5 September 2022
|
8 Min Read
|
Saat ini kondisi keuangan Indonesia menjadi salah satu yang paling stabil. Apa itu sistem keuangan dan bagaimana suatu negara dikatakan memiliki stabilitas keuangan?
Sistem keuangan di setiap negara memegang peranan yang sangat penting. Karena, sistem keuangan adalah bagian dari sistem perekonomian. Jadi, jika sistem perekonomian suatu negara tidak berfungsi dengan baik pasti akan menghambat pertumbuhan perekonomian di negara tersebut.
Lalu, bagaimana suatu negara dapat dikatakan memiliki sistem keuangan stabil? Apa saja kriteria-kriteria suatu negara dapat dikatakan memiliki stabilitas keuangan? Juga, bagaimana kondisi sistem keuangan Indonesia saat ini? Apakah mengalami penurunan atau justru mengalami kenaikan?
Kali ini kita akan membahas pentingnya sistem keuangan di suatu negara, dan kita juga akan membahas sistem keuangan di Indonesia saat ini. Jadi ikuti terus artike ini, ya!
Kamu tahu tidak, perekonomian suatu negara dapat terus bertumbuh jika sistem keuangannya stabil dan berfungsi dengan baik? Seberapa penting sih sistem keuangan pada suatu negara? Sistem keuangan memegang peranan vital bagi setiap negara, karena sistem keuangan adalah bagian dari sistem perekonomian dalam suatu negara.
Jadi, jika sistem keuangan sedang tidak stabil sehingga mengakibatkan tidak dapat berfungsi dengan baik, maka perekonomian dalam negara tersebut pun akan mengalami penghambatan. Apalagi jika terjadi dalam jangka waktu panjang, dampaknya akan sangat besar bagi negara hingga dapat mengalami krisis.
Kalau suatu negara sampai terkena krisis, maka akan memerlukan biaya yang lebih besar lagi untuk upaya penyelamatannya.
Sistem keuangan sebagai bagian dari sistem perekonomian memiliki fungsi dalam mengalokasikan sumber pendanaan dari pihak yang mengalami surplus kepada pihak yang mengalami defisit untuk mendukung aktivitas perekonomian nasional.
Makanya seperti sebelumnya, jika sistem keuangan tidak berfungsi dengan baik, maka akan menghambat proses alokasi dana sehingga perekonomian pun mengalami penghambatan.
Di Indonesia sendiri pernah mengalami krisis keuangan pada tahun 1998 yang berhasil membuat perekonomian lumpuh. Indonesia memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk kembali membangkitkan kepercayaan publik terhadap sistem keuangan.
Dari krisis keuangan yang melanda Indonesia pada tahun 1998 inilah yang membuat sadar akan pentingnya stabilitas keuangan dalam membentuk dan menjaga perekonomian yang berkelanjutan. Lalu, bagaimana sih suatu negara dapat dikatakan memiliki sistem keuangan stabil?
Bagaimana sih suatu negara dikatakan memiliki sistem keuangan stabil? Negara dikatakan memiliki sistem keuangan stabil jika sistem keuangannya mampu dalam mengalokasikan sumber dana dan menyerap kejutan (shock) yang terjadi sehingga dapat mencegah segala gangguan di sektor riil dan sistem keuangan.
Menurut laman dari Otoritas Jasa Keuangan, stabilitas keuangan adalah kondisi di mana mekanisme ekonomi dalam penetapan harga, alokasi dana dan pengelolaan risiko berfungsi secara baik dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Jadi, jika semua itu dapat berjalan dan teratasi dengan baik, maka sistem keuangan stabil dan perekonomian akan terus bertumbuh.
Seiring dengan perkembangan teknologi, saat ini sistem keuangan sudah semakin terintegrasi tanpa adanya jeda waktu dan batas wilayah. Selain itu juga, inovasi produk keuangan semakin dinamis dan beragam yang kompleksitasnya menjadi semakin besar.
Nah, dari berbagai perkembangan tersebut ternyata bisa menjadi pemicu ketidakstabilan sistem keuangan meningkat, karena sumber-sumber pemicu ketidakstabilannya semakin bertambah dan beragam, bahkan akan jadi semakin sulit untuk mengatasi ketidakstabilan tersebut.
Untuk mengatasi ketidakstabilan sistem keuangan tersebut, pemerintah menunjuk Bank Indonesia, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memelihara stabilitas sistem keuangan di Indonesia.
Bank Indonesia memiliki lima peran dalam menjaga stabilitas keuangan negara. Berikut ini lima peran utama BI yang mencangkup kebijakan dan instrumen dalam menjaga stabilitas keuangan, yaitu:
Peran pertama dari Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas keuangan adalah melalui suku bunga dalam operasi pasar terbuka. Bank Indonesia dituntut untuk mampu menetapkan kebijakan moneter secara tepat. Karena kebijakan moneter dan stabilitas keuangan ibarat dua mata sisi pada koin yang tidak dapat dipisahkan.
Keberhasilan dari kebijakan moneter akan memberikan dampak yang signifikan pada stabilitas keuangan negara, begitupun sebaliknya. Kebijakan moneter dengan menetapkan suku bunga yang sangat ketat nantinya akan mematikan kegiatan ekonomi, begitupun sebaliknya.
Makanya, untuk mencapai stabilitas ekonomi yang baik dan nantinya akan mempengaruhi kestabilan keuangan, Bank Indonesia menerapkan suatu kebijakan yang disebut dengan Inflation Targeting Framework (ITF).
Kebijakan ITF berfokus untuk menjaga inflasi sesuai dengan targetnya. Bank Indonesia akan mengumumkan sasaran inflasi pada periode tertentu agar tetap menjaga stabilitas sistem keuangan.
Peran dari Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas keuangan adalah dengan menciptakan kinerja lembaga keuangan yang sehat, khususnya pada sektor perbankan. Menciptakan kinerja yang sehat dilakukan dengan melalui mekanisme pengawasan dan regulasi, karena pada sektor perbankan memiliki pangsa yang dominan dalam sistem keuangan.
Bila terjadi kegagalan pada sektor perbankan, maka akan berdampak pada kestabilan sistem keuangan dan akhirnya juga akan berpengaruh pada perekonomian nasional. Maka dari itu, untuk melakukan pencegahan Bank Indonesia harus melakukan pengawasan secara tegas.
Selain itu, disiplin pasar melalui kewenangan dalam pengawasan dan pembuatan kebijakan serta penegakkan hukum (law enforcement) juga harus dijalankan. Karena, negara yang menerapkan disiplin pasar akan memiliki stabilitas sistem keuangan yang kokoh.
Bank Indonesia juga memiliki wewenang untuk mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Jika terdapat kondisi gagal bayar (failure to settle) pada salah satu peserta dalam sistem pembayaran, nantinya akan menimbulkan risiko potensial yang cukup serius dan bisa mengganggu kelancaran pada sistem pembayaran.
Kegagalan itu juga dapat menimbulkan risiko yang menular (contagion risk) dan akan menimbulkan gangguan yang bersifat sistemik.
Untuk Mengatasi kegagalan tersebut, Bank Indonesia mengembangkan mekanisme dan pengaturan untuk mengurangi risiko dalam sistem pembayaran yang cenderung semakin meningkat. Bank Indonesia menerapkan sistem pembayaran real time atau dikenal dengan sistem RTGS (Real Time Gross Settlement) yang lebih terjamin keamanan dan kecepatannya.
Melalui fungsi riset dan pemantauan, Bank Indonesia dapat memantau informasi-informasi yang dinilai dapat mengancam stabilitas keuangan. Bank Indonesia akan memonitor kerentanan sektor keuangan dan mendeteksi segala potensi kejutan (potential shock) yang akan berdampak pada stabilitas keuangan.
Setelah melakukan monitor terhadap kerentanan, Bank Indonesia akan mengambil langkah-langkah untuk meredam segala potensi yang dapat mengganggu sistem keuangan.
Bank Indonesia memiliki fungsi Lender of The Last Resort atau LoLR. Di mana dalam fungsi ini Bank Indonesia sebagai bank sentral harus mengelola setiap krisis guna menghindari ketidakstabilan sistem keuangan.
Fungsi LoLR sendiri mencangkup penyediaan likuiditas pada kondisi normal maupun krisis. Fungsi ini juga hanya diberikan kepada bank yang menghadapi masalah likuiditas dan berpotensi memicu terjadinya krisis keuangan yang bersifat sistemik.
Selain Bank Indonesia juga terdapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang beranggotakan Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, dan Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan.
KSSK sendiri terbentuk berdasarkan dari UU Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (UU PPKSK).
Nantinya, untuk menjaga kestabilan keuangan KKSK akan melakukan pemantauan dan pemeliharaan stabilitas sistem keuangan sesuai dengan tugas dan wewenangnya dan dengan protokol manajemen krisis setiap anggota.
Lalu, bagaimana kondisi keuangan Indonesia saat ini jika banyak pihak yang terlibat dalam menjaga stabilitas keuangannya?
Kita telah membahas seputar sistem keuangan di suatu negara serta indikator stabilitas keuangan. Lalu, bagaimana sih sistem keuangan di Indonesia saat ini? Apalagi Indonesia juga merupakan negara yang terdampak dari efek Pandemi Covid-19. Apakah kondisi keuangan Indonesia mengalami penurunan atau malah mengalami kenaikan?
Tapi, tahukah kamu bahwa sistem keuangan Indonesia menjadi salah satu yang paling stabil di dunia dengan kinerja moneter hingga utang yang dapat dikelola dengan baik? Pasti banyak dari kamu yang tidak menyangka dengan kabar baik ini.
Kondisi keuangan Indonesia yang stabil ini dikabarkan langsung oleh Co-Founder Falcon House Partner Brian M O’Connor sebagai pengelola dana swasta berbasis di Singapura yang berfokus pada investasi bernilai tambah di pasar menengah Asia Tenggara. Brian mengatakan bahwa Indonesia menjadi negara dengan stabilitas keuangan yang signifikan.
Brian juga menyebutkan bahwa Indonesia memiliki sistem perbankan dengan kapitalisasi terbaik di dunia. Sistem perbankan di Indonesia sangatlah kuat dengan melihat rasio kecukupan modal (CAR) perbankan Indonesia yang masih diatas 24%.
Di mana jika tingkat CAR berada di atas 8% menandakan sistem perbankan sehat dan dapat membiayai kegiatan operasional dan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi profitabilitas.
Selain itu, neraca transaksi berjalan dan neraca perdagangan di Indonesia mencatatkan surplus. Neraca transaksi berjalan Indonesia mencatat surplus sebesar 0,2 miliar dolar pada kuartal I di tahun 2022 ini. Surplus yang dialami oleh Indonesia ini telah berjalan selama 26 bulan beruntun.
Sistem keuangan Indonesia yang stabil juga dapat dilihat dari tingkat utang yang lebih rendah. Berdasarkan laman Katadata, dalam data Bank of International Settlement (BIS) pada April, Indonesia memiliki total utang sebesar 83% dari PDB.
Besaran utang yang dimiliki Indonesia ini masih berada di bawah rata-rata negara ASEAN dan India yang masing-masing memiliki utang mencapai 174%, Brasil mendekati 150%, rata-rata negara emerging market 227%, bahkan utang yang dimiliki AS dan China berada di atas 250%.
Di tengah pandemi, Indonesia berhasil menjaga stabilitas keuangannya dengan menerapkan sistem moneternya dengan baik dan Indonesia juga berhasil mengendalikan inflasinya dibanding dengan banyak negara lainnya.
Kondisi keuangan Indonesia yang stabil ini membuat banyak pihak yang tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia, akibat inflasi yang berhasil dikendalikan oleh Indonesia.
Stabilitas sistem keuangan dan ekonomi Indonesia juga kedepannya dinilai akan semakin cerah karena demografi usia muda penduduk yang melimpah. Saat jumlah penduduk di Indonesia didominasi oleh generasi milenial dan generasi Z yang sedang berada di masa-masa produktifnya.
Nah, dengan kondisi keuangan Indonesia yang stabil ini bisa menjadi kesempatan buat kamu yang ingin memiliki penghasilan lebih. Jika dibicarakan sebelumnya, saat ini banyak pihak yang tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Kesempatan ini juga ga boleh kamu lewatkan. Kamu bisa memiliki penghasilan lebih melalui investasi.
Salah satu investasi yang dapat kamu coba mulai dari modal yang kecil yaitu investasi dengan sistem equity crowdfunding. Equity crowdfunding adalah salah satu model investasi dengan melakukan pendanaan secara patungan pada bisnis UMKM berpotensi.
Jika kamu memilih investasi model equity crowdfunding, kamu akan mendanai bisnis UMKM berpotensi secara patungan bersama beberapa investor lainnya. Setelah dana terkumpul, kamu berpotensi mendapat keuntungan berupa dividen dari bisnis yang kamu danai.
LandX merupakan platform equity crowdfunding yang telah memiliki market cap terbesar se Indonesia, terpercaya, dan telah mengantongi izin dari OJK. Melalui LandX kamu bisa menjadi salah satu pemegang bisnis UMKM berpotensi dari berbagai macam industri, mulai dari industri kuliner, hingga industri properti yang berpotensi.
Jadi tunggu apalagi? Download aplikasi LandX dan danai Bisnis Berpotensi!