9 June 2022
|
8 Min Read
|
Sifat konsumtif merupakan sifat yang harus kamu hindari dalam kehidupan. Yuk, kenali lebih lanjut sifat konsumtif dan cara mengatasinya.
Generasi muda saat ini dinilai sebagai generasi yang kreatif dan berani mengambil resiko. Namun, generasi ini dianggap sangat konsumtif, ini pun didorong dengan majunya teknologi informasi seperti internet. Menurut pengamat digital lifestyle Ben Soebiakto, “Saat ini generasi muda menggunakan internet untuk melakukan segala jenis transaksi, mulai dari transportasi, membeli makanan, jalan-jalan, hingga berbelanja pakaian, dan kebutuhan lainnya”.
Dengan akses internet yang mudah, melakukan transaksi saat ini hanya memerlukan sebuah smartphone saja.
Dengan membuka salah satu platform marketplace kamu sudah dapat melihat berbagai barang yang kamu cari, melakukan check out, atau hanya add to cart saja, bahkan proses pembayaran di marketplace pun sangat mudah, apalagi ditambah fitur pay-later yang disediakan, pasti itu sangat memudahkan kamu kan?
Sebenarnya berbelanja tidak apa-apa, tetapi bila kegiatan ini dilakukan secara terus-menerus akan memberikan dampak negatif selanjutnya. Memang, dengan belanja akan memberikan rasa kebahagiaan, kepuasan, dan kenikmatan sendiri, tetapi ini hanya bersifat sementara.
Dengan adanya kemudahan yang di suguhkan pada generasi muda ini membuat mereka memiliki sifat konsumtif. Mau tau apa itu sifat konsumtif? Ciri-cirinya, hingga cara mengatasinya? Apa kamu salah satu yang memiliki sifat konsumtif? Yuk, simak mengenai sifat konsumtif selengkapnya di artikel ini.
Di era globalisasi ini, dengan perkembangan teknologi informasi, telah mengubah perilaku konsumen dari yang awalnya berbelanja langsung datang ke toko menjadi berbelanja secara virtual melalui platform marketplace. Di Indonesia, beberapa tahun belakang ini marketplace berkembang secara massive. Dengan menjamurnya marketplace, dan kemudahan yang ditawarkan, membuat terbentuknya sifat konsumtif dalam masyarakat, khususnya pada generasi muda.
Konsumtif berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengandung arti hanya memakai, tidak menghasilkan sendiri. Sifat konsumtif adalah perilaku yang dimiliki seseorang, dimana ia lebih mendahulukan keinginan dibanding keperluan. Sifat konsumtif dikenal juga dengan perilaku boros. Sifat ini telah melekat di kalangan generasi muda Indonesia saat ini. Mereka lebih mengutamakan tren dan pergaulan dibanding dengan kebutuhan.
Kamu pasti pernahkan setiap tanggal dan bulan yang sama (6.6) standby di salah satu platform marketplace, tengah malam hanya untuk menunggu diskon yang dikeluarkan oleh marketplace tersebut? Kamu secara massive membeli barang-barang di hari itu juga hanya dengan alasan “diskon”. Padahal, barang-barang itu kamu beli bukan karena kamu butuh tetapi karena “diskon”. Nah, dengan perilaku seperti ini selanjutnya akan membentuk gaya hidup konsumtif.
Sekarang coba kamu perhatikan ciri-ciri dari gaya hidup konsumtif berikut ini, apa kamu salah satunya?
1. Gengsi tinggi
Kamu merupakan orang yang selalu mengedepankan gengsi? Atau kamu selalu ingin mendapatkan pengakuan bagi orang banyak? Mungkin, kamu harus menghindari perilaku gengsi ini di kehidupan sehari-hari. Dengan massive-nya penggunaan media sosial saat ini, membuat terciptanya sifat gengsi dalam diri.
Seperti saat kamu melihat orang yang keren di media sosial, mungkin itu selebgram yang kamu ikuti, atau idola favoritmu, kamu pasti berusaha ingin terlihat seperti mereka. Kamu mengikuti style mereka, hingga ke gaya hidup mereka. Padahal, kamu tidak mampu untuk menjalani gaya hidup seperti mereka, hal itu kamu lakukan hanya demi gengsi, ingin terlihat keren, bahkan hanya ingin mendapat pengakuan saja.
Kalau kamu salah satu yang memiliki ciri ini, mungkin kamu bisa menghindari sifat ini. Mengapa? Karena sayang kan, jika uang yang kamu miliki kamu keluarkan hanya untuk mementingkan gengsi semata. Mungkin uang tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan lainnya, tapi karena ego dan ingin mendapatkan pengakuan, kamu rela membuang uang untuk hal-hal yang tidak penting. Ini merupakan ciri gaya hidup konsumtif.
2. Mengikuti Tren
Tidak dapat dipungkiri jika saat ini selalu muncul tren-tren baru di generasi muda. Mungkin kamu merupakan salah satunya? Selalu ingin mengikuti tren supaya terlihat trendy? Sebenarnya untuk mengikuti tren itu tidak apa-apa, asalkan tidak berlebihan. Karena dengan kamu yang selalu ingin mengikuti tren, kamu menjadi pribadi konsumtif.
Misal, setiap tahun salah satu brand smartphone selalu mengeluarkan edisi terbarunya, dan hal ini menimbulkan tren di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Kamu sebenarnya masih memiliki smartphone bagus, dengan brand yang sama, dan kamu juga membelinya baru di tahun sebelumnya. Tetapi karena tren kamu merasa cemas dan membeli smartphone keluaran baru tersebut tanpa berpikir panjang.
Dengan sifat kamu yang selalu ingin mengikuti tren ini akan terciptalah gaya hidup konsumtif. Tidak apa-apa kok untuk kamu tidak mengikuti tren.
3. Gaya Hidup Mewah
Gaya hidup mewah merupakan salah satu ciri gaya hidup konsumtif.
Ketika kamu tidak segan menghabiskan uang untuk membeli barang-barang mewah, hingga menggunakan fasilitas mewah, ini menandakan kamu telah menerapkan sifat konsumtif dalam kehidupan mu.
Dengan menerapkan perilaku ini kamu dapat menyebabkan pemborosan, karena memiliki keinginan untuk selalu hidup mewah dengan segala fasilitas dan barang yang kamu inginkan.
Sebenarnya bila kamu ingin memiliki barang mewah itu sangat tidak apa-apa. Asalkan, tetap sesuaikan dengan kebutuhan kamu, jangan kamu memaksakan diri untuk membeli barang mewah yang bukan menjadi prioritas mu.
4. Efek Iklan
Siapa dari kamu yang sering kena “racun” iklan di media sosial?
Dengan maraknya penggunaan media sosial saat ini, banyak dimanfaatkan oleh berbagai bisnis dalam memasarkan produknya, salah satunya dengan iklan. Media sosial dinilai ampuh dalam memasarkan produk suatu bisnis. Mereka kerap kali memakai jasa selebgram untuk memasarkan produk mereka yang dinilai ampuh menarik generasi muda saat ini.
Seperti dapat kita jumpai di aplikasi TikTok, kamu pasti sering kan kena “racun” TikTok ? Aplikasi ini sekarang menjadi platform kesukaan generasi muda. Kamu pasti pernah menemukan sosok influencer sedang melakukan review, atau mix and match pakaian di aplikasi ini, lalu mereka menaruh link produk mereka yang memudahkan kamu untuk menemukan produk tersebut.
Kamu kerap kali tanpa berpikir panjang karena efek iklan tersebut, kamu membeli barang yang sebenarnya tidak kamu butuhkan, tetapi karena kena “racun” iklan di media sosial. Bila perilaku ini terus terjadi dalam diri kamu, berarti kamu telah memiliki sifat konsumtif.
Jadi, balik lagi seperti kasus yang sebelumnya, tidak apa-apa membeli, asalkan masih pada porsinya dan tidak berlebihan.
Dengan kamu yang memiliki sifat konsumtif, ternyata sifat ini memberikan dampak bagi diri kamu. Berikut ini dampak negatif dari konsumtif:
1. Boros
Jika sifat konsumtif telah menjadi bagian dari diri kamu, sifat boros sudah tidak dapat dihindarkan. Yaitu dengan kamu yang tidak segan menghabiskan uang untuk memenuhi keinginan bukan kebutuhan.
Dengan pemborosan yang dilakukan secara terus menerus ini nantinya akan mengganggu kesehatan finansial kamu. Sehingga tidak bisa dihindari kondisi keuangan kamu akan melemah akibat perilaku tersebut. Kebutuhan utama pun nanti akan sulit untuk dipenuhi.
2. Kesehatan Terganggu
Dengan kamu yang selalu ingin memenuhi keinginan yang tidak ada hentinya, tentu ini akan mengganggu kesehatanmu.
Apalagi jika kamu yang selalu ingin terlihat keren, mendapat pengakuan publik. Kamu akan memiliki rasa cemas yang berlebihan, jadi kamu selalu bekerja keras untuk memenuhi keinginan tersebut agar mendapat pengakuan. Hal ini tentu tidak baik bagi kesehatan, terutama kesehatan mental.
3. Kebutuhan Tidak Tercukupi
Memiliki sifat konsumtif, dimana keinginan selalu menjadi prioritas dibanding kebutuhan. Dengan sifat ini akan membuat kamu lupa bahwa ada kebutuhan yang harus kamu penuhi.
Seperti contoh kasus, kalau kamu pernah mendengar dari berita, terdapat mahasiswi yang rela hampir sebulan hanya makan mie instan demi memenuhi gaya hidup di kampus. Ini merupakan salah satu ciri dan dampak dari sifat konsumtif.
Demi memenuhi keinginan, kamu rela untuk mengenyampingkan kebutuhan.
Bila kamu orang yang memiliki sifat konsumtif, dan sedang berusaha mengatasinya, kamu bisa melihatnya disini.
1. Membuat Skala Prioritas
Dengan membuat skala prioritas, kamu dapat menghindari sifat konsumtif. Penting bagi kamu mengetahui mana yang kebutuhan dan keinginan.
Kamu dapat membuat daftar anggaran untuk barang yang benar-benar kamu butuhkan. Kamu dapat menyusunnya dengan bentuk tabel (menggunakan excel) prioritas kebutuhan dengan jangkauan waktu. Mulai dari kebutuhan sehari-hari, setiap bulan, hingga kebutuhan tak terduga. Penuhi dulu semua kebutuhan sebelum penuhi keinginan.
Kamu juga harus konsisten, tahan beberapa waktu untuk tidak mengikuti semua yang diinginkan. Dengan kamu menerapkan sikap ini, kamu akan memiliki finansial yang sehat untuk di masa depan.
2. Hindari Utang Konsumtif
Saat ini berbagai platform marketplace telah menyediakan fitur pay-later, dimana kamu bisa beli sekarang bayar nanti. Adanya fitur ini tidak jarang membuat orang menjadi konsumtif. Karena mereka bisa dengan mudah mendapatkan barang yang diinginkan terlebih dahulu dan membayar di kemudian hari.
Jelas, kamu harus menghindari sikap ini. Kamu pasti pernah mendengar berita di media sosial, dimana seorang wanita yang terus menggunakan fitur pay-later karena ingin memenuhi keinginannya pada akhirnya tidak dapat membayar kembali. Alhasil pay-later membengkak, dan ia mendapat berbagai tagihan dari pihak marketplace.
Kamu tidak mau kan mengalami hal seperti itu ? Jadi, sebisa mungkin kamu tidak mengaktifkan fitur tersebut, walaupun terdesak hindari fitur tersebut. Karena, sekali kamu mencoba, seterusnya kamu akan memiliki alasan lagi untuk kembali menggunakan fitur tersebut.
3. Perdalam Literasi Keuangan
Pada zaman globalisasi ini, penting untuk kamu memahami literasi keuangan untuk terhindari dari sifat konsumtif. Literasi keuangan tergolong cukup rendah di kalangan generasi muda. Belum banyak generasi muda yang melek seputar literasi keuangan.
Dengan memahami literasi keuangan kamu dapat memahami konsep keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Kamu akan dengan baik dapat memilih dan menimbang mana barang yang menjadi kebutuhan dan mana yang merupakan keinginan. Sehingga terciptalah kehidupan sejahtera karena kamu telah mampu mengelola uang secara mumpuni.
4. Mencatat Keuangan Harian
Dengan mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan setiap harinya, dapat mencegah kamu memiliki sifat konsumtif. Dengan kamu aware dengan kondisi finansial setiap harinya, kamu akan peka dan realistis di setiap kondisi,.
5. Melakukan Investasi
Investasi menjadi salah satu cara kamu mengatasi tindakan konsumtif.
Dengan melakukan investasi tentunya kamu dapat menciptakan finansial yang sehat. Kamu dapat menempatkan investasi di saat kamu membuat skala prioritas, karena dengan investasi kamu bisa mendapatkan keuntungan di masa mendatang.
Jadi, dari pada uang kamu habiskan untuk memenuhi keinginan yang tidak ada habisnya, kamu bisa melakukan investasi untuk kebutuhan di masa mendatang.
Salah satu investasi yang dapat kamu coba dengan menggunakan modal kecil melalui patungan bisnis yaitu di LandX.
LandX merupakan platform equity crowdfunding memberikan kamu kesempatan untuk melakukan investasi modal kecil dengan patungan ke berbagai bisnis yang menguntungan.
Atasi Hidup Konsumtif dengan Investasi di LandX Sekarang Juga!
Yuk Download Aplikasi LandX Sekarang!!!