1 November 2022
|
7 Min Read
|
Apa itu dividen adalah profit rutin yang diterima oleh investor yang menanamkan modal ke aset investasi. Dengan sistem pembagian dividen yang rutin, investor akan bisa mendapatkan return dari menanamkan modal mereka ke dalam suatu proyek atau bisnis.
Dalam investasi, apa itu dividen adalah salah satu topik yang sering dibahas dan ditunggu oleh para investor terutama bagi investor yang berinvestasi melalui instrumen saham di pasar modal maupun lewat equity crowdfunding.
Ini karena apa yang dimaksud dengan dividen saham adalah salah satu bentuk return/keuntungan yang akan diterima investor dari penanaman modal. Oleh sebab itu, besaran dan kapan pembagian dividen menjadi aspek pertimbangan penting yang memengaruhi keputusan sebelum berinvestasi.
Mari kita bahas lebih lanjut tentang apa itu dividen, sistem pembayaran dividen, apa saja pertimbangan penting perusahaan dalam menetapkan kebijakan dividen, serta cara menghitung dividen agar bisa menentukan investasi yang menjanjikan.
Yuk baca terus untuk paham lebih mendalam tentang sistem pembagian dividen lewat artikel ini!
Dividen adalah pembagian keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan atau bisnis kepada para investor atau pemegang saham yang menanamkan modal mereka kepada proyek tersebut.
Dari segi Undang-Undang PPh Pasal 4 ayat (1) huruf g, pengertian kebijakan dividen adalah bagian laba yang diperoleh pemegang saham atau pemegang polis asuransi atau pembagian sisa hasil usaha koperasi yang diperoleh anggota koperasi.
Apabila kamu berinvestasi ke dalam saham, yang dimaksud apa itu dividen adalah salah satu sumber return utama dari saham yang kamu beli selain potensi capital gain yang bisa didapatkan. Dividen berasal dari laba bersih yang didapatkan dari kegiatan usaha yang dilakukan oleh suatu bisnis.
Simpelnya, apa itu dividen adalah pembagian keuntungan bersih yang didapatkan perusahaan kepada para investor yang telah mempercayakan modal mereka kepada perusahaan tersebut. Oleh sebab itu, dividen merupakan salah satu bentuk pengembalian dari investasi yang telah dilakukan.
Kebijakan pembagian dividen sebelumnya dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan membahas berbagai kebijakan korporasi yang akan diambil kedepannya termasuk di dalamnya tentang pembagian dividen.
Karena itu, kebijakan dividen mengatur kapan pembagian dividen, cara menghitung dividen, dan apakah pembayaran dividen ini akan dibagikan atau dijadikan cadangan modal (laba ditahan) untuk perusahaan.
Karena itu, kebijakan dividen merupakan hal yang sangat penting untuk dipahami oleh para investor karena setiap perusahaan bisa saja berbeda-beda.
Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, dividen dibagikan setelah persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilakukan sekali setahun. Namun, ada juga dividen interim yang mungkin saja dibagikan lebih dari satu kali dalam setahun.
Karena itu, kamu jangan kaget kalau ada saham-saham tertentu yang pembagiannya 2 kali dalam setahun. Misalnya, seperti opsi investasi lewat platform securities crowdfunding. Kamu bisa mendapat kesempatan untuk memperoleh dividen rutin sampai dengan 4 kali setahun, tergantung dengan project yang kamu pilih untuk mengalokasikan modal berinvestasi.
Cara pembagian dividen biasanya ditentukan setelah RUPS. Dalam menentukan sistem apa itu dividen, RUPS biasanya akan diadakan pada kuartal I/ II setiap tahunnya sehingga tanggal tepatnya kapan pembagian dividen biasanya akan jatuh setelah rapat ini.
Pembagian dividen ini akan dilakukan berdasarkan hasil keputusan RUPS, karena itu mungkin saja ada kebijakan untuk tidak membangikan dividen karena berbagai pertimbangan seperti penggunaan keuntungan tersebut sebagai cadangan modal atau sebagai dana yang digunakan untuk ekspansi bisnis perusahaan.
Setelah paham apa itu dividen, berikutnya mari kita bahas berbagai jenis dividen:
Dividen tunai bisa dibilang merupakan bentuk paling umum dari dividen yang sering dibagikan kepada para investor. Dividen tunai adalah dividen yang dibayarkan dalam bentuk dan akan dikenakan pajak sesuai dengan aturan.
Jenis dividen ini pasti sangat sering kamu kita temukan karena biasanya kita bisa menemukan info ini diberbagai media dan portal keuangan.
Dividen saham adalah dividen yang diberikan dalam bentuk penambahan porsi saham kepada para investor sehingga mereka akan memiliki saham yang lebih banyak pada periode berikutnya.
Selain dividen dalam bentuk tunai, dividen saham adalah bentuk dividen yang cukup umum dibagikan kepada para investor. Dividen saham adalah dividen yang diberikan dalam bentuk penambahan porsi saham yang dimiliki oleh investor.
Keuntungannya bagi investor adalah penambahan jumlah saham yang lebih banyak dari sebelumnya akan memengaruhi persentase dividen dan capital gain di masa yang akan datang.
Dividen properti adalah dividen yang dibayarkan dalam bentuk aset, jenis ini cukup jarang kita temukan karena perhitunganya bisa terbilang cukup sulit. Hal ini biasanya dilakukan perusahaan apabila uang mereka sudah terlanjur dimasukkan ke dalam investasi lain.
Dividen skrip adalah dividen dengan bentuk surat hutang sehingga pembayaran dividen akan dilakukan di akhir periode sesuai dengan perjanjian dalam surat hutang. Dalam surat hutang ini perusahaan juga harus membayar bunga dari hutang ini kepada para investor.
Kebijakan pembagian dividen skrip ini biasanya dilakukan perusahaan karena keterbatasan uang tunai yang mereka miliki sehingga perusahaan memutuskan untuk mengambil hutang jangka pendek kepada perusahaan.
Dividen likuadasi adalah dividen yang dibagikan kepada investor saat perusahaan mengalami kebangkrutan sehingga mereka mengembalikan modal investor dengan sisa aset yang mereka miliki. Oleh sebab itu, dividen ini bersifat optional dengan bagaimana kondisi perusahaan yang mengalami kebangkrutan.
Dalam cara menghitung dividen, perhitungan rasio yang digunakan sangat tergantung pada instrumen investasi yang dimiliki. Namun, berikut ini beberapa rumus kebijakan dividen beserta contoh cara hitung pembagian dividen yang penting untuk diperhatikan.
DPR atau rumus dividend payout ratio adalah cara hitung pembagian dividen untuk mengukur seberapa banyak laba bersih perusahaan yang akan dibagikan kepada para investor melalui dividen. Apa itu dividen payout ratio adalah ketika tidak semua laba bersih akan dibagikan kepada investor karena bisa saja diputarkan kembali untuk pengembangan bisnis ke depan.
Contoh simpelnya rumus kebijakan dividen payout ratio adalah apabila perusahaan A mendapatkan laba bersih Rp1.000.000.000 dan memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp250.000.000.
Maka rumus kebijakan dividend payout rationya adalah 25%. Contoh perhitungan rumus dividend payout ratio sebagai berikut:
250.000.000/1.000.000.000 *100%
= 25%
Rumus Dividend Per Share (DPS) adalah cara hitung dividen per lembar saham. Angka ini didapat dari pembagian dividen perusahaan berdasarkan dividen per lembar saham dengan jumlah total lembar saham. DPS menjelaskan berapa besar dividen yang dihasilkan oleh satu lembar yang dimiliki oleh investor.
Misalnya seperti ini, perusahaan C memiliki memiliki 100.000 lembar saham dan membagikan dividen sebesar Rp 100.000.000, maka rumus dividend per share dihitung sebagai berikut:
DPS = 100.000.000/100.000 = 1000
maka DPS dari saham C adalah Rp 1.000
Rumus Dividend yield adalah cara hitung pembagian dividen dengan perbandingan seberapa besar dividen yang dibagi perusahaan terhadap harga saham yang sedang beredar. Karena itu cara menghitung dividen dengan rumus dividend yield saham adalah sebagai berikut:
Rumus dividend yield:
Jadi, dividend yield dari PT. ABC adalah 5%.
Dulu, mendapatkan dividen saham identik dengan investasi yang membutuhkan modal besar. Hal ini karena kebanyakan perusahaan yang listing saham adalah perusahaan berskala besar yang harga lembaran sahamnya terhitung cukup tinggi.
Namun saat ini, terdapat kesempatan bagi investor dengan modal minim untuk mendapatkan pembagian dividen saham lewat skema securities crowdfunding. Skema ini adalah investasi ke berbagai bisnis UMKM potensial yang akan menawarkan dividen rutin.
Sebagai investor, kamu bisa membandingkan bisnis UMKM mana yang paling potensial profitnya agar keuntungan dari modal yang diinvestasikan dapat optimal. Selain dividen saham, kamu juga punya peluang untuk mendapatkan capital gain karena peningkatan harga saham dari waktu ke waktu.
Dalam investasi dengan skema securities crowdfunding, sebelum berbicara soal pembagian dividen per lembar saham, sebaiknya kamu harus mempelajari pihak yang terlibat dalam sistem ini, yaitu:
Crowdfunding. Setelah berinvestasi, pihak investor berpeluang mendapatkan keuntungan dari pembagian dividen per lembar saham kumpulan (lot) dari bisnis yang didanai.
Dari tiga pihak tersebut, kamu sebagai investor bisa mendapatkan informasi mengenai sistem pembagian dividen saham dari project penerbit yang kamu inginkan melalui dokumen prospektus.
Dalam dokumen ini, terdapat skema soal harga saham per lembar, perhitungan berapa persentase return pembagian dividen per lembar sahamnya, riwayat keuangan jalannya bisnis tersebut, hingga rencana ke depannya jika pendanaan berhasil terpenuhi. Berdasarkan data inilah yang menjadi pertimbangan penting perusahaan dalam menetapkan kebijakan dividen.
Lewat prospektus ini, kamu sebagai investor bisa menerawang kemungkinan keuntungan yang bisa kamu dapat jika mengalokasikan besaran modalmu, termasuk dengan risiko yang mungkin dihadapi.
Karena itu, jika kamu tertarik mendapatkan dividen untuk passive income di masa depan, pastikan untuk memilih platform crowdfunding yang berpengalaman dan mengantongi izin OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sehingga investasi anda aman dan nyaman.
karena itu…