Investor Penerbit
menu-mobile

IHSG Adalah: Mengenal Apa Itu IHSG untuk Mengambil Keputusan Investasi

7 October 2022

|

6 Min Read

|

Author: Della Octavilia
Memahami indeks saham indonesia IHSG

Sebelum memulai investasi ada pentingnya kamu mengetahui seputar IHSG. Apa Itu IHSG? IHSG adalah grafik saham yang menunjukkan kinerja semua harga saham yang terindeks di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Apa itu IHSG? Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG adalah indeks yang mengukur kinerja semua harga saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).  Bagi seseorang yang melakukan investasi pasti sudah tidak asing lagi dengan indeks IHSG.

IHSG indeks dapat ditemukan saat membuka aplikasi investasi atau saat kamu sedang mengecek BEI.  IHSG sendiri memiliki peranan penting bagi para investor sebagai estimasi pengukur keuntungan dari portofolio saham yang dimilikinya.

Bagi kamu yang ingin melakukan investasi namun masih asing dengan istilah IHSG., alangkah lebih baik jika kamu dapat mempelajari IHSG. Ini dilakukan agar kamu mengetahui bagaimana menilai kinerja dari portofolio sahammu dan mengetahui bagaimana pergerakan pasar modal yang dapat mempengaruhi keuntunganmu.

Kali ini kita akan membahas seputar apa itu IHSG, mulai dari pengertian IHSG, fungsi IHSG, manfaat IHSG, hingga hal-hal yang mempengaruhi IHSG. Jadi ikuti terus artikel ini, ya!

Apa Itu Indeks Saham?

Sebelum masuk ke pembahasan IHSG, terlebih dahulu kamu perlu mengetahui seputar indeks saham. Apa itu indeks saham? Menurut laman OJK, indeks saham adalah ukuran statistik perubahan gerak harga dari kumpulan saham yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu dan digunakan sebagai sarana tujuan investasi.

Adanya indeks saham sendiri bukalah tanpa alasan, tetapi memiliki peranan penting sebagai acuan bagi para investor. Indeks saham sangat membantu investor dalam mengambil keputusan untuk menjual, membeli, ataupun menahan suatu atau beberapa saham yang mereka miliki.

Nah, pada dasarnya indeks saham Indonesia terdiri dari beberapa jenis yang dapat digunakan oleh para investor sebagai acuan perdagangannya. Salah satu indeks saham yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan kerap kali disebut-sebut oleh para pelaku pasar modal adalah IHSG.

Melalui IHSG ini nantinya para investor dapat mengetahui pergerakan pasar modal dan kinerja dari portofolio yang mereka miliki.

Apa Itu IHSG?

Apa itu IHSG? IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan pertama kali diperkenalkan pada 1 April 1983 sebagai indikator pergerakan harga saham di BEI. Pada awalnya, IHSG memiliki nama sebagai Bursa Efek Jakarta (BEJ).

Dari segi tampilannya, IHSG adalah statistik ringkas yang disusun oleh BEI untuk menunjukan data pergerakan seluruh harga saham hanya dengan menggunakan satu grafik aja.

Sedangkan, menurut laman IDX menuturkan saham IHSG adalah indeks yang mengukur kinerja semua saham yang tercatat di Papan Utama dan Papan pengembangan Bursa Efek Indonesia.

Sederhananya, IHSG adalah grafik saham yang menunjukkan kinerja semua harga saham yang terindeks di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks IHSG di pasar global dikenal dengan sebutan Indonesia Composite Index (ICI) atau IDX composite. 

Untuk melihat IHSG indeks para investor cukup membuka aplikasi investasi atau masuk ke dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) lalu sudah dapat melihat pergerakan pasar modal secara real-time tanpa harus menganalisa instrumen satu persatu. 

Fungsi IHSG

Adanya indeks saham gabungan di Indonesia sendiri memiliki fungsi guna membantu investor dalam berinvestasi di pasar modal. Berikut ini beberapa fungsi IHSG adalah sebagai berikut:

1. Mengukur Kinerja Portofolio

Fungsi pertama dari IHSG adalah sebagai pengukur kinerja portofolio. Portofolio saham adalah sekumpulan aset investasi yang dimiliki baik perorangan maupun perusahaan. Misalnya, seseorang memiliki saham di beberapa perusahaan X, Y, dan Z, maka kumpulan saham ini dinamakan portofolio.

Melalui indeks IHSG investor dapat mengetahui kinerja dari portofolio yang mereka miliki, sehingga dapat mengestimasikan keuntungan yang bisa mereka dapatkan.

2. Indikator Pergerakan Pasar Modal

Grafik  IHSG juga dapat menjadi indikator pergerakan pasar modal terkini. Hal ini karena pasar modal dapat melihat pergerakan saham-saham di pasar modal secara real-time.

Jika tren IHSG sedang meningkat, maka harga saham di pasar modal dipastikan akan meningkat. Namun, jika indeks saham Indonesia menurun, maka harga saham juga akan ikut menurun.

Dari pergerakan pasar modal yang dapat dilihat melalui IHSG ini juga nantinya bisa menjadi acuan bagi para pelaku pasar modal dalam melakukan analisa seputar perkembangan jual beli instrumen di suatu negara secara real-time.

Jika pergerakan jual-beli instrumen di suatu negara menurun, maka pemerintah harus melakukan upaya untuk menaikkan gairah pergerakan jual-beli instrumen dengan menaikkan suku bunga acuan, dan mempermudah regulasi investasi.

3. Melihat Perkembangan Kondisi Ekonomi Suatu negara

Melalui grafik IHSG juga dapat melihat perkembangan kondisi ekonomi suatu negara seperti aliran modal yang masuk, pertumbuhan ekonomi, dan penerimaan pajak negara.

Semakin tinggi aktivitas investasi dalam suatu negara, maka semakin besar pula aliran modal yang akan masuk. Jika begitu, kondisi perekonomian suatu negara juga akan turut maju. Adapun penerimaan juga bisa didapat melalui pajak yang dibayar oleh perusahaan yang juga dapat mensejahterakan masyarakat di dalamnya.

Cara Membaca IHSG

Setelah mengetahui fungsi IHSG selanjutnya kamu juga harus mengetahui cara membaca IHSG agar saat berinvestasi di pasar modal kamu dapat mengeluarkan keputusan dari saham yang kamu miliki.

Pertama, untuk melihat grafik IHSG kamu bisa membuka aplikasi investasi di tempat kamu berinvestasi. Di dalam aplikasi tersebut kamu dapat melihat pergerakan dari IHSG, jika tren IHSG naik umumnya akan berwarna hijau atau bullish.

Saat IHSG menunjukkan warna hijau, kamu sebagai investor disarankan untuk menjual saham agar mendapat keuntungan. Selain itu kamu juga bisa memilih untuk melakukan hold atau menyimpan dan tidak menjual dari saham yang kamu miliki dengan harapan saham akan terus meningkat dan membawa keuntungan yang lebih besar lagi.

Selain itu dalam grafik IHSG dikenal juga dengan istilah stock bubble. Kondisi ini dikenal dengan terjadinya peningkatan harga saham tertentu secara signifikan yang terasa tidak normal dan melebihi harga pasaran saham.

Jika terjadi kondisi tersebut, maka kamu sebagai investor harus hati-hati, karena bisa saja IHSG yang mengalami kenaikan tinggi secara tak terduga bisa mengalami bubble sehingga rawan koreksi.

Bila bullish berwarna hijau menunjukkan tren IHSG naik, maka terdapat juga bearish yang berwarna merah berarti menunjukan saham IHSG adalah mengalami penurunan. Saat mengalami bearish, kamu disarankan untuk membeli saham atau hold saham dengan harapan suatu saat saham akan naik.

Selanjutnya juga terdapat  cut loss dengan menunjukan para investor yang menjual sahamnya pada saat harga saham menurun untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Jika saham sedang mengalami penurunan kamu tidak perlu panik, yang harus kamu lakukan adalah melakukan analisis terhadap portofolio mu.

Jika kamu berhasil menjual saham dengan nilai yang lebih tinggi dari sebelumnya, maka kamu akan memperoleh keuntungan atau capital gain. Sedangkan, jika nilai saham yang kamu jual lebih rendah, maka kamu mengalami kerugian atau capital loss.

Simulasi Keuntungan Dari IHSG

Setelah mengetahui seputar IHSG, sekarang kita akan melakukan praktek simulasi keuntungan dari penjualan saham berdasarkan pergerakan IHSG indeks. Berikut ini contoh simulasinya:

Ketika indeks IHSG adalah bearish maka saham sedang mengalami penurunan, Dina memanfaatkan momen tersebut untuk membeli saham AAAA sebanyak 20 lot dengan harga beli per lembar Rp 7.500 dan berharap suatu saat nanti harga saham akan meningkat.

Jika 1 lot saham terdiri dari 100 lembar, maka 20 lot berarti Dina memiliki 2000 kembar saham. Lalu, ketika indeks IHSG mengalami bullish yang menunjukkan harga saham meningkat, Dina memutuskan untuk menjual saham yang dimilikinya dengan harga jual per lembar Rp7.700 guna mendapat keuntungan. Berapa keuntungan yang diperoleh oleh Dina?  

Fungsi IHSG

Fungsi IHSG

Jadi, keuntungan yang diperoleh Dina dengan berinvestasi adalah sebesar Rp416.000.

Investasi Skema Equity Crowdfunding

Nah, itu tadi penjelasan seputar Indeks Saham Harga Gabungan atau IHSG adalah grafik yang menunjukan pergerakan seluruh nilai saham yang terdapat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui IHSG, investor dapat mengetahui pergerakan portofolionya untuk perkiraan keuntungan yang dapat diperoleh.

Sebagai investor yang ingin memperoleh keuntungan jangka panjang, kamu bisa lho melakukan investasi dengan skema equity crowdfunding. Di sini, kamu akan menanamkan modal melalui pendanaan secara patungan ke bisnis UMKM berpotensi.

Nantinya, setelah dana terkumpul kamu akan memperoleh keuntungan berupa dividen dari bisnis yang telah kamu danai sebelumnya.

LandX merupakan platform equity crowdfunding terpercaya dan telah memiliki market cap terbesar se-Indonesia. Di LandX kamu akan melakukan pendanaan terhadap bisnis-bisnis UMKM berpotensi dari berbagai macam bidang industri.

Apalagi saat ini LandX telah berkolaborasi dengan Moka Capital yang akan semakin meramaikan proyek bisnis-bisnis UMKM berpotensi yang dapat didanai. 

Jadi, tunggu apa lagi? 

Download LandX App dan Investasikan Danamu Sekarang!

miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang

Baca Juga