7 June 2022
|
5 Min Read
|
Withdraw adalah penarikan atau pencairan uang (withdraw) dari sekuritas ditransfer ke rekening tabungan nasabah yang diterima T+2.
Melangkah untuk memperbanyak ilmu dunia keuangan dan investasi membuat kita menemukan istilah-istilah keuangan yang belum dikenal. Salah satunya istilah investasi saham yaitu withdraw.
Apa itu withdraw (WD) dan bagaimana strateginya? LandX ulas lebih lanjut untuk Anda dalam artikel ini.
Kebalikan dari withdraw adalah melakukan deposit. Deposit adalah kegiatan menyetorkan sejumlah uang yang ingin diinvestasikan pada rekening instrumen investasi, seperti saham. Sebaliknya, withdraw adalah penarikan dana dari sebuah rekening.
Penarikan atau pencairan uang (withdraw) dari sekuritas ditransfer ke rekening tabungan nasabah. Pencairan ini dapat dilakukan setelah terjadi transaksi di pasar modal, seperti transaksi jual beli saham ataupun transaksi lainnya.
Bagi Anda yang pernah berinvestasi dan melakukan proses withdraw, dana tidak langsung masuk ke rekening secara otomatis. Terdapat proses dan persyaratan untuk dana dapat masuk ke rekening Anda.
Jangan khawatir jika saat mengecek saldo rekening pribadi Anda, dana yang telah Anda withdraw belum masuk. Karena Bursa Efek Indonesia menetapkan kebijakan T+2 (re: T plus dua). Apa itu T+2?
T+2 adalah lama waktu penyelesaian proses transaksi jual beli saham yaitu 2 hari setelah transaksi selesai atau done. Sesuai arti dari T+2 berupa trade date plus 2 days (hari perdagangan ditambah 2 hari).
Dengan T+2, jadi jika Anda mengajukan withdraw di hari Senin, maka dana akan masuk ke rekening Anda dua hari setelahnya yaitu hari Rabu. Dana hasil transaksi jual beli Anda disimpan dan diproses terlebih dahulu di RDN atau rekening dana nasabah.
Rekening dana nasabah (RDN) adalah rekening khusus yang digunakan untuk pembayaran dan penerimaan hasil penjualan saham ataupun efek lainnya. RDN tentunya rekening khusus seorang investor yang dikelola oleh bank.
Cara Withdraw Saham di IPOT Terbaru:
Kenapa seseorang melakukan withdraw saham? Apakah karena sudah untung atau faktor lainnya? Yuk, kita cari tahu.
Bagi investor dengan strategi jangka pendek biasanya sering melakukan trading. Trading adalah transaksi jual beli saham dalam waktu relatif singkat. Trading dilakukan untuk meraih keuntungan secara cepat dan maksimal.
Baca juga: Perbedaan Trading dan Investasi
Apapun strategi jangka pendek atau jangka panjang investasi seseorang, tujuan sebuah investasi tentunya untuk mendapat keuntungan di masa depan. Setelah mendapat keuntungan, dana hasil keuntungan dapat ditarik (withdraw) ke dalam tabungan.
Namun, tujuan withdraw bukan hanya agar Anda bisa menikmati hasil transaksi jual beli saham saja. Dengan melakukan withdraw, seorang investor dapat memiliki motif lain yang di antaranya:
Strategi exit adalah cara seorang investor menjual habis seluruh dana yang telah diinvestasikan pada sebuah saham. Exit plan dilakukan karena investor merasa telah mencapai keuntungan yang diinginkan atau mengakhiri potensi kerugian yang dapat terjadi.
Bisa jadi seorang investor atau trader ingin menarik seluruh dana yang telah diinvestasikan untuk mengatur kembali strategi investasinya. Keuntungan yang telah didapat dari jual beli saham sebelumnya akan diputar untuk diinvestasikan pada saham potensial lainnya.
Ia juga dapat menggunakan keuntungan dari withdraw untuk berinvestasi pada instrumen saham lainnya. Artinya melakukan strategi diversifikasi portofolio investasi.
Diversifikasi adalah strategi investasi berupa menempatkan dana pada beberapa jenis instrumen investasi yang berbeda. Kenapa dana yang ingin diinvestasikan harus dipisah-pisah? Sesuai pepatah, sebaiknya jangan menempatkan semua telur pada satu keranjang.
Sejalan dengan maksud yang dikandung, hal ini untuk mencegah terjadi kerusakan atau kerugian dari seluruh dana. Strategi diversifikasi portofolio berarti merupakan bentuk mitigasi atau upaya meminimalisir terjadinya risiko.
Karena itu lebih baik menanamkan sejumlah dana pada beberapa instrumen investasi yang berbeda demi menjaga dan memaksimalkan keuntungan dari berbagai aspek. Beberapa instrumen investasi selain saham yang dapat Anda jadikan opsi diversifikasi:
Emas dapat menjadi pilihan diversifikasi portofolio investasi Anda karena banyak dipilih oleh investor pemula hingga para penguasa ekonomi. Para investor menganggap emas sebagai instrumen investasi yang menguntungkan. Kenapa?
Emas dianggap sebagai pilihan aman karena memiliki nilai yang stabil dan likuid. Likuid artinya mudah dicairkan menjadi uang kembali dalam keadaan mendesak. Emas dipercaya juga dapat menjaga nilai kekayaan Anda karena tidak tergerus oleh inflasi.
Baca lebih lanjut: Investasi Emas di Tahun 2022
Cryptocurrency atau kripto digadang-gadang sebagai instrumen investasi paling aman. Teknologi kripto menggunakan sistem kriptografi sebagai bentuk perlindungan transaksi yang disimpan pada bank data (blockchain).
Kripto adalah mata uang digital yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran di beberapa negara. Alasan kenapa seseorang investasi kripto pada umumnya karena percaya dengan potensi kripto di masa depan sebagai alat pembayaran.
Dengan popularitas dunia virtual metaverse dan kemudahaan transaksi yang ditawarkan, buat banyak orang tertarik dengan potensi instrumen investasi ini.
Jika Anda ingin memiliki bisnis namun tidak memiliki waktu untuk mengolahnya, investasi pada bisnis pilihan melalui skema equity crowdfunding dapat menjadi opsi terbaik.
Equity crowdfunding adalah bentuk investasi pada suatu project bisnis secara bersama oleh pemilik modal (masyarakat) secara digital. Bentuk kepemilikan project bisnis melalui equity crowdfunding adalah kepemilikan lot saham.
Imbal hasil keuntungannya adalah persentase dividen dari sejumlah dana yang telah diinvestasikan pada project yang dipilih. Dividen ini berasal dari bagi hasil profit operasional perusahaan/project yang dijalankan.
Dividen juga didistribusikan secara rutin sesuai dokumen yang ditunjukkan di awal penawaran saham project bisnis crowdfunding. Anda dapat berinvestasi pada project bisnis pilihan pada platform crowdfunding di Indonesia seperti LandX.
Baca juga: Investasi Crowdfunding di Indonesia
Sebagai pemegang saham sekaligus bagian pemilik project bisnis, Anda dapat memantau kinerja bisnis tersebut dan memberikan masukan maupun kritikan. Setiap kinerja dan masukan yang ingin disampaikan dapat dilakukan pada aplikasi LandX.