Investor Penerbit
menu-mobile

Letter of Credit: Manfaat dan Skema Pembayaran Letter of Credit

15 November 2022

|

5 Min Read

|

Author: Umar Tusin
Pembayaran surat kredit

Skema letter of credit dalam kegiatan ekspor impor aman dilakukan bagi pihak eksportir maupun importir. Mengapa demikian? Yuk, pelajari selengkapnya melalui artikel berikut ini.

Letter of credit adalah dokumen yang dikeluarkan oleh bank untuk menjamin pembayaran. Letter of credit atau yang disebut surat kredit kerap digunakan untuk memudahkan kegiatan ekspor impor. Letter of Credit (L/C) aman bagi kedua belah pihak karena melibatkan pihak perbankan.

Apa Itu Letter of Credit?

Apa itu L/C? Mengutip Investopedia, L/C adalah adalah surat dari bank yang menjamin bahwa pembayaran pembeli kepada penjual akan diterima tepat waktu dan dalam jumlah yang benar. Skema letter of credit sangat penting untuk transaksi internasional seperti impor-ekspor yang terkendala oleh faktor jarak, bahasa, dan hukum dari berbagai negara yang berbeda.

Semua aturan mengenai letter of credit dan mengacu pada dokumen UCPDC 600 (Uniform Customs & Practice for Documentary Credits) yang diterbitkan oleh kamar dagang internasional atau yang disebut ICC (International Chamber of Commerce).

Manfaat Letter of Credit

Manfaat letter of credit bisa dirasakan oleh tiga pihak utama. Pihak pihak yang ada dalam transaksi letter of credit adalah, importir (pembeli), eksportir (penjual), dan perbankan. Dalam skema pembayaran letter of credit dana pembayaran akan ditangguhkan ke bank. Jadi, pihak perbankan akan menjamin perlindungan terhadap transaksi bagi importir maupun eksportir melalui letter of credit. Berikut adalah penjelasan fungsi letter of credit sebagai perlindungan importir dan eksportir.

1. Perlindungan Penjual

Jika pembeli gagal membayar kepada penjual, bank yang menerbitkan letter of credit harus membayar penjual selama penjual memenuhi semua persyaratan dalam surat tersebut. Ini memberikan keamanan ketika pembeli dan penjual berada di negara yang berbeda.

2. Perlindungan Pembeli

Selain melindungi penjual, fungsi letter of credit juga dapat melindungi pembeli. Jika pembeli gagal mendapatkan produk yang diinginkan atau penjual gagal mengirimkan produknya, maka pembeli dapat menerima pembayaran menggunakan standby letter of credit. 

Pembayaran tersebut mirip dengan pengembalian dana atas dana deposit yang disetorkan oleh bank. Dengan uang yang diterima pembeli, maka pembeli dapat membayar orang lain atau penjual lain untuk menyediakan produk atau layanan yang dibutuhkan.

Skema Letter of Credit

Skema letter of credit ditentukan pertama kali ditentukan oleh pertemuan antara importir dan eksportir. Pertemuan tersebut bertujuan untuk membuat kesepakatan tentang transaksi perdagangan secara rinci. Hasil kesepakatan tersebut mereka tuangkan dalam sales contract.

1. Mekanisme Penerbitan Letter of Credit

Jika antara importir dan eksportir.sepakat menggunakan pembayaran surat kredit, maka importir akan mengajukan permohonan letter of credit kepada bank yang disebut issuing bank (bank penerbit LC). Kemudian, issuing bank akan mengecek status legalitas importir sesuai dengan persyaratan negara importir tersebut. Issuing bank juga akan meminta uang atau deposit 100% senilai letter of credit sebagai jaminan.

Setelah issuing bank mengecek status dan menerima jaminan, issuing bank akan mengirimkan letter of credit melalui SWIFT (Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunications) kepada advising bank. Pada dasarnya, SWIFT digunakan untuk mentransfer informasi dan instruksi dengan aman melalui sistem kode. Hal tersebut untuk mencegah adanya letter of credit palsu. Setelah advising bank menerima letter of credit, advising bank akan memberitahu dan menyerahkan letter of credit kepada pihak eksportir.

2. Mekanisme Pengiriman Barang 

Setelah menerima letter of credit, eksportir akan memeriksa isi LC apakah sudah sesuai dengan sales contract yang sudah disepakati oleh importir sebelumnya. Jika sudah dianggap sesuai, pihak eksportir akan memproduksi barang dan mengirimkan barang kepada importir sesuai pelabuhan tujuan yang sudah ditentukan dalam letter of credit.

Jika eksportir sudah mengirimkan barang ke tempat tujuan, langkah selanjutnya adalah eksportir membuat dokumen ekspor sesuai dengan ketentuan yang ada di letter of credit. Pembuatan dokumen ini bisa langsung dibuat tanpa harus menunggu barang yang dikirim sudah sampai tujuan. 

3. Proses Pembayaran Letter of Credit

Dokumen ekspor yang sudah dibuat selanjutnya diserahkan kepada negotiating bank. Negotiating bank bisa merupakan bank yang sama dengan advising bank, namun fungsinya sudah berubah menjadi pengambil alih wesel ekspor.

Negotiating bank akan memeriksa dokumen ekspor apakah sudah sesuai dengan ketentuan letter of credit. Jika dokumen ekspor yang dibuat tidak sesuai ketentuan letter of credit, maka risikonya adalah penundaan pembayaran (delay payment) atau barang tidak dibayar. Oleh sebab itu, jika ditemukan terdapat dokumen yang tidak sesuai letter of credit, maka negotiating bank akan mengembalikan dokumen ekspor untuk diperbaiki terlebih dahulu.

Setelah dokumen sudah benar, negotiating bank akan mengirimkan dokumen ke issuing bank yang disebut outward documentary collection. Outward documentary collection adalah layanan meneruskan dokumen terkait pengiriman barang eksportir/penjual untuk ditagihkan pembayarannya kepada kepada bank importir/pembeli. Dalam dokumen tersebut nomor rekening yang tercantum adalah nomor rekening negotiating bank bukan nomor rekening eksportir.

Setelah dokumen masuk ke issuing bank, pihak issuing bank akan mengecek dokumen tersebut apakah sudah sesuai dengan letter of credit. Jika ada penyimpangan atau data yang berbeda dari letter of credit, issuing bank akan memberikan informasi kembali ke negotiating bank melalui SWIFT mengenai pemberitahuan penyimpangan dokumen. 

Issuing bank juga akan menginformasikan penyimpangan dokumen yang diterima kepada pihak importir. Jika pihak importir merasa penyimpangan dokumen tidak terlalu signifikan dan bisa diterima, maka importir akan menyetujui penyimpangan dokumen tersebut. 

Kemudian, issuing bank memberikan dokumen kepada importir untuk digunakan dalam pengambilan barang di pelabuhan. Selain itu, issuing bank juga akan membayar tagihan kepada negotiation bank dan negotiating bank akan menyalurkan pembayaran L/C ke rekening eksportir. 

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah ilustrasi skema letter of credit dan penggambaran  pihak-pihak yang ada dalam transaksi letter of credit

Skema pembayaran L/C

Peran UMKM pada Ekspor Nasional

Menurut Badan Pusat Statistik, nilai ekspor pada April 2022 mencapai US$27,3 miliar atau meningkat sebesar 47,76% secara tahunan. Sektor UMKM menyumbang 15% dari total nilai ekspor nasional. Angka tersebut masih terlalu kecil jika dibandingkan dengan jumlah pelaku UMKM yang sebanyak 65 juta.

Untuk meningkatkan dan mengembangkan UMKM, pemerintah telah mengupayakan percepatan transformasi digital UMKM Indonesia. “Sudah 19,5 juta pelaku UMKM telah hadir pada platform e-commerce,” ujar Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki dalam acara B20 yang diselenggarakan di Bali, (8/8/2022).

Tak hanya pemerintah, masyarakat dan investor bisa mendukung perkembangan UMKM melalui skema bisnis equity crowdfunding. Equity crowdfunding adalah sistem urun dana untuk para UMKM yang ingin memulai atau mengembangkan bisnisnya. Para investor bisa membeli saham bisnis UMKM yang listing melalui platform equity crowdfunding. 

Salah satu platform equity crowdfunding berizin OJK adalah LandX. Melalui aplikasi LandX investor bisa memilih UMKM atau bisnis yang sedang membutuhkan modal. Modal tersebut akan diberikan kepada UMKM dan sebagai gantinya investor akan mendapatkan kepemilikan saham yang berpotensi mendapatkan dividen sesuai kesepakatan bisnis. Kesepakatan bisnis UMKM bisa dilihat dalam prospektus yang tersedia di platform LandX.

Yuk, Dukung UMKM dengan Investasi Lewat LandX!