17 October 2022
|
4 Min Read
|
Kenali berbagai bisnis B2B serta potensi bisnis B2B di Indonesia. Ketahui juga cara mudah jadi bagian pemilik bisnis B2B di akhir artikel ini.
Dalam dunia bisnis terdapat istilah B2B (business to business) atau lebih akrab disebut bisnis B2B. Model bisnis B2B adalah jenis transaksi perdagangan yang terjadi antara pelaku bisnis, seperti melibatkan produsen dan produsen atau produsen dengan toko grosir.
Menjalankan bisnis B2B dipandang lebih menantang karena target konsumennya adalah perusahaan lain. Untuk dapat menjalankan perusahaan model bisnis B2B pun harus memiliki modal yang besar. Namun, jika dikelola dengan strategi yang tepat dapat mengundang keuntungan yang besar pula.
Lebih lanjut kita akan membahas mengenai model bisnis B2B, market B2B, perbedaan B2B dan B2C, hingga potensi B2B di Indonesia. Yuk simak terus ya!
Terlihat pada skema B2B (gambar di atas), jalur distribusi dari perusahaan B2B terbagi pada beberapa jalur seperti badan usaha atau perusahaan lain, institusi, serta pemerintah. Persamaan dari tujuan jalur distribusi model bisnis B2B adalah menuju pada suatu lembaga atau organisasi.
Seperti pembentuk katanya business to business maka, definisi bisnis B2B adalah jenis transaksi perdagangan yang terjadi antara pelaku bisnis. Produk yang diproduksi suatu perusahaan B2B akan disalurkan pada konsumennya yang merupakan sebuah perusahaan lain untuk diolah kembali atau digunakan secara massal.
Jika transaksi perdagangan dijalankan kepada perusahaan lain disebut B2B maka, transaksi perdagangan yang langsung berhubungan dengan konsumen disebut B2C (business to consumer).
Perbedaan B2B dan B2B yaitu terletak pada target pasarnya. B2C adalah bisnis yang dijalankan dengan menjual produk dan jasa secara langsung kepada konsumen akhir atau perorangan. Sedangkan target pasar atau market B2B yaitu para pelaku industri.
Berdasarkan beberapa segmen seperti jenis produk dan target pasar dari market B2B maka dapat dikelompokkan jenis perusahaan sektor B2B. Pengelompokkan produsen B2B ini dapat dibagi menjadi primary industry, secondary industry, dan tertiary industry.
Setiap perusahaan B2B dapat menjadi penyuplai dari lebih dari satu jenis pembeli B2B.
Segmen industri primer B2B bergerak pada aktivitas pengelolaan sumber daya alam untuk menghasilkan bahan baku untuk perusahaan dari industri lainnya. Kegiatan utama sektor primer ini berputar pada lingkungan dan pemanfaatan sumber daya alam dengan cara ekstraksi atau memanen dari tanah dan bawah tanah.
Contoh perusahaan pada sektor industri primer B2B ini adalah perusahaan yang bergerak di pertanian, perikanan, juga kegiatan ekstraktif pertambangan, penggalian batu, gas dan minyak bumi.
Segmen industri sekunder B2B dikenal juga sebagai industri manufaktur. Perusahaan di industri manufaktur adalah kegiatan yang beroperasi mengubah bahan mentah menjadi barang jadi.
Perusahaan manufaktur membutuhkan pabrik, fasilitas manufaktur, mesin, dan energi untuk mengubah bahan mentah menjadi produk fungsional. Industri sekunder B2B terbagi menjadi industri berat dan industri ringan.
Contoh industri sekunder B2B yaitu manufaktur mobil, FMCG (fast moving consumer goods) seperti Mayora, Unilever, manufaktur pakaian, hingga perusahaan konstruksi.
Perusahaan pada segmen industri tersier B2B merupakan perusahaan yang menyediakan jasa komersial untuk mendukung proses produksi dan distribusi. Bisnis B2B pada kategori tersier tidak memproduksi barang namun, menawarkan layanan profesional.
Contoh bisnis B2B industri tersier yaitu perusahaan konsultan seperti PwC, Deloitte, EY, kemudian perusahaan jasa kesehatan, pariwisata, teknologi informasi, hingga industri hiburan
Kamu lebih tertarik pada perusahaan B2B segmen industri mana?.
Seperti definisi B2B diketahui market B2B yaitu pelaku usaha dan organisasi. Lebih lanjutnya dikategorikan oleh seorang profesor marketing, Babu John Mariadoss, sebagai berikut:
Target pasar B2B salah satunya yaitu perusahaan lain yang berperan sebagai produsen. Produsen adalah perusahaan yang melakukan kegiatan produksi barang dan jasa. Contoh produsen yang memiliki transaksi secara B2B yaitu restoran dengan pemasok bahan baku, perusahaan komputer dengan toko distributor, perusahaan penerbangan dengan perusahaan penyedia catering.
Kategori perusahaan yang menjadi pembeli B2B sebagai reseller atau menjual barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan lain tanpa melakukan perubahan. Contoh reseller yang memasok barang dari perusahaan lain seperti grosir, apotik, hingga perusahaan ritel supermarket.
Pihak pemerintah juga merupakan kategori pembeli B2B karena membutuhkan barang dan jasa dalam jumlah besar. Pemerintah tidak mungkin memproduksi segala hal sehingga untuk mencukupi kebutuhan masyarakat maka pemerintah menjalin kontrak kerja sama dengan berbagai perusahaan.
Contoh kerja sama pemerintah dengan perusahaan seperti kontrak layanan transportasi, jasa konstruksi, hingga keamanan dengan membeli perlengkapan senjata.
Institusi atau lembaga non-profit seperti Palang Merah Indonesia (PMI), yayasan rumah sakit, perguruan tinggi swasta melakukan pembelian produk dan jasa dari perusahaan lain. Pembelian barang jumlah besar dari perusahaan lain lebih efektif dalam menekan biaya.
Secara global, potensi pertumbuhan B2B terlihat cukup signifikan dengan negara maju seperti Cina dan Amerika Serikat yang dapat mencatatkan angka transaksi B2B lebih besar hampir 3 kali dibanding transaksi B2C.
Potensi pertumbuhan B2B di Indonesia juga tak kalah saing, khususnya market size e-commerce B2B di Indonesia diprediksi dapat mencapai $21,3 miliar dolar pada tahun depan. Hal ini didorong kehadiran pemilik bisnis kecil dan UMKM hingga perusahaan besar yang bergabung pada platform e-commerce untuk mendukung kegiatan penjualannya.
Dengan berbagai potensi dan pangsa pasar B2B dapat menjadi celah cuan menarik bagi kamu yang ingin bergabung. Ada cara mudah bergabung menjadi bagian pemilik bisnis B2B khususnya segmen tersier di LandX, yaitu melalui kepemilikan saham project bisnis B2B laundry yang menargetkan pelanggan dari lembaga kesehatan seperti rumah sakit.
Tertarik jadi pemilik bisnis B2B?