Investor Penerbit
menu-mobile

Mengenal Hiperinflasi: Penyebab, Dampak & Cara Mengatasi Hiperinflasi

29 November 2022

|

6 Min Read

|

Author: Alula
apa itu hiperinflasi

Kondisi hiperinflasi akan berdampak pada perekonomian suatu negara. Lantas, apa yang menyebabkan suatu negara mengalami hiperinflasi? Suatu negara mengalami hiperinflasi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya faktor internal negara itu sendiri.

Inflasi diartikan sebagai kemerosotan nilai uang (kertas) karena banyaknya dan cepatnya uang (kertas) bereda. Hal tersebut terjadi karena banyaknya uang yang dicetak oleh pemerintah dan penyebarannya begitu cepat. Lantas bagaimana jika suatu negara mengalami hiperinflasi?

Hiperinflasi adalah kondisi dimana suatu negara mengalami tingkat inflasi yang besar dan tidak terkendali. Hiperinflasi di berbagai negara dunia menaruh perhatian pada perekonomian global. Kemudian, apa yang menyebabkan suatu negara mengalami hiperinflasi? Apakah indonesia pernah mengalami hiperinflasi?

Untuk mengetahui penjelasannya kamu dapat simak artikel berikut.

Apa Itu Hiperinflasi

Hiperinflasi adalah kondisi yang menggambarkan terjadinya peningkatan inflasi dalam waktu yang cepat dan terjadi di luar kendali pada isu perekonomian. suatu negara dapat dikatakan mengalami hiperinflasi jika tingkat inflasi yang terjadi lebih dari 50% atau dapat mencapai 100% dalam kurun waktu satu bulan. Hiperinflasi memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian suatu negara.

Hiperinflasi adalah kondisi dimana inflasi sangat sulit dikendalikan. Hiperinflasi akan mempengaruhi kenaikan harga barang di dalam suatu negara melesat secara tiba-tiba dan membuat ekonomi tidak stabil. Hiperinflasi juga akan menyebabkan terjadinya penimbunan barang oleh masyarakat. Negara yang mengalami hiperinflasi akan mengalami penurunan mata uang secara drastis sehingga tabungan di bank akan mengalami pengurangan nilai dan investasi di negara tersebut tidak berharga.

Apa yang Menyebabkan Suatu Negara Mengalami Hiperinflasi?

Suatu negara yang mengalami dipengaruhi oleh beberapa faktor. Adapun penyebab negara mengalami hiperinflasi adalah sebagai berikut :

1. Banyaknya Uang Diterbitkan Untuk Atasi Defisit Anggaran Negara

Setiap negara membutuhkan anggaran untuk melakukan pembangunan. Anggaran tersebut berasal dari beberapa sumber seperti pajak, utang luar negeri, dan pencetakan uang. Namun jika suatu negara mencetak uang dengan jumlah begitu banyak atau berlebihan dengan tidak di seimbangi jumlah ketersediaan barang dan jasa di negara tersebut, maka nilai mata uang negara akan mengalami penurunan dan menyebabkan inflasi.

2. Kondisi Sosial Politik

Adanya konflik internal yang terjadi di suatu negara yang meliputi perdebatan di bidang sosial politik akan menyebabkan ketidakstabilan ekonomi negara.  Hal tersebut tentu akan mendorong terjadinya hiperinflasi. Konflik internal tersebut bersumber dari berbagai faktor yang meliputi memanasnya hubungan masyarakat dengan pemerintah. Akibatnya, berbagai macam infrastruktur dan fasilitas umum akan mengalami kerusakan. Jika konflik tersebut berlangsung lama, maka akan menghambat laju perekonomian negara tersebut.

3. Terjadinya Perang

Terjadinya perang di suatu negara tentu akan mempengaruhi kondisi ekonomi negara tersebut. Hal tersebut karena negara yang berperang akan mengabaikan faktor-faktor ekonomi dan produksi. Padahal keduanya merupakan elemen untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara yang sedang berperang.

Pemerintah akan hanya terfokus pada perang tanpa memikirkan kondisi negaranya. Selain itu, biaya yang dikeluarkan untuk perang sangat besar. Maka produktivitas sektor riil akan semakin menurun dan akan berdampak besar pada pendapatan nasional.

Dampak dari Hiperinflasi

Dampak dari hiperinflasi adalah suatu negara akan mengalami kenaikan harga barang konsumsi secara sangat cepat. Akibatnya, konsumen tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Jika pada kondisi ekonomi normal, kenaikan harga terjadi seiring dengan kenaikan upah pekerja. Sedangkan dalam kondisi hiperinflasi, kenaikan terjadi tidak bersamaan dengan kenaikan pendapatan pekerja.

Hal tersebut akan berdampak pada perekonomian negara tersebut dan nilai mata uang akan mengalami penurunan. Masyarakat yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya juga akan bertindak nekat untuk memenuhi kebutuhannya dengan menjarah toko-toko. Selain itu, banyak orang akan menimbun produk karena takut akan adanya kenaikan harga berkelanjutan. Masyarakat juga tidak akan menyimpan uang di lembaga-lembaga keuangan sehingga hal tersebut memicu lembaga keuangan mengalami kebankrutan.

Dampak lain dari hiperinflasi adalah akan menurunnya aktivitas impor karena barang luar negeri tentu akan semakin mahal. Pengangguran di negara yang mengalami hiperinflasi cenderung akan meningkat juga karena banyak bisnis yang ikut bankrut akbat kondisi ekonomi yang kacau.

Negara yang Mengalami Hiperinflasi

Hiperinflasi merupakan kondisi  yang sangat merugikan suatu negara. Hiperinflasi membuat perekonomian negara menjadi tidak terarah dan tidak dapat dikendalikan. Berikut contoh negara yang pernah mengalami hiperinflasi di berbagai negara di dunia.

Hiperinflasi di Venezuela

Venezuela merupakan negara yang dikenal sebagai negara dengan penanganan hiperinflasi terburuk di dunia. Peningkatan inflasi di Venezuela dimulai sejak tahun 2013 saat kepemimpinan Venezuela berada di tangan Nicolas Maduro. Penyebab negara ini mengalami hiperinflasi adalah karena ketidakmampuan pemerintah untuk mengelola keuangan negara. Pemerintah tidak mampu untuk mengelola biaya atas berbagai program untuk mensejahterakan rakyatnya, sehingga terjadi pengeluaran dana yang besar.

Venezuela merupakan negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia. Namun hal itu ternyata tidak memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian negaranya. Venezuela pernah dilanda krisis minyak pada tahun 2014-2016. Harga minyak mengalami penurunan dari 100 dolar Amerika Serikat per menjadi seharga dibawah 30 dollar AS per barrel. Hal itu tentunya sangat merugikan Venezuela. Pada bulan desember 2021, bank sentral Venezuela juga mengumumkan tingkat inflasi negara tersebut sebesar 690 persen. Angka peningkatan itu naik 3000 persen dari tahun 2020.

Langkah tindakan yang diambil pemerintah juga mendorong terjadinya peningkatan angka inflasi di Venezuela. Pemerintah terus mencetak uang dengan jumlah banyak dan meminjam uang lebih banyak dari China dan Rusia sehingga tingkat inflasi semakin buruk. Mata uang Venezuela jadi tidak memiliki nilai komersial dan tidak berharga. Kondisi hiperinflasi di Venezuela menjadi siklus terpanjang dalam sejarah.

Hiperinflasi di Indonesia

Indonesia pernah mengalami hiperinflasi pada akhir masa orde lama yakni pada tahun 1963-1965. Faktor penyebab hiperinflasi di Indonesia meliputi berbagai faktor. Terdapat banyak gangguan dalam bidang politik dan ekonomi yang menyebabkan Indonesia terpelosok inflasi yang begitu dalam. Instabilitas politik juga semakin memperburuk keadaan finansial. Setiap tahunnya Indonesia mengalami tingkatan inflasi yang lebih tinggi, puncak dari hiperinflasi terjadi pada tahun 1965. Tingkatan inflasi Indonesia saat itu mencapai angka 592%.

Krisis ekonomi tahun 1965 dilatarbelakangi oleh kondisi politik negara yang ditandai dengan ketidakjelasan dan ketidakstabilan perekonomian pada awal kemerdekaan tahun 1950 an. Pada tahun 1950 an banyak terjadi pemberontakan yang menyebabkan terhambatnya perekonomian di Indonesia. Pada tahun 1960 an Indonesia mengalami penurunan harga khususnya pada ekspor karet dan tambang. Keduanya merupakan nilai ekspor terbesar saat itu.

Selain itu, penyebab hiperinflasi di Indonesia didorong oleh pemerintah yang mengambil alih wewenang bank sentral untuk mencetak uang sebanyak-banyaknya untuk membiayai pembangunan mercusuar, pembayaran utang, operasi dwikora dan trikora, nasionalisasi perusahaan asing, dan membeli peralatan tempur.

Cara Menghadapi Hiperinflasi

Hiperinflasi adalah kondisi yang tidak diinginkan oleh setiap negara di dunia. Cara yang tepat untuk menghadapi hiperinflasi adalah dengan pemerintah melakukan kerjasama dengan rakyat. Pemerintah memiliki kebijakan untuk menurunkan harga belanja negara dan memberikan stimulus untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk dapat meningkatkan hasil produksi dengan menyesuaikan Upah Minimum Regional (UMR).

Hal ini akan memperkuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terutama menghimpun penerimaan dana yang tinggi dan sustainable. Penerimaan tersebut nantinya digunakan untuk dana penyangga bagi masyarakat miskin saat terjadi hiperinflasi.

Untuk meningkatkan hasil produksi dan mengurangi dampak hiperinflasi adalah UMKM harus memproduksi barang dengan menggunakan bahan baku local (dalam negeri) dan meningkatkan kualitas produknya sehingga dapat mengurangi aktivitas impor.

Dengan demikian pemerintah dapat mengendalikan impor khususnya pada sektor pangan dan energi. Selain itu penggunaan produk dalam negeri cenderung akan mengalami peningkatan. Kemudian pemerintah juga harus memperkuat pertahanan pangan dan energi lokal dengan memanfaatkan sumber daya lahan secara efektif.

Nilai mata uang yang turun membuat perekonomian negara tidak stabil. Untuk menghadapi hiperinflasi, masyarakat juga harus berpartisipasi untuk mengembalikan kondisi perekonomian negara. Cara masyarakat untuk mengatasi hiperinflasi adalah dengan menyusun atau membuat pengaturan belanja rumah tangga sesuai dengan apa yang dibutuhkan dan tidak melakukan penimbunan produk.

Selain itu, setiap individu harus memiliki dana darurat untuk dapat menghadapi inflasi. Dana darurat ini berfungsi untuk menghadapi pengeluaran saat menghadapi risiko ketidakpastian ekonomi. Untuk menambahkan penghasilan dana darurat, kamu dapat melakukan investasi. Dengan melakukan investasi, kamu berpotensi untuk mendapatkan keuntungan dana untuk menambahkan dana darurat yang telah kamu miliki sebelumnya.

Banyak platform investasi yang dapat kamu pilih, salah satunya platform investasi equity crowdfunding. LandX merupakan salah platform equity crowdfunding yang memiliki legalitas yang jelas dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan dana 1 jutaan kamu sudah dapat berinvestasi di LandX.

Yuk Investasi Bersama LandX!

Baca Juga