29 September 2022
|
4 Min Read
|
Data pertumbuhan industri makanan dan minuman 2022 berikan hembusan angin segar bagi potensi bisnis F&B Indonesia. Yuk lihat data dan faktanya!

Hembusan angin segar datang dari industri yang sempat terpuruk di tahun 2020. Tahun kasus pandemi Covid-19 di Indonesia pertama kali muncul dan menyebabkan pengereman di segala aktivitas masyarakat, termasuk aktivitas bisnis makanan dan minuman. Kegiatan bisnis semakin terhambat karena kewajiban mematuhi kebijakan preventif penyebaran kasus dengan ‘di rumah aja’.
Sempat terasa suram, geliat industri F&B kembali terlihat aktif di tahun 2021 hingga hari ini. Pertumbuhan industri F&B di Indonesia pasca pandemi menunjukkan angka cukup melegakan. Hal ini terlihat dari berbagai aspek seperti nilai pendapatan riil yang terus naik, laju pertumbuhan bisnis F&B yang kembali tumbuh, hingga perkembangan positif di tahun 2022 ini.
Kehadiran bisnis F&B adalah kebutuhan bagi setiap individu, dengan laju yang kian positif diharapkan potensi bisnis F&B dapat menjadi peluang bagi kamu untuk berbisnis maupun berinvestasi.
Ditunjukkan oleh data industri makanan dan minuman di Indonesia pada laman Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa dari segi pendapatan riil terlihat industri ini terlihat terus tumbuh.
‘Katanya sempat terpuruk, kok grafiknya naik?’, makanan dan minuman adalah kebutuhan dasar yang menunjang kehidupan seseorang. Walaupun aktivitas jual-beli lesu di tahun 2020, namun kebutuhan akan makanan dan minuman tidak mungkin untuk dihentikan, bahkan banyak terjadi perburuan produk makanan.
Oleh karena itu, dari segi pendapatan riil industri F&B dapat menunjukkan kenaikan selama 5 tahun terakhir. Namun, dari segi laju pertumbuhan dari tahun ke tahun yang melambat.
Dari data sebelumnya yaitu nilai pendapatan riil terlihat angka yang terus tumbuh setiap tahunnya. Namun, coba perhatikan setiap loncatan angka dari tahun ke tahun, kamu akan melihat angka pertumbuhan yang sempat melambat di tahun 2020 yaitu sebesar 1,58%. Dibandingkan tahun sebelumnya yang memiliki laju pertumbuhan gaspol di angka 7,78%.
Kendati melaju lambat, industri F&B merupakan salah satu dari industri menurut Produk Domestik Bruto (PDB) Lapangan Usaha yang masih melaju positif. Dari total 17 sektor lapangan usaha, ada 8 industri sektor pengolahan non migas yang masih dapat melaju positif di tahun kemunculan pandemi.
Setelah bicara historis industri yang menaungi bisnis makanan dan minuman di Indonesia ini, kita lihat perjalanan di tahun 2022.
Pada acara Making Indonesia 4.0 yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian diungkapkan bahwa ada 5 industri yang diprioritaskan pemerintah menuju industri 4.0 yang serba otomasi memanfaatkan teknologi. Kelima sektor industri prioritas menuju industri 4.0 tersebut yaitu, industri makanan dan minuman, industri otomotif, industri kimia, industri elektronika, serta industri tekstil dan pakaian jadi.
Melihat perkembangan bisnis makanan tumbuh positif, Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika juga optimis industri makanan dan minuman dapat tumbuh hingga 7% hingga akhir 2022.
Dari data pertumbuhan industri FnB di Indonesia yang terus tunjukkan laju kian positif, tentu membuat industri ini terlihat menarik untuk dilirik. Sebagai penyedia barang primer dengan tren tak habis-habis, potensi bisnis F&B membuat munculnya harapan optimis dapat tumbuh terus manis.
Kamu juga dapat memanfaatkan potensi bisnis F&B ini dengan ide dan peluang bisnis atau berinvestasi pada sektor F&B melalui platform equity crowdfunding LandX. Equity crowdfunding adalah bentuk pendanaan bisnis dari masyarakat secara patungan dengan cara kepemilikan saham. Kamu dapat memiliki bisnis potensial dengan modal mulai Rp1 jutaan aja.
Jadi bagian pemilik bisnis mudah dan tanpa repot lewat equity crowdfunding. Sekarang lagi buka pendanaan bisnis untuk project coffee shop loh, yuk lihat bisnisnya dan sebelum kehabisan!