13 October 2022
|
7 Min Read
|
Sebelum melakukan investasi saham, investor harus melakukan analisis fundamental. Analisis fundamental saham adalah analisis dengan melihat kondisi perusahaan yang dituju untuk meminimalisir risiko.
Analisis fundamental saham adalah suatu metode yang digunakan oleh investor untuk menilai suatu saham perusahaan layak untuk dibeli atau tidak.
Umumnya, cara analisis fundamental saham adalah dengan menganalisis kondisi makro ekonomi dan kondisi keuangan dari perusahaan. Analisis-analisis ini perlu dilakukan oleh tiap investor agar mereka dapat memilih perusahaan yang tepat untuk berinvestasi dan dapat meminimalisir segala risiko kerugian yang dapat terjadi.
Oleh karena itu sebagai investor, baik yang masih pemula maupun yang berpengalaman harus tahu seputar analisis fundamental saham. Di artikel ini kita akan membahas seputar analisis fundamental saham, mulai dari pengertiannya, cara analisis saham, hingga perbedaan analisis saham dan teknikal.
Jadi ikuti terus artikel ini, ya!
Tujuan utama seorang investor berinvestasi pastinya adalah untuk memperoleh return atau keuntungan yang maksimal. Lalu, bagaimana sih caranya saat berinvestasi seorang investor dapat menghasilkan potensi keuntungan dan meminimalisir segala risiko kerugian?
Salah satu cara yang dapat dilakukan investor saat memulai investasi dan ingin memperoleh keuntungan adalah dengan melakukan analisis fundamental saham. Melakukan analisis fundamental saham sangat cocok bagi kamu yang ingin menjadi investor saham. Lalu, Apa itu analisis fundamental saham?
Analisis fundamental saham adalah salah satu metode pengukuran terhadap kondisi suatu perusahaan. Di sini, para investor akan memeriksa keamanan nilai saham suatu perusahaan. Apakah perusahaan yang dituju masuk ke dalam kategori yang baik dan layak untuk dipilih atau tidak.
Pemeriksaannya pun akan dilakukan pada kondisi keuangan dan ekonomi perusahaan yang dituju. Selain kondisi keuangan dan ekonomi perusahaan yang harus diperiksa, terdapat hal-hal lain yang harus diperiksa dalam analisis fundamental, yaitu seperti manajemen efektivitas suatu perusahaan dan persaingan industrinya.
Dengan begitu, para investor akan mengetahui keamanan saham suatu perusahaan dan dapat memperkirakan perkembangannya di masa mendatang.
Analisis fundamental saham ini diketahui telah digunakan oleh salah satu investor ternama asal Amerika, yaitu Warren Buffett. Warren Buffett sendiri masih melakukan analisis fundamental untuk menyaring produk saham yang yang masuk kedalam kategori yang layak untuk dipilih.
Tujuan dari para investor melakukan analisis fundamental saham adalah untuk mendapatkan hasil bahan pertimbangan harga yang akan dibandingkan dengan nilai saham saat ini. Kemudian, para investor dapat mengetahui apakah sebuah saham perusahaan masuk kategori undervalued atau overvalued.
Pendekatan dalam analisis fundamental saham apa saja sih? Terdapat dua pendekatan yang umumnya digunakan saat melakukan analisis fundamental saham. Berikut ini dua pendekatan dalam analisis fundamental saham adalah sebagai berikut:
Pendekatan makro adalah pendekatan dalam analisis fundamental saham yang dilakukan dari atas ke bawah, yaitu mulai dari menganalisis kondisi makro ekonomi, lalu mencari sektor usaha unggulan, hingga akhirnya ke bagian kinerja keuangan perusahaan yang dituju.
Pada pendekatan top down, kondisis ekonomi makro perusahaan sangat mempengaruhi kinerja saham perusahaan dan pasar modal. Beberapa kondisi makro ekonomi perusahaan yang umumnya menjadi bahan analisis para investor adalah dari sisi fiskal dan moneter, seperti angka pengangguran, inflasi, perkembangan Produk Domestik Bruto (PDB), perpajakan, dan suku bunga acuan.
Setelah bagian makro ekonomi perusahaan, selanjutnya melalui pendekatan top down memungkinkan bagi investor untuk melihat berbagai peluang yang dapat membawa keuntungan dari sektor industri unggulan. Misalnya, ketika pemerintah meningkatkan anggaran pembangunan infrastruktur, maka saham-saham perusahaan yang berhubungan dengan sektor itu akan ikut mengalami kenaikan.
Terakhir, para investor akan melakukan analisis terhadap kinerja keuangan perusahaan yang dituju, yaitu dengan melihat laporan keuangan perusahaan.
Ketika pendekatan top down, dari atas ke bawah, maka pendekatan bottom up adalah kebalikannya. Pada pendekatan bottom up, analisa saham perusahaan dilakukan dari bawah terlebih dahulu kemudian naik ke atas.
Para investor dapat memilih saham yang diincar terlebih dahulu, lalu melakukan analisis terhadap kinerja keuangan perusahaan yang dituju. Setelah itu mereka dapat melihat kondisi ekonomi makro dari perusahaan untuk diambil keputusannya, apakah saham perusahaan yang dituju layak dipilih untuk jangka panjang atau tidak.
Cara analisis fundamental saham ini sangat berkaitan erat dengan salah satu pendekatan dalam analisis fundamental saham, yaitu dengan menggunakan pendekatan top down.
Karena analisis fundamental saham adalah analisis dengan melihat kondisi suatu perusahaan yang dituju. Maka, cara analisis fundamental juga akan melibatkan kondisi fundamental dan sektor industri dari suatu perusahaan.
Berikut ini cara analisis fundamental saham dengan menggunakan pendekatan top down, yaitu:
Kondisi makro suatu perusahaan ini dipengaruhi oleh kebijakan yang dikeluarkan pemerintah suatu negara. Jika pemerintah mengeluarkan kebijakan terkait suku bunga, maka dapat mempengaruhi kondisi makro perusahaan.
Saat suku bunga naik, kebanyakan investor akan memilih menyimpan uangnya di bank daripada saham. Namun, jika suku bunga rendah, para investor akan lebih memilih menaruh uangnya di saham guna meraup keuntungan yang lebih besar.
Selain kebijakan pemerintah, harga saham suatu perusahaan juga sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi suatu negara. Jika perekonomian suatu negara melemah, maka aktivitas suatu perusahaan juga akan ikut melemah. Akibatnya, harga saham perusahaan juga ikut terdampak, yaitu mengalami penurunan.
Salah satu pemicu tinggi rendahnya harga saham suatu perusahaan adalah datang dari kondisi industri itu sendiri. Misalnya, dengan meroketnya harga minyak dunia di tahun 2007 memicu kenaikan juga pada saham pertambangan.
Hal ini menyebabkan harga saham batu bara dan minyak mengalami kenaikan tajam. Namun, jika harga minyak turun, maka nilai saham pertambangan juga ikut turun.
Pada bagian fundamental perusahaan ini sangat berkaitan dengan kondisi internal suatu perusahaan. Di sini investor akan melakukan analisis fundamental laporan keuangan suatu perusahaan untuk memastikan bahwa perusahaan dikelola oleh orang-orang yang ahli dan kompeten pada bidangnya.
Selain analisis fundamental saham yang dilakukan dengan menganalisis berdasarkan kondisi suatu perusahaan, terdapat juga cara lain dalam menganalisis saham perusahaan yaitu, teknikal.
Bila analisis fundamental saham adalah analisis yang dilakukan dengan melihat kondisi suatu perusahaan yang dituju, mulai dari kondisi makro ekonomi, hingga kondisi keuangannya, pada teknikal berbeda.
Dalam analisis teknikal, investor akan melakukan analisis berdasarkan data-data harga historis yang terjadi pada pasar saham. Dalam analisis ini, memilih waktu yang tepat untuk membeli atau menjual dilakukan dengan melihat grafik historis dari pergerakan saham.
Biasanya, pengguna analisis ini disebut dengan trader dan melakukan investasi hanya untuk keperluan jangka pendek saja, seperti investasi harian.
Namun, pada analisis fundamental saham kerap dilakukan oleh investor yang tujuan investasinya untuk jangka panjang dan tidak gampang terpengaruh dengan fluktuasi nilai saham.
Sehingga yang dilakukan analisisnya lebih mendalam dan lebih banyak, bukan sekedar memperhatikan grafik pergerakan saham saja, melainkan keseluruhan dari kondisi perusahaan yang dituju.
Namun, baik itu analisis fundamental saham atau teknikal memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Semua ini tergantung dari tujuan investor dalam berinvestasi, jadi bisa ditentukan analisis seperti apa yang cocok untuk mereka gunakan.
Nah, itu tadi penjelasan seputar analisis fundamental saham yang harus dilakukan oleh para investor sebelum memutuskan untuk menaruh sahamnya di perusahaan mana.
Pada dasarnya berinvestasi di manapun pasti diperlukan adanya analisis yang akan membantu para investor dalam menentukan produk investasi yang paling optimal, dan mampu meminimalkan risiko, hingga berpotensi menghasilkan keuntungan.
Salah satu instrumen investasi yang dapat dilakukan oleh para investor, baik yang masih pemula hingga yang berpengalaman adalah investasi dengan skema equity crowdfunding.
Melalui skema equity crowdfunding, investor akan mendanai bisnis UMKM berpotensi secara patungan dengan beberapa investor lainnya. Setelah dana terkumpul, para investor berkesempatan mendapatkan keuntungan berupa dividen atas bisnis yang telah didanai.
Tetapi sebelum mendanai bisnis UMKM berpotensi, investor dapat melakukan analisis terlebih dahulu nih portofolio dari bisnis-bisnis UMKM berpotensi yang tersedia. Investor dapat melakukan perbandingan antara profil bisnis UMKM yang satu, dengan yang lainnya untuk mengetahui bisnis UMKM mana yang layak untuk didanai.
LandX merupakan platform equity crowdfunding terpercaya, dan telah memiliki market cap terbesar se-Indonesia. Di LandX kamu sebagai investor dapat mendanai berbagai bisnis UMKM berpotensi.
Untuk keamanan? LandX telah mengantongi izin dari OJK, sehingga segala aktivitas investasi lebih aman karena diawasi oleh OJK. kamu bisa mulai mengecek profil-profil bisnis UMKM berpotensi di LandX dan pilih yang terbaik untukmu dan berpotensi membawa keuntungan.