Investor Penerbit
menu-mobile

Biaya Implisit & Eksplisit: Perbedaan dan Cara Menghitungnya

10 August 2022

|

6 Min Read

|

Author: Rafa Syawalia R
Biaya Implisit & Eksplisit: Perbedaan dan Cara Menghitung biaya implisti

Biaya implisit dan eksplisit adalah jenis biaya dari penggunaan aset perusahaan memanfaatkan sumber daya internal dan bisa diukur dalam tujuan akuntansi perusahaan untuk membantu dalam membuat keputusan.

Dalam kegiatan perusahaan atau bisnis, kegiatan produksi menyebabkan penyusutan pada suatu aset, dan biaya yang dikeluarkan merupakan biaya implisit. Biaya implisit adalah biaya operasional dari sumber daya perusahaan secara internal, biasanya tidak terduga dan tidak tercatat dalam arus kas laporan keuangan.

Berkebalikan dengan biaya eksplisit. Biaya eksplisit adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan atau organisasi selama proses berlangsung. Biasanya proses ini terjadi pada perusahaan dan mengeluarkan biaya supaya produksi perusahaan tersebut lancar.

Dengan mengetahui beberapa biaya yang dikeluarkan maka perusahaan dapat mengelola lebih efektif dalam pembuatan anggaran juga pengelolaan keuangan. Untuk lebih jelasnya, yuk simak dalam artikel ini mengenai perbedaan biaya implisit dan eksplisit beserta cara menghitung biaya implisit dan eksplisit.

Pengertian Biaya Implisit

Implicit cost atau biaya implisit adalah jenis biaya dari penggunaan aset perusahaan dalam sumber daya internal perusahaan. Jenis biaya ini tidak akan dicatat dalam laporan keuangan perusahaan dan dilakukan pencatatan secara pisah.

Biaya implisit akan muncul ketika perusahaan menggunakan sumber daya perusahaan secara internal sebagai biaya peluang yang akan dimanfaatkan perusahaan. Sifat biaya implisit adalah tidak terduga atau tidak terlihat. Selain itu, karena penggunaan aset dalam biaya implisit maka potensi pendapatan perusahaan akan hilang.

Pengertian Biaya Eksplisit

Sedangkan biaya eksplisit adalah biaya yang jelas dikeluarkan oleh perusahaan dan masuk dalam pencatatan sebagai kewajiban perusahaan karena melakukan proses produksi. Sifat biaya eksplisit adalah tetap karena sudah dirancang oleh perusahaan.

Biaya eksplisit dapat menentukan laba rugi perusahaan dan berdampak langsung pada keuntungan perusahaan. Biaya eksplisit dibagi menjadi dua jenis yaitu, fixed cost atau biaya tetap adalah biaya yang nilainya cenderung tetap dan tidak mudah mengalami perubahan.

Lalu variable cost atau biaya variabel pada biaya eksplisit adalah jenis biaya yang nilainya mudah berubah dalam pencatatan keuangan setiap periode.

Perbedaan Biaya Implisit dan Eksplisit

Setiap perusahaan memiliki pengeluaran biaya eksplisit dan implisit. Lalu, apa perbedaan biaya implisit dan eksplisit? Berikut merupakan uraian dari perbedaan biaya implisit dan eksplisit:

1. Pencatatan Keuangan Perusahaan

Perbedaan biaya implisit tidak dapat diprediksi dan terlihat dalam penulisan akuntansi perusahaan, karena tidak ada terjadinya pertukaran kas. Sebaliknya dengan biaya eksplisit yang mewakili setiap biaya yang terlibat dalam pembayaran uang tunai atau sumber daya berwujud pada pencatatan akuntansi perusahaan.

2. Laporan Keuangan kepada Perusahaan

Dalam proses biaya eksplisit memengaruhi laporan keuangan karena berkaitan dengan proses produksi dan operasional. Nantinya akan diserahkan sebagai tinjauan yang akan dilaporkan kepada pihak manajemen. Namun, untuk biaya implisit sendiri tidak dapat dilaporkan ke pihak manajemen karena tidak adanya pencatatan keuangan atau transaksi uang yang terjadi.

3. Perhitungan Keuntungan Perusahaan

Untuk kegiatan keuntungan pendapatan perusahaan, biaya implisit bisa menunjukan dan membantu perhitungan keuntungan untuk perusahaan saja. Sedangkan biaya eksplisit bisa memperhitungkan laba bersih dalam akuntansi perusahaan.

4. Memiliki Dua Sifat Berbeda

Sifat biaya implisit subjektif karena berupa perkiraan saja, sedangkan sifat biaya eksplisit objektif karena menunjukan nilai jelas dalam kegiatan pencatatan.

Contoh Biaya Implisit

Seperti penjelasan sebelumnya, biaya implisit merupakan biaya yang tidak dapat diprediksi. Lantas apa saja yang termasuk biaya implisit? Berikut adalah contoh biaya implisit: 

  • Pelatihan/training karyawan. Dengan adanya pelatihan karyawan dalam perusahaan, karyawan tersebut mengorbankan waktu dan kegiatan produksi tidak berjalan maksimal.
  • Penyusutan nilai aset seperti alat produksi, kendaraan, dan lain-lain, biasanya tidak di dapat dituliskan pada laporan keuangan. Untuk mencegahnya, biasanya akuntan perusahaan menghitung penyusutan aset.
  • Menggunakan properti perusahaan untuk kegiatan acara lain atau seminar. Sehingga perusahaan dapat mengelola uang keluar untuk penyewekan, namun hal ini dapat mengurangi pemasukan perusahaan.

Contoh Biaya Eksplisit

Biaya eksplisit merupakan biaya pengeluaran yang jelas, tercatat, bahkan dapat diprediksi. Untuk mengetahui apa saja yang termasuk biaya eksplisit, berikut adalah contoh biaya eksplisit: 

  • Gaji atau upah karyawan dikeluarkan secara rutin tergantung kontrak yang sudah disetujui. Pengeluaran gaji karyawan tercatat dalam laporan keuangan perusahaan. Biaya ini masuk dalam jenis biaya variabel karena tergantung berapa karyawan yang masuk atau keluar.
  • Biaya yang tampak dalam biaya eksplisit adalah biaya produksi seperti membeli material, alat, atau aset untuk proses produksi. Biaya sewa gedung masuk dalam biaya tetap. Dalam hal ini, pajak, operasional, serta pemasaran masuk dalam biaya eksplisit juga. 
  • Untuk memasarkan produknya kepada konsumen, perusahaan perlu mengeluarkan biaya pemasaran seperti iklan, promosi secara digital, dan lain-lain.

Cara Menghitung Biaya Implisit

Cara menghitung biaya implisit cukup sulit, pasalnya perhitungan ini tidak bisa diprediksi, sebagai contoh:

Jika perusahaan memiliki gedung baru untuk kegiatan acara seperti, pelatihan, seminar, dan lain-lainnya, aset tersebut bisa dimanfaatkan oleh perusahaan supaya perusahaan tidak perlu menyewakan gedung ke tempat lain.

Selain itu juga, aset gedung baru tersebut bisa digunakan untuk kegiatan produksi perusahaan dan mampu menghasilkan laba bersih Rp500 juta per bulan karena dapat digunakan untuk keperluan operasional.

Jika perusahaan tersebut menyewakan gedung tersebut, maka perusahaan akan mendapatkan pendapatan dari penyewaan gedung sebesar Rp35 juta per bulan.

Untuk menghitung biaya implisit laba bersih dari aset perusahaan tadi sebesar Rp500 juta dikurangi dengan biaya peluang atau pendapatan dari penyewaan gedung sebesar Rp35 juta. Biaya implisit perusahaan adalah Rp465 juta per bulan.

Hal tersebut dikarenakan perusahaan memanfaatkan sumber daya perusahaan berupa gedung, maka perusahaan tidak memperoleh pendapatan dari gedung atau aset tadi dan tidak bisa dicatat dalam laporan keuangan karena kegiatan operasional yang dilakukan perusahaan itu sendiri. Perusahaan rela kehilangan biaya peluang atau potensi pendapatan sebanyak Rp35 juta per bulan.

Cara Menghitung Biaya Eksplisit

Berkebalikan dengan biaya implisit, untuk memperhitungkan biaya eksplisit cukup mudah. Pencatatan biaya eksplisit jelas dan terperinci, selain itu cukup dengan menambahkan semua biaya eksplisit yang dikeluarkan perusahaan. Sebagai contoh:

Sebuah perusahaan baru memiliki pengeluaran dalam catatan keuangan per Agustus 2022 sebagai berikut:

cara menghitung biaya eksplisit

Dari contoh diatas, dapat dilihat pengeluaran perusahaan baru per Agustus 2022 sebesar Rp475.000.000 yang meliputi biaya tetap, seperti sewa, dan biaya variabel seperti gaji karyawan dan biaya lain yang beruba-ubah.

Penutup

Dalam kegiatan pencatatan laporan keuangan perlu adanya catatan untuk evaluasi sebuah perusahaan dan menghitung estimasi keuntungan dari kegiatan produksinya. Namun, hal terjadi yang tidak dapat diprediksi kadang terjadi dalam sebuah perusahaan, hal tersebut bahkan perlu pengorbanan secara internal dengan menggunakan keuntungan perusahaan.

Maka dari itu perusahaan perlu memperhatikan dan menentukan biaya produksi ataupun biaya operasional baik dari biaya eksplisit dan implisit, yang nantinya perusahaan akan mendapatkan keuntungan secara maksimal.

Demikian penjelasan mengenai perbedaan biaya implisit dan eksplisit. Pencatatan biaya ini bisa juga loh diterapkan secara individu untung mengetahui pengeluaran dan pemasukan kamu. Sehingga, kamu bisa memperkirakan biaya yang kamu keluarkan juga. Selain itu, untuk menambah keuntungan, kamu bisa juga menjadi pemilik bisnis potensial yang menguntungkan dengan menjadi investor bisnis.

Melalui skema equity crowdfunding, kamu bisa memiliki bisnis menguntungkan dengan modal minim dengan keuntungan berupa dividen secara rutin dari bagi hasil keuntungan bisnis yang kamu danai loh.

LandX merupakan platform equity crowdfunding yang berpengalaman mendanai bisnis-bisnis dengan keuntungan terbaik dan telah berizin oleh Otoritas Jasa Keuangan sehingga kegiatan investasi kamu lebih aman.

Yuk, Investasi Bisnis Menguntungkan Lewat LandX Sekarang Juga!

miliki bisnis modal kecil cuma dengan 1 jutaan dapat 4 cabang

Baca Juga