23 February 2023
|
6 Min Read
|
Fungsi laporan neraca sangat penting bagi perusahaan dalam menentukan risiko dan mengamankan modal. Kenapa demikian? Yuk simak artikel berikut!
Laporan keuangan (neraca) merupakan hal esensial bagi perusahaan. Neraca juga menjadi kebutuhan penting dalam perkembangan perusahaan. Selain itu, neraca menjadi hal umum dan menjadi makanan sehari-hari bagi bidang akuntansi dan manajemen.
Neraca keuangan akan berisi informasi tentang aset perusahaan yang dapat digunakan untuk melihat kinerja suatu perusahaan dalam satu periode. Agar bisnis dapat berjalan lancar, maka bisnis harus dilengkapi dengan sistem laporan neraca perusahaan dagang yang sesuai.
Laporan neraca adalah dokumen fundamental yang dimiliki perusahaan untuk menyusun laporan keuangan bersama dengan laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan laba ditahan. Neraca menjadi kebutuhan pokok dalam perkembangan perusahaan.
Neraca akan memberi tahu nilai bisnis perusahaan pada waktu tertentu, sehingga perusahaan dapat lebih memahami posisi keuangannya. Neraca berfungsi untuk merangkum aset perusahaan, kewajiban, dan ekuitas pemegang saham.
Artinya, laporan neraca adalah laporan keuangan yang memberikan gambaran tentang nilai yang dimiliki perusahaan dan jumlah dana yang diinvestasikan oleh pemegang saham. Neraca dapat digunakan dengan laporan keuangan penting lainnya untuk melakukan analisis fundamental atau menghitung rasio keuangan yang berguna bagi investor.
Laporan Neraca berisi tentang informasi mengenai aset dan kewajiban perusahaan. Aset berupa aset jangka pendek yaitu kas, piutang, perlengkapan, dan lain-lain. Sedangkan untuk aset jangka panjang berupa property, pabrik, peralatan (PP&E).
Untuk kewajiban mencakup kewajiban jangka pendek seperti utang usaha, utang upah, pendapatan ditangguhkan, kompensasi, dan lainnya. demikian juga kewajiban jangka panjang meliputi pinjaman bank, utang obligasi, dan pajak penghasilan tangguhan.
Dalam membuat laporan neraca akan membantu pemilik usaha untuk melihat posisi keuangan perusahaannya. Terdapat rumus untuk menghitung keseimbangan aset perusahaan dengan kewajiban dan ekuitasnya.
Rumus dari neraca adalah :
Total Aset = Total Kewajiban + Total Ekuitas.
Apa saja isi laporan neraca? Laporan neraca memiliki tiga komponen utama yakni aset, kewajiban, dan ekuitas pemegang saham atau modal. Adapun penjelasannya sebagai berikut :
Aset merupakan segala sesuatu atau nilai kekayaan yang dimiliki perusahaan yang dapat dilikuidasi dan diubah menjadi uang tunai. Aset ini nantinya akan digunakan untuk kebutuhan ataupun untuk dukungan operasional.
Aset perusahaan mencakup uang tunai, investasi, dan benda-benda berwujud. Berdasarkan jangka waktu pemakaian, aset terbagi menjadi dua jenis yaitu aset lancar dan aset tetap, berikut penjelasannya
Aset lancar merupakan aset yang diharapkan perusahaan untuk dapat dikonversi dengan mudah menjadi uang tunai dalam waktu satu tahun. Aset ini memiliki kegunaan jangka pendek. Adapun komponen aset lancar antara lain :
Kas terdiri dari saldo kas dan rekening giro, sedangkan arus kas adalah investasi yang dapat diubah menjadi uang tunai.
Investasi jangka pendek terdiri dari deposito, reksa dana, surat berharga negara, dan P2P lending (peminjaman modal antar investor dengan pihak peminjam).
Piutang adalah sebuah transaksi akuntansi berupa penagihan kepada konsumen yang berhutang. Sedangkan laba adalah penghasilan bersih yang didapatkan oleh perusahaan.
Piutang lain-lain berupa bunga, uang muka karyawan, gaji, dan restitusi pajak.
Adapun persediaan yang dimaksud adalah biaya bahan baku di tangan, biaya persediaan barang dalam proses, dan biaya persediaan barang jadi.
Perlengkapan yang dimaksud merupakan barang-barang yang dibeli oleh perusahaan untuk kegiatan operasi perusahaan.
Biaya sewa gedung, biaya sewa kendaraan, biaya gaji, biaya bunga, biaya iklan, tagihan utilitas (laporan bulanan jumlah hutang).
Aset tetap dikatakan sebagai aset tidak lancar. Hal ini karena untuk mengkonversi aset menjadi uang tunai membutuhkan waktu lebih dari satu tahun. Kategori aset jangka panjang adalah sebagai berikut :
berupa goodwill.
Kewajiban adalah utang perusahaan terhadap pihak lain yang harus dibayarkan baik dalam jangka panjang maupun pendek. Terkadang kewajiban dianggap sebagai sumber aset perusahaan. Misalnya ketika perusahaan meminjam uang dari bank, pinjaman tersebut akan menjadi sumber aset koperasi.
Adapun pihak dalam kewajiban dapat dibedakan menjadi dua jenis berupa :
Kewajiban ini biasa disebut sebagai kewajiban jangka pendek. Kewajiban lancar merupakan kewajiban perusahaan yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun. Contoh dari kewajiban lancar yakni :
1. utang pinjaman jangka pendek
2. Bagian lancar dari utang jangka panjang
3. Akun utang
4. Kompensasi dan manfaat yang masih harus dibayar
5. Pajak penghasilan terutang
6. Kewajiban yang masih harus dibayar lainnya
7. Pendapatan ditangguhkan
8. Kewajiban jangka panjang
Kewajiban jangka pendek adalah kewajiban tidak lancar. Artinya, kewajiban ini tidak jatuh tempo dalam waktu satu tahun dari tanggal neraca. Tiga contoh dari kewajiban jangka panjang meliputi:
1. Utang wesel
2. Utang obligasi
3. Pajak penghasilan tangguhan
Ekuitas merupakan kekayaan bersih perusahaan dan mencerminkan jumlah uang yang tersisa jika semua kewajiban dibayar dan semua aset dijual. Ekuitas dapat mencerminkan kepemilikan perusahaan, baik pemilik publik atau swasta.
Ekuitas merupakan selisih antara komponen-komponen aset dan utang. Ekuitas dapat digolongkan menjadi dua jenis yakni saham disetor dan laba ditahan.
Adapun fungsi neraca keuangan bagi perusahaan antara lain sebagai berikut :
Neraca menunjukkan semua yang dimiliki perusahaan dan utangnya. Neraca akan mempermudah perusahaan untuk menilai dengan cepat apakah mereka telah meminjam terlalu banyak uang, apakah aset yang dimilikinya tidak cukup likuid, atau apakah ia memiliki cukup uang tunai untuk memenuhi permintaan saat ini.
Neraca menentukan risikoT dan juga berfungsi untuk mengamankan modal. Perusahaan biasanya harus memberikan neraca kepada pemberi pinjaman untuk mengamankan pinjaman bisnis. Perusahaan juga harus menyediakan neraca kepada investor swasta ketika mencoba untuk mengamankan pendanaan ekuitas swasta.
Hal tersebut agar pihak eksternal dapat menilai kesehatan keuangan perusahaan, kelayakan kredit bisnis, dan apakah perusahaan akan mampu membayar utang jangka pendeknya.
Selain itu, laporan ini juga dapat memikat dan mempertahankan karyawan. Karyawan biasanya mencari tahu apakah perusahaan tempat mereka bekerja aman dan dalam keadaan sehat.
Neraca merupakan alat yang digunakan oleh para eksekutif, investor, analis, dan regulator untuk memahami kesehatan keuangan suatu perusahaan saat ini. Umumnya neraca digunakan bersama dengan dua jenis laporan keuangan lainnya berupa laporan laba rugi dan laporan arus kas.
Neraca memungkinkan penggunanya untuk mendapatkan pandangan sekilas tentang aset dan kewajiban perusahaan. Neraca dapat membantu penggunanya menjawab pertanyaan seperti apakah perusahaan memiliki kekayaan bersih yang positif, apakah memiliki cukup uang tunai dan aset jangka pendek untuk menutupi kewajibannya, dan apakah perusahaan memiliki utang yang tinggi dibandingkan dengan rekan lainnya.
Total aset dihitung dari jumlah semua aset jangka pendek, jangka panjang, dan lainnya. Total kewajiban dihitung dari jumlah semua kewajiban jangka pendek, jangka panjang dan lainnya. sedangkan untuk total ekuitas dihitung dari jumlah laba bersih, laba ditahan, kontribusi pemilik, dan bagian dari saham yang diterbitkan.
Investasi merupakan aset jangka panjang yang berfungsi untuk meningkatkan perolehan aset di masa yang akan datang. Investasi menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan untuk pengembangan aset yang Anda miliki.
Equity crowdfunding bisa menjadi salah satu pilihan investasi jangka panjang untuk pegembangan aset jangka panjang yang anda miliki. Melalui sistem ini, Anda bisa membeli saham bisnis privat dan mendapatkan dividen sesuai dengan performa bisnisnya.
Karena itu, sistem ini bisa jadi salah satu pilihan instrumen investasi jangka panjang anda.