26 July 2022
|
7 Min Read
|
Literasi keuangan adalah aspek meliputi pengetahuan, keterampilan dan seseorang mengambil keputusan mengenai finansial sebagai pemanfaatan sumber dana dalam kehidupan.
Literasi keuangan adalah pengetahuan yang wajib dimiliki oleh siapapun itu. Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu terlibat dengan anggaran dalam pengelolaan keuangan. Maka dari itu, literasi keuangan menjadi pengetahuan umum untuk siapapun dalam proses mengelola keuangan.
Dilansir oleh Otoritas Jasa Keuangan, dalam pelaksanaan survei edukasi untuk meningkatkan keuangan masyarakat yang dilakukan pada 2013 bahwa literasi keuangan masyarakat Indonesia masih dinilai well literate (21,84%), sebagian masyarakat termasuk sufficient literate (75,69%). Untuk masyarakat lainnya termasuk dalam less literate (2,06%) dan not literate (0,14%) yang tidak memiliki pengetahuan sama sekali. Bisa disimpulkan sebagian masyarakat Indonesia perlu edukasi mengenai apa itu literasi keuangan yang akan dibahas di artikel ini.
Pengertian umum mengenai literasi finansial atau literasi keuangan adalah pengetahuan dan keterampilan masyarakat yang mampu memberikan keyakinan terkait lembaga keuangan dan berbagai produk dan jasa di dalamnya untuk mencapai stabilitas ekonomi dan keuangan.
Sedangkan menurut Mitchell, literasi keuangan adalah pengetahuan seseorang ketika mendapatkan informasi mengenai ekonomi yang didapatkan oleh seseorang tersebut dan mampu mengelolanya dengan efektif. Dengan demikian, seseorang bisa membuat keputusan dan kebijakan dengan efektif untuk memanfaatkan sumber daya keuangan yang dimilikinya.
Dilansir dari Investopedia, jika seseorang atau perusahaan buta secara literasi mengenai finansial akan menyebabkan kecenderungan menumpuk beban utang, kredit yang buruk, bangkrut, penyitaan aset, bahkan penipuan keuangan.
Semakin tinggi pengetahuan seseorang mengenai literasi keuangan, maka semakin kompleks kebijakan finansial yang akan dilakukan. Literasi finansial adalah strategi untuk merencanakan keuangan perlu strategi yang matang dan terukur, karena hal tersebut akan berpengaruh pada meningkatnya pengguna jasa keuangan dan produknya.
Dengan adanya pengetahuan mengenai literasi keuangan adalah akan memberikan manfaat untuk jangka panjang jika seseorang tersebut bisa menggunakan informasinya dengan baik dalam penerapan kehidupannya.
Lebih baiknya, seseorang bisa membantu orang lain bahkan perusahaan untuk mengelola dan mengambil setiap peluang untuk keberlangsungan hidup juga masa depan. Literasi keuangan juga membantu bagi seseorang yang perlu mengambil keputusan ketika ingin berinvestasi ataupun menabung.
Terdapat berbagai tingkatan literasi keuangan untuk menilai seberapa baik literasi keuangan yang dikuasai seseorang. Berdasarkan yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang sebelumnya dibahas, berikut 4 tingkat literasi keuangan, yaitu:
Apabila seseorang berada di tingkatan ini, maka seseorang tersebut sudah mempunyai pengetahuan dan keyakinan terkait dengan lembaga jasa keuangan. Dengan pengetahuannya juga, orang tersebut sudah mengenal produk dan jasa keuangan yang ada di dalamnya.
Biasanya orang tersebut akan fasih dalam menggunakan fitur, mempertimbangkan manfaat dan risikonya, mengetahui hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan, serta memiliki keterampilan dalam pengelolaan produk jasa lembaga keuangan untuk mencapai stabilitas finansial.
Jika seseorang berada di tingkatan ini, maka seseorang tersebut memiliki pengetahuan yang cukup mengenai literasi keuangan. Dalam tingkat ini juga, seseorang memiliki pengetahuan tentang produk dan jasa lembaga keuangan.
Dengan pengetahuannya yang cukup, biasanya seseorang sudah mengetahui fitur, manfaat dan risiko yang ditawarkan, hak dan kewajiban dalam menggunakan produk dan jasa lembaga keuangan.
Pada tingkatan ini, biasanya seseorang memiliki tingkat literasi keuangan dengan pengetahuan yang kurang. Orang tersebut hanya mengetahui tentang lembaga jasa keuangan dan produknya saja. Mereka tidak memiliki pengetahuan mengenai fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban, begitupun keterampilan untuk menggunakan produk dan jasa keuangan.
Tingkat not literate adalah tingkat di mana seseorang tidak memiliki pengetahuan, mengetahui lembaga jasa keuangan dan produknya, bagaimana lembaga tersebut berjalan dan layanan yang ada pada lembaga keuangan.
Untuk mengetahui lebih luas mengenai variabel literasi keuangan, seseorang bisa mengukur kemampuan dengan pemahaman mengenai nilai tukang uang, fitur jasa layanan, pencatatan keuangan dan sikap dalam mengeluarkan keuangan.
Menurut Australian Securities & Investment Commision, tolak ukur yang dapat digunakan untuk mengetahui seberapa besar tingkat literasi keuangan seseorangan di antaranya sebagai berikut:
Berikut aspek penting yang harus dipahami oleh kita supaya tingkat literasi keuangan dikatakan baik. Ada dua pendapat mengenai aspek keuangan yang paling umum digunakan yaitu:
Menurut Chen dan Volpe, terdapat empat aspek dalam penilaian tingkat literasi keuangan. Empat aspek tersebut adalah general knowledge, saving and borrowing, insurance, dan investment.
Menurut Nababan dan Sadalia, ada lima aspek literasi keuangan adalah sebagai berikut:
Pentingnya pengetahuan mengenai literasi keuangan seharusnya sudah diterapkan ketika seseorang menempuh sekolah dasar. Dengan literasi keuangan yang baik seseorang akan meraih tujuan finansial dalam hidupnya. Jika pengetahuan literasi keuangan sudah tinggi, maka seseorang akan mampu mencapai tujuan keuangan dalam hidupnya.
Mereka akan menyiapkan dan mengelola uang dengan baik, misalnya menabung untuk meraih jenjang pendidikan, mengerti dalam penggunaan utang begitu juga manfaat dan risiko, bisa menjalankan bisnis, mempersiapkan dana pensiun dan lain-lain.
Dengan begitu, manfaat literasi keuangan bisa dirasakan seorang. Meleknya mengenai literasi keuangan akan membuat seseorang mampu mengelola dana, memanfaatkan suku bunga, menyiapkan berbagai tabungan dan dana darurat atau kebutuhan finansial lainnya. Di sisi lain, lembaga pengelolaan keuangan akan mendapatkan transaksi keuangan meningkat.
Karena dengan meningkatnya transaksi keuangan, selain lembaga jasa keuangan, masyarakat yang melek literasi keuangan akan membuat ekonomi negara tumbuh. Dalam skala yang luas, hal ini akan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Demikian penjelasan mengenai literasi keuangan. Bisa disimpulkan bahwa literasi keuangan adalah pengetahuan dan keterampilan seseorang yang mampu mengelola informasi dan keyakinan terkait lembaga jasa keuangan dan produk di dalamnya dalam parameter ukuran indeks.
Literasi keuangan yang baik sangat diperlukan untuk semua lapisan masyarakat, termasuk pelaku bisnis dan wirausahawan. Dengan memiliki literasi keuangan yang baik, maka mereka akan mampu mengelola setiap dana finansial secara lebih baik lagi untuk esok hari.
Nah, tadi kamu sudah mengetahui pentingnya memiliki literasi keuangan. Seperti penjelasan dalam aspek literasi keuangan, investasi menjadi aspek yang baik pada seseorang dalam mengetahui literasi keuangan. Dengan investasi, kamu bisa mengelola keuangan dengan baik juga loh. Jika kamu tertarik untuk berinvestasi minim risiko, maka skema securities crowdfunding cocok untuk kamu sebagai pemula.
Melalui skema securities crowdfunding, kamu bersama masyarakat luas akan mendanai bisnis UKM. Dengan ini, kamu bisa menjadi salah satu pemilik bisnis potensial dimulai dengan modal kecil.
Kamu akan mendapatkan keuntungan berupa dividen secara rutin dan bisnis yang didanai berpotensi bertahan dan berkembang dalam waktu jangka panjang juga. Tentunya, perlu memilih platform securities crowdfunding yang berizin OJK, berpengalaman, dan transparan seperti LandX.
LandX merupakan platform securities crowdfunding yang mempertemukan pebisnis dan para investor untuk mendanai bisnis-bisnis potensial kekinian yang telah melewati kurasi ketat untuk mengoptimalkan investasi jangka panjang kamu.
Karena itu…