22 August 2022
|
7 Min Read
|
Gaya hidup YOLO adalah hidup dengan memotivasi diri untuk berani melakukan sesuatu yang berharga dengan prinsip hidup cuman sekali. Namun gaya hidup YOLO kerap disalahartikan dan membawa efek negatif.
Gaya hidup YOLO adalah singkatan dari You Only Live Once yang saat ini sedang digandrungi oleh kaum generasi milenial. YOLO artinya kamu hidup hanya sekali, maka hidup harus dinikmati semaksimal dan sebebas mungkin.
Nah, arti dari YOLO ini kerap disalahgunakan oleh kaum generasi milenial. Banyak dari mereka yang menerapkan gaya hidup YOLO ke arah yang negatif, yaitu dengan menjadi konsumtif. Padahal jika gaya hidup YOLO dan cara mengaturnya dibawa ke arah yang positif, maka mereka dapat merasakan manfaatnya hingga di masa mendatang.
Makanya banyak dari generasi milenial yang menerapkan gaya hidup YOLO ke arah negatif cenderung memiliki kondisi finansial yang tidak stabil, karena nafsu untuk terus mengikuti ego yang ada.
Dalam artikel ini kita akan membahas seputar gaya hidup YOLO dan cara mengaturnya bila dibawa ke arah yang negatif. Jadi ikuti terus artikel ini, ya!
Anda pasti akhir-akhir ini kerap mendengar istilah YOLO kan? YOLO singkatan dari You Only Live Once. Dari singkatan YOLO tersebut bisa kita ketahui bahwa YOLO artinya “kamu hidup hanya sekali.”
YOLO adalah istilah untuk meyakini atau memotivasi diri untuk melakukan sesuatu yang berharga dalam hidup, karena hidup hanya sekali. Saat ini YOLO menjadi gaya hidup yang sedang diminati kaum muda terutama kaum generasi milenial.
Gaya hidup YOLO adalah gaya hidup yang dapat diartikan secara berbeda bagi setiap orang. Ada beberapa orang yang menerapkan gaya hidup ini secara positif dengan melakukan perencanaan sebaik mungkin dalam hidup, karena hidup hanya sekali.
Namun, lebih banyak orang khususnya generasi milenial yang menerapkan gaya hidup YOLO adalah dengan menikmati hidup semaksimal mungkin, sebebas mungkin karena hidup hanya sekali atau disebut gaya hidup YOLO ke arah negatif.
Banyak dari generasi milenial menjadikan gaya hidup ini sebagai “pembenaran” untuk semua perilaku yang mereka lakukan. Makanya tidak dapat dipungkiri mereka yang menerapkan gaya hidup ini memiliki perilaku konsumtif. Mereka memaknai gaya hidup YOLO adalah sekadar untuk kesenangan belaka.
Akibat dari memaknai gaya hidup ini yang semata-mata hanya demi kesenangan, banyak dari generasi milenial akhirnya tidak banyak pikir panjang untuk setiap keputusan yang mereka ambil, termasuk dalam keuangan. Demi memenuhi segala keinginannya mereka tidak segan untuk melakukan pinjaman online yang dapat menimbulkan stres finansial.
Jelas, jika gaya hidup yang seperti ini terus diterapkan dalam jangka waktu yang panjang, seseorang akan sulit mendapatkan hidup yang nyaman di masa mendatang. Ini karena mereka memiliki banyak kewajiban yang harus mereka tanggung akibat dari gaya hidup yang mereka terapkan.
Maka dari itu sangat penting bagi generasi milenial untuk bijak dalam menerapkan gaya hidup ini agar di masa mendatang mereka dapat menikmati kesejahteraan dalam hidup.
Sebelumnya kita telah membahas definisi gaya hidup YOLO adalah gaya hidup untuk berani untuk melakukan sesuatu yang baru dengan prinsip hidup hanya sekali. Sebenarnya tidak salah seseorang ingin menerapkan gaya hidup ini dalam kehidupan sehari-harinya.
Namun gaya hidupnya harus diterapkan ke arah yang positif bukan ke arah yang negatif. Jika seseorang menerapkan gaya hidup ini ke arah negatif, maka orang tersebut sedang membawa dampak buruk bagi kehidupan di masa mendatangnya.
Diketahui terdapat tiga ciri-ciri gaya hidup YOLO ke arah yang negatif. Berikut ini ciri gaya hidup YOLO adalah, antara lain:
Salah satu ciri seseorang menjalani gaya hidup YOLO adalah mereka akan menabung tunggu sisanya. Padahal cara menabung yang baik adalah saat kita telah menentukan berapa jumlah yang harus kita tabung dan dilakukan saat itu juga ketika kita telah memiliki uang.
Seseorang yang menjalani gaya hidup ini secara negatif pasti memiliki perilaku konsumtif. Karena mereka akan selalu berusaha memenuhi segala hal yang memberikan kebahagiaan karena hidup hanya sekali.
Mereka tidak segan untuk mengeluarkan dana yang besar demi kepuasan sementara, seperti selalu membeli handphone keluaran terbaru, atau ingin menikmati berbagai fasilitas serba hedon selama hidupnya.
Ciri yang ketiga ini berhubungan dengan ciri sebelumnya. Jika seseorang terus-menerus ingin memenuhi segala hal yang memberikan kebahagiaannya semata, maka ia tidak akan segan untuk melakukan pinjaman untuk memenuhi egonya tersebut.
Hasilnya jika seseorang tidak dapat mengontrol egonya tersebut maka sangat mungkin jika ia akan memiliki banyak kewajiban atau hutang dan besarannya pun bisa melebihi dari pendapatannya sendiri.
Jika kita terus menjalani gaya hidup ini ke arah yang negatif, maka kedepannya hidup kita tidak akan tenang karena dibayang-bayangi oleh dampak dari gaya kehidupan yang telah kita jalani sebelumnya.
Dampak hidup YOLO bagi seseorang yang menjalaninya ke arah yang negatif adalah sebagai berikut:
Seseorang yang menjalani gaya hidup YOLO ke arah negatif akan lebih mementingkan kesenangannya terlebih dahulu, bagaimana pun caranya, asal mereka dapat memenuhi segala hal yang akan mendatangkan kebahagiaan.
Jadi, saat mereka telah mendapatkan penghasilan atau gaji, mereka secara konsumtif akan memakai gaji tersebut untuk bersenang-senang. Alhasil, mereka tidak akan mempunyai tabungan untuk di masa mendatang.
Dampak hidup YOLO berikutnya adalah akan memiliki banyak hutang. Jika perilaku konsumtif tersebut mereka jalankan dalam jangka waktu yang panjang, maka mereka tidak segan melakukan berbagai pinjaman untuk memuaskan dirinya. Akhirnya, nantinya mereka akan memiliki banyak hutang dari perilaku konsumtif ini.
Dari ciri dan dampak hidup YOLO yang telah kita bahas sebelumnya, kalian pasti tidak mau mengalami itu semua kan? Maka dari itu, kalian perlu menghindari gaya hidupnya yang negatif dan dapat menjalani gaya hidup YOLO yang positif dengan menyusun berbagai rencana untuk masa depan keuangan yang baik.
Berikut ini beberapa cara mengatur hidup YOLO, yaitu:
Membuat skala prioritas dalam kehidupan sehari-hari dinilai efektif untuk mengendalikan gaya hidup ini. Untuk menghindari perilaku konsumtif kalian bisa membuat skala prioritas terlebih dahulu. Bedakan mana kebutuhan dan mana yang hanya keinginan. Penuhi terlebih dahulu kebutuhan yang diperlukan dan tahan segala keinginan dalam beberapa waktu.
Jika kalian dapat membuat skala prioritas maka kalian akan terhindari dari berbagai hutang, seperti melakukan pinjol dan penggunaan kartu kredit yang berlebihan. Dengan melakukan hal ini, kehidupan kalian akan jauh lebih tentram dan damai.
Berdasarkan laman liputan6.com strategi menahan diri selama 48 jam dapat diterapkan untuk kalian yang ingin mengatur gaya hidup yang lebih positif. Strategi ini juga cocok dilakukan bagi orang yang sangat mudah tergoda untuk melakukan pembelian.
Caranya adalah jika kalian tergoda untuk membeli suatu barang yang memang tidak dibutuhkan, kalian bisa tarik napas terlebih dahulu dan kendalikan diri untuk tidak membeli barang tersebut dan menahan diri selama 48 jam. Jika selama 48 jam kalian berhasil menahan diri, maka dalam 48 jam tersebut bisa saja kalian sudah tidak menginginkan barang itu lagi.
Berikutnya dari cara mengatur gaya hidup YOLO adalah dengan membuat perencanaan keuangan secara teratur. Kalian dapat membuat perencanaan keuangan secara teratur dalam jangka mingguan, bulanan, hingga tahunan. Tentukan besaran uang yang akan kalian gunakan untuk kepentingan sehari-hari, untuk menabung, dan dana darurat.
Jika semua perencanaan tersebut telah dilakukan secara teratur dan konsisten, maka kalian dapat mengendalikan gaya hidup ini dengan baik.
Dari pada penghasilan yang kalian miliki dihabiskan untuk memenuhi kesenangan sementara, ada baiknya jika kalian mulai jadikan menabung dan investasi sebagai kewajiban bukan sebagai opsi yang tidak harus dilakukan.
Dengan menabung maka kalian akan memiliki simpanan yang dapat kalian pakai sewaktu dalam keadaan yang darurat. Tentukan jumlah uang yang harus kalian sisihkan untuk ditabung dari setiap gaji yang didapatkan. Jangan tunggu sisa gajian atau tabungan kalian yang tinggal sedikit baru kalian menabung, lakukan secara konsisten.
Selain menabung kalian juga dapat menjadikan investasi sebagai kewajiban. Sekarang ini banyak orang-orang yang telah melek investasi dan potensi keuntungan yang bisa didapat dari kegiatan ini. Namun, masih banyak juga orang yang masih takut untuk memulai investasi karena rumor atas ketidakamanan dan risiko dari melakukan investasi.
Sebenarnya semua instrumen investasi pasti memiliki risiko tersendiri. Kalian bisa mendapatkan potensi keuntungan, kalian juga berpotensi mengalami risiko kerugian. Semua itu dapat terjadi saat melakukan investasi. Oleh karena itu sebelum investasi kalian harus mengenal dengan pasti instrumen investasi yang akan dipilih dan cocok dengan profil risiko kalian.
Dengan perkembangan teknologi yang terus maju, yang semuanya dapat diakses secara digital dan tak terbatas membuat banyaknya platform investasi yang terus bermunculan.
Salah satu platform investasi yang hadir adalah sistem equity crowdfunding. Berinvestasi sistem equity crowdfunding memungkinkan kalian untuk bisa menjadi salah satu pemilik bisnis menguntungan dengan konsep patungan.
Nantinya, kalian akan menanamkan modal secara patungan dengan beberapa investor lainnya pada bisnis yang cocok dengan profil kalian. Selanjutnya kalian berpotensi mendatangkan keuntungan berupa dividen dari bisnis yang telah kalian danai sebelumnya.
LandX adalah platform equity crowdfunding yang mengantongi izin OJK dan berpengalaman. Bersama LandX kalian bisa punya opsi untuk mewujudkan kondisi finansial impian dengan menjadi pemilik bisnis potensial dengan konsep patungan.