Investor Penerbit
menu-mobile

Deplesi Adalah: Mengenal Perbedaan Deplesi dan Depresiasi Suatu Bisnis

29 September 2022

|

5 Min Read

|

Author: Della Octavilia
Perbedaan Deplesi dan Depresiasi

Pengertian deplesi adalah terjadinya penyusutan nilai aset milik perusahaan. Aset dalam deplesi berwujud dari kekayaan alam, seperti kayu, batubara, minyak bumi, gas, dan lainnya yang akan menyusut.

Pengertian deplesi adalah terjadinya penyusutan terhadap nilai aset perusahaan. Penyusutan nilai aset pada deplesi terjadi dalam wujud sumber daya alam, seperti hasil tambang, kayu, dan lainnya.

Penyusutan nilai aset ini terjadi saat sumber daya alam telah diolah menjadi bahan baku, maka terjadilah penyusutan terhadap aset tersebut.

Kali ini kita akan membahas seputar deplesi, mulai dari pengertian deplesi, cara perhitungan deplesi, hingga perbedaan deplesi dan depresiasi. Untuk kamu yang ingin atau sedang menjalani suatu usaha, penting untuk mengenal istilah-istilah ini.

Jadi, simak terus artikel ini ya!

Pengertian Deplesi

Bagi kamu yang sedang menjalankan suatu usaha, penting untuk mengetahui istilah dari deplesi. Karena, deplesi sendiri akan masuk dalam pencatatan laporan keuangan pada suatu perusahaan. Lalu, apa itu deplesi?

Pengertian deplesi adalah terjadinya penyusutan nilai aset atau aktiva tetap milik perusahaan. Penyusutan aset yang dalam deplesi terjadi dalam wujud Sumber Daya Alam (SDA), seperti hasil tambang, kayu, minyak, batu bara, dan yang lainnya.

Pada deplesi, penyusutan aset dapat terjadi saat SDA telah dikelola menjadi bahan baku atau bahan jadi. Nah, sumber daya alam yang telah dikelola tersebut pasti akan mengalami penyusutan atau penipisan. 

Oleh karena itu, bagi suatu perusahaan yang telah mengelola SDA-nya pasti harus direstorasi agar kondisi alam kembali ke kondisi semula. Namun, untuk melakukan restorasi tidak mudah tetapi membutuhkan waktu yang cukup lama atau tidak dapat kembali sama sekali, seperti batu bara.

Contoh terjadinya deplesi adalah pada perusahaan batu bara, lebih banyak batu bara yang dikelola, maka persediaannya pun akan menipis hingga habis.

Oiya, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi deplesia, diantaranya yaitu:

  • Akuisisi : Menyewakan atau memperoleh hak atas tanah
  • Eksplorasi : Penjelajahan terhadap Sumber Daya Alam
  • Pengembangan :Menambahkan lebih banyak sumur untuk mendapatkan lebih banyak output
  • Restorasi : Total biaya untuk mengembalikan kondisi alam ke keadaan semula. 

Deplesi banyak terjadi pada perusahaan yang memiliki aset berwujud Sumber Daya Alam (SDA) yang menjadi bahan bakunya. 

Bagi perusahaan yang asetnya berwujud SDA, wajib untuk mengetahui cara perhitungan deplesi untuk mengetahui seberapa besar mereka telah memaksimalkan aset mereka yang berupa SDA, dan lainnya.

Tujuan Perhitungan Deplesi

Apa tujuan perhitungan deplesi? Bagi suatu perusahaan, perhitungan deplesi memiliki beberapa tujuan, yaitu:

  • Mengetahui sisa stok aset (SDA) yang telah dimanfaatkan atau sisa aset akibat dari kerusakan
  • Untuk memaksimalkan pemanfaatan dari aset perusahaan
  • Sebagai pencegah dan mengurangi terjadinya kelangkaan terhadap aset yang berupa sumber daya alam
  • Sebagai bahan perencanaan di masa mendatang.

Selanjutnya, sebelum melakukan perhitungan deplesi, terdapat juga beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelumnya, yaitu:

  • Harga perolehan aktiva atau aset. Jika aset berwujud SDA, maka harga perolehannya dihitung dari pengeluaran yang dimulai sejak memperoleh izin hak atas SDA hingga SDA tersebut dapat diambil hasilnya. Jika ditemukan pengeluaran sangat kecil, maka harus dilakukan penilaian terhadap aset tersebut.
  • Taksiran nilai sisa dari SDA setelah diolah
  • Taksiran hasil yang secara ekonomis dapat dieksploitasi

Cara Perhitungan Deplesi

Terdapat tiga langkah dalam cara perhitungan deplesi adalah sebagai berikut:

Langkah ke-1: Menentukan dasar deplesi. Langkah pertama dalam basis deplesi adalah menentukan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh atau menyewa aset, biaya eksplorasi, biaya pengembangan dan biaya yang dikeluarkan untuk memulihkan aset ke kondisi awal.

Langkah ke-2: Perhitungan tingkat deplesi per unit. Selanjutnya, perhitungan tingkat deplesi per unit aset ini bergantung pada jumlah total unit yang dapat diekstraksi. Proses perhitungan dilakukan dengan membagi basis deplesi dikurangi dengan nilai sisa (jika ada) dengan jumlah unit yang akan diekstraksi.

Laju Deplesi: (Basis Deplesi - Nilai Sisa) / Total unit yang diharapkan dapat diekstraksi

Langkah ke-3: Perhitungan biaya deplesi / depresiasi. Pada langkah terakhir, total unit yang diambil selama periode tertentu dikalikan dengan tingkat deplesi per unit untuk menghitung biaya deplesi atau depresiasi pada periode tertentu.

Biaya Deplesi untuk Satu Periode = Unit yang diambil selama periode x Laju Deplesi

Nah, dari tiga langkah di atas sekarang kita dapat melakukan perhitungan deplesi seperti berikut ini:

Suatu perusahaan batubara telah mengakuisisi tambang batu bara dengan biaya Rp 7.000.000.000, tidak ada biaya tambahan lain. 

Total batu bara yang diharapkan dapat diekstraksi dari tambang tersebut adalah 35.000 ton. Selama tahun 2019, total ekstraksi batubara hanya mencapai 5.000. Tidak ada nilai sisa.

Dari contoh diatas, maka diperlukan: 

  1. Tingkat deplesi per ton batu bara yang telah diekstraksi
  2. Biaya deplesi batu bara yang diekstraksi selama tahun 2019.

Rumus Deplesi:

Basis Deplesi = Rp7.000.000.000

Batu bara yang diharapkan dapat diekstraksi = 35.000

Cara perhitungan deplesi

Atau, dapat juga menggunakan rumus deplesi sebagai berikut:

beda deplesi dan depresiasi

Mulai Investasi Pendanaan Bersama LandX!

Nah, kita telah membahas seputar deplesi dalam suatu perusahaan. Bila kita tarik ke belakang, pengertian deplesi adalah terjadinya penyusutan nilai aset milik suatu perusahaan. Pada deplesi, penyusutan aset dalam deplesi terjadi dalam wujud SDA, seperti batu bara, kayu, minyak bumi, dan lainnya.

Karena deplesi masuk ke dalam pencatatan laporan keuangan suatu perusahaan, nantinya hasil deplesi ini dapat dijadikan untuk mengambil keputusan di masa mendatang. 

Oiya, dari perhitungan deplesi sendiri dapat dijadikan keputusan seseorang yang ingin menanamkan modalnya di suatu perusahaan, lho! 

Melalui deplesi yang merupakan penyusutan terhadap nilai aset yang berwujud SDA, para investor dapat mengetahui berapa pendapatan yang diperoleh suatu perusahaan dari penyusutan nilai aset yang dimilikinya.

Jika dari hasil analisis deplesi dalam laporan keuangan perusahaan menunjukan ke arah yang positif, para investor dapat memutuskan untuk menanamkan modalnya pada usaha tersebut. Apa sih investasi yang dapat menanamkan modal pada suatu usaha atau bisnis langsung?

Kamu dapat melakukan investasi dengan sistem equity crowdfunding, di mana kamu akan melakukan pendanaan secara patungan pada suatu usaha atau bisnis UMKM yang berpotensi.

Jika bisnis UMKM yang akan kamu danai memiliki aset utamanya berupa SDA, kamu bisa melihat perhitungan deplesi dalam laporan keuangannya. Jika ternyata hasil deplesi suatu perusahaan aman, kamu dapat memutuskan untuk mendanai bisnis tersebut.

Dengan kamu melakukan analisis terhadap perhitungan deplesi, kamu dapat meminimalisir segala risiko yang dapat terjadi nantinya.

Melalui equity crowdfunding, kamu nantinya berkesempatan untuk mendapatkan keuntungan berupa dividen dari bisnis UMKM berpotensi yang telah didanai.

LandX merupakan platform equity crowdfunding yang telah dipercayai oleh banyak investor di Indonesia, dan juga telah memiliki market cap terbesar se-Indonesia.

Melalui platform LandX  kamu bisa mulai mendanai berbagai bisnis UMKM berpotensi dari berbagai macam industri. Untuk memulainya juga kamu cukup memerlukan modal yang kecil yaitu mulai dari Rp1 jutaan saja.

Jadi tunggu apa lagi? Download aplikasi LandX  sekarang dan tentukan bisnis UMKM berpotensi yang akan kamu danai!

Rencanakan Masa Depanmu dengan Investasi di LandX  Sekarang Juga!

miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang

Baca Juga