Investor Penerbit
menu-mobile

Liabilitas Adalah Penentu Masa Depan Perusahaan, Ini Penjelasannya!

8 February 2023

|

5 Min Read

|

Author: Nadya A. Faatihah
Fungsi Aset dan Liabilitas Dalam Laporan Keuangan

Liabilitas adalah salah satu komponen paling penting yang harus dimiliki oleh sebuah perusahaan dalam neraca akuntansi. Liabilitas juga berfungsi sebagai strategi sebuah perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya dengan konsisten.

Liabilitas adalah kewajiban pembayaran sejumlah dana pinjaman dari kreditur yang harus oleh perusahaan. Kewajiban ini terbagi menjadi dua, yaitu liabilitas jangka panjang dan liabilitas jangka pendek.

Liabilitas jangka pendek adalah kewajiban yang harus dilunaskan perusahaan selambat-lambatnya satu tahun periode pembukuan akuntansi. Sementara liabilitas jangka panjang adalah kewajiban yang pelunasannya punya tenggang waktu yang relatif lama

Yuk, baca terus artikel ini untuk lebih mendalami pemahaman tentang liabilitas!

Fungsi Aset dan Liabilitas Dalam Laporan Keuangan

Dalam periode akuntansi perusahaan, lancarnya aset dan liabilitas adalah komponen utama penunjang dalam menunjukkan kestabilan dan prospek jangka panjang perusahaan. Dari sebuah laporan keuangan perusahaan, utang atau liabilitas adalah salah satu strategi sebuah perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya dengan konsisten. 

Bahkan perhitungan selisih antara aset dan liabilitas adalah cara untuk mendapatkan ekuitas atau nominal capital yang diperoleh perusahaan. Singkatnya, aset, liabilitas dan ekuitas adalah penentu untuk perhitungan dividen para pemegang saham atau investor. Karena itu, liabilitas adalah salah satu komponen paling penting yang harus dimiliki oleh sebuah perusahaan dalam neraca akuntansi. 

Komponen Dalam Liabilitas Lancar

Liabilitas lancar adalah utang yang diselesaikan oleh perusahaan dalam satu periode akuntansi atau satu tahun. Keputusan perusahaan berutang biasanya didasari perhitungan yang matang dan strategis. Utang ini akan digunakan sebagai modal usaha yang akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar bagi masa depan perusahaan.

Komponen yang termasuk ke dalam kelompok liabilitas adalah utang jangka panjang (long term liabilities) dan utang jangka pendek (current liabilities). Selengkapnya soal komponen liabilitas adalah sebagai berikut.

Utang Jangka Pendek (Current Liabilities)

Utang jangka pendek atau liabilitas adalah utang harus segera dibayarkan atau dilunasi oleh suatu perusahaan. Waktu paling lambat pelunasan current liabilitas adalah satu tahun periode pembukuan akuntansi. Komponen yang termasuk ke dalam current liabilitas adalah sebagai berikut.

1.  Utang Dagang (Account Payable)

Utang dagang dalam liabilitas adalah keputusan utang untuk pembelian barang seperti bahan baku untuk kegiatan operasional perusahaan. Umumnya utang ini harus dibayarkan kepada perusahaan partner atau supplier.

2. Utang Wesel (Notes Payable)

Utang jangka pendek wesel dalam liabilitas adalah jenis utang yang dibayarkan kepada pihak pemberi dana pinjaman. Utang ini memiliki masa tenggang selama 30, 60, hingga 90 hari. 

3. Beban yang Perlu Dibayarkan (Accrued Interest Payable)

Utang ini dalam liabilitas adalah jenis liabilitas yang statusnya masih belum dilunasi dalam periode akuntansi tertentu. Komponen dalam accrued interest payable adalah biaya sewa, beban gaji atau upah, dan lain sebagainya.

4. Penghasilan yang Ditangguhkan (Unearned Revenue)

Liabilitas ini adalah penghasilan perusahaan atas jasanya kepada pihak ketiga. Pembayaran utang ini sudah diterima namun, penghasilan tersebut belum menjadi hak milik sepenuhnya perusahaan sehingga disebut sebagai utang.

5. Penghasilan yang Ditangguhkan (Deferred Liability atau Deferred Revenue)

Deferred Revenue dalam liabilitas adalah pendapatan yang diterima di muka atas barang atau jasa yang yang belum dikirimkan atau dikerjakan. Misalnya, kalau jasa atau barang telah dikirimkan kepada konsumen, maka komponen ini baru bisa disebut sebagai pendapatan dalam laporan laba-rugi.

6. Utang Gaji (Salaries Payable)

Liabilitas ini adalah kewajiban perusahaan yang dibayarkan kepada karyawan namun total nominal yang wajib dibayarkan belum bisa memenuhi kewajiban tersebut. Karena itu, komponen ini masuk ke dalam utang perusahaan kepada karyawan.

7. Utang Dividen (Dividends Payable)

Liabilitas dividen adalah sebagian dari laba perusahaan yang telah ditentukan untuk dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. Karena nominal ini belum dibayarkan, maka akan masuk ke dalam utang pada neraca akuntansi.

8. Utang Pajak (Tax Payable)

Utang pajak dalam liabilitas adalah kewajiban yang harus dilunasi oleh perusahaan atas perhitungan pajak dari seluruh aset perusahaan dalam bentuk bangunan yang telah digunakan. 

Utang Jangka Panjang (Long Term Liabilities)

Seluruh utang yang kewajiban pelunasannya dibayarkan dalam waktu yang relatif lama adalah long term liabilities. Komponen yang termasuk ke dalam jenis liabilitas adalah berikut ini.

1. Utang Bank (Bank Loan)

Utang bank dalam liabilitas adalah dana pinjaman dari bank yang didapatkan oleh perusahaan untuk modal perusahaan, seperti untuk aktivitas ekspansi bisnis atau merger perusahaan.

2. Utang Hipotek (Mortgages Payable)

Liabilitas ini adalah utang pinjaman perusahaan dengan adanya jaminan berupa aset tetap atau harta tetap milik perusahaan.

3. Utang Obligasi (Bond Payable)

Obligasi adalah surat utang jangka menengah panjang yang dapat dipindahtangankan. Surat ini adalah bukti yang menyatakan bahwa investor (pemegang surat obligasi) meminjamkan sejumlah uang kepada sebuah badan bisnis atau perusahaan yang mengeluarkannya.

Jika perusahaan menerbitkan surat obligasi, maka perusahaan perlu membayar utang dan bunga dari jumlah pinjaman dana yang dikeluarkan oleh pemegang surat ini.

4. Kredit Noveltasi (Long Term Loan)

Kredit noveltasi dalam liabilitas adalah kewajiban perusahaan yang diperoleh dari pihak bank atau lembaga keuangan lain yang bentuknya berupa pinjaman jangka panjang.

5. Utang Berdurasi (Subordinated Loan)

Utang ini adalah kewajiban oleh pemegang saham perusahaan induk yang sifatnya tidak ada bunga. 

6. Utang Sewa Dana (Payable Lease)

Payable lease dalam liabilitas adalah utang yang berasal dari perusahaan asing guna pembelian aset tetap dimana pembayaranya pembayaranya diangsur dalam rentang waktu cukup panjang.

7. Utang Pemegang Saham (Holding Company Loan)

Jika sebuah perusahaan memiliki perusahaan afiliasi maka utang pemegang saham adalah kewajiban yang harus dibayarkan. Utang ini wajib diberikan perusahaan induk kepada perusahaan afiliasi atau anak perusahaan yang baru untuk modal operasional usaha perusahaan. Umumnya liabilitas ini pembayarannya diangsur dalam rentang waktu cukup panjang.

Itu dia penjelasan lengkap tentang liabilitas. Jika dibarengi dengan pengelolaan aset yang baik, adanya liabilitas justru bisa mengoptimalkan keuntungan perusahaan. Tentunya, keuntungan ini juga bisa dirasakan manfaatnya oleh para investor perusahaan tersebut.

Yuk Mulai Diversifikasi dan Tingkatkan Investasi Anda Sekarang….

Baca Juga