetahui Valuasi dan Nilai Intrinsik Saham yang Akan Dibeli

Sebagai value investor, Anda wajib mempelajari bagaimana cara menilai harga saham tersebut. 

Dalam prinsip value investing, yang dinilai sebenarnya adalah harga wajar atau harga sebenarnya dari saham tersebut atau yang disebut dengan book value.

Anda bisa mengikuti apa yang digunakan oleh Warren Buffet, yaitu hanya menggunakan dua rasio untuk menilai valuasi suatu saham. Kedua rasio tersebut adalah PER (Price Earning Ratio) dan PBV (Price to Book Value).

5. Menganalisa Faktor Fundamental Perusahaan

Untuk mengetahui fundamental perusahaan, hal wajib yang harus dilakukan adalah membaca laporan keuangan terbarunya. Apa saja hal wajib yang perlu diketahui dalam sebuah laporan keuangan?

  • Pernyataan direktur ataupun yang menyajikan laporan keuangan
  • Aset lancar dan tidak lancar
  • Liabilitas dan ekuitas
  • Laba/rugi
  • Laporan arus kas
  • Catatan-catatan keuangan

6. Menentukan Waktu Tepat Membeli Saham

Waktu paling tepat untuk seorang value investor membeli saham adalah pada saat harga saham undervalued atau lebih murah di bawah nilai intrinsiknya.

Contohnya harga saham PGAS yang dihargai PBV 1,5 kali, dan nilai PBV tersebut adalah yang paling rendah.

Lalu, saham secara signifikan naik beberapa tahun kemudian namun karena ada rumor, maka akan menjadi turun lagi. Kebetulan, karena pada saat itu PBN nya menurun di angka 1,5 lagi, maka pada saat itulah saat yang tepat membeli saham PGAS.

7. Melakukan Pemantauan

Selain menganalisa dan membeli saham, melakukan value investing adalah juga mengawasi saham yang terdapat di dalam portofolionya. Caranya adalah dengan memantau performa dan membaca laporan keuangan terbaru secara langsung di situs resmi IDX di idx.co.id.

8. Menentukan Waktu Jual Saham

Selain harus menentukan waktu yang tepat dalam membeli saham, Anda juga harus cermat dalam menjual saham. Sebagai contoh, setelah Anda selesai melakukan pemantauan ternyata terdapat saham yang Anda beli mengalami kerugian atau masalah tertentu. Maka pada saat itulah Anda harus segera menjualnya.

Hal paling penting adalah jangan gegabah dalam melakukan penjualan dan pembelian saham, sehingga hanya menjual dan membeli karena labanya turun sedikit, atau terkena syndrome FOMO (Fear of Missing Out) karena orang lain ramai membeli saham tertentu.

Disini Anda justru menerapkan teknik investasi lain yang dinamakan sebagai momentum investing. Momentum investing adalah gaya investasi di mana investor latah mengikuti gerak-gerik investor lainnya dalam menjual atau membeli saham.

Jadi, jangan sampai Anda latah karena tindakan orang lain dan gegabah dalam mengambil keputusan.

Keunggulan dan Keterbatasan Value Investing Indonesia

Dalam menerapkan prinsip value investing, terdapat sejumlah keunggulan dan kelemahan yang bisa Anda jadikan bahan pertimbangan:

Keunggulan Value Investing

Kabar baiknya, siapapun bisa memakai teknik value investing saham. Value investing bisa dipakai untuk menerapkan value investing saham dengan modal yang terbatas. Namun perlu diingat, Anda harus tetap membaca kondisi fundamental perusahaan.

Selain itu, penggunaan metode value investing dapat mengoptimalkan power of compounding. Compounding merupakan kemampuan investasi untuk bunga yang berlipat ganda. Seiring berjalannya waktu, investasi akan mengalami pertumbuhan eksponensial sebagai dampak pertumbuhan harga saham dan dividen yang dibagikan.

Value investing merupakan teknik yang sudah teruji oleh Warren Buffet selama berpuluh-puluh tahun dan sukses membawanya menjadi salah satu orang terkaya di dunia.

Keterbatasan Value Investing

Dilihat dari cara pengukurannya nilai intrinsik, sebuah saham cenderung sulit diukur karena penggunaan metode yang berbeda. Cara pengukuran ini tergantung pada akses informasi masing-masing investor.

Salah satu alat yang digunakan oleh value investor untuk menganalisis adalah laporan keuangan. Penyusunannya dilakukan berdasarkan kinerja historis perusahaan.

Kinerja masa lalu tidak bisa menjamin kinerja masa depan dan ada hal yang bisa diukur oleh estimasi dari manajemen.

Menjadi Value Investor Yang Berhasil

Setelah mempelajari apa itu prinsip value investing dengan berbagai strateginya, maka Anda sudah bisa mencoba untuk mengaplikasikannya untuk investasi jangka panjang.

Namun, apakah value investing sama dengan investasi jangka panjang?

Karena value investing dilakukan ketika sebuah nilai saham dinilai murah dan akan dijual ketika nilainya telah menguntungkan atau meningkat, maka value investing bisa dikatakan sebagai salah satu strategi investasi jangka panjang.

Jangan lupa untuk mempelajari suatu saham dari fundamentalnya, dan jangan mudah gegabah dalam mengambil keputusan. Lakukanlah berbagai analisa yang mendalam sebelum mengambil keputusan agar bisa meminimalisir berbagai risiko yang tidak diinginkan.

Apabila Anda belum siap berinvestasi pada perusahaan besar dan ingin memulai berinvestasi dengan modal kecil, Anda bisa memulai investasi saham di platform equity crowdfunding.

Equity crowdfunding merupakan skema pendanaan untuk bisnis kecil dengan cara patungan dari masyarakat luas untuk mendanai UMKM. Melalui equity crowdfunding, Anda bisa menjadi salah satu pemilik saham bisnis potensial yang menguntungkan untuk bisa didanai.

LandX merupakan platform equity crowdfunding dimana Anda bisa berinvestasi pada berbagai sektor bisnis mulai dari 1 jutaan saja. Mulai dari bisnis coffee shop hingga properti, Anda bisa memilih sesuai dengan analisis Anda.

LandX telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga terpercaya menjadi platform patungan bisnis yang aman dan transparan.

Mulai Langkah Kecil Investasimu dengan Download Aplikasi LandX!

Yuk mulai patungan bisnis menguntungkan jangka panja g bersama LandX

Baca Juga